Anda di halaman 1dari 26

METABOLISME MIKROBA

Dosen Pembina Mata Kuliah:


Dr. Linda Advinda M.Kes
Metabolisme merupakan seluruh peristiwa
reaksi-reaksi kimia yang berlangsung
dalam sel makhluk hidup.

Metabolisme mikroba meliputi semua


reaksi biokimia yang terjadi dalam sel
mikroba yang berperan penting dalam
regenerasi energi dan metabolit.
Anabolisme adalah penyusunan senyawa
kimia sederhana menjadi senyawa kimia
atau molekul komplek.

Katabolisme adalah reaksi pemecahan/


pembongkaran senyawa kompleks menjadi
senyawa-senyawa yang lebih sederhana
dengan menghasilkan energi yang dapat
digunakan organisme untuk melakukan
aktivitasnya.
Mikroba memperoleh energi melalui proses
Oksidasi-reduksi. Oksidasi adalah proses
pelepasan elektron sedang reduksi adalah
proses penangkapan elektron. Setiap
reaksi oksidasi selalu diiringi oleh reaksi
reduksi. Hasil dari reaksi oksidasi dapat
terbentuknya energi. Pada umumnya reaksi
oksidasi secara biologi dikatalisis oleh
enzim dehidrogenase.
Bakteri dapat mengubah zat kimia dan
energi radiasi kebentuk yang berguna
untuk kehidupannya melalui proses:

1. Respirasi
2. Fermentasi
3. Fotosintesis
Metabolisme heterotrof merupakan
metabolisme yang dilakukan oleh semua
mikroorganisme, baik mikroorganisme yang
memiliki klorofil maupun yang tidak.
Respirasi adalah proses oksidasi
biologis dengan O2 sebagai aseptor
elektronnya. Pada respirasi
dihasilkan banyak energi yang
dapat digunakan untuk proses
biosintesis. Saat molekul terurai
menjadi molekul yang lebih kecil,
terjadi pelepasan energi.
1. Glikolisis, merupakan pengubahan glukosa menjadi
piruvat dan ATP tanpa membutuhkan oksigen.
2. Dekarboksilasi oksidatif asam piruvat berlangsung
didalam mitokondria dan merupakan reaksi kimia
yang mengawali siklus krebs.
3. Kondisi aerob, berlangsung pada dua tahapan yaitu
siklus krebs dan transpor elektron.
4. Transpor Elektron, berasal dari NADH dan FADH
dari suatu substrat ke substrat lain secara berantai
disertai pembentukan ATP melalui proses Fosforilasi
oksidatif.
Respirasi Anaerob (Fermentasi)
Fermentasi adalah proses
pembebasan energi tanpa oksigen.
Organisme anaerobik juga
menghasilkan energi, yaitu melalui
reaksi-reaksi yang disebut
fermentasi yang menggunakan
bahan organik sebagai donor dan
akseptor elektron.
Jalur Embden-Meyerhof-Pathway (EMP)
Reaksi ini disebut glikolisis, pemecahan gula secara
anaerob sampai asam piruvat.
Jalur Entner-Doudoroff (ED)
Reaksi ini dilakukan oleh beberapa jasad
antara lain Pseudomonas spp. yang dapat
membentuk alkohol dari gula.
Jalur Heksosa Mono Fosfat (HMP)/ Jalur
Pentosa Fosfat
Jalur ini berguna untuk membentuk gula
pentosa, untuk keperluan biosintesis.
Jalur fosfoketolase (FK) ditemukan pada
bakteri laktobasili heterofermentatif
yaitu Lactobacillus sp.
Metabolisme Autotrof

Ciri umum bagi seluruh autotrof adalah


kemampuannya untuk memperoleh hasil
biosintesis karbon dari karbondioksida
atau metabolisme unsur karbon. Pada
Autotrof memperoleh sumber energi dari
cahaya (fototrof), dari oksidasi unsur
anorganik (kemolitotrof), atau dari
oksidasi kelompok metil yang melekat pada
atom-atom selain karbon (metilotrof).
Fotosintesis
Makhluk hidup non-klorofil lain yang
berfotosintesis adalah alga dan beberapa
jenis bakteri.
Organisme ini berfotosintesis dengan
menggunakan zat hara, karbon dioksida
dan air serta bantuan energi cahaya
matahari.
Pada bakteri fotosintesis terjadi hanya
pada kondisi anaerob, fotosintesis tanpa
oksigen . Bakteri fotosintetik biasanya
merupakan spesies akuatik dan mencakup
bakteri sulfur ungu dan hijau.
Fotosintesis terdiri atas 2 reaksi utama
yaitu:
Pada reaksi terang, cahaya mengenai
klorofil a yang menyebabkan elektron
tereksitasi sehingga mempunyai energi
lebih tinggi.
Fiksasi karbon dikenal sebagai reaksi
gelap. Enam molekul gas asam arang masuk
ke dalam sel melalui stomata dan akan
diikat oleh ribulosa bifosfat (RuBP).
ENZIM
Enzim merupakan substansi yang ada dalam
sel dalam jumlah yang amat kecil dan
mampu menyebabkan terjadinya
perubahan-perubahan yang berkaitan
dengan proses-proses seluler dan
kehidupan.
Enzim tersusun atas dua komponen utama,
yaitu komponen protein (apoenzim) dan
komponen nonprotein (gugus prostetik).
Gambar bagian-bagian dari
enzim:
Mekanisme kerja enzim dapat
dijelaskan dengan dua hipotesis
yaitu hipotesis gembok dan anak
kunci dan hipotesis kecocokan
yang terinduksi.
Faktor-faktor yang berpengaruh
pada kerja enzim adalah suhu,
pH, zat penghambat (inhibitor),
konsentrasi substrat.
Jurnal Penelitian Metabolisme
Mikroba
1. Kultur Campuran dan Faktor Lingkungan Mikroorganisme yang
Berperan dalam Fermentasi Tea-Cider oleh Pingkan
Aditiwati dan Kusnadi
Penelitian ini mengenai fermentasi Tea-cider telah
dilakukan dengan metode kultur curah. Tujuan
penelitian adalah untuk mengetahui kultur campuran
mikroorganisme yang berperan aktif dalam proses
tersebut, menentukan kondisi optimum fermentasi
dan menguji kemampuan produk fermentasi dalam
menghambat pertumbuhan bakteri patogen.
Hasil penelitian yaitu Isolat mikroorganisme yang
berperan aktif dalam fermentasi Tea-cider yang
berhasil di isolasi terdiri dari dua jenis khamir
(Schizosaccharomyces pombe (K1 dan Brettanomyces
sp) dan bakteri asam asetat (Acetobacter xylinum).
2. Kemampuan Bakteri Asam Laktat Dalam
Menghambat Pertumbuhan dan Produksi Aflatoksin
B2 Aspergilllus flavus oleh Arina Tri Lunggani

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan


kelompok bakteri asam laktat (Lactobacillus
delbrueckii, L. fermentum dan L. plantarum) dalam
menghambat pertumbuhan dan produksi AFB2 dari
Aspergillus flavus.

Hasilnya, Rendahnya kadar Aflatoksin B2 dibanding


kontrol kemungkinan disebabkan karena A. Flavus
tidak mampu memproduksi Aflatoksin B2 secara
optimal. Pada interaksi ini biomasa A. Flavus yang
terbentuk pada perlakuan secara kwantitas lebih
rendah dibandingkan kontrol, sehingga hal ini akan
berkorelasi langsung terhadap kemampuan A. flavus
dalam memproduksi Aflatoksin B2.
TERIMA KASIH
ASSALAMUALAIKUM WR. WB.
^ ^