Anda di halaman 1dari 65

Publikasi Ilmiah Dosen :

ANATOMI DAN ALUR PIKIR MEMBANGUN BANGSA MAJU:

KUALITAS KEWAJIBAN
KUALITAS KUALITAS PUBLIKASI
DAN BAGI LUUSAN
KEMAJUAN PENDIDIKAN
TINGGI KUANTITAS S1, S2 DAN S3
BANGSA
PUBLIKASI DAN DOSEN

Teruji berkorelasi dengan UU No 12 Tahun


kemajuan bangsa 2012
Permenristekdikti
Dibandingkan dengan No 44 Thn 2015
negara lain Permenristekdikti
No 62 Thn 2016
Tidak dibandingkan mulai
dari komitmen pendanaan, Surat Edaran Dirjen
Belmawa 2016
penataan manajemen dan
situasi penegakan hukum, Permenristekdikti
No 20 Thn 2017
sosial dan politik bangsa lain tentang TP LK dan
TK GB
Permasalahan:
Publikasi ilmiah internasional Indonesia rendah
karena :
1. Minimnya akses referensi untuk penulisan
publikasi
Referensi yang mutakhir (10 tahun terakhir)
Berasal dari sumber primer (jurnal/
konferensi).
Akses terhadap database e-journal berkualitas
terbatas.

Sumber : Kekuatan 50 Institusi Ilmiah Indonesisa Profil Publikasi


Ilmiah Terindeks Scopus, Kemridtekdikti, 2016
Permasalahan:
2. Sarana penelitian
Langkanya hasil penelitian yang
baik
Perguruan Tinggi dan lembaga
penelitian besar sebagian besar
berada di Jawa.

Sumber : Kekuatan 50 Institusi Ilmiah Indonesisa Profil Publikasi


Ilmiah Terindeks Scopus, Kemridtekdikti, 2016
Permasalahan:
3. Kolaborasi penelitian rendah
Kolaborasi penelitian belum solid
Peneliti asing di Indonesia harus
menjadi mitra
Kerjasama penelitian internasional
yang berpengalaman menulis di
jurnal internasional.

Sumber : Kekuatan 50 Institusi Ilmiah Indonesisa Profil Publikasi


Ilmiah Terindeks Scopus, Kemridtekdikti, 2016
Permasalahan:
4. Pembimbingan publikasi
internasional kurang intensif
Belum mampu menulis sesuai
kriteria jurnal internasional
Pengelola jurnal internasional juga
mensyaratkan penggunaan tool
dalam penulisan yang belum
dipahami oleh penulis.

Sumber : Kekuatan 50 Institusi Ilmiah Indonesisa Profil Publikasi


Ilmiah Terindeks Scopus, Kemridtekdikti, 2016
Permasalahan:
5. Minimnya jurnal Indonesia
bereputasi internasional
Kurangnya pembinaan terhadap
jurnal internasional terindeks
Scopus.
Sampai dengan Mei 2016 hanya
terdapat 25 jurnal, perlu kerja
keras untuk memenuhi kriteria
Scopus dan atau Web of Science.
Sumber : Kekuatan 50 Institusi Ilmiah Indonesisa Profil Publikasi
Ilmiah Terindeks Scopus, Kemridtekdikti, 2016
Permasalahan:
6. Biaya dan insentif publikasi di jurnal
internasional
Biaya publikasi yang tinggi
Insentif belum memadai (berupa
dana penelitian, keikutsertaan dalam
seminar internasional, bebas tugas
administratif, felloship ke luar negeri,
serta keikutsertaan dalam kerjasama
internasional).

Sumber : Kekuatan 50 Institusi Ilmiah Indonesisa Profil Publikasi


Ilmiah Terindeks Scopus, Kemridtekdikti, 2016
Strategi Kemristekdikti:
1. ASISTEN AHLI 2. LEKTOR

JABATAN
DOSEN
3. LEKTOR KEPALA 4. PROFESOR
Harus menghasilkan: Harus menghasilkan:
a. paling sedikit 3 (tiga) karya ilmiah yang a. paling sedikit 3 (tiga) karya ilmiah yang
diterbitkan dalam jurnal nasional terakreditasi; diterbitkan dalam jurnal internasional;
atau atau
b. paling sedikit 1 (satu) karya ilmiah yang b. paling sedikit 1 (satu) karya ilmiah yang
diterbitkan dalam jurnal internasional, paten, diterbitkan dalam jurnal internasional
atau karya seni monumental/desain bereputasi, paten, atau karya seni
monumental, monumental/desain monumental,
dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun. dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun.
Permenristekdikti No 20 Thn 2017 tentang:
Pemberian TP Dosen Dan TK Profesor
Cuplikan Pasal 4:
1. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas
publikasi ilmiah di Indonesia, bagi Dosen
yang memiliki jabatan akademik Lektor
Kepala harus menghasilkan:
a. paling sedikit 3 (tiga) karya ilmiah yang
diterbitkan dalam jurnal nasional terakreditasi;
atau
b. paling sedikit 1 (satu) karya ilmiah yang
diterbitkan dalam jurnal internasional, paten,
atau karya seni monumental/desain
monumental,
dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun.
Permenristekdikti No 20 Thn 2017 tentang:
Pemberian TP Dosen Dan TK Profesor

Cuplikan Pasal 8:
Tunjangan Kehormatan diberikan kepada Dosen
dengan jabatan akademik Profesor yang memenuhi
persyaratan telah menghasilkan:
1)paling sedikit 3 (tiga) karya ilmiah yang
diterbitkan dalam jurnal internasional; atau
2)paling sedikit 1 (satu) karya ilmiah yang
diterbitkan dalam jurnal internasional
bereputasi, paten, atau karya seni
monumental/desain monumental,
dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun.
Permenristekdikti No 20 Thn 2017 tentang:
Pemberian TP Dosen Dan TK Profesor
Pasal 3 :
1. Tunjangan profesi diberikan kepada Dosen apabila memenuhi persyaratan:
a. memiliki Sertifikat Pendidik yang diterbitkan oleh Kementerian;
b. melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi dengan beban kerja paling sedikit
sepadan dengan 12 (dua belas) sks dan paling banyak sepadan dengan 16 (enam
belas) sks pada setiap semester dengan ketentuan:
beban kerja pendidikan dan penelitian paling sedikit sepadan dengan 9
(sembilan) sks yang dilaksanakan di perguruan tinggi yang bersangkutan; dan
beban kerja pengabdian kepada masyarakat dapat dilaksanakan melalui kegiatan
pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi
yang bersangkutan atau melalui lembaga lain.
c. tidak terikat sebagai tenaga tetap pada lembaga lain di luar perguruan tinggi
tempat yang bersangkutan bertugas;
d. memiliki Nomor Induk Dosen Nasional; dan
e. berusia paling tinggi 70 (tujuh puluh) tahun untuk Profesor dan 65 (enam puluh
lima) tahun untuk Lektor Kepala, Lektor, dan Asisten Ahli.
Permenristekdikti No 20 Thn 2017 tentang:
Pemberian TP Dosen Dan TK Profesor

Pasal 3
2. Dosen yang mendapat penugasan sebagai
pimpinan perguruan tinggi yang bersangkutan
sampai dengan tingkat jurusan atau nama lain
yang sejenis, memperoleh tunjangan profesi
sepanjang yang bersangkutan melaksanakan
Tridharma Perguruan Tinggi, dengan dharma
pendidikan paling sedikit sepadan dengan 3 (tiga)
sks di perguruan tinggi yang bersangkutan
Permenristekdikti No 20 Thn 2017 tentang:
Pemberian TP Dosen Dan TK Profesor

Pasal 4:
1. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas
publikasi ilmiah di Indonesia, bagi Dosen yang
memiliki jabatan akademik Lektor Kepala harus
menghasilkan:
a. paling sedikit 3 (tiga) karya ilmiah yang diterbitkan
dalam jurnal nasional terakreditasi; atau
b. paling sedikit 1 (satu) karya ilmiah yang diterbitkan
dalam jurnal internasional, paten, atau karya seni
monumental/desain monumental,
dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun.
Permenristekdikti No 20 Thn 2017 tentang:
Pemberian TP Dosen Dan TK Profesor

2. Karya seni monumental/desain monumental


sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b
harus diakui oleh peer review nasional dan
disahkan oleh senat perguruan tinggi.
3. (3) Ketentuan mengenai kriteria karya ilmiah
dan karya seni monumental/desain
monumental sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) tercantum dalam Lampiran yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dari
Peraturan Menteri ini.
Permenristekdikti No 20 Thn 2017 tentang:
Pemberian TP Dosen Dan TK Profesor
Pasal 8
1) Tunjangan kehormatan diberikan kepada Dosen dengan jabatan
akademik Profesor yang memenuhi persyaratan:
a) memiliki sertifikat pendidik yang diterbitkan oleh Kementerian;
b) melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi dengan beban kerja paling sedikit
sepadan dengan 12 (dua belas) sks dan paling banyak sepadan dengan 16
(enam belas) sks pada setiap semester sesuai dengan kualifikasi akademiknya
dengan ketentuan:
1. beban kerja pendidikan dan penelitian paling sedikit sepadan dengan 9
(sembilan) sks yang dilaksanakan di perguruan tinggi yang bersangkutan;
dan
2. beban kerja pengabdian kepada masyarakat dapat dilaksanakan melalui
kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh
perguruan tinggi yang bersangkutan atau melalui lembaga lain.
Permenristekdikti No 20 Thn 2017 tentang:
Pemberian TP Dosen Dan TK Profesor

Pasal 8:
c. tidak terikat sebagai tenaga tetap pada lembaga lain di luar
perguruan tinggi tempat yang bersangkutan bertugas;
d. memiliki Nomor Induk Dosen Nasional;
e. belum berusia 70 (tujuh puluh) tahun;
f. membimbing penelitian mahasiswa;
g. telah menghasilkan:
1) paling sedikit 3 (tiga) karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal
internasional; atau
2) paling sedikit 1 (satu) karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal
internasional bereputasi, paten, atau karya seni
monumental/desain monumental,
dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun.
Permenristekdikti No 20 Thn 2017 tentang:
Pemberian TP Dosen Dan TK Profesor
Pasal 8
2) Karya seni monumental/desain monumental sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf g angka 2 harus diakui oleh peer
review internasional dan disahkan oleh senat perguruan tinggi.
3) Profesor yang mendapat penugasan sebagai pimpinan perguruan
tinggi yang bersangkutan sampai dengan tingkat jurusan atau nama
lain yang sejenis, memperoleh tunjangan kehormatan sepanjang
yang bersangkutan melaksanakan dharma pendidikan paling sedikit
sepadan dengan 3 (tiga) sks di perguruan tinggi yang bersangkutan
dan memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf g.
4) Ketentuan mengenai kriteria karya ilmiah sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf g tercantum dalam Lampiran yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Permenristekdikti No 20 Thn 2017 tentang:
Pemberian TP Dosen Dan TK Profesor

Pasal 12
1) Tunjangan profesi Dosen dan tunjangan
kehormatan Profesor dievaluasi setiap 3 (tiga)
tahun.
2) Evaluasi dilakukan sejak yang bersangkutan
ditetapkan atau diaktifkan kembali sebagai Dosen
atau Profesor.
3) Evaluasi dilakukan oleh Direktorat Jenderal
Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan
Pendidikan Tinggi.
Permenristekdikti No 20 Thn 2017 tentang:
Pemberian TP Dosen Dan TK Profesor
Pasal 13
Evaluasi dilakukan dengan tahapan:
1) pemimpin perguruan tinggi negeri yang diselenggarakan oleh Kementerian
atau Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi bagi perguruan tinggi swasta
melakukan evaluasi dan membuat keputusan penetapan calon penerima
tunjangan profesi Dosen dan tunjangan kehormatan Profesor pada awal
bulan Oktober sesuai dengan persyaratan;
2) pemimpin perguruan tinggi negeri yang diselenggarakan oleh Kementerian
atau Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi bagi perguruan tinggi swasta
mengajukan keputusan penetapan calon penerima tunjangan profesi Dosen
dan tunjangan kehormatan Profesor kepada Direktur Jenderal Sumber Daya
Ilmu Pengetahuan Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada akhir bulan
Oktober; dan
3) Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan
Pendidikan Tinggi melakukan evaluasi atau verifikasi dan menetapkan
keputusan penerima tunjangan profesi Dosen dan tunjangan kehormatan
Profesor atas nama Menteri pada bulan November, yang berlaku mulai
bulan Januari tahun berikutnya.
Permenristekdikti No 20 Thn 2017 tentang:
Pemberian TP Dosen Dan TK Profesor
Pasal 14
1) Untuk pertama kali, evaluasi pemberian tunjangan profesi Dosen dan
tunjangan kehormatan Profesor dilakukan pada bulan November 2017.
2) Evaluasi dilakukan dengan memperhitungkan karya ilmiah sejak tahun
2015.
Pasal 15
1) Pemimpin perguruan tinggi negeri wajib menyampaikan laporan
kelayakan pemenuhan persyaratan pemberian tunjangan profesi Dosen
dan tunjangan kehormatan Profesor setiap tahun kepada Direktorat
Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan
Tinggi.
2) Pemimpin perguruan tinggi swasta wajib menyampaikan laporan
kelayakan pemenuhan persyaratan pemberian tunjangan profesi Dosen
dan tunjangan kehormatan Profesor setiap tahun kepada Direktorat
Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan
Tinggi melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi.
Permenristekdikti No 20 Thn 2017 tentang:
Pemberian TP Dosen Dan TK Profesor
Pasal 17
Tunjangan profesi Dosen dan tunjangan kehormatan Profesor diberikan
terhitung mulai bulan Januari tahun berikutnya setelah Dosen yang
bersangkutan memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Pasal 18
Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 78 Tahun 2013 tentang Pemberian
Tunjangan Profesi dan Tunjangan Kehormatan bagi Dosen yang Menduduki
Jabatan Akademik Profesor (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013
Nomor 857) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 89 Tahun 2013 tentang Perubahan
atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 78 Tahun 2013
tentang Pemberian Tunjangan Profesi dan Tunjangan Kehormatan bagi
Dosen yang Menduduki Jabatan Akademik Profesor (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 1065), dicabut dan dinyatakan tidak
berlaku.
Kriteria Karya Ilmiah:
2. JURNAL NASIONAL
1. JURNAL NASIONAL TERAKREDITASI

4. JURNAL INTERNASIONAL
3. JURNAL INTERNASIONAL KRITERIA BEREPUTASI

JURNAL
6. PATEN, HAKI

5. BUKU (AJAR, REFRENSI, 7. KARYA SENI


MONOGRAF) MONUMENTAL
Kriteria Karya Ilmiah Dan Karya Seni Monumental/
Desain Monumental:
1. Jurnal nasional adalah majalah ilmiah yang
memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. Karya ilmiah ditulis dengan memenuhi kaidah
ilmiah dan etika keilmuan;
b. Memiliki ISSN;
c. Memiliki terbitan versi online;
d. Bertujuan menampung/mengkomunikasikan
hasil-hasil penelitian ilmiah dan atau konsep
ilmiah dalam disiplin ilmu tertentu;
e. Ditujukan kepada masyarakat ilmiah/peneliti yang
mempunyai disiplin-disiplin keilmuan yang
relevan;
Kriteria Karya Ilmiah Dan Karya Seni Monumental/
Desain Monumental:
1. Jurnal nasional adalah majalah ilmiah yang memenuhi
kriteria sebagai berikut:
f. Diterbitkan oleh Penerbit/badan Ilmiah/Organisasi
Profesi/Perguruan Tinggi dengan unit-unitnya;
g. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia dan atau Bahasa
Inggris dengan abstrak dalam Bahasa Indonesia;
h. Memuat karya ilmiah dari penulis yang berasal dari minimal dua
institusi yang berbeda;
i. Mempunyai dewan redaksi/editor yang terdiri dari para ahli
dalam bidangnya dan berasal dari minimal dua institusi yang
berbeda;
Jurnal nasional yang memenuhi kriteria a sampai j dan terindeks oleh
DOAJ (Direktori Open Access Jurnal) diberi nilai yang lebih tinggi dari
jurnal nasional yaitu maksimal 15.
Kriteria Karya Ilmiah Dan Karya Seni Monumental/
Desain Monumental:
2. Jurnal nasional terakreditasi:
Jurnal Nasional Terakreditasi adalah Jurnal
Ilmiah Nasional yang diakreditasi oleh
Kementerian.
Kriteria Karya Ilmiah Dan Karya Seni Monumental/
Desain Monumental:
3. Jurnal internasional adalah jurnal yang memenuhi
kriteria sebagai berikut :
a. Karya ilmiah yang diterbitkan ditulis dengan memenuhi
kaidah ilmiah dan etika keilmuan;
b. Memiliki ISSN;
c. Ditulis dengan menggunakan bahasa resmi PBB
(Inggris, Perancis, Arab, Rusia, dan Cina);
d. Memiliki terbitan versi online;
e. Editorial Board (Dewan Redaksi) adalah pakar di
bidangnya dan biasanya berasal dari berbagai negara;
f. Artikel ilmiah yang diterbitkan dalam satu issue berasal
dari penulis berbagai negara;
Kriteria Karya Ilmiah Dan Karya Seni Monumental/
Desain Monumental:
3. Jurnal internasional adalah jurnal yang memenuhi kriteria sebagai berikut :
g. Jurnal yang diakui sebagai jurnal internasional oleh Direktorat Jenderal Sumber
Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang mempunyai
indikator:
1) Diterbitkan oleh asosiasi profesi ternama di dunia atau Perguruan Tinggi atau
Penerbit (Publisher) kredibel;
2) Terindeks oleh pemeringkat internasional (contoh SJR) atau basis data
internasional yang ternama, contoh Index Copernicus International (ICI);
3) Alamat jurnal dapat ditelusuri daring;
4) Editor Boards dari Jurnal dapat ditelusuri daring dan tidak ada perbedaan
antara editor yang tercantum di edisi cetak dan edisi daring;
5) Proses review dilakukan dengan baik dan benar;
6) Jumlah artikel setiap penerbitan adalah wajar dan format tampilan setiap
terbitan tidak berubah ubah; dan
7) Tidak pernah ditemukan sebagai jurnal yang tidak bereputasi atau jurnal
meragukan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan,
Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
Kriteria Karya Ilmiah Dan Karya Seni Monumental/
Desain Monumental:
3. Jurnal internasional adalah jurnal yang memenuhi
kriteria sebagai berikut :
h. Jurnal yang memenuhi kriteria pada butir 3 huruf a sampai
g, namun mempunyai faktor dampak (impact factor) 0
(nol) atau not available dari ISI Web of Science (Thomson
Reuters) atau jurnal terindeks di SCImago Journal and
Country Rank dengan Q4 (quartile empat) atau terindeks
di Microsoft Academic Search digolongkan sebagai jurnal
internasional;
i. Jurnal Ilmiah Nasional terakreditasi B dari Kementerian
yang diterbitkan dalam salah satu bahasa PBB, terindeks di
DOAJ dengan indikator green thick (centang dalam
lingkaran hijau) disetarakan/diakui sebagai jurnal
internasional;
Kriteria Karya Ilmiah Dan Karya Seni Monumental/
Desain Monumental:
3. Jurnal internasional adalah jurnal yang memenuhi kriteria sebagai
berikut :
j. Karya Ilmiah pada prosiding internasional yang terindeks basis data
internasional (Web of Science, Scopus) dinilai sama dengan jurnal
internasional dengan kriteria sebagai berikut:
1) Diselenggarakan oleh asosiasi profesi, atau perguruan tinggi,
atau lembaga ilmiah yang bereputasi;
2) Steering committee (Panitia Pengarah) terdiri dari para pakar
yang berasal dari berbagai negara;
3) Ditulis dalam bahasa resmi PBB (Arab, Inggris, Perancis, Rusia,
Spanyol dan Tiongkok);
4) Editor berasal dari berbagai negara sesuai dengan bidang
ilmunya;
5) Penulis paling sedikit berasal dari 4 (empat) negara; dan
6) Memiliki ISBN.
Kriteria Karya Ilmiah Dan Karya Seni Monumental/
Desain Monumental:
4. Jurnal Internasional Bereputasi adalah yang memenuhi kriteria
jurnal internasional sebagaimana butir 3 huruf a sampai g, dengan
indikator:
a. Diterbitkan oleh asosiasi profesi ternama di dunia atau Perguruan
Tinggi atau Penerbit (Publisher) kredibel;
b. Terindeks oleh pemeringkat internasional yang diakui oleh
Kementerian (contoh Web of Science dan/atau Scopus) serta
mempunyai faktor dampak (impact factor) lebih besar dari 0 (nol)
dari ISI Web of Science (Thomson Reuters) atau mempunyai faktor
dampak (SJR) dari SCImago Journal and Country Rank paling
rendah Q3 (quartile tiga);
c. Alamat jurnal dapat ditelusuri daring;
d. Editor Boards dari Jurnal dapat ditelusuri daring dan tidak ada
perbedaan antara editor yang tercantum di edisi cetak dan edisi
daring;
e. Proses review dilakukan dengan baik dan benar;
f. Jumlah artikel setiap penerbitan adalah wajar dan format
tampilan setiap terbitan tidak berubah ubah;
Kriteria Karya Ilmiah Dan Karya Seni Monumental/
Desain Monumental:
4. Jurnal Internasional Bereputasi adalah yang memenuhi kriteria
jurnal internasional sebagaimana butir 3 huruf a sampai g, dengan
indikator:
g. Tidak pernah diketemukan sebagai jurnal yang
tidak bereputasi atau jurnal meragukan oleh
Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu
Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi;
dan
h. Jurnal Ilmiah Nasional terakreditasi A dari
Kementerian yang diterbitkan dalam salah satu
bahasa PBB, terindeks di DOAJ dengan indikator
green thick (centang dalam lingkaran hijau)
disetarakan/diakui sebagai jurnal internasional
Kriteria Karya Ilmiah Dan Karya Seni Monumental/
Desain Monumental:
5. Karya ilmiah berbentuk buku dari hasil penelitian atau pemikiran
yang original dapat berupa Buku Ajar atau Buku Referensi atau
Buku Monograf atau Buku jenis lainnya yang diterbitkan dan
dipublikasikan dengan kriteria sebagai berikut:
a. Isi buku sesuai dengan bidang keilmuan penulis;
b. Merupakan hasil penelitian atau pemikiran yang
original. Kriteria ini yang membedakan antara
buku referensi/monograf dengan buku ajar;
c. Memiliki ISBN;
d. Tebal paling sedikit 40 (empat puluh) halaman
cetak (menurut format UNESCO);
e. Ukuran: standar 15 x 23 cm;
Kriteria Karya Ilmiah Dan Karya Seni Monumental/
Desain Monumental:
5. Karya ilmiah berbentuk buku dari hasil penelitian atau
pemikiran yang original dapat berupa Buku Ajar atau
Buku Referensi atau Buku Monograf atau Buku jenis
lainnya yang diterbitkan dan dipublikasikan dengan
kriteria sebagai berikut:
f. Diterbitkan oleh penerbit Badan
Ilmiah/Organisasi/Perguruan Tinggi;
g. Isi tidak menyimpang dari falsafah Pancasila dan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945;
h. Buku Ajar adalah buku pegangan untuk suatu mata
kuliah yang ditulis dan disusun oleh pakar di bidangnya
dan memenuhi kaidah buku teks serta diterbitkan
secara resmi dan disebar luaskan;
Kriteria Karya Ilmiah Dan Karya Seni Monumental/
Desain Monumental:
5. Karya ilmiah berbentuk buku dari hasil penelitian atau pemikiran
yang original dapat berupa Buku Ajar atau Buku Referensi atau
Buku Monograf atau Buku jenis lainnya yang diterbitkan dan
dipublikasikan dengan kriteria sebagai berikut:
i. Buku Referensi adalah suatu tulisan dalam bentuk buku yang
substansi pembahasannya pada satu bidang ilmu kompetensi
penulis. Isi tulisan harus memenuhi syarat-syarat sebuah karya
ilmiah yang utuh, yaitu mengandung nilai kebaruan, dukungan
data atau teori mutakhir yang lengkap dan jelas, serta ada daftar
pustaka yang menunjukkan rekam jejak kompetensi penulis; dan
j. Buku Monograf adalah suatu tulisan ilmiah dalam bentuk buku
yang substansi pembahasannya hanya pada satu topik/hal dalam
suatu bidang ilmu kompetensi penulis. Isi tulisan harus memenuhi
syarat-syarat sebuah karya ilmiah yang utuh, yaitu adanya
rumusan masalah yang mengandung nilai kebaruan (novelty/ies),
metodologi pemecahan masalah, dukungan data atau teori
mutakhir yang lengkap dan jelas, serta ada kesimpulan dan daftar
pustaka yang menunjukkan rekam jejak kompetensi penulis.
Kriteria Karya Ilmiah Dan Karya Seni Monumental/
Desain Monumental:
6. Membuat rancangan dan karya teknologi yang memperoleh hak
kekayaan intelektual berupa rancangan dan karya teknologi
berupa hak cipta/hak paten dari badan atau instansi yang
berwenang yang dikategorikan dalam salah satu dari dua tingkat
berikut:
a. Internasional adalah mendapat sertifikasi
kekayaan intelektual (hak cipta/hak paten) dari
badan atau instansi yang berwenang untuk
tingkat internasional; dan
b. Nasional adalah mendapat sertifikasi kekayaan
intelektual (hak cipta/hak paten) dari badan
atau instansi yang berwenang untuk tingkat
nasional.
Kriteria Karya Ilmiah Dan Karya Seni Monumental/
Desain Monumental:
7. Membuat rancangan dan karya seni monumental/seni pertunjukan
adalah rancangan yang sekaligus menghasilkan karya nyata di
bidang seni monumental/seni pertunjukan berikut ini:
a. Rancangan dan karya seni monumental adalah rancangan dan
karya seni yang mempunyai nilai abadi/berlaku aspek
monumentalnya tetapi juga pada elemen estetiknya, seperti
patung, candi, dan lain-lain. Karya seni rupa, seni kriya, seni
pertunjukan dan karya desain sepanjang memiliki nilai
monumental baru, tergolong ke dalam karya seni monumental.
b. Rancangan dan karya seni rupa adalah rancangan dan karya seni
murni yang mempunyai nilai estetik tinggi, seperti seni patung,
seni lukis, seni pahat, seni keramik, seni fotografi, dan sejenisnya.
c. Rancangan dan karya seni kriya adalah rancangan dan karya seni
yang mempunyai nilai keterampilan sebagaimana seni kerajinan
tangan, seperti membuat keranjang, kukusan, mainan anak-anak,
dan sejenisnya.
Kriteria Karya Ilmiah Dan Karya Seni Monumental/
Desain Monumental:
7. Membuat rancangan dan karya seni monumental/seni pertunjukan
adalah rancangan yang sekaligus menghasilkan karya nyata di
bidang seni monumental/seni pertunjukan berikut ini:
d. Rancangan dan karya seni pertunjukan adalah rancangan dan
karya seni yang dalam penikmatannya melalui pedalangan, teater,
dan sejenisnya.
e. Karya desain adalah bagian dari karya seni rupa yang diaplikasikan
kepada benda-benda kebutuhan sehari-hari yang mempunyai nilai
guna, seperti desain komunikasi visual/desain grafis, desain
produk, desain interior, desain industri tekstil, dan sejenisnya.
f. Karya sastra adalah karya ilmiah atau karya seni yang memenuhi
kaidah pengembangan sastra dan mendapat pengakuan dan
penilaian oleh pakar sastra ataupun seniman serta mempunyai
nilai originalitas yang tinggi.
g. Membuat Rancangan dan Karya Seni/Seni Pertunjukan yang Tidak
Mendapatkan Kekayaan Intelektual.
2. LANGGANAN AKSES
1. PENATAAN ATURAN DATABASE JURNAL
SECARA TERINTEGRASI

REKOMENDASI
3. PELATIHAN DAN 4. PERCEPATAN JURNAL
INDONESIA TERINDEKS DI
PENDAMPINGAN PUBLIKASI DI LEMBAGA PENGINDEKS
JURNAL INTERNASIONAL INTERNASIONAL BEREPUTASI

5. PENGHARGAAN DAN INSENTIF


PUBLIKASI DI JURNAL
INTERNASIONAL
Rekomendasi dan Strategi Kebijakan Peningkatan
Publikasi Ilmiah Indonesia di Internasional:

Rekomendasi dan strategi :


1. Peraturan terkait publikasi
Meski sudah ada aturan bagi lulusan
dan dosen tetang publikasi tetap
belum efektif, karena itu diperlukan
sangsi yg berbasis pembinaan.
Aturan yang tegas tentang kewajiban
para peneliti asing di Indonesia

Sumber : Kekuatan 50 Institusi Ilmiah Indonesisa Profil Publikasi


Ilmiah Terindeks Scopus, Kemridtekdikti, 2016
Rekomendasi dan Strategi Kebijakan Peningkatan
Publikasi Ilmiah Indonesia di Internasional:

2. Langganan akses database jurnal secara


terintegrasi
Langganan akses untuk database jurnal
bereputasi harus ditingkatkan.
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
(PNRI) dengan e-resources-nya harus
diitegrasikan dengan Kemristekdikti.
Perlunya pengelolaan satu pintu bagi seluruh
perguruan tinggi maupun lembaga litbang
baik negeri maupun swasta untuk mengakses
database jurnal berkualitas yang
dilanggankan oleh pemerintah.
Sumber : Kekuatan 50 Institusi Ilmiah Indonesisa Profil Publikasi
Ilmiah Terindeks Scopus, Kemridtekdikti, 2016
Rekomendasi dan Strategi Kebijakan Peningkatan
Publikasi Ilmiah Indonesia di Internasional:

3. Pelatihan dan pendampingan


publikasi di jurnal internasional
Perlu ditingkatkan pendampingan oleh
Kemristekdikti.
Panduan yang baik sangat diperlukan.
Selain panduan diperlukan juga
pelatihan terstruktur untuk TOT
pelatihan publikasi internasional.

Sumber : Kekuatan 50 Institusi Ilmiah Indonesisa Profil Publikasi


Ilmiah Terindeks Scopus, Kemridtekdikti, 2016
Rekomendasi dan Strategi Kebijakan Peningkatan
Publikasi Ilmiah Indonesia di Internasional:

4. Percepatan jurnal Indonesia terindeks di


lembaga pengindeks internasional
bereputasi
Sangat diperlukan dan sangat mendesak
dilakukan fasilitasi jurnal Indonesia yang
memiliki potensi internasional untuk
segera terindeks.
Bentuk fasilitasi tersebut dapat berupa
workshop, pendampingan dan
pendanaan.
Sumber : Kekuatan 50 Institusi Ilmiah Indonesisa Profil Publikasi
Ilmiah Terindeks Scopus, Kemridtekdikti, 2016
Rekomendasi dan Strategi Kebijakan Peningkatan
Publikasi Ilmiah Indonesia di Internasional:

5. Penghargaan dan insentif publikasi


di jurnal internasional
Dibutuhkan insentif yang memadai
atas publikasi internasional.
Peran Lembaga Pengelola Dana
Pendidikan (LPDP) sangat
dibutuhkan
Dibutuhkan sistem insentif khusus
bagi para penulis produktif
Sumber : Kekuatan 50 Institusi Ilmiah Indonesisa Profil Publikasi
Ilmiah Terindeks Scopus, Kemridtekdikti, 2016
Implementasi SN DIKTI
Arsitektur SN DIKTI:

SDM
Substansi
Sumber Pelaksana Pendidikan,
Daya dan Penelitian dan Output/
Pendukung Pendukung Pengabdian Hasil

Kompetensi
Pembiayaan Pendidik, Isi Lulusan/
Peneliti,
Sarpras Hasil
Pelaksana
Pengelolaan Proses Penelitian/
dan Tendik
Pengabdian

Penilaian
Penjaminan Mutu
Struktur SN Dikti (Permen 44)

SN PENDIDIKAN SN PENELITIAN SN PENGABDIAN


1. KOMPETENSI LULUSAN 1. HASIL 1. HASIL

2. ISI 2. ISI 2. ISI

3. PROSES 3. PROSES 3. PROSES

4. PENILAIAN 4. PENILAIAN 4. PENILAIAN

5. DOSEN & TENDIK 5. PENELITI 5. PELAKSANA

6. SARANA/PRASARANA 6. SARANA/PRASARANA 6. SARANA/PRASARANA

7. PEMBIAYAAN 7. PEMBIAYAAN 7. PEMBIAYAAN

8. PENGELOLAAN 8. PENGELOLAAN 8. PENGELOLAAN


Implementasi SN DIKTI pada
Program Magister, Doktor dan Doktor Terapan

Berdasarkan Pasal 54 UU. No. 12 Tahun 2012


Tentang Pendidikan Tinggi (UU Dikti), Standar
Pendidikan Tinggi (Standar Dikti) terdiri atas:
a. Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti)
yang ditetapkan oleh Menteri atas usul suatu
badan yang bertugas menyusun dan
mengembangkan Standar Nasional Pendidikan
Tinggi; dan
b. Standar Pendidikan Tinggi yang ditetapkan oleh
setiap Perguruan Tinggi dengan mengacu pada
Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
Implementasi SN DIKTI pada
Program Magister, Doktor dan Doktor Terapan

Untuk memenuhi amanat Pasal 54 huruf a UU


Dikti ditetapkan Permenristekdikti No. 44 Tahun
2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi
(SN Dikti).
Berdasarkan Pasal 66 huruf d Permenristekdikti
tersebut, pengelolaan dan penyelenggaraan
perguruan tinggi wajib menyesuaikan dengan
ketentuan Peraturan Menteri ini paling lama 2
(dua) tahun (Dengan demikian, perguruan tinggi
masih memiliki waktu penyesuaian (transisi)
sampai dengan tanggal 21 Desember 2017)
Implementasi SN DIKTI pada
Program Magister, Doktor dan Doktor Terapan

Berdasarkan Pasal 8 Permenristekdikti nomor


62 Tahun 2016 tentang Sitem Penjaminan
Mutu Pendidikan Tinggi, Direktorat
Penjaminan Mutu mempunyai tugas dan
wewenang dalam penyiapan perumusan
kebijakan, fasilitasi, pelaksanaan, koordinasi,
pengawasan, pengendalian, pemantauan,
evaluasi dan pelaporan di bidang SPMI.
Implementasi SN DIKTI pada
Program Magister, Doktor dan Doktor Terapan

Program ini ditujukan untuk :


1. Mengkomunikasikan hasil penelitian kepada
masyarakat luas.
2. Menjadi dasar penelitian lanjutan di masa
depan.
3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi
pada skala nasional dan internasional.
4. Berkontribusi terhadap pengembangan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi, serta peningkatan
daya saing bangsa.
Implementasi SN DIKTI pada
Program Magister, Doktor dan Doktor Terapan

Tim Penjaminan Mutu Akademik Program


Pascasarjana Direktorat Penjaminan Mutu,
Ditjen Belmawa akan melakukan monitoring
pelaksanaan Program Pascasarjana ke
Perguruan Tinggi terpilih.
Setiap perguruan tinggi perlu menyiapkan
dokumen Surat Keputusan pengelola atau
penyelenggara perguruan tinggi yang
memuat kebijakan tentang 5 hal di bawah ini
dan bukti pelaksanaannya.
Implementasi SN DIKTI pada
Program Magister, Doktor dan Doktor Terapan

Berdasarkan hasil pemantauan Direktorat Penjaminan


Mutu, Ditjen Belmawa, sampai dengan tahun akademik
2016/2017 terhadap penyelenggaraan Program Magister,
Doktor, dan Doktor Terapan, teridentifikasi perlunya
evaluasi lebih mendalam terhadap pelaksanaan
Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015, khususnya dalam 5
hal berikut:
1. Penerapan sistem satuan kredit semester;
2. Lama masa studi;
3. Kualifikasi pembimbing dan promotor;
4. Jumlah bimbingan tesis atau disertasi per dosen
pembimbing;
5. Publikasi.
Implementasi SN DIKTI pada
Program Magister, Doktor dan Doktor Terapan
Mengenai poin kelima tentang publikasi, perlu ditekankan
bahwa Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 mengatur
secara khusus tentang kewajiban publikasi mahasiswa
program Magister, Doktor, dan Doktor Terapan sebagai
berikut:
a. Mahasiswa Program Magister wajib menerbitkan
makalah (karya ilmiah penelitian) di jurnal ilmiah
terakreditasi atau diterima di jurnal internasional;
b. Mahasiswa Program Doktor wajib menerbitkan makalah
di jurnal internasional bereputasi;
c. Mahasiswa Program Doktor Terapan wajib menerbitkan
makalah di jurnal nasional terakreditasi atau diterima di
jurnal internasional atau; karya yang dipresentasikan
atau dipamerkan dalam forum internasional.
STRATEGI UNIMED ?
AKREDITASI :
Visi, Misi, Tujuan dan
1 Sasaran, Serta Strategi
Pencapaian
PKM
Tata Pamong,
1. TUGAS RUTIN Kepemimpinan, Sistem
Kualitas TA 2 Pengelolaan, dan
2. CRITICAL BOOK Penjaminan Mutu
REPORT Penelitian/Publikasi Mahasiswa dan
3 Lulusan
PERKULIAHAN 3. CRITICAL RESEARCH/
JOURNAL REVIEW
Kerjasama
(Kontrak, SAP)
Sumberdaya
4. REKAYASA IDE Kultur Akademik 4 Manusia
5. MINI RESEARCH Kurikulum ,
6. PROJECT
Pengakuan 5 Pembelajaran, dan
Suasana Akademik
Citra & Reputasi Pembiayaan, Sarana
6 /Prasarana, dan
Sistem Informasi
Miniatur Pekerjaan Penelitian ,
7 Pelayanan/Pengabdian
kepada Masyarakat,
dan Kerja Sama
KHUSUS UNIMED MASALAH UTAMA:

1 2 3 4
Komitmen,
idealisme, Pembinaan Dukungan Kerjasama
kompetensi berupa diklat, sarana, lintas institusi
dan tanggung insentif, peralatan, baik dalam
jawab sebagai seminar, joint dan maupun luar
dosen dan research, dsb pendanaan negeri
peneliti

PRINSIP
PROFESIONALITAS
Strategi Unimed:

1. Kebijakan
2. Panduan
3. Monev
4. Tindak Lanjut Monev
Strategi Unimed:
1. Menyediakan layanan Klinik Penulisan
Publikasi Ilmiah bagi dosen.
2. Menulis bersama dengan mahasiswa S2
dan S3, oleh sebab itu pembimbingan
perlu diintensifkan sehingga disertasi
dan tesis dimaksud layak dipublikasi.
3. Melakukan pemetaan dan penilaian
terhadap hasil penelitian yang dilakukan
oleh dosen degan kategori : 1) optimis,
2) potensial, 3) kerja keras
Strategi Unimed:
4. Menyiapkan berbagai skema pendanaan
penelitian, baik dari internal kementerian,
universitas maupun melalui kerjasama.
5. Memperbanyak langganan jurnal-jurnal
nasional dan internasional yang relevan
serta secara rutin melakukan pengkajian
yang kritis terhadap jurnal-jurnal dimaksud
yang melibatkan para ahli dan penulis-
penulis produktif dari berbagai lembaga dan
perguruan tinggi baik dalam maupun luar
negeri.
6. Secara konsisten menerapkan perkuliahan
yang berbasis produk 6 Tugas
Strategi Unimed:
7. Khusus tentang peningkatan kualitas skripsi, tesis dan
disertasi sangat mendesak untuk dilakukan:
a) Penataan relevansi keahlian dosen pembimbing/
promotor
b) Standarisasi intensitas kualitas proses pembimbingan
c) Standarisasi substansi kajian skripsi, tesis dan disertasi
d) Standarisasi metodologi
e) Standarisasi output
f) Standarisasi Proses UJian (seminar hasil, ujian
tertutup dan promosi)
Untuk poin a), b) dan c) sangat mendesak juga untuk segera
diterbitkan panduan dan refreshing bagi
pembimbing/promotor.