Anda di halaman 1dari 8

Anggaran usaha Mebel DWI PUTRI

Oleh
EkaWahyuni
Latar belakang Usaha

Usaha ini di awali pada bulan Oktober tahun 2008 . Nama usaha
ini adalah DUA PUTRI yang bergerak di bidang pembuatan
Lemari, kursi, meja, buffet, tempat tidur, tolet dan sejenisnya.
Visi dan misi
Dalam suatu usaha pasti memiliki visi dan misi untuk memajukan
usaha tersebut , tentu menjadi seorang pengusaha itu ingin usahanya
berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan , jadi pasti sebuah usaha
perusahaan akan maju bila visi dan misi itu dilakukan dengan baik
tanpa ada kesalahan sedikitpun, visi disini berarti cita cita atau impian
Visi :
Menjadi usaha mebel yang terpercaya kualitas produknya dimata
kolega dan pelanggan
Misi
Mengutamakan kualitas produk
Melayani konsumen dengan baik seperti dalam pemesanan dan
proses pengiriman
Menggunakan bahan baku berkualitas baik dalam proses produksi
Keragaman Produk
Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, bahwa produk yang dihasilkan adalah perabotan
rumah tangga, yang terdiri dari
Lemari
Bupet
Kursi Tamu
Meja Telepon
Meja Kantor
Tolet
Kursi Makan
Meja Hias
Kusen
Jam hias
Mimbar
Gebyok
Sofa, dan sebagainya
ANGGARAN BIAYA USAHA MEBEL DWI PUTRI

Modal Awal 40.000.000

1. Biaya pemakaian bahan baku kayu Rp.8.000.000

1. Biaya tenaga kerja langsung Rp. 4.000.000

1. Biaya overhead:

a. Biaya Bahan Baku Penolong

- Cat kayu Rp.700.000

- Ampelas Rp. 150.000

- Lem Rp. 200.000

- Plitur Rp. 500.000

- dll Rp. 300.000

a. Biaya tenaga kerja tidak langsung Rp. 1.000.000

a. Biaya pabrikasi lainnya

- Pembelian peralatan Rp. 1.000.000

- Pembelian mesin Rp. 4.000.000

- Biaya listrik dan air Rp. 2.500.000

1. Biaya Operasi

a. Biaya pemasaran

- Biaya transportasi Rp. 480.000

- Biaya iklan Rp. 200.000

a. Biaya Administrasi umum

- Biaya konsumsi Rp.3.200.000

- Biaya listrik dan air Rp. 2.000.000

- Biaya Telepon Rp. 500.000

(Rp.28.730.000)

Rp.11.270.000
Analisis Pendapatan dan Keuangan

No Nama Barang Harga Barang


1. Lemari Rp.1.700.000 Sampai dengan Rp.2.500.000
1. Bufet Rp.3.000. 000 Sampai dengan Rp.3.500.000
1. Kursi Tamu Rp.3.500.000 Sampai dengan Rp.4.000.000
1. Meja Telepon Rp.1.000.000 Sampai dengan Rp.1.500.000
1. Meja Kantor Rp.800.000 Sampai dengan Rp.1.500.000
1. Tolet Rp.1.000.000 Sampai dengan Rp.1.500.000
1. Kursi Makan Rp.2.000.000 Sampai dengan Rp 3.000.000
1. Meja Hias Rp.3.000.000 Sampai dengan Rp.4.000.000
1. Kusen Rp. 5.000.000 Sampai dengan Rp.10.000.000
1. Jam Hias Rp.2.000.000 Sampai dengan Rp.2.000.000
1. Mimbar Rp.5.000.000 Sampai dengan Rp.8.000.000
1. Gebyok Rp.15.000.000 Sampai dengan Rp.20.000.000
1. Sofa Rp.2.100.000 Sampai dengan Rp.4.000.000
Total Penjualan 1 bulan = Rp. 23.000.000
Harga jual 1 tahun (12 bulan) = 12 x Rp.23.000.000.,- =
Rp.276.000.000,-
Total biaya operasional selama 12 bulan = Rp. 6.380.000 x
12 = 76.560.000
Keuntungan selama 1 Tahun
= Rp. 276.000.000 Rp.40.000.000 = Rp. 236.000.000
Keuntungan tiap bulan
= Rp. 236.000.000 - / 12 = Rp.19.666.666
= Rp. 19.000.000
Keuntungan tiap hari
= Rp. 19.000.000,- / 30 = Rp.633.333
= Rp. 600.000
Prospek Pengembangan

Prospek pengembangannya akan menjalin kerja sama dengan


salah satu toko furniture. Tentunya harus melihat terlebih
dahulu bagaimana tingkat ekonomi masyarakat saat ini , jika
menengah ke atas maka akan berani menawarkan produk
mebelnya dengan harga yang cukup tinggi, namun jika sedang-
sedang saja tingkat perekonomiannya maka akan menawarkan
harga produk mebelnya dengan harga agak sedikit miring di
banding dengan pengusaha mebel lainnya. Bila perlu memberi
gebrakan baru, seperti menerima tukar tambah kursi ruang
tamu, atau dengan membuka jasa servis barang-barang mebel
yang sudah rusak yang dimiliki oleh masyarakat di perumahan
tersebut