Anda di halaman 1dari 38

Acute Coronary Syndrome

Bradikardi & Takikardi


Muhammad Irfan
I1011131014
Pembimbing : dr. Ranti Waluyan

Stase Emergency
RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang
Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
2017
Acute Coronary Syndrome
Acute Coronary Syndrome (ACS) adalah suatu istilah yang digunakan untuk memggambarkan
spectrum keadaan atau kumpulan gejala penyakit yang meliput Unstable Angina (UA), Non-ST
elevasi Myocardium Infarction (NSTEMI) dan ST- elevasi Myocardium Infarction (STEMI)

ACS penyebab utama kejadian henti jantung mendadak

Unstable Angina

Sindrom Koroner Akut (SKA) STEMI

UNSTEMI
Algoritma Pendekatan SKA

Hamm CW, et al. European Heart Journal (2011) 32, 29993054


Acute Coronary Syndrome
Pain patterns with myocardial ischemia
Usual distribution of pain with Less common sites of pain with
myocardial ischemia myocardial ischemia

Right side Jaw

Epigastrium Back
Sakit dada (sakit, nyeri, rasa tertimpa beban, rasa terbakar) di
belakang tulang dada
Dipicu oleh aktivitas atau stres emosional,
menghilang dengan istirahat atau nitrat
Dapat menjalar ke punggung, bahu, rahang atau lengan.
Disertai rasa lemah, keringat dingin, rasa cemas dan bahkan bisa
pingsan.
Prognosis Acute Coronary Syndrome
Acute Coronary Syndrome
Acute Coronary Syndrome
Acute Coronary Syndrome
Cardiac Arrhytmias
Aritmia merupakan keadaan abnormal dari rtime jantung, baik itu semakin cepat atau semakin
lambat dari keadaan normalnya.
Aritmia dapat menyebabkan kematian mendadak, syncope, gagal jantung, pusing, palpitasi at
aupun tidak ada gejala sama sekali.
Frekuensi normal jantung yaitu:
1. Bradikardi: frekuensi denyut jantung <60bpm.
2. Takikardi: frekuensi denyut jantung > 100bpm.
Sinus rythm
Normal cardiac pacemaker adalah sinus node.
Laju impuls dari sinus node diatur oleh sistem saraf otonom, sistem simpatis meningkatkan
denyut jantung, sedangkan sistem parasimpatis menurunkan denyut jantung.

Sinus Arrhytmia
Fluktuasi dari autonomic tone menyebabkan perubahan impuls sinus. Pada saat inspirasi
parasympatic tone turun dan menyebabkan peningkatan denyut jantung dan ketika ekspirasi
denyut jantung berkurang.
Arrhytmia formation
Berdasarkan laju nadi:
a. Takiaritmia: >100 x/mnt
b. Bradiaritmia: <60 x/mnt

Berdasarkan asal fokus:


a. Sinus Node
b. Atrial cell
c. AV Junction
d. Ventrikel cell

Gangguan konduksi:
a. Henti sinus (sinus arrest) dan block
b. Blok atrioventrikuler
c. Blok intraventrikuler

Aritmia disebabkan oleh 2 mekanisme:


a. Automatik
b. Re-entry
Cardiac Arrhytmias
Takikardi lebih menunjukkan gejala ketika terlalu cepat dan berkelanjutan.

atrium
Supraventrikular
Atrioventrikular junction
takikardi

ventrikular
Masalah pada SA Node
Impuls terlalu lambat
Sinus bradikardi

Impuls terlalu cepat


Sinus takikardi
Masalah pada atrial cell
Impuls kadang-kadang dari fokus
Premature atrial contraction (PACs)

Impuls berkelanjutan ketika looping re-entrant circuit


Atrial flutter
Masalah pada atrial cell

Impuls berkelanjutan dari beberapa fokus


Impuls berkelanjutan ketika multiple micro
re-entrant waveletes

Atrial fibrilasi
Masalah pada AV junction

Paroxysmal suprave
ntrikular takikardi

AV junctional block
Masalah pada ventrikular cell
Impuls sesekali dari 1 atau lebih fokus

Premature ventrikular contraction (PVCs)


Impuls yang terus-terusan dari beberapa fokus

Ventrikel fibrilasi

Ventrikel takikardi
Sinus bradikardi
Frekunsi sinus yang kurang dari 60 b.p.m, atau kurang dari 50 b.p.m saat malam

Penyebab:
Phisiologi
Pada atlet
Selama tidur

Patologi
Intrinsik:
Hipotermia, hipotiroid, cholestatic jaundice dan peningkatan tekanan intrakranial
Drug therapy, dengan beta-bloker, digitalis dan berbagai macam obat antiaritmia
Ekstrinsik:
Iskemik akut dan infark
Penyakit degeneratif kronik, seperti fibrosis atrium dan sinus node
Sinus bradikardi
TAKIKARDI

ATAS BAWAH
SINUS TAKIKARDI (Atrium dan Suprav (Ventrikel)
entrikel)

Gelombang QRS sempit Gelombang QRS lebar


(durasi QRS complex 12 de (durasi QRS complex < 12
tik/ 3 kotak kecil)) detik/ 3 kotak kecil))

VT VF

A. Flutter A. Fibrilasi SVT


Paroxysmal Takikardi
Supraventrikular Takikardi

Ada kompleks QRS sempit teratur dengan rate>150 x/menit, gelombang P tidak
ada (tidak nampak jelas)
Atrial Fibrilasi

Ada kompleks QRS sempit dengan interval RR tidak teratur (supraventrikuler aritmia)
, gelombang P>1. Rate ditentukan dengan menghitung interval RR terpanjang dan te
rpendek. Bila rate 60-100 x/menit disebut AF dengan respon ventrikel normal, bila Q
RSnya melebar >0.12 detik, disebut AF dengan hantaran melebar (konduksi aberan)
Atrial Flutter

Ada kompleks QRS sempit, gelombang P>1 dan tampak seperti gigi gergaji (sawtooth
appereance)
Ventrikular takikardi

Ada kompleks QRS lebar teratur dengan rate > 150x/menit, gelombang P tidak ada. Im
puls listrik berasal dari pacu ventrikuler, sering akibat infark myocard.
Ventrikular Fibrilasi

Depolarisasi ventrikel kacau, pompa darah tidak efektif, dalam beberapa menit dapat
menyebabkan kematian. Kompleks QRS tidak jelas ada, amplitudo tidak teratur. Terdap
at 2 jenis yaitu fine VF dan Course VF.
Ventrikular Fibrilasi

Torsade de pointes dapat memburuk menjadi VF atau asistol, Penyebab tersering adalah
gangguan elektrolit seperti hipomagnesemia
Syok kardiogenik
Sindrom klinis syok kardiogenik adalah suatu keadaan yang terjadi karena tidak cukupnya
curah jantung untuk mempertahankan fungsi alat-alat vital akibat disfungsi otot jantung.

Syok kardiogenik biasanya disebabkan oleh:


Penyakit jantung iskemik, seperti infark miokard.
Obat-obat yang mendepresi jantung, seperti atropine, katelolamin, kafein, dan hormon
tiroid yang dapat menimbulkan takikardi sinus.
Gangguan irama jantung, berupa takikardi sinus (irama sinus yang lebih dari 100 kali
permenit), takikardi nodal dan takikardi ventrikel.
Penyakit - penyakit yang menyebabkan berkurangnya fungsi jantung, antara lain:
Kontusio miokard
Tamponade jantung
Pneumotoraks tension
Luka tembus jantung
Infark miokard
Syok kardiogenik
Pencetus syok kardiogenik:
Iskemik miokard atau infark
Anemia: takikardi atau bradikardi
Infeksi: endokarditis, miokarditis atau infeksi diluar jantung
Emboli paru
Kelebihan cairan atau garam
Obat penekan miokard, seperti penghambat beta
Lain-lain: kehamilan, tirotoksikosis, anemia, stress (fisik atau emosi) dan hipertensi akut.
THANK YOU