Anda di halaman 1dari 23

Nama : Melly

NIM : 545140041
Sejalan dengan perkembangan tingkat kompleksitas proyek yang semakin besar,
seringkali terjadi keterlambatan penyelesaian proyek dan pembengkakan biaya.
Sistem pengelolaan yang digunakan biasanya memisahkan antara sistem akuntansi
untuk biaya dan sistem jadwal proyek konstruksi.
Dari sistem akuntansi biaya dapat dihasilkan laporan kinerja dan prediksi biaya
proyek, sedangkan dari sistem jadwal dihasilkan laporan status penyelesaian proyek.
Informasi pengelolaan proyek dari kedua sistem tersebut saling melengkapi, namun
dapat menghasilkan informasi yang berbeda mengenai status proyek. Dengan
demikian, dibutuhkan suatu sistem yang mampu mengintegrasikan antara informasi
waktu dan biaya (Crean dan Adamczyk 1982). Untuk kepentingan tersebut, konsep
earned value dapat digunakan sebagai alat ukur kinerja yang mengintegrasikan antara
aspek biaya dan aspek waktu.
Pada tahun 1995 hingga 1998 Earned Value Management (EVM) ditransfer untuk
kepentingan industri menjadi suatu standar pengelolaan proyek (ANSI/EIA 748-A).
Semenjak itu EVM tidak hanya digunakan oleh Department of Defence, namun juga
digunakan oleh kalangan industri lainnya seperti NASA dan United States Depatment of
Energy. Tinjaun EVM juga dimasukkan dalam PMBOK Guide First Edition pada tahun
1987 dan edisi-edisi berikutnya. Usaha untuk menyederhanakan EVM mencapai titik
momentumnya pada tahun 2000, yaitu ketika beberapa pemerintah Negara bagian di
Amerika Serikat mengharuskan penggunaan EVM untuk semua proyek pemerintah.
Flemming dan Koppelman (1994):
Manajemen biaya tradisional hanya menyajikan dua dimensi saja yaitu hubungan
yang sederhana antara biaya aktual dengan biaya rencana. Dengan manajemen
biaya tradisional, status kinerja tidak dapat diketahui.
Konsep earned value memberikan dimensi yang ketiga selain biaya aktual dan
biaya rencana. Dimensi yang ketiga ini adalah besarnya pekerjaan secara fisik
yang telah diselesaikan atau disebut earned value/percent complete. Dengan
adanya dimensi ketiga ini, seorang manajer proyek akan dapat lebih memahami
seberapa besar kinerja yang dihasilkan dari sejumlah biaya yang telah
dikeluarkan
Budgeted Cost for Work Scheduled (BCWS) merupakan
anggaran biaya yang dialokasikan berdasarkan rencana
kerja yang telah disusun terhadap waktu. BCWS dihitung
dari akumulasi anggaran biaya yang direncanakan untuk
pekerjaan dalam periode waktu tertentu. BCWS pada akhir
poyek (penyelesaian 100 %) disebut Budget at Completion
(BAC).
Bobot Rencana per Minggu
BCWS = Anggaran Rencana
Bobot Rencana Keseluruhan
BCWS juga menjadi tolak ukur kinerja waktu dari
pelaksanaan proyek. BCWS merefleksikan penyerapan
biaya rencana secara kumulatif untuk setiap paket-paket
pekerjaan berdasarkan urutannya sesuai jadwal yang
direncanakan.
Budgeted Cost for Work Performed (BCWP) adalah nilai yang diterima
dari penyelesaian pekerjaan selama periode waktu tertentu. BCWP inilah
yang disebut earned value. BCWP ini dihitung berdasarkan akumulasi dari
pekerjaan-pekerjaan yang telah diselesaikan. Ada beberapa cara untuk
menghitung BCWP diantaranya adalah: Fixed formula, Milestone weights,
Milestone weights with percent complete, Unit complete, Percent complete,
Level of effort.
Bobot Pelaksanaan per Minggu
BCWP = Anggaran Rencana
Bobot Rencana Keseluruhan
Actual Cost for Work Performed (ACWP) adalah representasi dari
keseluruhan pengeluaran yang dikeluarkan untuk menyelesaikan pekerjaan
dalam periode tertentu. ACWP dapat berupa kumulatif hingga periode
perhitungan kinerja atau jumlah biaya pengeluaran dalam periode waktu
tertentu.
Bobot Pelaksanaan per Minggu
ACWP = Anggaran Pelaksanaan
Bobot Rencana Keseluruhan
Melalui tiga elemen dasar tersebut, dapat dihitung
berbagai factor yang menunjukkan kemajuan dan
kinerja pelaksaan proyek, seperti:
a. Cost Variance (CV) dan Schedule Variance (SV)
b. Memantau perubahan varians terhadap angka
standar
c. Indeks produktivitas dan kinerja
d. Perkiraan biaya penyelesaian proyek
Beberapa istilah yang terkait dengan penilaian ini adalah Cost Variance, Schedule
Variance, Cost Performance Index, Schedule Performance Index, Estimate at
Completion, dan Variance at Completion. Penggunaan konsep earned value dalam
penilaian kinerja proyek dijelaskan melalui Gambar dibawah ini.
Cost Variance (CV) merupakan selisih antara nilai yang diperoleh setelah
menyelesaikan paketpaket pekerjaan dengan biaya aktual yang terjadi selama
pelaksanaan proyek. Cost variance positif menunjukkan bahwa nilai paket-paket
pekerjaan yang diperoleh lebih besar dibandingkan dengan biaya yang
dikeluarkan untuk mengerjakan paket-paket pekerjaan tersebut. sebaliknya nilai
negatif menunjukkan bahwa nilai paket-paket pekerjaan yang diselesaikan lebih
rendah dibandingkan dengan biaya yang sudah dikeluarkan.

CV = BCWP ACWP
Schedule Variance (SV) digunakan untuk menghitung penyimpangan antara BCWS
dengan BCWP. Nilai positif menunjukkan bahwa paket-paket pekerjaan proyek
yang terlaksana lebih banyak dibanding rencana. Sebaliknya nilai negatif
menunjukkan kinerja pekerjaan yang buruk karena paket-paket pekerjaan yang
terlaksana lebih sedikit dari jadwal yang direncanakan.

SV = BCWP BCWS
Cost Performance Index (CPI) Faktor efisiensi biaya yang telah
dikeluarkan dapat diperlihatkan dengan membandingkan nilai
pekerjaan yang secara fisik telah diselesaikan (BCWP) dengan
biaya yang telah dikeluarkan dalam periode yang sama (ACWP).
BCWP
CPI =
ACWP
Nilai CPI ini menunjukkan bobot nilai yang diperoleh (relatif
terhadap nilai proyek keseluruhan) terhadap biaya yang
dikeluarkan. CPI kurang dari 1 menunjukkan kinerja biaya yang
buruk, karena biaya yang dikeluarkan (ACWP) lebih besar
dibandingkan dengan nilai yang didapat (BCWP) atau dengan kata
lain terjadi pemborosan.
Schedule Performance Index (SPI) Faktor efisiensi kinerja dalam
menyelesaikan pekerjaan dapat diperlihatkan oleh perbandingan
antara nilai pekerjaan yang secara fisik telah diselesaikan (BCWP)
dengan rencana pengeluaran biaya yang dikeluarkan berdasar
rencana pekerjaan (BCWS).
BCWP
SPI =
BCWS
Nilai SPI menunjukkan seberapa besar pekerjaan yang mampu
diselesaikan (relatif terhadap proyek keseluruhan) terhadap satuan
pekerjaan yang direncanakan. Nilai SPI kurang dari 1 menunjukkan
bahwa kinerja pekerjaan tidak sesuai dengan yang diharapkan
karena tidak mampu mencapai target pekerjaan yang sudah
direncanakan
Planned Value (PV), dulu disebut budgeted cost of work scheduled (BCWS) atau
disingkat budget, yaitu porsi dari total estimasi cost terencana yang sudah disetujui
untuk dibelanjakan pada sebuah aktifitas selama periode waktu tertentu.
Actual Cost (AC), dulu disebut actual cost of work performed (ACWP) adalah total
dari biaya langsung atau tidak langsung yang dipakai dalam penyelesaian
pekerjaan pada sebuah aktifitas selama periode waktu tertentu.
Earned Value (EV), dulunya disebut budgeted cost of work performed (BCWP),
yaitu sebuah estimasi dari nilai fisikal penyelesaian sebuah pekerjaan. Ini
didasarkan pada biaya terencana yang original dari sebuah proyek atau sebuah
aktifitas dan laju dari tim menyelesaikan proyek atau sebuah aktifitas pada saat
tertentu. Rate Performance (RP) adalah ratio dari penyelesaian pekerjaan
sesungguhnya terhadap persentasi dari perencanaan pekerjaan yang telah selesai
pada waktu tertentu sepanjang periode pengerjaan proyek atau aktifitas.
EV = PV to date x Percent Complete
Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus
Kegiatan Waktu (Hari) Anggaran
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
A 14 Rp 518,000 Rp 259,000 Rp 259,000
B 4 Rp 30,000 Rp 30,000
C 30 Rp 42,200 Rp 4,220 Rp 9,847 Rp 9,847 Rp 9,847 Rp 8,440
D 20 Rp 575,000 Rp 28,750 Rp 201,250 Rp 201,250 Rp 143,750
E 7 Rp 3,550,400 Rp 1,014,400 Rp 2,536,000
F 4 Rp 1,040,000 Rp 520,000 Rp 520,000
G 2 Rp 520,000 Rp 520,000
H 6 Rp 3,660,000 Rp 3,050,000 Rp 610,000
I 60 Rp 300,444,000 Rp 30,044,400 Rp 35,051,800 Rp 35,051,800 Rp 35,051,800 Rp 35,051,800 Rp 35,051,800 Rp 35,051,800 Rp 35,051,800 Rp 25,037,000
J 14 Rp 107,855,000 Rp 46,223,571 Rp 53,927,500 Rp 7,703,929
K 14 Rp 1,750,000 Rp 250,000 Rp 875,000 Rp 625,000
L 5 Rp 1,500,000 Rp 600,000 Rp 900,000
M 4 Rp 600,000 Rp 300,000 Rp 300,000
N 4 Rp 46,000 Rp 46,000
O 2 Rp 20,000 Rp 20,000
P 30 Rp 7,500,000 Rp 250,000 Rp 1,750,000 Rp 1,750,000 Rp 1,750,000 Rp 1,750,000 Rp 250,000
Q 5 Rp 3,000,000 Rp 3,000,000
R 2 Rp 360,000 Rp 180,000 Rp 180,000
S 5 Rp 224,000 Rp 224,000
T 14 Rp 2,529,600 Rp 1,084,114 Rp 1,264,800 Rp 180,686
U 2 Rp 20,000,000 Rp 20,000,000
Total Anggaran Rp 455,764,200
Rencana Anggaran per minggu Rp 259,000 Rp 259,000 Rp 34,220 Rp 9,847 Rp 9,847 Rp 9,847 Rp 37,190 Rp 201,250 Rp 201,250 Rp 1,158,150 Rp 3,576,000 Rp 3,570,000 Rp 76,877,971 Rp 88,979,300 Rp 42,755,729 Rp 35,051,800 Rp 35,051,800 Rp 35,051,800 Rp 35,051,800 Rp 35,051,800 Rp 25,887,000 Rp 1,775,000 Rp 925,000 Rp 616,000 Rp 1,750,000 Rp 1,750,000 Rp 1,750,000 Rp 1,750,000 Rp 3,430,000 Rp 1,488,114 Rp 1,264,800 Rp 20,180,686
Kumulatif Rencana Anggaran per minggu Rp 259,000 Rp 518,000 Rp 552,220 Rp 562,067 Rp 571,913 Rp 581,760 Rp 618,950 Rp 820,200 Rp 1,021,450 Rp 2,179,600 Rp 5,755,600 Rp 9,325,600 Rp 86,203,571 Rp 175,182,871 Rp 217,938,600 Rp 252,990,400 Rp 288,042,200 Rp 323,094,000 Rp 358,145,800 Rp 393,197,600 Rp 419,084,600 Rp 420,859,600 Rp 421,784,600 Rp 422,400,600 Rp 424,150,600 Rp 425,900,600 Rp 427,650,600 Rp 429,400,600 Rp 432,830,600 Rp 434,318,714 Rp 435,583,514 Rp 455,764,200
Bobot Kurva S 0.057 0.114 0.121 0.123 0.125 0.128 0.136 0.180 0.224 0.478 1.263 2.046 18.914 38.437 47.818 55.509 63.200 70.891 78.581 86.272 91.952 92.342 92.544 92.680 93.064 93.448 93.832 94.216 94.968 95.295 95.572 100.000
Dari kurva s, diambil contoh perhitungan Earned Value yaitu
pada Minggu ke-15 dengan keterangan sebagai berikut:
Biaya Kumulatif pada Minggu ke-15 = Rp 217,938,600
Bobot Rencana pada Minggu ke-15 = 47.818 %
Perhitungan Budgeted Cost for Work Scheduled (BCWS) :

Bobot Rencana per Minggu


BCWS = Anggaran Rencana
Bobot Rencana Keseluruhan
47.818 %
BCWS = Rp 217,938,600
100 %

BCWS = Rp 104,214,489
Perhitungan Budgeted Cost for Work Performed (BCWP):
Bobot Pelaksanaan per Minggu
BCWP = Anggaran Rencana
Bobot Rencana Keseluruhan
47.818 %+5%
BCWP = Rp 217,938,600
100 %
52.818%
BCWP = Rp 217,938,600
100 %
BCWP = Rp115,111,419
Perhitungan Actual Cost for Work Performed (ACWP):
Bobot Pelaksanaan per Minggu
ACWP = Anggaran Pelaksanaan
Bobot Rencana Keseluruhan
52.818 %
ACWP = Rp 214,000,000
100 %
ACWP = Rp113,031,119
Perhitungan Cost Variance (CV):
CV = BCWP ACWP
CV = Rp115,111,419 Rp113,031,119
CV = Rp 2,080,300
Perhitungan Schedule Variance (SV):
SV = BCWP BCWS
SV = Rp115,111,419 Rp 104,214,489
SV = Rp10,896,930
Perhitungan Cost Performance Index (CPI):
BCWP Rp115,111,419
CPI = = = 1.018
ACWP Rp113,031,119
CPI lebih dari 1 menunjukkan kinerja biaya yang baik, karena
biaya yang dikeluarkan (ACWP) lebih kecil dibandingkan dengan
nilai yang didapat (BCWP) atau dengan kata lain tidak terjadi
pemborosan.

Perhitungan Schedule Performance Index (SPI):


BCWP Rp115,111,419
SPI = = = 1.105
BCWSRp104,214,489
Nilai SPI lebih dari 1 menunjukkan bahwa kinerja pekerjaan
sesuai dengan yang diharapkan karena mampu mencapai target
pekerjaan yang sudah direncanakan
Flemming, Q.W., Koppelman, J.M., The Essence and Evolution of Earned Value,
AACE Transactions (1994).
NDIA., NDIA PMSC ANSI/EIA-748-A Standard for Earned Value Management
System Intent Guide, NDIA (2005)
Crean, William R., Adamczyk. 1982 Applications of Cost and Schedule Integration,
AACE Transactions.
Project Management Institute. 1996. A Guide to the Project Management Body of
Knowledge (PMBOK). United States: PMI Publications.
Lewis, James P. 1995. Project Planning, Scheduling and Control. New York: McGraw
Hill Companies, Inc.