Anda di halaman 1dari 20

ARSITEKTUR FUNGSIONAL

Kelompok 10 :
Ayu Kurniawati 04.2016.1.03046
Reihana 04.2016.1.03049
Dimas Ijudin Bi 04.2016.1.03051
Afif Awayna 04.2016.1.03053
PENDAHULUAN

Perkembangan Arsitektur Modern Fungsionalisme diwarnai dengan


anti pada pengulangan bentuk-bentuk lama dengan teknologi baru (beton
bertulang, baja). Dan pada awal abad XX terjadi perubahan besar, radikal,
cepat, dan revolusioner dalam pola pikir. Dalam pandangan arsitektur
modern (1910-1940-an), terjadi perubahan dalam pola dan konsep keindahan
arsitektur, di mana keindahan timbul semata-mata oleh adanya fungsi dari
elemen-elemen bangunan. Oleh karena itu aliran ini disebut sebagai
Arsitektur Fungsionalisme atau Rasionalisme (berdasarkan rasio/pemikiran
yang logis).
La Roche Villa
Denah rumah berbentuk L dimaksudkan untuk memisahkan 2 penghuni berbeda. Sisi utama di
depan (untuk gallery) berupa ruang, luas dan tinggi karena adanya mezzanine (suatu tempat atau
ruang tambahan yang letaknya berada di antara lantai dan plafon atau lantai satu dengan lantai
dua jika bangunan tersebut bertingkat) kombinasi dengan 2 atau 3 lantai dengan sisi lainnya
11/8/2017
CIRI-CIRI ARSITEKTUR FUNGSIONAL

Arsitektur fungsional adalah arsitektur yang menerapkan pola dan konsep keindahan yang timbul semata mata oleh
adanya fungsi dari elemen-elemen bangunan.
Bangunan terbentuk oleh bagian-bagiannya (dinding, jendela, pintu, atap dan lainnya) tersusun dalam komposisi
dari unsur-unsur yang semuanya mempunyai fungsi.
Bentuk bangunan cenderung kubisme, geometris, asimetri dan bukan merupakan masa.

Sederhana, teratur, seragam, bersih.


Konstruksi terekspose baik itu material struktur yang terfabrikasi maupun konvensional.
Interiol dan eksterior bangunan terdiri dari garis-garis vertikal, asimetris dan teratur.
Tidak berhubungan dengan sejarah masalalu, berdiri sendiri sesuai perkembangan iptek.
Bersifat universal karena adanya industrialisasi, ilmu pengetahuan, teknologi serta manusianya yang
universal.
Villa Savoye
Ville Savoye di Poissy, Prancis, adalah tempat tinggal akhir
pekan, yang dibangun oleh salah satu master terkemuka
Gerakan modern, Le Corbusier dan sepupunya Pierre Jeanneret,
untuk Pier Savoye dan Eugenie, antara 1929 dan 1931.

Villa Savoye dianggap salah satu karya paling simbol dari


penulis karena di dalamnya sepenuhnya diterapkan nya "lima
poin untuk arsitektur baru": pilotis, atap taman, rencana bebas,
jendela strip dan fasad gratis . Tapi tidak hanya itu, ia telah
menjadi poster arsitektur modern dan 1965 telah
diklasifikasikan sebagai monumen bersejarah.

Pada bangunan Villa Savoye ini menggunakan analogy linguistic yaitu model expressionis. Si arsitek ingin
mengungkapkan sikapnya yang visioner yang melihat ke depan yang cenderung lebih berani mengeksploitasi
materil-material dan bentuk-bentuk baru. Villa Savoye ini terlihat seperti melayang karena penonjolan pada lantai
2 yang keluar dan hanya di topang oleh tiang-tiang kecil yang terlihat samar. Bangunan ini akan terlihat berbeda
apabila di lihat dari berbagai sisi.
Ciri- ciri :
Ruang yang tercipta haruslah seefisien mungkin,
sesuai dengan kaidah industri. Karena ruang
adalah mesin untuk ditinggali/ditempati.
Keindahan diperoleh dari purism (kemurnian),
dimana bentuk-bentuk yang digunakan adalah
bentuk yang halus dan sederhana.
Ruang terbentuk karena interaksinya dengan
lingkungan alam. Bagaimana lingkungan bisa
merespon faktor-faktor alam, atau mengambil
filosofi kesederhanaan dan kesempurnaan dari
alam.
Bentuk suatu bangunan sangat bersifat kontekstualism dengan merespon kondisi alam, korelasi alam, topografi
dengan Arsitektur terwujud pada bentuk bangunan yang mengadopsi bentuk lokasi tapak dari bangunan.
Bentuk bangunan menggunakan modul manusia, karena bangunan ditekankan pada fungsinya
Ruang haruslah sederhana dan apa adanya, karena dari situlah estitika berasal. Fleksibel adalah nilai tambah
tersendiri bagi sebuah ruang yang dapat memberi kesan dinamis dan adaptif. Secara struktural ruang harus
terpisah antara kolom dan dindingnya (skins & bones).
Pembentukan ruang dimulai dari suasana, kemuian beralih pada fungsi. Keindahan ditemukan dari produk
industri dan bukan dari alam.
Penciptaan bentuk bangunan, disesuaikan dengan pola perletakan dan hubungan antar ruang yang urut
berdasarkan sequence proses kegiatan penghuninya.
Notre Dame du Raincy

Gereja ini dibangun pada 1922-1924 oleh arsitek Auguste


Perret. Bentuk monumental gereja dicapai dengan pola simetris,
menggunakan sistem kons-truksi beton bertulang exposed,
dengan kolom-ko-lom dalam hal ini bentuknya silindris,
menjulang tinggi pada setiap sudut sebuah me-nara di tengah-
depan.

Menara makin ke atas semakin ram-ping seperti bentuk gereja


Gothik. Nave (ruang utama umat) atapnya melengkung,
dindingnya berupa krawang beton (concrete grilles), untuk
menghindari angin dan air tetapi tetap tembus pandang, krawang
ditutup kaca
Bentuk dan susunan krawang geometris perpaduan segi empat, bujur sangkar, dan diagonal-diagonalnya membentuk
segi tiga. Bekas perancah beton membentuk garis-garis sesuai dengan pemasangannya. Sistem beton exposed temuan
Auguste Perret diterapkan dengan sangat baik dan pada akhirnya banyak diikuti oleh arsitek-arsitek lain dalam
publikasi, perencanaan,maupun pelaksanaan.

Nortre Dame mempunyai bukaan dengan bentuk dan


letak yang barvariasi dan susunan yang tidak teratur.
Ukuran besar jendela tidak sebanding ketebalan
dindingnya yang sebagian ada mencapai 2 meter.
Bukaan bukaan tersebut dihiasi dengan kaca- kaca
lukisan dan tulisan tangan dari Le Corbuzier sendiri.
Hasil pencahayaan yang dihasilkan remang remang
yang terpencar dari lubang lubang bukaan yang kecil.
Pencahayaan yang dihasilkan tersebut sesuai dengan
konsep pencerahan dalam ajaran Kristen.
Atap
Atap Notre Dame berbentuk miring terbuat dari bahan beton bertulang ekspose. Ketinggian atap arah utara lebih
rendah disbanding atap dari arah selatan. Dengan perbedaan ketinggian tersebut maka air hujan akan mengalir ke
arah utara. Atap Notre Dame tidak menggunakan talang sehingga air hujan akan jatuh langsung ke tanah terlihatr
seperti air terjun.

Konstruksi
Secara keseluruhan Notre Dame menggunakan
struktur bidang datar yang material utamanya
dari beton bertulang

Menara
Notre dame memiliki tiga menara yang berbentuk
setengah silinder, menara-menara tersebut
merupakan peninggian dari dinding lengkung.
Dinding
Denah Notre Dame tersusun dari bidang-bidang lengkung menyerupai kurva dan setengah silinder. Notre
Dame menggunakan struktur bidang datar sehingga dinding-dinding yang ada selain sebagai pembatas
ruang juga berfungsi pemikul beban dan ukurannya lebih tebal dari dinding biasa karena berfungsi
tersebut. Ini mengakibatkan bukaan menjadi terbatas.

Interior
Bagian bagian interior bangunan seperti altar,
tempat khotbah, dan kursi dibuat menyatu
dengan lantai terbuat dari material beton
Farnsworth House

Mies van der Rohe

Arsitektur Fungsionalis - Modern


Interior