Anda di halaman 1dari 15

Putrika Citta Pramesi

14/369486/TP/11122
Results and Discussion
3.2. Nilai Kelarutan dan Water Binding Capacity (WBC)
pada Tiap Sampel
3.3. Sifat Pasting pada Tiap Sampel
3.2. Nilai Kelarutan dan Water Binding
Capcity (WBC) pada Tiap Sampel

1. Kelarutan dan nilai WBC sampel yang diberi perlakuan lebih tinggi dibanding
sampel tanpa perlakuan
-> degradasi granula pati oleh perlakuan panas -> rantai amilosa mudah larut dan
mengikat air lebih banyak
2. Kelarutan dari sampel yang diberi perlakuan microwave dan dikeringkan
menggunakan freeze-drying, lebih tinggi dari sampel dengan perlakuan autoklaf
atau dimasak.
3. Nilai WBC sampel dengan perlakuan microwave tidak berubah secara signifikan
(p > 0.05) dibandingkan sampel yang diberikan perlakuan lainnya
-> huruf yang sama => secara statistik, tidak terdapat perbedaan yang signifikan
4. Seiring peningkatan waktu iradiasi -> nilai kelarutan menurun pada
metode pengeringan oven-drying pada sampel dengan siklus 1

=> Titik 0 ada di perlakuan 3.0 menit!


Namun, dengan sampel siklus 3, tidak terjadi perbedaan signifikan pada
waktu microwave yang berbeda.
-> antara sampel ada satu huruf yang sama (a atau b)
Berdasarkan t-test, jika dibandingkan antar siklus maka makin banyak jumlah siklus
a. Tidak terdapat perubahan signifikan pada nilai kelarutan antar sampel (p> 0.05)
b. Nilai WBC makin menurun (p< 0.05)
=> Dapat disebabkan oleh peningkatan pembentukan double helix diantara rantai
amilosa selama perlakuan siklus 3.
Terdapat perbedaan signifikan (p< 0.05) antara perbedaan metode
pengeringan yang dilakukan pada nilai kelarutan dan WBC. Hal ini
disebabkan oleh mekanisme yang berbeda pada metode pengeringan
yang berbeda.
3.3. Sifat Pasting (Pembentukan Pasta/Gel dari Pati) pada Tiap
Sampel
Seluruh nilai viskositas dari sampel yang diberi perlakuan lebih tinggi dibanding
sampel tanpa perlakuan.
-> Dikarenakan degradasi berlebih pada granula pati dan peningkatan kelarutan akibat
pemanasan
Aplikasi microwave menurunkan nilai viskoksitas jika dibandingkan dengan perlakuan
autoklaf -> getaran yang terjadi selama proses iradiasi gelombang mikro menyebabkan
degradasi ikatan glikosidik
Nilai cold viscosity (CV) pada metode pengeringan oven lebih rendah dibanding
metode freeze-drying
-> Dikarenakan rantai pati yang longgar dan ikatan hidrogen tinggi pada sampel yang
dikeringkan oven akan menghambat air pada tahap awal dari uji RVA
Viskositas akhir dari sampel yang dikeringkan dengan freeze-drying lebih tinggi secara
signifikan ( p< 0.05) daripada dengan pengeringan oven.
=> Sampel yang dikeringkan dengan freeze-drying membentuk gel yang lebih baik dan
lebih stabil
PT pada sampel yang diberi perlakuan lebih rendah dibandingkan pada
sampel tanpa perlakuan.
-> degradasi granula pati akibat pemanasan
Dari data-data tersebut, ditunjukkan bahwa iradiasi gelombang
mikro memberikan hasil yang efektif pada degradasi granula pati
dan pembentukan ikatan hidrogen inter- serta intra-molekul antar
rantai amilosa