Anda di halaman 1dari 20

Asuhan keperawatan

keluarga dengan
hipertensi

Disusun oleh
Rais Fachrizal
Rima Ariyanti
Yulia Agustina
PENGKAJIAN KELUARGA
DATA UMUM
NAMA KELUARGA(KK) : Tn K
Jenis kelamin : Laki Laki
Tempat tanggal lahir : Tambah Mulyo ,12-12-
1948
Pendidikan terakhir : Sd Sederajat
Alamat dan nomor telpon : Tambah Mulyo Rt 004
Rw 001 Wates Timur
Kecamatan Gading Rejo
Kabupaten Pringsewu Lampung
Komposisi keluarga : Dirumah klien tinggal
bersama istri yaitu Ny. y yang
berumur 67 tahun. Mereka memiliki
6 orang anak dan sudah
berkeluarga.
Data keluarga
Genogram
TIPE KELUARGA
Tipe keluarga Tn.K adalah
Keluarga Inti (Nuclear Family)
karena terdiri dari seorang
suami, istri, dan anak kandung
yang tinggal dalam satu
rumah.
SUKU BANGSA
Klien mengatkan bersuku jawa
berbangsa Indonesia dan berbahsa
jawa dan Indonesia

AGAMA
Klien dan semua anggota keluarganya
beragama islam.
STATUS SOSIAL EKONOMI KELUARGA
Pendapatan keluarga Tn. K kira-kira
Rp.600,000,- perbulan sebagai buruh,
sedangkan istri Rp.400,000,- perbulan
sebagai buruh untuk biaya kebutuhan hidup
dibantu oleh anaknya yang sudah bekerja.

AKTIFITAS REKREASI KELUARGA


Klien biasanya rekreasi dengan menonton
televisi dirumah dan rekreasi di luar yaitu
pengajian
RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA
Riwayat kesehatan keluarga inti saat ini didalam keluarga Tn.
K dan Ny. Y ada yang menderita penyakit Hipertensi yaitu Tn.
K, sebelumnya Tn. K sering mengeluh pusing, jika pusing
seringnya klien tidak aktivitas riwayat dari Tn. K tidak ada
yang Hipertensi. Ketika Tn.K pusing atau sakit kepala Tn. K
kadang membeli obat diwarung atau langsung berobat ke
Puskesmas. Anggota keluarga yang lain tidak ada yang
menderita penyakit yang lainnya. Apabila dalam keluarga Tn.
K ada yang sakit langsung dibawa ke puskesmas. Riwayat
kesehatan keluarga sebelumnya tidak mempunyai riwayat
penyakit keturunan dari keluarga Tn. K maupun Ny. Y. Sistem
pendukung keluarga yaitu pada waktu Tn. K sakit atau ada
anggota keluarga yang sakit, pihak keluarga langsung
membawanya ke Puskesmas.
RIWAYAT TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
Keluarga Tn. K mempunyai 6 orang anak, anak
pertama sudah menikah dan tinggal di semarang,
anak kedua, ketiga, dan keempat sudah menikah
dan tinggal bersama suaminya. Saat ini keluarga
Tn.K berada pada Tahap perkembangan keluarga
tahap VI yaitu, keluarga yang melepas anak usia
dewasa muda (mencakup anak pertama, anak
kedua, ketiga, keempat dan kelima yang
meninggalkan rumah). Tahap perkembangan
keluarga Tn. K saat ini sudah terpenuhi, tidak ada
perkembangan keluarga yang belum terpenuhi.
KARAKTERISTIK RUMAH
Rumah klien terbuat dari bata , lantai rumah klien semen
hitam, dan dinding rumah berwarna kuning.

MOBILITAS GEOGRAFIS KELUARGA


Keluarga Tn K selama ini menjadi penduduk asli Tambah
Mulyo dan tidak pernah pindah rumah.

PERKUMPULAN KELUARGA DAN INTERAKSI DENGAN


MASYARAKAT

Ny Y mengatakan mulai bekerja pukul 07.00 wib yaitu


kesawah bertani hingga sebelum azan zuhur dan pada malam
hari digunakan untuk berkumpul bersama keluarganya ,Ny Y
mengikuti pengajian tiap hari Jumat pagi.

SISTEM PENDUKUNG KELUARGA


jumlah anggota keluarga 4 orang yaitu istri anak menantu
dan cucu. Sedangkan Ny. Y yang slalu mengantarkan klien
(Tn.K) periksa kerumah sakit atau petugas kesehatan.
III. STRUKTUR KELUARGA
POLA KOMUNIKASI KELUARGA
Anggota keluarga berkomunikasi langsung dengan
menggunakan bahasa jawa, dan mendapat informasi
kesehatan dari petugas kesehatan dan informasi lainnya
didapat dari televisi, buku dan Koran.
STRUKTUR PERAN KELUARGA
Formal
Tn.k sebagai KK Ny.Y sebagai istri dan Ny.N sebagai anak dan
An. R sebagai cucu
Informal
Tn.K sebagai pencari nafkah dibantu Ny. Y sebagai Buruh tani
Nilai & norma keluarga
Keluarga percaya bahwa hidup ini sudah ada yang mengatur
yaitu Allah SWT. Demikian pula dengan sehat dan sakit.
Keluarga juga percaya bahwa tiap sakit ada obatnya, bila ada
keluarga yang sakit dibawa kerumah sakit atau puskesmas
IV. FUNGSI KELUARGA
Fungsi sosial
Keluarga dapat memenuhi kebutuhan makan 3x sehari, pakaian
untuk anak dan biaya untuk berobat.
Fungsi perawatan keluarga
Keluarga belum mampu mengenal masalah perawatan keluarga
yaitu, cara merawat orang Hipertensi dan belum mampu
memutuskan perawatan yang akan diberikan kepada Tn. K..
Keluarga sudah mampu memanfaatkan fasilitas pelayanan
kesehatan yang ada didesanya. Saat ditanya Ny. Y belum tahu
tentang penyakitnya Tn. K dan belum mengerti penyebab dan
pengobatannya. Dari hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan pada
tanggal 27 Oktober 2017 pukul 16.00 WIB pada Tn. K diperoleh
data : TD 170/100 mmHg, RR 20x/ menit, nadi 90, Tn. K
mengatakan sering mengeluh pusing dibagian tengkuk, skala nyeri
4. Keluarga selalu berharap agar Tn. K dapat cepat sembuh agar
bisa beraktivitas seperti biasa sebelum Tn. K sakit dan keluarga
berharap petugas kesehatan memberikan informasi tentang penyakit
hipertensi dan cara pengobatan serta pencegahannya
V. STRES DAN KOPING KELUARGA
Stresor yang dimiliki keluarga (jangka
pendek)
Tn. K mengatakan sering merasa pusing
Stressor jangka panjang
Tn.K khawatir tensi nya bertambah tinggi
dan bisa mengakibatkan strok
VI. HARAPAN/TUJUAN KELUARGA
Keluarga berharap pada petugas kesehatan
agar selalu meningkatkan mutu pelayanan
dan membantu masalah kesehatan Tn.k
VII. PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum tn k composmentis TD 170/100 mmHg, RR
20x/ menit, nadi 90 suhu 37,5 c tinggi badan 170 cm ,berat
badan 73 kg
Kepala : rambut klien bersih, warna hitam banyak uban ,
mudah rontok dan wajah pucat
Mata : konjungtiva klien berwarna merah muda, sclera putih,
keadaan mata simetris
Hidung : pernapasan spontan
Mulut : bibir lembab , tidak ada stomatis, terdapat karies gigi,
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, limfe, dan
terdapat pembesaran vena jugularis
Dada :tidak ada tarikan intercosta, bentuk dada simetris,
suara paru sonor, suara jantung
Perut : bentuk perut bulat datar, bising usus 12x/menit,
suara perut timpani
Ekstrimitas : tidak terdapat edema ada ekstrimitas, baik atas
maupun bawah.
ANALISIS DATA
DS :
Keluarga dan Tn. K mengatakan Tn. K sering mengeluh
pusing
Keluarga dan Tn. K mengatakan tidak tahu tentang
penyakitnya
Keluarga mengatakan jika Tn. K pusing tidak aktivitas
Keluarga dan Tn. K mengatakan cemas dengan penyakit
yang diderita oleh Tn. Z
tidak sembuh-sembuh

DO :
Tn. K nampak sering memegang tengkuk
Keluarga dan Tn. K tidak tahu saat ditanya tentang penyakit
Tn. K
Tn. Z nampak sering tidak aktivitas jika merasa pusing
Keluarga Tn. Z nampak takut dan cemas tentang penyakit Tn.
K untuk kedepannya
TD 170/100 mmHg,
RR 20x/ menit,
nadi 90X/ Menit
Analisa data
1. Nyeri Akut
Tujuan Umum : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari
diharapkan gangguan rasa nyaman (nyeri) teratasi atau hilang ditandai
dengan klien mengatakan jarang pusing.
Tujuan Khusus :
Klien dan keluarga mampu mengenal masalah hipertensi
Keluarga mampu mengambil keputusan
Keluarga mampu merawat anggota keluarga yang sakit
Keluarga mampu memodifikasi lingkungan yang aman
Keluarga mampu melakukan pelayanan kesehatan
Intervensi Keperawatan
Berikan penjelasan pada keluarga tentang merawat anggota keluarga yang
sakit (hipertensi) dengan tehnik relaksasi progresif, kompres hangat pada
bagian tengkuk dan menghindari perubahan posisi secara mendadak.
Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi,
karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi
Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan
Bantu pasien dan keluarga untuk mencari dan menemukan dukungan
Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan,
pencahayaan dan kebisingan
Kurangi faktor presipitasi nyeri
2. Ansietas
Tujuan Umum : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3
hari diharapkan rasa takut teratasi/hilang ditandai dengan klien
maupun keluarga tidak cemas dan mampu mengerjakan apa yang
sudah dijelaskan.
Tujuan Khusus :
Keluarga mampu menerapkan untuk kebutuhan tidur yang sesuai
Keluarga mampu memeriksakan secara teratur ke pelayanan
kesehatan
Klien mengatakan sudah tidak cemas
Wajah klien tampak rileks
Intervensi keperawatan
Anxiety Reduction (penurunan kecemasan)
Gunakan pendekatan yang menenangkan
Nyatakan dengan jelas harapan terhadap pelaku pasien
Jelaskan semua prosedur dan apa yang dirasakan selama prosedur
Pahami prespektif pasien terhadap situasi stres
Temani pasien untuk memberikan keamanan dan mengurangi takut
Dorong keluarga untuk menemani anak
Lakukan back / neck rub
2. Intoleransi aktivitas
Tujuan Umum : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari
diharapkan mobilitas klien tidak terhambat ditandai dengan sudah tidak
banyak istirahat dan tidak berhenti beraktivitas.
Tujuan Khusus :
Memenuhi kebutuhan dasar manusia
Mencegah terjadinya trauma
Mempertahankan tingkat kesehatan
Mempertahankan interaksi sosial dan peran sehari-hari
Mencegah hilangnya kemampuan fungsi tubuh
Intervensi keperawatan :
Observasi adanya pembatasan klien dalam melakukan aktivitas
Kaji adanya faktor yang menyebabkan kelelahan
Monitor nutrisi dan sumber energi yang adekuat
Monitor pasien akan adanya kelelahan fisik dan emosi secara
berlebihan
Monitor respon kardivaskuler terhadap aktivitas (takikardi,
disritmia, sesak nafas, diaporesis, pucat, perubahan hemodinamik)
Monitor pola tidur dan lamanya tidur/istirahat pasien
Kolaborasikan dengan Tenaga Rehabilitasi Medik dalam
merencanakan progran terapi yang tepat.
Sekian
dan
Terima kasih