Anda di halaman 1dari 55

Clinical Science Session

PEMERIKSAAN STRABISMUS

BAGIAN ILMU KESEHATAN MATA


RSUP DR M DJAMIL FK UNAND
PADANG 2017
1
ANATOMI OTOT
EKSTRAOKULAR

American Academy of Ophthamologhy. Pediatric


ophthalmology and strabismus. Section 6. 2014-
2015.
2
AAO, 2014-2015
3
Rotasi okuler secara
umum dideskripsikan
dengan keterlibatan
pergerakan tiga aksis
Fick (Axes of Fick),
yang terdiri dari
sumbu x
(transversal), y
(sagital) dan z
(vertikal).
4
Gerak
Bola Mata

Monokuler Binokuler
Vergensi
Duksi Versi
Adduksi
Abduksi Dekstroversi
Elevasi Levoversi
Depresi Elevasi
Intorsi Depresi
Eksotorsi
5
Agonis: otot utama yang menggerakan mata ke arah
tertentu
Monocular movement

Sinergis: otot pada mata yang sama yang bekerja


sama dengan otot agonis untuk menghasilkan
Agonis gerakan (m. obliq inferior bersinergi dengan agonis,
rektus superior untuk elevasi bola mata).

Sinergis Antagonis: otot yang bekerja pada arah yang


berlawanan terhadap otot agonis pada mata yang
sama. Misalnya, m. rektus medial dan m. rektus
Antagonis lateral adalah antagonis.

Hukum Sherrington
tentang inervasi
resiprokal
6
Posisi
Pandangan
efek kontraksi
otot
ekstraokuler
dalam rotasi
mata

American Academy
of Ophthamologhy.
Pediatric
ophthalmology and
strabismus. Section
6. 2014-2015.
7
Otot Primer Sekunder Tersier
Rektus Medial Adduksi - -

Rektus Lateral Abduksi - -

Rektus Inferior Depresi Ekstorsi Adduksi

Rektus Superior Elevasi Intorsi Adduksi

Obliq Inferior Ekstorsi Elevasi Abduksi

Obliq Superior Intorsi Depresi Abduksi

Levator Palpebra Elevasi palpebra - -


super oris superior

8
Aksi M. Rektus horizontal Aksi M. Rektus superior kanan

9
Aksi M. Rektus Aksi M. Obliq Aksi M. Obliq inferior
inferior kanan superior kanan kanan (dilihat dari
(dilihat dari bawah) (dilihat dari atas) bawah)
10
Yoke muscles dua otot (satu otot
pada satu mata) yang merupakan
penggerak utama pada masing-masing
mata pada arah yang diinginkan.

ketika mata bergerak ke kanan,


m. rektus lateral mata kanan dan dan m.
rektus medial mata kiri secara simultan
mengalami inervasi dan kontraksi.
Herings law of motor correspondence menyatakan bahwa ketika mata
bergerak ke suatu arah yang ditentukan, inervasi simultan
menyebabkan sepasang yoke muscle memiliki kekuatan yang sama.

American Academy of Ophthamologhy. Pediatric ophthalmology and strabismus. Section 6. 2014-2015. 11


Vaughan & Ashbury. Oftalmologi Umum Ed 17. 2009 12
Konvergensi

Divergensi
Vergensi
Insiklovergensi

Eksiklovergensi

13
Fusi adalah unifikasi kortikal objek visual dari kedua mata
menjadi persepsi tunggal.
Fusi sensorik adalah proses yang membuat perbedaan-
perbedaan antara dua bayangan tidak disadari. Di bagian
retina perifer masing-masing mata, terdapat titik-titik
korespondensi yang bila tidak ada fusi akan melokalisasi
rangsangan pada arah yang sama dalam ruang. Setiap titik
di retina pada masing-masing mata mampu memfusikan
rangsangan yang jatuh cukup dekat dengan titik
korespondensi di mata yang lain. Daerah titik-titik yang
dapat difusikan ini disebut daerah Panum.
14
Mencegah
penembakan Input
Strabimus sinkron bayangan abnormal ke
yang berhubungan korteks striae
dari dua fovea

diplopia, supresi,
anomaly
korespondensi retina,
dan fiksasi eksentrik

15
Diplopia Supresi
kedua fovea menerima Adaptasi sensorik.
bayangan yang berbeda. Bayangan yang terlihat di
Objek yang terlihat oleh salah satu mata menjadi
salah satu fovea dicitrakan predominan dan yang
pada daerah retina perifer di terlihat di mata yang lain
mata yang lain. tidak dipersepsikan
(supresi).
Bayangan fovea
terlokalisasi tepat di depan,
sementara bayangan retina-
perifer dari objek yang sama Bermanifestasi sebagai
di mata yang laim skotoma
terlokalisasi di arah yang
lain Diplopia
16
Ambliopia Anomali Fiksasi eksentrik
korespondensi retina

penurunan
ketajaman Anomali korespondensi ambliopia yang cukup
penglihatan tanpa retina adalah adaptasi berat mungkin
sensorik yang timbul digunakan daerah
adanya penyakit retina ekstrafovea
organic pada satu pada strabismus dalam untuk fiksasi dalam
mata yang dapat kondisi penglihatan kondisi penglihatan
dideteksi. binocular. monokular
Pada strabismus,
mata yang biasa
digunakan untuk Heterotropia menimbulkan supresi pada
fiksasi mempunyai mata yang tidak terfiksasi dan pergerseran
ketajaman pada arah penglihatan mata yang
penglihatan yang berdeviasi.
normal dan mata
yang tidak dipaka
sering mengalami
penurunan
penglihatan.
17
18
Menurut American Academy of Ophthalmology
(2014-2015):
Strabismus (Yunani; strabismos) Juling
Strabismus merupakan kelainan posisi bola
mata (ocular misalignment)

19
Terminologi

Anomali kontrol
Abnormalitas Neuromuskular Ocular
Penglihatan terhadap
Pergerakan misalignment
Binokuler
Mata

AAO, 2014-2015
20
Orthoporia
Prefix:
Eso-
Exo-
Hiper-
Hipo-
Suffix:
__phoria
__tropia

21
Prevalensi strabismus 2-5%.
Esotropia >> eksotropia
Anak-anak esotropia >>; strabismus
nonparalitik
Dewasa eksotropia >> (tipe intermitten, );
strabismus paralitik
Strabismus ~ kelainan genetik & riwayat keluarga

AOA, 2011 22
Usia onset Fiksasi Variasi ukuran deviasi
- Infantil - Alternating - Comitant (concomitant)
- Didapat - Incomitant (noncomitant)
- Monocular

Status fusi Tipe deviasi


- Horizontal (esodeviasi, eksodeviasi)
- Phoria
- Vertikal (hiperdeviasi, hipodeviasi)
- Intermittent tropia - Torsional (insiklodeviasi, eksiklodeviasi)
- Tropia - Campuran

23
Posisi gerakan
bola mata
abnormal
Diplopia
Confusion
Astenopia
Fotofobia

24
Anamnesis
Mata yang sering juling?
Arah strabismus?
Usia onset?
Strabismus terjadi konstan atau intermiten?
Aktivitas seperti apa yang dapat menimbulkan strabismus?
Kelainan lain yang dapat dihubungkan dengan
strabismus?
Tatalaksana pada mata sebelumnya?
Riwayat keluarga
Riwayat kelahiran dan perkembangan pada anak
Pekerjaan dan hobi
25
26
AAO, 2014-2015
27
28
29
RETINOSKOPI VEP

30
9 POSISI NORMAL
BOLA MATA
POSISI PRIMER
POSISI SEKUNDER
POSISI TERTIER

FOTO DOKUMENTASI!!!

31
COVER TESTS

CORNEAL REFLEX TESTS

SUBJECTIVE TESTS

AAO, 2014-2015
32
Syarat Cover tests
Membutuhkan Fokus dan
Koordinasi Pasien !!!

33
Untuk membedakan heterotropia dan
heterophori

Heterotropia pergerakan mata uncovered

Heterophoria pergerakan mata sesaat


akan ditutup & dibuka (berlawan arah) ~ fusi

34
AAO, 2014-2015 35
36
Mengukur deviasi total , laten dan manifest.

37
Untuk menentukan heterotropia saat penglihatan
binokuler.
Pemeriksaan menutup mata yang berfiksasi,
saat yang bersamaan prisma diletakkan didepan
mata yang berdeviasi.
Kekuatan prima ditingkatkan hingga deviasi (-)
Besarnya deviasi ~ kekuatan prisma
(AAO, 2014-2015)

38
Rangsangan
cahaya
(penlight),
berjarak 33 cm
Esotropia
Eksotropia

39
Rangsangan
cahaya
(penlight),
berjarak 33 cm
& Prisma

40
Oftalmoskop direct (ruangan redup)
menilai red reflex mata saat bersamaan
Pastikan pasien melihat ke cahaya selama
pemeriksaan.
Strabismus Refleks mata tidaka sama.
Mata yang berdeviasi reflek yang lebih
bercahaya dan lebih cerah
Pemeriksaan ini tidak dapat mengukur besarnya
deviasi.
41
42
1. Maddox Rod
2. Double Maddox
Rod

43
44
Siklodeviasi
Trial frame +
Maddox rod
disusun vertikal
bayangan
garis horizontal
Putar sumbu
garis paralel

45
1. Red-glass test
2. Lensa Bagolini
3. 4 Base-Out prism test
4. Afterimage test
5. Worth 4-Dot Test
6. Stereoacuity testing

46
Deteksi
diplopia,
supresi,
korespondensi
retina

47
Tidak memiliki
kekuatan dioptri
Menentukan tipe
deviasi strabismus

48
Menentukan apakah pasien memiliki fusi bifoveal
atau skotoma supresi kecil pada kondisi binokular.

49
50
51
TNO test
Stereo fly test

52
1. Rotasi okular 9 posisi pandangan diagnostik
2. Konvergensi
3. Rasio accommodative
convergence/accommodation (AC/A)
4. Vergensi fusional
5. Forced-duction
6. Active force generation
7. Pengukuran kecepatan saccadic
8. 3-step test
53
Tahap 1 menilai
mata yang
hipertropia

Tahap 2 deviasi
vertikal lebih besar
dengan pandangan
ke kiri atau kanan

Tahap 3
(Bielschowsky head-
tilt test) dengan
cara memiringkan
(tilt) kepala ke arah
bahu kiri dan kanan
54
55