Anda di halaman 1dari 23

Biografi

Nama : dr. Fatiha Sri Utami Tamad


TTL : Kupang, 11 Oktober 1990
Alamat : Karanglewas, Banyumas
Status : Menikah (Dwi Purwanto), Anak (on progress)
Riwayat pendidikan
SD Muhammadiyah Kupang & SD Sokanegara 3
Purwokerto (2001)
SMP N 6 Purwokerto (2004)
SMA N 5 Purwokerto (2007)
S1 Profesi Kedokteran Umum UNSOED Purwokerto
(2013)
Pekerjaan :
Tenaga pendidik Kedokteran Umum UNSOED
Purwokerto
Dokter BPJS Klinik SPN Purwokerto
Dokter Jaga IGD RS TK III WijayaKusuma Purwokerto
TRIAGE
Triage
Triage (baca : triase) Bahasa prancis :
mensortir / memilah
Adalah pemilahan penderita menurut
beratnya keadaan gawat darurat. Triage
bukan mengobati, hanya memilah.
TRIAGE Juga berlaku untuk
penseleksian korban untuk rujukan ke
Rumah Sakit & penanganannya.
Dilakukan
pada
prehospital
Dilakukan
pada
intrahospital
Yang harus dipahami
A : airway / jalan nafas
B : Breathing / pernafasan
C ; circulation / sirkulasi pembuluh darah
D : disability / kesadaran dan sistem persarafan
Pasien dengan gangguan A lebih cepat mati
dibanding dengan pasien gangguan B
Pasien dengan gangguan B lebih cepat mati
dibanding dengan pasien dengan gangguan C
Pasien dengan gangguan C lebih cepat mati
dibanding dengan pasien dengan gangguan D
Prinsip triage
Prioritas utama : gangguan A-B-C contoh
penderita sesak nafas, perdarahan hebat,
fraktur terbuka dg perdarahan hebat (warna
merah)
Prioritas sedang, tanpa gangguan A-B-C tetapi
mungkin akan memburuk bila ditinggalkan
contoh : patah tulang paha, patah tulang
terbuka, luka-luka dibanyak tempat (warna
kuning)
Prioritas rendah contoh ; klien tanpa keluhan,
penderita dengan luka lecet, patah tulang
lengan tertutup (warna hijau)
Bukan prioritas : sudah meninggal (warna
hitam)
KLASIFIKASI
Merah
MERAH: Gawat darurat (waktu respon: 0-10 menit)
Napas > 20 atau < 16
Napas tidak spontan kecuali airway dibuka
Korban tidak teraba nadi radialis tetapi ia
bernapas
Capillary refill > 2 detik
Tidak dapat bangun sendiri dan tidak dapat
mengikuti perintah sederhana
Tidak sadar
o Kesulitan bernafas o Kejang
(gangguan o Nyeri dada kiri
airway&breathing) o Cedera multipel
o Perdarahan dg gang o Trauma dada/abdomen
sirkulasi terbuka
o Dehidradrasi berat-Syok o Kasus OG : Persalinan
Kala 2 / kelainan
o GCS < 13 persalinan, eklampsia,
o Cedera kepala sedang- perdarahan, KET.
berat
o Cedera tulang belakang
(leher)
Kuning
KUNING: Darurat tidak Gawat (waktu respon: 30 menit)
Airway clear
Bernapas 16 - 20 kali semenit
Perdarahan yang terkontrol
Radialis teraba & Capillary refill < 2 detik
Korban tidak dapat bangun sendiri dan
membutuhkan bantuan orang lain untuk
bergerak
Kesadaran menurun dan dapat mengikuti
perintah yang sederhana
Penyakit berat namun sedang tidak
kambuh dengan kondisi habis obat
Luka robek terkontaminasi/fraktur
stabil
Luka bakar terehidrasi
Penurunan kesadaran (GCS > 13)
Dehidrasi ringan-sedang
Panas tinggi ( T>400 C)
Kasus OG : HEG hemodinamik stabil,
persalinan kala 1 11
HIJAU: Tidak gawat tidak darurat (waktu
respon: 60 menit )
Dapat bangun sendiri dan dapat bergerak ke arah
yang ditentukan
Luka lecet, luka robek tidak terkontaminasi,
batuk, pilek, histeria konversi

Hitam: DOA (death on arrival) (waktu


respon: 120 menit)
Meninggal
Cara melakukan Triage
< 16 / >20

16-20
0. Awal
Panggil semua penderita yang
dapat berjalan dan perintahkan
untuk pergi ke daerah yang aman
Semua penderita ditempat ini
mendapatkan kartu hijau
1. Pertama : Airway
Pergi ke penderita yang terdekat,
dan periksalah apakah masih
bernafas
Bila sudah tidak bernafas, buka
airway dan lihat apakah bisa
bernafas. Tetap tdk bernafas
hitam, bila kembali bernafas merah
Bila bernafas spontan kaji
Breathing
2. Kedua : Breathing
Bila penderita dapat bernafas
spontan, hitung kecepatan nafas
Bila PERNAFASAN >20 x/mnt / <16
x/mnt merah
Bila PERNAFASAN 16-20 x/mnt
kaji Circulation
3. Ketiga : Circulation
Periksa dengan cepat adanya pengisian
kapiler (kapilery refill)
Bila pengisian kapiler lebih dari 2 detik
merah
Serta tidak teraba denyut nadi radialis dan
teraba denyut nadi carotis merah
Bila pengisian kapiler kurang dari 2 detik
atau nadi teraba ke tahap selanjutnya
Dissability
4. Keempat : Disability
Kesadaran
Penderita harus mengikuti perintah
kita (misal : disuruh mengangkat
tangan)
Tidak dapat mengikuti perintah
merah
Dapat mengikuti perintah kuning
Lanjutan.
Bila sudah selesai dilanjutkan ke
penderita lainnya
Dilakukan dengan cepat dan tepat
Mungkin terdapat kesalahan triase,
tetapi lebih baik daripada tidak ada
keputusan sama sekali
Bila penderita dibawa ke fasilitas
yang lebih tinggi dilakukan triase
lagi !!
Forensik/
Hitam
Km Jenazah

Ambulan Terminal Care


Triase Standard
Pra-RS Gadar HCU

R. Resus.
Merah ICU

ICCU

PICU/ Perina

Pasien UGD
Admini- ReTriase / R. OK

R. Tindak / Monitor
Triase RS
strasi IW

Kuning Kebidanan

Ambulan lain/ R.Rawat


Datang sendiri/ Dewasa
diantar
R. Rawat
anak

Hijau Pulang

21
R. Tunggu
CONTOH KASUS
TERIMA KASIH