Anda di halaman 1dari 16

ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH

DAN
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

Bayu Prihandi W. (F1316029)


Dania Ervina (F1316037)
Rohmawan Setiya Budi (F1316089)
Pengertiaan, Fungsi, dan Tujuan Anggaran

Anggaran merupakan pedoman tindakan yang akan dilaksanakan oleh


pemerintah meliputi rencana pendapatan, belanja, transfer dan
pembiayaan yang diukur dalam satuan rupiah yang disusun menurut
klasifikasi tertentu secara sistematis untuk satu periode
Fungsi-fungsi anggaran : fungsi otorisasi, fungsi perencanaan, fungsi
pengawasan, fungsi alokasi, fungsi distribusi, fungsi stabilisasi.
Anggaran adalah sebagai pedoman penerimaan dan pengeluaran negara
dalam melaksanakan tugas kenegaraan untuk meningkatkan produksi,
memberi kesempatan kerja, dan menumbuhkan perekonomian, untuk
mencapai kemakmuran masyarakat
Anggaran Sektor Publik

Anggaran sector publik merupakan pedoman tindakan yang


dilaksanakan pemerintah untuk kepentingan publik. Jenis-jenis
anggaran sector publik :
A. Anggaran Tradisional
B. Anggaran Kinerja
C. Anggaran Program
D. Zero Based Budgeting
E. Planning, Programming and Budgeting System (PPBS)
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

APBN dalam satu tahun anggaran meliputi:


Hak pemerintah pusat yang diakui sebagai penambah nilai
kekayaan.
Kewajiban pemerintah pusat yang diakui sebagai pengurang nilai
kekayaan
Penerimaan yang perlu dibayar kembali dan atau pengeluaran yang
akanditerima kembali baik pada tahun anggaran yang
bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya
Factor penentu APBN

Secara garis besar struktur APBN adalah, (a) Pendapatan Negara


dan Hibah, (b) Belanja Negara, (c) Keseimbangan Primer, (d)
Surplus/Defisit Anggaran, (e) Pembiayaan.
Asumsi dasar makro ekonomi sangat berpengaruh pada besaran
komponen dalam struktur APBN dan dituangkan kedalan I-Account.
Asumsi dasar tersebut adalah (a) pertumbuhan ekonomi, (b)
inflasi, (c) tingkat bunga SPN 3 bulan, (d) nilai tukar rupiah
terhadap dollar AS, (e) harga minyak dan (f) produksi/lifting
minyak atau (g) lifting gas
Format dan Postur APBN

Sejak tahun anggaran 2005, sejalan dengan UU No.17 tahun 2003 tentang KeuanganNegara, pemerintah mulai
menjalankan format Belanja Negara (khususnya Belanja Pemerintah Pusat) yang mengacu kepada kaidah-kaidah yang
berlaku secara internasional
Perubahan Format I-Account dimana lebih
merincikan jenis-jenis belanja
Penyusunan postur APBN dimulai dari pemerintah terlebih dahulu
menetapkan parameter/ asumsi dasar makro ekonomi, yang terdiri
atas enam (6) parameter yaitu : (i) pertumbuhan ekonomi (%); (ii)
Tingkat inflasi (% yoy); (iii) Nilai tukar atau kurs US$ terhadap
Rupiah (Rp/US$); (iv) Tingkat suku bunga (SPN 3 bulan); (v) Harga
minyak dunia/ ICP (US$/barrel); dan (vi) Lifting minyak (ribu
barel/ hari).
Setelah ditetapkannya asumsi dasar makro ekonomi tersebut,
barulah diproyeksikan besaran komponen-komponen lainnya yang
merupakan postur APBN, yang terbagi atas tiga (3) kelompok besar
yaitu: Pendapatan Negara dan Hibah, Belanja Negara serta
Pembiayaan
Klasifikasi Belanja Pemerintah Pusat

Rincian belanja negara menurut fungsi terdiri dari: (1) pelayanan


umum, (2) pertahanan, (3) ketertiban dan keamanan, (4)
ekonomi, (5) lingkungan hidup, (6) perumahan dan fasilitas umum,
(7) kesehatan, (8) pariwisata dan budaya, (9) agama, (10)
pendidikan, dan (11) perlindungan sosial.
Sementara itu, rincian belanja negara menurut jenis belanja (sifat
ekonomi), terdiri dari: (1) belanja pegawai, (2) belanja barang,
(3) belanja modal, (4) pembayaran bunga utang, (5) subsidi, (6)
belanja hibah, (7) bantuan sosial, dan (8) belanja lain-lain
Transfer ke Daerah

Transfer ke daerah
adalah bagian dari
belanja negara dalam
rangka mendanai
pelaksanaan
desentralisasi fiskal
berupa dana
perimbangan, dana
otonomi khusus, dan
dana penyesuaian.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

Prosedur penyusunan APBD meliputi 3 tahapan yaitu:


Tahap Perencanaan
Perencanaan daerah termasuk kedalam kategori rencana jangka
pendek sebagai bagian dari perencanaan jangka menengah dan
jangka panjang. Didalam perencanaan anggaran daerah terdiri
atas formulasi kebijakan anggaran yang berkaitan dengan
analisis fiscal dan perencanaan oprasional anggaran yang lebih
ditekankan pada alokasi sumber daya.
Penyusunan Kebijakan Umum APBD
Mekanisme penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA):
Pemerintah daerah bersama-sama DPRD menggunakan rencana strategis
daerah dan dokumen perencanaan lainnya sebagai dasar penyusunan KUA
Pemerintah daerah bersama DPRD mengadakan penjaringan aspirasi
masyarakat untuk mengidentifikasi perkembangan kebutuhan dan keinginan
masyarakat melalui pendekatan dengar pendapat, turun lapangan,
kuesioner, dialog interaktif, kotak saran dll.
Mempertimbangkan data historis, yaitu berupa evaluasi kinerja APBD
mengenai pencapaian kinerja pelayanan, permasalahan dan kendala yang
dihadapi pada tahun-tahun anggaran sebelumnya.
Memperhatikan pokok-pokok pikiran DPRD
memperhatikan pokok-pokok kebijakan pengelolaan keuangan daerah dari
pemerintah atasan
Melibatkan masyarakat pemerhati, tenaga ahli, para akademisi, tokoh
masyarakat
Penyusunan strategi dan prioritas APBD

Mekanisme penyusunan:
Berdasar kebijakan umum APBD, pemda melalui tim anggaran eksekutif
menyusun strategi dan prioritas APBD
Tim penyusunan anggaran eksekutif dalam mengembangkan strategi dan
prioritas APBD dapat melibatkan tim ahli
Strategi dan prioritas APBD yang telah disusun tim anggaran eksekutif
disampaikan kepada panitia anggaran legislative untuk dikonfirmasi
kesesuaiannya dengan kebijakan umum APBD (KUA) yang telah disepakati
sebelumnya
KUA tersebut dijadikan pedoman bagi tim anggaran eksekutif bersama-sama
unit organisasi perangkat daerah untuk menyiapkan RAPBD