Anda di halaman 1dari 67

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

PERTEMUAN KE-1
BUKU REFERENSI

Joseph W. Wilkinson, Michael J. Cerullo dkk,


Accounting Information Systems, Essential Concepts
dan Applications, Fourth Edition, John Wiley and
Sons, Inc, 2000

Marshall B. Romney and Paul John Steinbart,


Accounting Information System, 13th Edition,
Prentice Hall, 2014
Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sistem


informasi berbasis komputerisasi yang mengolah
data keuangan yang berhubungan dengan data
transaksi dalam siklus akuntansi dan
menyajikannya dalam bentuk laporan keuangan
kepada manajemen perusahaan.
Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Para Ahli

Pengertian sistem informasi akuntansi menurut Mulyadi dalam bukunya


Sistem Akuntansi, Edisi ke-3, Jakarta, Salemba Empat, 2001 menyatakan
bahwa: Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan
yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi
keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan
pengelolaan perusahaan.

Sedangkan menurut Romney & Steinbart Sistem informasi akuntansi


adalah serangkaian dari satu atau lebih komponen yang saling berelasi dan
berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan, yang terdiri dari pelaku,
serangkaian prosedur, dan teknologi informasi.
Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
Mengolah dan menyimpan data seluruh transaksi
keuangan.
Memproses data keuangan menjadi informasi dalam
pengambilan keputusan manajemen mengenai
perencanaan dan pengendalian usaha.
Pengawasan terhadap seluruh aktifitas keuangan
perusahaan.
Efisiensi biaya dan waktu terhadap kinerja keuangan.
Penyajian data keuangan yang sistematis dan akurat
dalam periode akuntansi yang tepat.
DEFINISI
Sistem adalah rangkaian dari dua atau lebih komponen-komponen yang saling
berhubungan, yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.

Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti
bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau
mendatang.

Akuntansi adalah sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis,


memproses data menjadi laporan, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada
para pengambil keputusan.

Sistem Informasi Akuntansi merupakan struktur yang menyatu dalam


suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, untuk
merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi informasi akuntansi
dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna
atau pemakainya.
KOMPONEN SIA
1. Orang-orang yang mengoperasikan sistem tersebut dan
melaksanakan berbagai fungsi.
2. Prosedur-prosedur, baik manual maupun yang terotomatisasi, yang
dilibatkan dalam mengumpulkan, memproses, dan menyimpan
data tentang aktifitas-aktifitas organisasi.
3. Data tentang proses-proses bisnis organisasi.
4. Software yang dipakai untuk memproses data dan organisasi.
5. Infrastruktur teknologi informasi, termasuk computer, peralatan
prndukung (peripheral device), dan peralatan untuk komunikasi
jaringan.
Tiga Fungsi Penting SIA dalam Organisasi

Mengumpulkan dan Menyimpan data tentang Aktivitas


aktivitas yang dilaksanakan oleh Organisasi agar pihak
manajemen, pegawai dan pihak pihak luar yang berkepentingan
dapat meninjau ulang hal-hal yang telah terjadi
Mengubah data menjadi Informasi yang berguna bagi pihak
manajemen untuk membuat keputusan dalam aktivitas
perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan
Menyediakan pengendalian yang memadai untuk menjaga aset
aset organisasi termasuk data organsiasi, untuk memastikan
bahwa data tersebut tersedia saat dibutuhkan, akurat dan andal
INFORMASI YANG DIHASILKAN
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

TERDIRI DARI
NERACA
LAPORAN LABA/RUGI
LAPORAN PERUBAHAN MODAL
LAPORAN ARUS KAS

PENGGUNA OUTPUT SISTEM INFORMASI AKUNTANSI


PIMPINAN PERUSAHAAN
PEMILIK PERUSAHAAN
PEGAWAI
KREDITUR
INVESTOR / CALON INVESTOR
PEMERINTAH
PENDUDUK
SIKLUS AKUNTANSI

Bukti Buku Neraca Jurnal


Jurnal
Transaksi Besar Saldo Penyesuaian

Neraca Saldo
Jurnal Neraca Saldo
Setelah Laporan
Penutup Setelah
Penutupan Keuangan
Penyesuaian
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DESAIN SIA
Meskipun budaya
mempengaruhi
desain SIA, tapi juga
bisa mempengaruhi Budaya Strategi
budaya dengan Organisasi Organsisasi
mengubah
penyebaran dan
ketersediaan SIA
informasi.

Teknologi informasi memberi


Teknologi pengaruh pada pilihan
Informasi strategi bisnis perusahaan.
Desain SIA dipengaruhi Untuk menganalisa cost-
oleh teknologi informasi, benefit perubahan IT
strategi organisasi, dan changes, harus memahami
budaya organisasi strategi bisnis.
Fungsi Dasar SIA

Mengumpulkan dan memproses data mengenai kegiatan bisnis


organisasi secara efisien dan efektif.
Menyediakan informasi yang berguna untuk pengambilan
keputusan.
Membentuk pengendalian yang memadai untuk memastikan
bahwa data kegiatan bisnis dicatat dan diproses secara akurat dan
untuk melindungi data dan aset organisasi lainnya.
Karakteristik Sistem Informasi yang Baik
Relevan Informasi itu relevan jika mengurangi ketidakpastian, dan dapat memperbaiki kemampuan
pengambil keputusan untuk membuat prediksi, mengkonfirmasikan atau memperbaiki ekspektasi mereka
sebelumnya.

Andal Informasi itu andal jika bebas dari kesalahan atau penyimpangan, dan secara akurat mewakili
kejadian atau aktivitas di organisasi.

Lengkap Informasi itu lengkap jika tidak menghilangkan aspek-aspek penting dari kejadian yang merupakan
dasar masalah atau aktivitas-aktivitas yang diukurnya.

Tepat Waktu Informasi itu tepat waktu jika diberikan pada saat yang tepat untuk memungkinkan
pengambil keputusan menggunakannya dalam membuat keputusan.

Dapat dipahami Informasi dapat dipahami jika disajikan dalam bentuk yang dapat dipakai dan jelas.

Dapat diverifikasi Informasi dapat diverifikasi jika dua orang dengan pengetahuan yang baik, bekerja
secara independen dan masing-masing akan menghasilkan informasi yang sama.
PERAN SIA DALAM RANTAI NILAI (VALUE CHAIN)
Rantai Nilai (Value Chain) adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan suatu perusahaan untuk menghasilkan produk
atau jasa.-Porter,1985
Rantai nilai organisasi terdiri dari lima aktivitas utama (primary activities) yang secara langsung
memberikan nilai kepada para pelanggannya, yaitu :

1. Inbound Logistics Terdiri dari penerimaan, penyimpanan dan distribusi bahan-bahan masukan
yang digunakan oleh organisasi untuk menghasilkan produk dan jasa yang dijualnya.
2. Operasi (Operations) Aktivitas-aktivitas yang mengubah masukan menjadi jasa atau produk
jadi
3. Outbond Logistics Aktivitas-aktivitas yang melibatkan distribusi produk yang sudah jadi ke para
pelanggan.
4. Pemasaran dan Penjualan Mengarah pada aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan
membantu para pelanggan untuk membeli jasa atau produk yang dihasilkan organisasi.
5. Pelayanan (Service) Memberikan dukungan pelayanan purna jual kepada para pelanggan.
Organisasi juga melaksanakan berbagai aktivitas pendukung (support activities)
yang memungkinkan kelima aktivitas utama tersebut dilaksanakan secara
efisien dan efektif :

1. Infrastruktur Perusahaan Mengarah pada aktivitas-aktivitas akuntansi,


keuangan, hukum dan administrasi umum yang penting bagi organisasi
untuk beroperasi.
2. Sumber Daya Manusia Melibatkan aktivitas-aktivitas yang berhubungan
dengan perekrutan, pengontrakan, pelatihan dan pemberian kompensasi
dan keuntungan bagi pegawai.
3. Teknologi Aktivitas untuk meningkatkan produk atau jasa.
4. Pembelian (Purchasing) Termasuk seluruh aktivitas yang melibatkan
perolehan bahan mentah, suplai mesin dan bangunan yang digunakan untuk
melaksanakan aktivitas-aktivitas umum.
Bagaimana SIA dapat Menambah Nilai Bagi Organisasi ?

Model rantai nilai menunjukkan bahwa SIA adalah aktivitas pendukung. Jadi, SIA
dapat menambah nilai bagi organisasi dengan cara memberikan informasi yang
akurat dn tepat waktu, agar kelima aktivitas utama rantai nilai dapat dilaksanakan
dengan lebih efektif dan efisien. SIA yang dirancang dengan baik dapat melakukan
hal ini dengan cara :
1. Memperbaiki kualitas dan mengurangi biaya untuk menghasilkan produk atau
jasa.
2. Memperbaiki efisiensi.
3. Memperbaiki pengambilan keputusan.
4. Berbagi pengetahuan.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Identifikasi Masalah

Memilih Metode

Mengumpulkan data

Menginterpretasikan Metode dan


Mengevaluasi
Struktur Keputusan
1. Keputusan Terstruktur (structured decision) Bersifat berulang-
ulang, rutin, dan dipahami dengan baik hingga dapat didelegasikan
kepada pegawai di tingkat yang lebih rendah dalam suatu
organisasi.
2. Keputusan Semi Terstruktur (semistructured decision) Ditandai
dengan peraturan-peraturan yang tidak lengkap untuk mengambil
keputusan, dan adanya kebutuhan untuk membuat penilaian serta
pertimbangan subjektif sebagai pelengkap analisis data yang
formal.
3. Keputusan Tidak Terstruktur (unstructured decision) Bukan
merupakan keputusan yang berulang atau rutin.
Nilai Informasi dalam Pengambilan Keputusan Informasi yang dihasilkan
oleh SIA yang didesain dengan baik dapat memperbaiki pengambilan
keputusan dalam beberapa cara :
1. SIA dapat mengidentifikasikan berbagai situasi yang membutuhkan
tindakan manajemen.
2. Dengan mengurangi kediakpastian, informasi akuntansi memberikan
dasar untuk memilih diantara berbagai alternatif tindakan.
3. Informasi tentang hasil-hasil keputusan terdahulu memberikan umpan
balik (feedback) berharga yng dapat diapakai untuk memperbaiki
keputusan di masa mendatang.
SIA DAN STRATEGI KORPORAT

Michael Porter, seorang profesor bisnis di Harvard, berargumentasi bahwa ada dua strategi dasar bisnis yang
dapat diikuti oleh perusahaan :
1. Strategi diferensiasi produk, memerlukan penambahan beberapa fitur atau pelayanan atas produk yang
tidak diberikan oleh para pesaing. Dengan melakukan hal ini, perusahaan akan dapat menetapkan harga
premium ke para pelanggannya.
2. Strategi biaya rendah (low cost), memerlukan perjuangan untuk menjadi penghasil suatu produk atau jasa
yang paling efisien.

Porter berargumentasi bahwa perusahaan dengan pilihan terbatas harus memilih sebuah posisi strategis yang
ingin mereka adopsi. Dia menggambarkan tiga posisi strategi dasar, yaitu :
1. Posisi strategis berdasar keanekaragaman (variety-based), melibatkan produksi atau penyediaan sebagian
dari produk atau jasa dalam industri tertentu.
2. Posisi strategis berdasar kebutuhan (need-based), melibatkan usaha untuk melayani hampir seluruh
kebutuhan dari kelompok pelanggan tertentu. Termasuk didalamnya adalah mengidentifikasi target pasar.
3. Posisi strategis berdasar akses (access-based), melibatkan sebagaian pelanggan yang berbeda dari
pelanggan lainnya dalam hal faktor-faktor seperti lokasi geografis atau ukuran.
Subsistem Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 5 sistem, yaitu :

Sistem Pengeluaran (expenditure system)

Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang
diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun
dari karyawan didalam perusahaan.
Sistem Pendapatan (revenue system)

Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada
konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.

Sistem Produksi (production systeme)


Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan
pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.

Sistem Manajemen Sumber Daya (resources management


system)

Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengendalian sumber


daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).

Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger


and financial accounting)
Kendala Umum dalam penerapan
Sistem Informasi Akuntansi

SDM yang belum siap terhadap penerapan sistem dan standarisasi


keuangan yang baru, dan dibutuhkan waktu untuk pelatihan dan
penerapannya.
Dibutuhkan software accounting dan perangkat komputer yang
menunjang tingkat keamanan dan kerahasiaan data keuangan 100%.
Melalui penerapan sistem informasi akuntansi diharapkan data yang
disajikan tepat waktu dan akurat, validasi dan terotorisasi dengan baik,
serta sesuai dengan Prosedur Keuangan dan Akuntansi yang baku atau
PSAK yang berlaku umum.
Definisi Sistem Informasi Akuntansi
Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya
yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat
untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.
Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan
sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Karakteristik informasi
yang realible harus memenuhi syarat relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap.
Sistem Informasi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi
guna menghasilkan informasi yang bermafaat untuk merencanakan,
mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis.
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala
sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah
sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan
keputusan.
Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang
secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
SIA terdiri dari 3 subsistem:
Sistem pemrosesan transaksi mendukung proses operasi bisnis harian.
Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
Sistem Penutupan dan pembalikan. Merupakan pembalikan dan penutupan dari
laporan yang dibuat dengan jurnal pembalik dan jurnal penutup menghasilkan
laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak,dll.
Contoh SIA Secara Umum
PERTEMUAN KE 2

TEKNIK DAN DOKUMENTASI SISTEM


Pengertian dan Pengguna Teknik Sistem
Teknik sistem merupakan alat yang digunakan dalam
menganalisis, merancang, dan mendokumentasikan sistem
dan sub-sub sistem yang berkaitan.
Teknik sistem penting bagi auditor intern dan ektern dan
juga para personel sistem dalam pengembangan sistem
informasi.
Teknik-teknik tersebut umumnya bersifat grafikal (piktoral).
Teknik sistem juga digunakan oleh akuntan yang melakukan
pembuatan sistem, baik secara intern bagi perusahaannya
maupun secara ektern sebagai seorang konsultan
Pemakaian Teknik teknik sistem
A. Penggunaan teknik-teknik sistem dalam Auditing :

Beberapa teknik sistem misalnya bagan arus analitis, bagan


Evaluasi Struktur arus dokumen, dan bagan distribusi formulir dapat digunakan
Pengendalian Intern oleh auditor untuk menganalisis distribusi dokumen dalam
sistem. Bagan-bagan ini dibuat dalam kolom-kolom untuk
mengelompokan

memastikan eksistensi, menilai efektivitas dan menguji


kesinambungan operasi pengendalian intern yang diandalkan
Pengujian ketaatan
oleh organisasi.Pengujian ketaatan membutuhkan pemahaman
atas pengendaian yang akan diuji.

Auditor menggunakan teknik-teknik sistem untuk


mendokumentasikan dan menganalisis isi kertas kerja.
Kuesioner pengendalian intern, bagan arus analitis dan bagan
Kertas Kerja
arus sistem sering tampak dalam kertas kerja karena umum
digunakan oleh auditor dalam mengevaluasi pengendalian
intern.
Pemakaian Teknik teknik sistem
B. Penggunaan Teknik Sistem dalam Pengembangan Sistem :

ANALISIS SISTEM DESAIN SISTEM IMPLEMENTASI SISTEM

tanggung jawab analisis desain sistem yang melibatkan Implementasi sistem


sistem mencakup penyusunan cetak biru sistem merupakan
pencarian fakta dengan secara lengkap dan utuh. Alat penerapan desain
menggunakan teknik tersebut dapat berupa matriks yang telah dibuat
wawancara, kuesioner, input atau output, flowchart
review dokumen dan sistem, dan diagram alur data
observasi
Pemakaian Teknik teknik sistem
C. Teknik - Teknik Sistem
1. Teknik bagan Arus => diagram simbolik yang menunjukkan aliran data dan
urutan operasi dalam suatu sistem
2. Teknik narasi => Teknik ini sering bermanfaat, khususnya dalam analisis
sistem tahap pencarian fakta di perusahaan
3. Teknik analisis Pemanfaatan Sumber Daya => Analisis berikutnya yang
perlu dilakukan setelah semua tahap dalam pembuatan yang dijelaskan
diatas mulai dari pembuatan flowchart, mengidentifikasi perubahan yang
diperlukan untuk menyelesaikan masalah hingga menerapkan desain
prosedur yang baru adalah mencocokkan sumber daya yang dimiliki
dengan tugas yang harus diselesaikan
Dokumentasi meliputi bentuk naratif, bagan alir
(flowchart), diagram dan materi tertulis lainnya yang
menjelaskan bagaimana sistem bekerja.
Deskriptif naratif system : penjelasan tiap tahap
mengenai komponen dan interaksi sistem Dalam
bab ini akan dibahas mengenai:
1. Diagram arus data
2. Bagan alir (flowchart) dokumen
3. Bagan alir (flowchart) sistem
4. Bagan alir program
Teknik-teknik Sistem beserta contoh simbol-simbol yang digunakan

Bagan Arus (Flowchart)

Flowchart digunakan baik oleh auditor maupun oleh personel sistem.


Pemakaian yang meluas ini memicu perlunya keseragaman simbol dan
konvensi yang digunakan. Simbol-simbol ini terkait dengan fungsi dasar
pemrosesan data. Symbol khusus dapatdigunakan untuk menggantikan
simbol dasar guna memberikan informasi tambahan.
- Simbol input/output
- Simbol proses
- Simbol garis arus
- Simbol anotasi
Simbol Yang digunakan dalam Bagan Alir
Simbol-simbol yang digunakan dalam bagan alir mencerminkan
fungsi-fungsi alur informasi SIA.
Arah normal dari alur adalah dari kiri ke kanan dan dari atas ke
bawah.
Ujung arah panah harus digunakan untuk membalik arah dari arus
dokumen.
Simbol Yang digunakan dalam Bagan Alir

Arah normal suatu alur

Faktur Telaah dan


disetujui

Faktur yang
disetujui
Simbol Yang digunakan dalam Bagan Alir

Arah Balik Dari Alur Dokumen

Faktur Yang Telaah


dan Faktur
disetujui
Disetujui
Simbol Yang digunakan dalam Bagan Alir

Penggunaan simbol konektor

Gudang Pembelian
Surat A
Permintaan

Surat
Permintaan
A
Simbol Yang digunakan dalam Bagan Alir
Dua arah panah

Surat
Permintaan

Persiapan
Order Arsip
pembelian dan Pemasok
sesuaikan
dengan arsip
pemasok Permintaan
pembelian
Simbol Input / Output
Simbol Proses
Simbol Penyimpanan
Simbol Arus dan Lain-lain
Cara membuat bagan alir (Flowchart)

Pahami sistemnya sebelum membuat bagan alirnya.


Identifikasi entitas-entitas yang akan dibuat bagan
alirnya, seperti departemen, fungsi jabatan atau pihak
eksternal lainnya. Identifikasi arus dokumen dan
informasi di dalam sistem.
Desain bagan alir sedemikian rupa agar bagan alir
tersebut dimulai dari atas ke bawah.
Cara membuat bagan alir (Flowchart)
Berilah nama seluruh simbol dengan jelas. Tulislah
deskripsi input, proses, atau keluaran di dalam setiap
simbol. Apabila deskripsi terlalu panjang, gunakan simbol
anotasi. JANGAN GUNAKAN TULISAN TANGAN YANG
DISAMBUNG!!!
Setiap simbol proses manual harus memiliki sebuah input
dan output. JANGAN MENGHUBUNGKAN DUA DOKUMEN
SECARA LANGSUNG, kecuali ketika memindahkannya dari
satu kolom ke kolom lain.
Pergunakan kepala panah untuk seluruh garis arus.
Bagan Alir (Flowchart) Dokumen
Bagan alir dokumen mengilustrasikan arus
dokumen dan informasi di antara bidang
tanggung jawab dalam organisasi.

Bagan alir yang mendeskripsikan dan


mengevaluasi pengendalian internal disebut
bagan alir pengendalian (Internal Flowchart)
Contoh:
Untuk mengisi KRS, mahasiswa angkatan 2017
harus mengisi dua rangkap FRS terlebih dahulu.
Kemudian FRS yang telah diisi tersebut diserahkan
kepada dosen pembimbing akademik bersama
dengan DNS untuk ditandatangani. Rangkap
pertama FRS dikembalikan pada mahasiswa.
Rangkap kedua FRS dan DNS diarsip oleh dosen
pembimbing akademik berdasarkan NPM.
FRS yg telah DNS
diisi

Ditandatangani oleh
dosen PA

FRS yang dittd (2) FRS yang dittd (1)

DNS

Ke mahasiswa
N
Bagan Alir Sistem

Menunjukkan hubungan antara input,


pemrosesan, dan output dari suatu SIA.
Untuk menyelesaikan
Nama File Skripsi
skripsinya, Prilly
harus meng-up date
pembahasan skripsi
yang disimpannya di
disket melalui Membuka atau Menyimpan file File Skripsi
komputer. Hasil Skripsi

pengetikan akan
diproses oleh CPU
dan ditampilkan di
monitor. Kemudian
disimpan kembali di Tampilan File
Skripsi
disket (Flashdisk).
Perbedaan Flowchart dan DFD

Flowchart digunakan untuk mendokumentasikan


sistem yang sudah ada.
DFD digunakan untuk mendesain sistem baru.
Diagram Arus Data (Data Flow Diagram / DFD)

Teknik ini digunakan untuk mendokumentasikan sistem yang


digunakan sekarang dan untuk merencanakan serta mendesain
sistem yang baru.
Tidak ada cara standar dalam penyusunan DFD karena
persoalan yang berbeda memerlukan metode yang berbeda
pula.
DFD disusun menggunakan 4 simbol utama seperti :
Hierarki Diagram Arus Data
Bagan Alir (Flowcharts)
Merupakan teknik analitis yang digunakan untuk menjelaskan aspek-
aspek sistem informasi secara jelas, tepat, dan logis.
Menggunakan serangkaian simbol standar untuk menguraikan
prosedur pengolahan transaksi.
JenisJenis Bagan Alir