Anda di halaman 1dari 11

HIPERINFLASI PARU

Syarifah Miftahul Jannah


NPM. 14010042
Pengertian

Hiperinflasi Paru
Hiperinflasi Paru merupakan suatu perubahan anatomis paru yang
ditandai dengan melebarnya secara abnormal saluran udara bagian
pangkal bronkus terminal, yang disertai kerusakan dinding alveolus.

Hiperinflasi Paru ialah terjebaknya udara akibat saluran pernapasan yang


sempit/menyempit. Pada keadaan ini terjadi peningkatan diameter
anteroposterior.
Ciri-Ciri Hiperinflasi Paru
Napas terengah-engah disertai dengan suara
seperti peluit
Dada berbentuk seperti tong, otot leher tampak
menonjol, penderita sampai membungkuk
Bibir tampak kebiruan
Berat badan menurun akibat nafsu makan
menurun
Batuk menahun
Etiologi

1. Rokok
2. Polusi
3. Infeksi
4. Faktor genetic
5. Obstruksi jalan napas
Patofisiologi

Iritasi jalan nafas


Hipersekresi mukus (pengeluaran lendir berlebihan)
Peningkatan pengeluaran kelenjar mukosa
Bronkhiolus menyempit dan menyumbat (obstruksi)
Peradangan (inflamasi)
Alveoli rusak dan membentuk fibrosis
Dinding alveoli mengalami kerusakan di tandai dengan perubahan anatomis
Parenkim paru, di mana terjadi pembesaran alveolus
Peningkatan ruang area paru
Kerusakan difusi oksigen
Aliran darah pulmonal meningkat
Gagal jantung kanan
Komplikasi

a. Hilangnya elastis paru


Protease (enzim paru) mengubah alveoli dan saluran nafas
kecil dengan cara merusakka serabut elastin, sebagai
akibatnya adalah kantong alveolar kehilangan elastisnya
dan jalan nafas kecil menjadi kolaps atau menyempit.

b. Hiperinflasi paru
Pembesaran alveoli mencegah paru-paru kembali kepada
posisi istirahat normal selama ekspirasi.
Komplikasi

c. Terbentuknya bullae
Dinding alveolar membengkak dan sebagi kompensasinya
membentuk suatu bullae (ruangan tempat udara yang
dapat dilihat pada pemeriksaan sinar-X.

d. Kolaps jalan nafas kecil dan udara terperangkap


Ketika klien berusaha untuk ekshalasi secara kuat.
TERAPI
Aerosolisasi (proses membagi partikel mrnjadi
serbuk yang sangat halus) dari bronkodilator salin
dan mukolitik sering kali digunakan untuk membantu
dalam bronkodilatasi. Aerosol yang dinebulizer
menghilangkan edema mukosa dan mengencerkan
sekresi bronkial. Hal ini mempermudah proses
pembersihan bronkhiolus, membantu
mengendalikan proses inflamasi dan memperbaiki
fungsi ventilasi.
Obat-Obatan
Jenis obat yang diberikan:
a. Bronkodilator
b. Terapi aerosol
c. Pengobatan infeksi
d. Kortikosteroid
e. Oksigenasi