Anda di halaman 1dari 20

KD. 12. 3.

MENJELASKAN TEKNIK PEMBUATAN


SEDIAAN POWDER (SERBUK)

1. PENGERTIAN / DEFINISI
Serbuk adalah campuran kering bahan obat atau zat
kimia yang dihaluskan untuk pemakaian dalam secara oral
atau untuk pemakaian luar.
Pulvis adalah serbuk yang tidak terbagi bagi.
Pulveres adalah serbuk yang dibagi dalam bobot yang
kurang lebih sama yang dibungkus dengan bahan pengemas
yang cocok.
2. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN SEDIAAN BENTUK SERBUK
Keuntungan sediaan serbuk, antara lain :
1. Serbuk lebih mudah terdispersi dan lebih larut daripada
sediaan yang dipadatkan
2. Anak anak atau orang tua yang sukar menelan kapsul atau
tablet lebih mudah menggunakan obat dalam bentuk serbuk
3. Masalah stabilitas yang sering dihadapi dalam sediaan cair
tidak ditemukan dalam sediaan serbuk
4. Obat yang tidak stabil dalam suspensi atau larutan air dapat
dibuat dalam bentuk serbuk
5. Obat yang volumenya terlalu besar untuk dibuat tablet atau
kapsul dapat dibuat dalam bentuk serbuk
6. Dokter lebih leluasa dalam memilih dosis yang sesuai dengan
keadaan penderita
Kerugian bentuk sediaan serbuk :
1. Tidak tertutupnya rasa dan bau yang tidak enak (pahit, sepet,
lengket dilidah, amis)
2. Terkadang menjadi lembap atau basah pada penyimpanan

3.PERSYARATAN SERBUK
Secara umum, syarat serbuk meliputi :
1. Kering
2. Halus
3. Homogen
4. Memenuhi uji keseragaman bobot atau uji keseragaman
kandungan yang berlaku untuk serbuk terbagi yang mengandung
obat keras, narkotik, dan psikotropik.
Uji keseragaman bobot untuk serbuk terbagi dilakukan dengan
cara :
1. Timbang isi dari 20 bungkus satu persatu

2. Campur isi ke 20 bungkus tersebut dan timbang sekaligus

3. Hitung rata ratanya

Syarat penyimpangan antara penimbangan satu persatu


terhadap bobot isi rata rata tidak lebih dari 15% untuk 2
bungkus dan tidak lebih dari 10% untuk 18 bungkus
4. MACAM MACAM SEDIAAN SERBUK
A.Pulvis (serbuk tak terbagi)
1. Pulvis adspersorius (serbuk tabur/bedak) adalah serbuk
ringan untuk penggunaan topikal, dapat dikemas dalam wadah yang bagian
atasnya berlubang halus untuk memudahkan penggunaan pada kulit.
Umumnya serbuk tabur harus melewati ayakan dengan derajat halus 100
agar tidak menimbulkan iritasi pada bagian yang peka.
Pulvis adspersorius harus memenuhi persyaratan berikut:
a. Harus halus, tidak boleh ada butiran butiran kasar (harus melewati
ayakan no.100)
b. Talk, kaolin, dan bahan mineral lainnya harus bebas dari bakteri
Clostridium tetani, C. Welchii dan bacillus antrachis serta disterilkan
dengan cara D (cara kering)
c. Tidak boleh digunakan untuk luka terbuka
2. Pulvis dentrificius (serbuk gigi) biasanya mengandung karmin
sebagai pewarna yang dilarutkan lebih dahulu dalam kloroform
atau etanol 90%
3. Pulvis sternutatorius (serbuk bersin) digunakan untuk dihisap
melalui hidung. Oleh karena itu, serbuknya harus halus sekali.
4. Pulvis Effervescent adalah serbuk biasa yang sebelum
diminum dilarutkan dahulu dalam air. Jika serbuk ini dilarutkan
dalam air akan mengeluarkan gas CO2 yang kemudian
membentuk larutan jernih. Serbuk ini merupakan campuran
antara senyawa asam (asam sitrat, asam tartrat) dengan basa
(Na bikarbonat, Na karbonat). Dalam pembuatannya, bagian
asam maupun basa harus dikeringkan secara terpisah. Gas
CO2 digunakan untuk pengobatan, mempercepat absorbsi atau
menyegarkan rasa larutannya.
B. Pulveres (serbuk terbagi)
Dokter menulis resep serbuk ini melalui dua cara :
1. Menuliskan jumlah obat keseluruhan lalu
membaginya menjadi beberapa bungkus, misalnya :
R/ Asam salisilat 10 g
Sacharum Lactis qs
mf. Pulv. no XX
S. 3 dtd 1
2. menuliskan jumlah obat setiap bungkus dan jumlah
bungkus yang harus dibuat, misalnya :
R/ Asam salisilat 0,5 g
SL qs
mf. Pulv. dd. No. XX
S. 3 dd 1
PEMBUATAN SERBUK

Serbuk diracik dengan cara mencampur satu


persatu, sedikit demi sedikit dan dimulai dari
bahan yang jumlahnya sedikit kemudian
diayak, biasanya menggunakan pengayak no
60 dan dicampur lagi.
TEKNIS PEMBUATAN SECARA UMUM :
1. Jika serbuk mengandung lemak (adeps lanae) harus diayak dengan
pengayak no. 44
2. Jika bahan obat kurang dari 50 mg harus dilakukan pengenceran
3. Obat serbuk kasar / simplisia nabati digerus lebih dulu kemudian diayak
sesuai dengan derajat halusnya
4. Obat berbentuk cairan (ekstrak cair) dan tingtur diuapkan pelarutnya
hingga hampir kering dan serbukkkan dengan bahan tambahan yang
cocok.
5. Obat bermasa lembek (ekstrak kental) dilarutkan dalam pelarutnya dan
disebukkan dengan bahan tambahan yang cocok
6. Jika serbuk obat mengandung bagian yang mudah menguap, dikeringkan
dengan pertolongan kapur tohor/bahan pengering yang cocok
CARA PENCAMPURAN BAHAN-BAHAN
1. Jangan mencampur obat berkhasiat keras dalam mortir dalam
keadaan tidak diencerkan.
2. Bila mempunyai BJ yang berlainan, masukkan dulu serbuk yang BJ
nya besar baru kemudian masukkan bagian serbuk yang BJ nya
lebih rendah dan diaduk.
3. Jangan menggerus bahan-bahan serbuk dalam jumlah banyak
sekaligus. Hal ini untuk menghindari agar jangan sampai ada
bagian serbuk yang belum halus.
4. Obat yang berbentuk kristal/ bongkahan besar hendaknya digerus
halus dulu.
5. Obat yang berlainan warna diaduk bersamaan agar tampak bahwa
serbuk sudah merata.
6. Dalam membuat serbuk lebih baik bila bahan-bahan baku serbuk
kering.
PEMBUATAN SERBUK SECARA KHUSUS
1. Cara mencapur Camphora dalam serbuk
camphora dilarutkan dengan spriritus fortior, lalu
diaduk dengan bahan lain sampai spiritus fortiornya
menguap. Saat mengaduk jangan ditekan untuk
menghindari camphora menggumpal kembali.
serbuk camphora untuk pemakaian luar dapat
menggunakan eter.
2. Cara mencampur Stibii Pentasulfidum
Masukkan sebagian serbuk lain dulu, lalu
masukkan serbuk Stabii Pentasulfidum lalu tambahkan
sisa serbuk lainnya baru diaduk dan digerus tanpa
ditekan.
3. Serbuk dengan ekstrak kental
Extr Belladona, Extr Hyoscyami, Extr valerian
diencerkan dengan etanol 70% dalam mortir
panas, sedangkan Extr Canabis indicae
menggunakan etanol 90%.
4. Serbuk dengan Tinctura atau Extr liquidum
Jumlahnya sedikit dikerjakan dalam lumpang
panas, dikeringkan dengan zat tambahan.
Jumlahnya banyak diuapkan 1/3 nya,
kehilangan 2/3nya diganti dengan zat
tambahan.
5. CAMPURAN SERBUK YANG MENJADI BASAH
ATAU MENCAIR
Masing-masing zat dicampur dengan serbuk
netral dulu baru setelah itu dicampur.
CARA PENGEMASAN SERBUK
1. Kemasan untuk serbuk terbagi
o dibungkus dgn kertas perkamen/selofan/sampul
polietilena.
o Langkah-langkah melipat :
a. letakkan kertas rata diatas permukaan meja, lipatkan
inchi kearah kita. Dilakukan bersamaan.
b. letakkan serbuk ketengah kertas.
c. tarik sisi panjan yang belum dilipat keatas dan letakkan
pada kira2 garis lipatan pertama.
d. pegang lipatan dan tekanlah sampai menyentuh dasar
kertas.lipatlah kehadapanmu setebal lipatan pertama.
e. angkat kertas, lipat bagian kanan dan kiri pembungkus.
2. KEMASAN UNTUK SERBUK TAK TERBAGI
Untuk pemakaian luar, dikemas dalam wadah kaleng yg
berlubang-lubang atau sejenis ayakan untuk
memudahkan penggunaan pada kulit.
Untuk obat dalam, disimpan dalam botol bermulut lebar,
supaya sendok takar dapat mudah keluar masuk botol.
Wadah dari gelas digunakan untuk serbuk yang
mengandung bahan obat higroskopis, serbuk yang
mengandung bahan obat mudah menguap.
Untuk serbuk yang komponennya sensitif terhadap
cahaya menggunakan wadah gelas berwarna hijau atau
amber.
PERHITUNGAN DM
CONTOH SOAL :
1. Diketahui DM luminal satu kali 20 mg, dan satu
hari 80 mg. dengan menggunakan rumus young
maka dosis untuk anak 4 th adalah ?
2. R/ Acetosal 0.050
Luminal 0.010
S.L q.s
mf. Pulv.dtd.No.xv
S.3.dd.p.I
Pro : Anita ( 9 bulan)
SOAL NOMOR 1
n (tahun)
Dosis = x Do Dewasa
n + 12

4
1 kali = x 20 mg = 5 mg
4 + 12

4
1 hari = x 80 mg = 20 mg
4 + 12
SOAL NOMOR 2
Menurut FI, DM untuk acetosal dan luminal adalah
:
(a) Asetosal : 1 g (sekali), 8 g (Sehari)
(b) Luminal : 0.300 g (sekali), 0.600 g (sehari)
Dengan menggunakan rumus fried , menurut umur,
DM untuk anita (9 bln) adalah :
n (Bulan)
Dosis = x Dosis Dewasa
150
Asetosal
9
1 kali = x 1 g = 0.06 g
150
9
1 hari = x 8 g = 0.48 g
150

Luminal
9
1 kali = x 0.300 g = 0.018 g
150
9
1 hari = x 0.600 g = 0.036 g
150
Menurut resep tersebut
Asetosal
0.05
1 kali = 0.05 g < 0.06 gr = x 100% = 83.3%
0.06
0.05
1 hari = 0.15 g < 0.48 g = 3x x 100% = 31.2%
0.48
Luminal
0.010
1 kali = 0.010 g < 0.018 g = x 100% = 55.5%
0.018
0.010
1 hari = 0.030 g < 0.036 g = 3x x 100% = 83.30%
0.036
R/ dapat dilayani karena DM masih dibawah 100%

Anda mungkin juga menyukai