Anda di halaman 1dari 21

Kelompok 6

FIRHAND ARVIANSYAH (022140005)


RAMADHAN F (022140021)
Sebelum menulis, kita harus melakukan
penelitian formal atau informal untuk
mengumpulkan atau menghasilkan data
yang diperlukan
Penelitian formal bisa meliputi mengisi
database perpustakaan dan elektronik
atau menyelidiki sumber primer
(wawancara, survei, dan eksperimen)
METODE RISET
FORMAL

Mengakses Menyelidiki Bereksperime


Mencari secara
secara sumber-sumber n secara
manual
elektronik primer ilmiah
Kebanyakan tugas rutin memerlukan data
yang dapat anda kumpulkan secara
informal. Namun untuk beberapa
penugasan anda lebih banyak
mengandalkan ide daripada meneliti
fakta yang ada
MEMERIKSA
ARSIP

BICARA
DENGAN
ATASAN
RISET
INFORMAL
WAWANCARA
DENGAN
AUDIENSI
TARGET

LAKUKAN
SURVEY
INFORMASI
Brainstorming merupakan proses
berpikir secara lateral, membantu kita
untuk keluar dari pola pikir rutin kita,
memandang sesuatu dari sudut
pandang yang lain melalui cara-cara
yang baru. Hal yang paling penting
dalam sesi brainstorming adalah
hindari kritik terhadap ide-ide yang
dilontarkan. Ide -ide tersebut harus
berfokus pada masalah yang dihadapi,
seluas mungkin, dan secepat mungkin
dilontarkan. Munculnya kritik,
penilaian atau analisis pada tahap
brainstorming akan menghambat
munculnya ide-ide, membatasi ide-ide
kreatif untuk muncul ke permukaan.
Menulismemo email informasional
Untuk mengembangkan ide bagi memo
yang mengumumkan sebuah kontes,
penulis melakukan brainstorming
dengan karyawan dan juga meneliti arsip

Menyusunbrosur rekrutmen
Untuk mengumpulkan datanya mungkin
memerlukan penelitian formal dan
informal
1. Dipusat selembar kertas kosong , tuliskan
nama topik anda dan lingkari
2. Disekitar lingkaran itu catat setiap ide
topik yang muncul di benak anda
3. Lingkari masing masing ide yang
terpisah
4. Hindari menyensor ide; catat semuanya
5. Jika ide - ide kelihatannya saling
berkaitan, hubungkan dengan garis, tetapi
jangan buang waktu untuk mengaturnya
saat itu juga
Setelah mencari data dan ide, langkah
selanjutnya adalah menuangkan pesan tsb.
Khususnya dalam bentuk tulisan, dapat pula
diterapkan untuk komunikasi lisan. Dimulai
dengan menyusun kata-kata, kalimat, paragraf
serta menentukan ilustrasi dan keterangan
yang dapat membantu mengekspresikan ide
pokok. Pesan diorganisasikan dengan baik bila
kata, kalimat dan paragraf yang digunakan
adalah sederhana dan mudah dimengerti
1. Definisikan topik utama dalam judul
2. Bagilah topik utama kedalam komponen
atau klasifikasi utama
3. Pecah komponen kedalam subpoin
4. Jangan letakkan satu poin dibawah
sebuah komponen utama
5. Usahakan membuat tiap komponen
eksklusif
6. Gunakan rincian, ilustrasi, dan bukti
untuk mendukung subpoin
Membuat Daftar dan Bagan

*Bagan Alfanumerik *Bagan Desimal


=> menunjukkan ide mayor dan minor => menunjukkan bagaimana ide saling
I.Komponen utama pertama terkait satu sama lain.
A. Subpoin pertama 1.0. Komponen utama pertama
1. Rincian, ilustrasi, bukti 1.1. Subpoin pertama
2.Rincian, ilustrasi, bukti 1.1.1. Rincian, ilustrasi, bukti
B. Subpoin kedua 1.1.2. Rincian, ilustrasi, bukti
1. 1.2. Subpoin kedua
2. 1.2.1.
II.Komponen utama kedua 1.2.2.
A. Subpoin pertama 2.0. Komponen utama kedua
1. 2.1. Subpoin pertama
2. 2.1.1.
B. Subpoin kedua 2.2.2.
III. Komponen utama ketiga 3.0. Komponen utama ketiga
A. 3.1. 3.1.1.
1. 3.1.2.
2. 3.2. 3.2.1.
B. 3.2.2.
1.
2.
MENGORGANISASIKAN IDE
KE DALAM POLA

Pola Langsung untuk Audiensi Reseptif


=> dalam menulis pesan apa pun, anda perlu mengantisipasi
reaksi audiensi terhadap ide anda dan membingkai pesan anda
sesuai dengan hal itu.

Pola Tidak Langsung untuk Audiensi yang Tidak Reseptif


=> bila anda memberikan audiensi tidak tertarik, tidak ingin,
tidak suka, atau bahkan bersikap bermusuhan, pola tidak
langsung lebih tepat digunakan
POLA LANGSUNG
POLA TIDAK LANGSUNG
Setelahmeneliti topik, mengorganisasikan
data, dan memilih pola organisasi pesan,
langkah selanjutnya adalah menulis pesan.

Membuat Kalimat yang Efektif


=> Kalimat harus mempunyai subjek dan
predikat serta harus mempunyai arti.
Anak kalimat :
1. Independen
2. Dependen
CARA UNTUK
MEMBUAT
KALIMAT
LEBIH MUDAH
DIBACA

GUNAKAN
KALIMAT
PENDEK

MENEKAN IDE
PENTING

MENGGUNAKAN
KALIMAT AKTIF
DAN PASIF
Membahas satu topik
Paragraf itu mengemukakan ide utama dalam sebuah kalimat yang
biasanya, tetapi tidak selalu , muncul pertama
Mengatur kalimat ke dalam paragraf
Disusun dari tiga jenis kalimat yaitu; kalimat utama, kalimat
pendukung, kalimat yang membatasi
Menggunakan pola paragraf langsung
Paragraf yang diatur dalam pola langsung (direct) dimulai
dengan kalimat utama
Menggunakan pola paragraf berputar
Paragraf yang disusun dengan pola berputar (pivoting) dimulai
dengan kalimat pembatasan yang menawarkan ide pembanding
atau negatif sebelum menyampaikan kalimat uama
Menggunakan pola paragraf tidak langsung
Pola paragraf tidak langsung atau indirect dimulai
dengan kalimaat pendukung dan disimpulkan
dengan kalimat utama
Mengaitkan ide untuk membangun hubungan
Paragraf dikatakan berhubungan jika ide idenya
saling terkait, yaitu, ketika satu ide membawa secara
logis ke ide berikutnya
Meneruskan ide kunci
Hal ini dilakukan dengan mengulang ulang sebuah
kalimat kunci atau menggunakan yang mirip
Menyambung kalimat
Menghubungkan akhir dan awal ide - ide
Menggunakan kata ganti
Secara strategis membantu membangun hubugan dan
berkelanjutan
Kalimat transisi untuk membangun hubungan
Membantu pembaca mengantisipasi apa yang akan datang,
mengurangi ketidakpastiian, dan mempercepat pemahaman
Menyusun paragraf pendek
Paragraf degan delapan baris atau kurang akan terliha leih
menarik
Dalam mengorganisasikan dan menulis
pesan bisnis kita dapat mengetahui
beberapa aspek agar suatu organisasi
dapat menulis pesan bisnis lebih efektif
dan bermakna.
Sumber :
- Komunikasi Bisnis edisi 4
- https://prezi.com/jgizzkwl1-
3v/edit/#31_30863873