Anda di halaman 1dari 34

PEKERJAAN PENGGALIAN DAN

PONDASI
OLEH KELOMPOK XXX
DONADONI I (025)
M RIZKI (XXX)
ANDRI K (XXX)
LEWIN A (XXX)
YOSSIE A (XXX)
ADIEK ASTIKA (XXX)
LATAT BELAKANG
Berdasarkan data data dari berbagai sumber,
membuktikan pada proses penggalian dan
pondasi tidak bisa dipandang remeh karena
bisa menyebabkan 54 kematian pertahun.
Sebagai seorang calon ahli K3 maka
diperlukan pemahaman yang lebih mendalam
mengenai pencegahan kecelakaan di ranah
konstruksi.
DEVINISI KECELAKAAN
Defenisi Kecelakaan Kerja menurut Peraturan
Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor:
03/Men/1998 adalah suatu kejadian yang
tidak dikehendaki dan tidak diduga semula
yang dapat menimbulkan korban jiwa dan
harta benda.
DASAR HUKUM
Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. PER. 01 / MEN
/ 1980 tentang K3 pada Konstruksi Bangunan.
Undang-undang Tentang Jasa Konstruksi No.
18/1999
PENGGALIAN
KETENTUAN UMUM PEKERJAAN PENGGALIAN
Stabilitas tanah harus diuji dahulu sebelum dilakukan
penggalian
Melakukan pemeriksaan atas segala instalansi bawah tanah
Prasarana umum harus dimatikan atau diputuskan alirannya,
apabila tidak bisa maka prasarana tersebut harus dipagari,
ditarik ke atas atau dilindungi
Tanah harus dibersihkan dari pohon, batu besar dan rintangan
lain
Lokasi penggalian harus diperiksa secara teliti setelah
pekerjaan terputus melebihi 1 hari, setelah setiap peledakan,
ada longsoran, ada kerusakan pada konstruksi penyangga dan
hujan lebat.
Dilarang bekerja di tanah lepas yang kemiringannya terlalu
terjal
Harus ada konstruksi penyangga yang cukup
Ada penerangan yang cukup
Galian bebas dari air
Ada jalan keluar untuk menyelamatkan diri
Tidak ada yang diizinkan masuk ruang bawah tanah yang
belum diuji bebas gas
Pengujian gas harus dilengkapi dengan sabuk pengaman, tali
penyelamat dan alat-alat pernapasan
Ventilasi mekanis harus disediakan
Tindakan pencegahan harus diambil untuk melindungi
runtuhnya galian
PERSYARATAN K3 PADA PEKERJAAN
PENGGALIAN
Tepi penggalian atau saluran harus dibuat dengan kemiringan
tertentu, biasanya 45 derajat
Penggalian diatas 1,2 m harus dipasang perancah bai yang
terbuat dari kayu
Penggalian tidak boleh dilakuakn pada batas bangunan atau
suatu struktur.
Material dan peralatan harus diletakkan berjauhan dari pinggir
galian
Tanah hasil galian atau sampah galian tidak diletakkan di tepi
galian
Meletakkan Stopblock di lokasi tempat kendaraan menurunkan
material ke dalam galian
Tersedia penerangan yang cukup
Pekerja harus diinformasikan secara jelas tentang prosedur
penggalian
Menggunakan pelindung kepala dan kaki saat penggalian
berlangsung
Melakukan koordinasi dengan instansi lain mengenai
instalansi llistrik, gas, air dsb
Tidak menggunakan alat penggalian mesin (excavator) pada
jarak 50 cm dari pipa gas
KLASIFIKASI JENIS TANAH
Soil classification system, ada tiga jenis tanah yaitu
1. cohesive soil,
2. fissured, dan
3. granular

berdasarkan tipe tanah dibagi menjadi 3 yaitu


1. tipe A,
2. Tipe B
3. Tipe C
PROSES PEKERJAAN PENGGALIAN
PEKERJAAN PENGGALIAN
1) Pembersihan Medan
2) Kupasan
3) Galian
(1) Galian Terbuka
(2) Galian biasa
(a) Galian biasa untuk material timbunan
(b) Galian biasa sebagai bahan buangan
(3) Galian batu
(a) Galian batu tanpa menggunakan bahan peledak
(b) Galian batu menggunakan bahan peledak
(4) Galian Bangunan
EXCAVATING ATAU PENGGALIAN
suatu kegiatan penggalian material (tanah)
yang akan digunakan atau akan dibuang.
PELAKSANAAN PENGGALIAN
Secara Umum dibagi 2 :
a. Penggalian terbuka (open cut / open
excavation)
b. Penggalian dengan sistem penopang (braced
excavation / top down)
OPEN CUT
BRACED EXCAVATION
METODE PEKERJAAN
Konvensional
Top-Down
Semi Top-down
CARA MENGGALI - LAPISAN TANAH
PENUTUP
Tanah Penutup yang Tipis
Dilakukan pada saat menggali tanah penutup
yang terlalu curam. Power Scrapper harus
dibantu dengan Buldoser. Jika kecuramannya
telah dikurangi / sudah dilandaikan
menggunakan Buldoser, maka barulah digali
menggunakan Power Scrapper, dan tanah
diangkut ke tempat lain.
CARA MENGGALI - LAPISAN TANAH
PENUTUP
Penutup yang Tebal
proses penggalian dari lapisan tanah penutup
yang tebal dengan rincian proses yaitu
perencanaan, gali-timbun tahap 1, gali timbun
tahp 2 dan gali timbun tahap 3 dengan target
elevasi permukaan yang telah direncanakan
sudah selesai dilakukan.
ALAT YANG DIGUNAKAN
SCRAPPER
ALAT YANG DIGUNAKAN
BACK HOE
ALAT YANG DIGUNAKAN
CLAM SHELL
ALAT YANG DIGUNAKAN
DRAGLINE
PONDASI
PENGERTIAN PONDASI
Pondasi didefinisikan sebagai bagian dari struktur yang
berhubungan langsung dengan tanah, dan berfungsi untuk
menyalurkan beban-beban pada struktur atas ke tanah.

Pondasi suatu bangunan berfungsi untuk memindahkan beban


beban pada struktur atas ke tanah. Pondasi harus direncanakan
sedemikian rupa agar dapat mendukung beban beban struktur,
baik berat sendiri, beban hidup, beban angin, gempa, dll.
Pondasi bertujuan untuk meratakan beban kedalam bidang
yang cukup luas, sehingga tanah yang ada bisa mendukung
beban diatasnya dengan aman tanpa penurunan yang
berlebihan.
Fungsi ini dapat berlaku secara baik bila kestabilan pondasi
terhadap efek guling, geser, penurunan, dan daya dukung tanah
terpenuhi.
Umumnya pondasi terbuat dari beton bertulang, meskipun
kadang kadang juga digunakan beton tanpa tulangan atau
pasangan batu.
PEMILIHAN JENIS PONDASI
Pemilihan jenis pondasi yang cocok untuk bangunan bergantung
pada :

Kedalaman tanah dari dasar pondasi

Daya dukung tanah dan keseragaman dari tanah

Jenis dari bangunan atas yang didukungnya

Ukuran dari pondasi yang berkaitan langsung dengan beban


yang bekerja diatasnya
PERSYARATAN PONDASI
Pondasi harus memenuhi dua persyaratan dasar, yaitu :
a. Faktor keamanan terhadap keruntuhan geser (shear
failure) dari tanah pendukung harus memadai
b. Penurunan pondasi dapat terjadi dalam batas toleransi
dan penurunan sebagian (differential settlement) tidak
boleh mempengaruhi struktur
KETENTUAN UMUM PEKERJAAN PONDASI
Mesin pemancang harus ditumpu oleh dasar yang kuat, diberi
tali atau rantai penguat secukupnya dan tidak boleh digunakan
di dekat jaringan listrik
Lantai kerja dan tempat kerja operator harus terlindungi dari
cuaca
Saluran uap atau udara harus dibuat dari pipa baja atau
semacamnya
Untuk mencegah bahaya, mesin pemancang sebaiknya diberi
tali atau rantai penguat
Mesin pemancang tidak boleh diletakkan di dekat aliran listrik
Kerekan pada mesin pancang harus sesuai dengan persyaratan
Bila 2 buah mesin pemancang digunakan bersamaan, maka
jarak antara mesin-mesin tersebut tidak boleh kurang dari
kaki-kaki terpanjangnya.
Fasilitas untuk mencapai lantai kerja, seperti tangga dan roda
penggerak harus memenuhi persyaratan.
Bila pemancangan dilakukan pada bidang miring maka harus
diberi penyeimbang yang sesuai dan penyeimbang tersebut
harus terlindung dari kemungkinan tergelincir.
Sambungan pipa harus diikat dengan tali atau rantai
Pipa uap atau udara pada palu pancang harus terikat kuat pada
palu pancang.
Saluran uap dan udara harus dapat dikendalikan dengan mudah
melalui klep-klep penutup.
Roda penggerak mesin pancang harus diberi pengaman untuk
mencegah seseorang terjerembab di dalamnya.
Tindakan pencegahan perlu dilakukan untuk mencegah
terbaliknya mesin pancang.
Tindakan pencegahan harus diambil agar alat pemukul
pancang tidak meleset dari tiang pancang.
Jika diperlukan, tiang-tiang pancang yang panjang dan turap
besi yang berat harus diamankan.