Anda di halaman 1dari 25

Miopia

Anatomi Mata
Media refraksi:
Kornea
Humor aquos
Lensa
Corpus vitreus
Fisiologi Penglihatan Normal
Pembentukan
bayangan di retina:
1. Pembiasan cahaya
2. Akomodasi lensa
3. Konstriksi Pupil
4. Pemfokusan
MIOPIA
Definisi
Miopia atau rabun jauh atau nearsightedness
Berasal dari bahasa yunani, muopia arti menutup mata
Kelainan refraksi dimana berkas sinar sejajar yang memasuki mata
tanpa akomodasi, jatuh pada fokus yang berada di depan retina
Epidemiologi
Prevalensi 70-90 % di berbagai negara di Asia, jumlah terus
meningkat
Indonesia, tahun 2012, prevalensi 26 %
Etiologi
Tidak diketahui, faktor predisposisi genetik (Autosomal resesif
atau dominan)
Miopia bayangan jatuh di depan retina, oleh karena:
Indeks pembiasan yang terlalu kuat
Sumbu bola mata yang panjang
Patogenesis elongasi berlebihan..
1. Abnormalitas mesodermal sklera
2. Meningkatnya kekuatan tekanan intraokular basal
3. Peningkatan tekanan sklera gosokan pada mata, dll.
Klasifikasi
Berdasarkan Etiologi: Berdasarkan derajatnya:
Miopia retraktif Ringan (1-3 dioptri)
Miopia aksial Sedang (3-6 dioptri)
Berdasarkan Klinis: Berat (lebih dari -6 dioptri)
Miopia simpleks Berdasarkan onsetnya:
Miopia nokturnal Kongenital (terjadi pada bayi)
Miopia pseudomiopia Miopia onset muda (pada pasien
Miopia degeneratif <20 tahun)
Miopia terinduksi Onset dewasa muda (20-40
tahun)
Onset dewasa lanjut (>40 tahun)
Gejala klinis
Subjektif
Pandangan kabur
Penglihatan untuk jauh kabur, sedangkan untuk dekat jelas.
Menyipitkan mata bila melihat jauh (squinting / narrowing lids
Cepat lelah, pusing, dan mudah mengantuk
Strabismus konvergen (estropia) atau divergen (eksotropia)
merasa juling
Ambliopia pada salah satu mata yg miopinya tinggi
Gejala objektif
Pada miopia simpleks
Segmen anterior ditemukan bilik mata yang dalam dan pupil yang
relatif lebar
Kadang-kadang ditemukan bola mata yang agak menonjol
Segmen posterior biasanya terdapat gambaran yang normal atau
dapat disertai kresen myopia (myopic cresent) yang ringan di
sekitar papil saraf optik
Miopia patologis
Segmen anterior kadang COA bisa dalam sampai
dangkal
Segmen posterior berupa kelainan-kelainan pada :
Corpus viteus : kekeruhan(+), pendarahan atau
degenarasi yang terlihat sebagai floaters, atau benda-
benda yang mengapung dalam badan kaca.
Papil saraf optic: terlihat pigmentasi peripapil, myopic
cresent, papil terlihat lebih pucat yang meluas terutama
ke bagian temporal
Makula: berupa pigmentasi, kadang ada pendarahan
subretina
Retina : penipisan Fundus tigroid (+)
Diagnosis
1. Anamnesis sesuai keluhan subjektif
2. Pemeriksaan fisik (Refraksi Subjektif)
Visus dasar utk melihat jauh
Visus dengan pinhole untuk mengetahui apakah penglihatan yang
buram disebabkan kelainan refraksi atau kelainan anatomi
Metode trial and error, snellen chart dan lensa sferis negatif sampai
didapatkan visus 6/6
3. Pemeriksaan penunjang
Funduskopi (Refraksi Objektif)
Auto refraktometer
Penatalaksanaan
Non operatif
1. Koreksi kacamata bantuan lensa spheris konkaf
(-)

2. Lensa kontak sifat menghilangkan hampir semua


pembiasan yang terjadi dipermukaan anterior kornea
Dengan orthokeratology pencocokan dari beberapa
seri lensa kontak, lebih dari satu minggu atau bulan,
untuk membuat kornea menjadi datar dan
menurunkan myopia
Operatif
1. Radial Keratotomy mengurangi kelengkungan kornea dgn
sayatan pada kornea, meratakan kornea bagian sentral melalui
insisi radial hampir seluruh kornea jarang dilakukan
Komplikasi : pembentukan scar, perforasi mata, dan infeksi
intraokular
2. Photorefractive Keratectomy (PRK) mengurangi kelengkungan
kornea dengan memotong permukaan depan kornea
(menghilangkan membrana bowman) dengan alat yang
disebut Excimer Laser.
3. LASIK (Laser Assistet In-situ Keratomeuleosis) menggunakan
teknologi laser dingin (cold/non thermal laser) dengan merubah
atau mengkoreksi kelengkungan kornea
Syarat dan indikasi LASIK
Ingin terbebas dari kacamata dan lensa kontak
Kelainan refraksi:
Miopia sampai -1.00 sampai dengan - 13.00 dioptri.
Hipermetropia + 1.00 sampai dengan + 4.00 dioptri.
Astigmatisme 1.00 sampai dengan 5.00 dioptri
Usia minimal 18 tahun
Tidak sedang hamil atau menyusui
Tidak mempunyai riwayat penyakit autoimun
Mempunyai ukuran kacamata/ lensa kontak yang stabil selama paling tidak 6
(enam) bulan
Tidak ada kelainan mata, yaitu infeksi, kelainan retina saraf mata, katarak,
glaukoma dan ambliopia
Telah melepas lensa kontak (Soft contact lens) selama 14 hari atau 2 (dua)
minggu dan 30 (tiga puluh) hari untuk lensa kontak (hard contact lens).
Metode:
- Flap surgery
- Minimally invasive, flapless surgery
(SMILE)
Komplikasi
Ablasio retina
Vitreal Liquefaction dan Detachment
Miopic makulopati
Glaukoma
Katarak
Strabismus
Prognosis
Prognosis miopia tergantung dari tatalaksana yang diberikan. Bila
segera dilakukan tatalaksana maka akan memperbaiki prognosis.
Anisometropia
Anisometropia
The difference in vision between their two eyes is significant and will
interfere with normal binocular vision (> 3 D)
Can lead to amblyopia
Types of anisometropia
Simple anisometropia one eye affected and the other eye has no
refractive erorr
Compound anisometropia both eye are myopic, there will be a
significant difference in their refractive errors
Mixed ansiometropia both eyes have appreciable refractive errors,
one eye myopic and the other hyperopic
Symptoms
Amblyopia
Strabismus
Diplopia
Eyestrain
Headache
Nausea
Light sensitivity
Tiredness
Dizziness
Treatment
Corrective lens or contact lenses or corrective surgery
Treat anisometropia a.s.a its diagnosed prevent amblyopia
TERIMAKASIH..