Anda di halaman 1dari 19

HUKUM DASAR KIMIA

DI SUSUN OLEH :
Abdul Anas Usman
Gunawan Rasyid
Maya Kamarigi
Nanang Djafar
Rahmad Wahyudi Ismail
Apa itu KIMIA?
Secara garis besar Kimia adalah cabang
dari ilmu fisik yang mempelajari tentang
susunan, struktur, sifat, dan perubahan
materi.
HUKUM-HUKUM DASAR
KIMIA
Hukum Lavoiser
(Hukum Kekekalan massa)
Hukum Proust
(Hukum Perbandingan Tetap)
Hukum Dalton
(Hukum Perbandingan Berganda)
Hukum Gay Lussac
(Hukum Perbandingan Volume)
Hukum Avogadro
(Hukum Perbandingan Jumlah Molekul)
Hukum LAVOISER
(Hukum Kekekalan Massa)

Hukum kekekalan massa ditemukan oleh seorang ahli


kimia Perancis bernama Antoine Laurent Lavoisier
(1743-1794) pada tahun 1785.
Hukum kekekalan massa ini menjelaskan tentang
massa suatu materi takkan pernah berkurang ataupun
bertambah. Massanya akan tetap sama sebelum atau
sedudah dilakukan reaksi.
Berdasarkan hukum ini, reaksi kimia berlanggsung,
total massa dari produk akan sama dengan total massa
reaktan (pereaksi).
Contoh Sederhana :
Hukum PROUST
(Hukum Perbandingan Tetap)

Perbandingan tetap pertama kali dikemukakan oleh


Joseph Louist Proust (1754-1826), setelah
serangkaian eksperimen pada tahun 1797 dan 1804.
Hukum perbandingan tetap atau sering disebut
hukum Proust adalah hukum yang menyatakan bahwa
seluruh senyawa terdiri dari perbandingan massa unsur
pembentuk yang selalu sama (konstan).

Contoh sederhana dari hukum Proust adalah


pembentukan karbondioksida (CO2) dari karbon dan
oksigen. Massa karbon adalah 12, sedangkan massa
oksigen adalah 16. Maka pembentukan karbondioksida
adalah sebagai berikut :
Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa
karbondioksida akan selalu terbentuk dari karbon dan
oksigen dalam perbandingan yang sama. Adapun
reaktan (pereaksi) yang berlebihan, maka akan
menjadi sisa yang tidak ikut bereaksi.
Hukum DALTON
(Hukum Perbandingan Berganda)

Hukum Perbandingan berganda pertama kali dikemukakan


oleh John Dalton, setelah serangkaian eksperimen
pada tahun 1803.
Hukum perbandingan berganda adalah hukum yang
menyatakan bahwa jika dua unsuk membentuk lebih dari
dua senyawa, dimana massa salah satu unsur pembentuk
tersebut konstan, maka massa unsur pembentuk yang
lainnya akan berupa bilangan bulat sederhana. Hukum ini
merupakan pengembangan lebih lanjut dari hukum Proust

Contoh hukum perbandingan ini yaitu antara karbon


(C) dan oksigen (O). Karbon monooksida (CO) dibentuk
dari 12 gram karbon dan 16 gram oksigen. Sedangkan
karbon dioksida (CO2) dibentuk dari 12 gram karbon
dan 32 gram oksigen. Rasio massa oksigen yang
bergabung dengan karbon adalah 16 : 32 atau 1 : 2.
Contoh 2:
Nitrogen dan oksigen dapat membentuk senyawa-senyawa N2O,
NO, N2O3, dan N2O4 dengan komposisi massa terlihat pada tabel
berikut.
Tabel: Perbandingan nitrogen dan oksigen dalam senyawanya.

Dari tabel tersebut, terlihat bahwa bila massa N dibuat tetap


(sama), sebanyak 7 gram, maka perbandingan massa oksigen
dalam:
N2O : NO : N2O3 : N2O4 = 4 : 8 : 12 : 16 atau 1 : 2 : 3 : 4
Hukum GAY LUSSAC
(Hukum Perbandingan Volume)

Hukum Perbandingan berganda pertama kali dikemukakan


oleh Joseph Louis Gay Lussac pada tahun 1808.
Hukum perbandingan volume, atau sering disebut
hukum Gay-Lussac adalah hukum yang menyatakan bahwa
perbandingan antara volume gas reaktan dan produk dapat
dinyatakan dengan bilangan bualt sederhana. Hukum ini juga
berhubungan dengan hukum Amontons, yang menyatakan
hubungan antara tekanan dan suhu gas pada masa tertentu
yang disimpan pada volume konstan.

Berikut data dari percobaan yang dilakukan Gay Lussac


Menurut Gay Lussac, 2 volume gas hidrogen bereaksi dengan 1
volume gas oksigen membentuk 2 volume uap air. Pada reaksi
pembentukan uap air, agar reaksi sempurna, untuk setiap 2
volume gas hidrogen diperlukan 1 volume gas oksigen,
menghasilkan 2 volume uap air.

Rumus Hukum perbandingan volume (Gay Lussac):

V1 / N1 = V2 / N2 dimana P dan T tetap

Keterangan :
P = tekanan gas (atm)
T = suhu (K)
V = volume gas (L)
N= banyaknya gas (mol)
Hukum AVOGADRO
(Hukum Perbandingan Jumlah Volume)

Hukum Avogadro dicetuskan oleh seorang ahli fisika


Italia yang bernama Amedeo Avogadro pada tahun
1811.
Hukum Avogadro adalah hukum gas eksperimental
yang menghubungkan volume gas dengan jumlah molekul
yang ada. Hukum Avogadro menyatakan bahwa pada
kondisi suhu dan tekanan yang sama, volume gas yang
sama akan mengandung jumlah molekul yang sama.
Sebagai contoh jika ada gas klorin, hidrogen, dan oksigen
masing masing bervolume 1 L dan ditempatkan pada wadah
yang berbeda, ektiganya akan mempunyai jumlah mokelul
yang sama. Akan tetapi hipotesis Avogadro mengatakan
bahwa belum tentu ketiganya mempunyai massa yang sama.
Avogadro juga mengusulkan bahwa dalam satu mol
atom terdapat sekitar 6,02 x 1023 partikel. Bilangan
tersebut di kenal juga dengan bilangan Avogadro.
KELOMPOK 4

Abdul Anas Usman


Gunawan Rasyid
Maya Kamarigi
Nanang Djafar
Rahmad Wahyudi Ismail
Thank You