Anda di halaman 1dari 28

Evaluasi Program program

Pelayanan Antenatal Terpadu di


Wilayah Kerja Puskesmas Klari
Periode Oktober 2016 sampai
dengan September 2017
Nur Asmalina Azizan (11.2015.456)

Kepaniteraan IKM Fakultas Kedokteran UKRIDA


Latar Belakang
Angka Kematian ibu yang tinggi masih merupakan salah satu masalah
kesehatan di Indonesia

305 ibu meninggal per 100 000 ibu (berkaitan


WHO 2015
kehamilan, persalinan dan nifas)

Sirkesnas 2016 25% ibu hamil yang belum pernah memeriksa


kehamilan ke fasilitas kesehatan

Keputusan Menteri
Kesehatan RI Nomor cakupan K4 ibu hamil dengan target sebesar
1457/Menkes/SK/X/ 2003 100% pada tahun 2017
Tujuan Umum

Untuk menngetahui masalah dan


penyelesaian masalah dalam program
Pelayanan Antenatal Terpadu di
Puskesmas Kecamatan Klari, Kabupaten
Karawang periode Oktober sampai dengan
September 2017 dengan pendekatan
sistem
Tujuan Khusus
Diketahuinya cakupan Diketahuinya cakupan
program kunjungan ibu program kunjungan ibu
hamil (K1) di Puskesmas hamil (K4) di Puskesmas
Kecamatan Klari, Kecamatan Klari,
Kabupaten Karawang Kabupaten Karawang
periode Oktober sampai periode Oktober sampai
dengan September 2017 dengan September 2017.

Diketahuinya cakupan Diketahuinya cakupan


deteksi dini ibu hamil penanganan komplikasi
dengan risiko tinggi di obstetrik di Puskesmas
Puskesmas Kecamatan Kecamatan Klari,
Klari, Kabupaten Karawang Kabupaten Karawang
periode Oktober sampai periode Oktober sampai
dengan September 2017. dengan September 2017.
Semua ibu hamil yang ada
di wilayah kerja Puskesmas
Kecamatan Klari,
Kabupaten Karawang

Sasaran periode Oktober sampai


dengan September 2017.
Metode

Membandingkan cakupan kunjungan ibu


hamil K4 terhadap tolok ukur yang telah
ditetapkan.
Menemukan penyebab masalah dengan
menggunakan pendekatan system.
Kemudian dibuat usulan dan saran sebagai
pemecahan masalah tersebut berdasarkan
penyebab masalah yang ditemukan dari
unsur-unsur sistem.
Data Khusus

Tenaga
Masukan Sarana
Dana
Metode
Dokter umum : 4 orang
1. Tenaga Bidan : 25 orang
Perawat : 21 orang
(Man) Kader : 5 orang
Petugas laboratorium : 1 orang
Petugas administrasi : 2 orang

2. Dana APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) : Cukup


(Money) BOK (Biaya Operasional Kesehatan) : Cukup
Leaflet : Tidak ada
3. Sarana Poster : Tidak ada
Spanduk : Tidak ada
(Material) Buku panduan : Ada
Formulir pencatatan dan pelaporan : Ada

Kunjungan ibu hamil K1 dan K4


Deteksi dini ibu hamil risiko tinggi
4. Metode
Rujukan kasus risiko tinggi maternal
(Method) Kelas Ibu Hamil
Kunjungan rumah ibu hamil
Pencatatan dan pelaporan
Proses

1.
Perencanaan

4. 2.
Pengawasan Organisasi

3.
Pelaksanaan
Perencanaan
perawatan kehamilan
bagi ibu hamil yang
berkunjung ke
puseksmas setiap hari
kerja pada pukul
08.00-14.00 WIB
dimana adanya
penerapan 10 T.

pendeteksian dini risiko


Perencanaan rujukan Perencanaan
Perencanaan tinggi pada ibu hamil di
ibu hamil risiko tinggi dalam puskesmas
dilakukan oleh bidan bersamaan pemeriksaan
setiap hari kerja pada 10T pada saat kunjungan
pukul 08.00-14.00 di ibu hamil yang dilakukan
poliklinik KIA dan oleh bidan setiap hari
dapat dilakukan di luar kerja pukul 08.00-14.00
jam kerja melalui di Puskesmas atau di
pelayanan PONED 24 Posyandu.
jam.
Perencanaan jadwal
kelas ibu hamil bagi 8
desa sepanjang satu
tahun dan melantik
fasilitator kelas ibu
hamil per desa dengan
tempat dan waktu yang
disepakati oleh bidan
dengan peserta kelas
ibu hamil.

Pencatatan dan
pelaporan : Perencanaan
Pencatatan : akan Perencanaan kunjungan rumah ke
dilakukan setiap ibu hamil yang risiko
hari kerja pada pkl tinggi 1x/bulan
08.00-14.00 WIB. dimana bidan desa
Pelaporan : akan masing-masing
dilakukan setiap bertanggungjawab
awal bulan. sebagai pelaksana.
Pelaksanaan

Dilakukan perawatan kehamilan 10T oleh bidan setiap


kunjungan ibu hamil pada hari kerja pada pukul 08.00-14.00
WIB di poli KIA dan setiap diadakan Posyandu.
Dilaksanakannya pendeteksian dini risiko tinggi kehamilan
pada ibu hamil pada saat pemeriksaan 10T saat kunjungan ibu
hamil yang dilakukan bidan setiap hari kerja pukul 08.00-
14.00 di Puskesmas Klari atau posyandu.
Rujukan ibu hamil risiko tinggi dilakukan oleh bidan setiap
hari kerja pada pukul 08.00-14.00 di poliklinik KIA dan
PONED dengan merujuk golongan ibu hamil berisiko tinggi.
Pelaksanaan

Pelaksanaan kelas ibu hamil yang dilakukan bidan


desa dengan waktu sesuai jadwal yang ditetapkan
oleh puskesmas dengan peserta kelas ibu hamil.
Kunjungan rumah akan dilakukan minimal 1 bulan
sekali oleh bidan desa dengan sasaran ibu hamil
dengan risiko tinggi dan sedang
Pencatatan dilakukan setiap hari kerja dan
dilakukan pelaporan setiap awal bulan.
Pengawasan

Pencatatan dan Pelaporan


Ada, 1x/bulan dilaporkan hasil pencatatan dari tiap sektor
yang berkaitan dengan program kepada kepala Puskesmas
dan ditandatangani oleh kepala Puskesmas.

Rapat
Ada, tiap bulan diadakan rapat dan dipimpin oleh kepala
Puskesmas untuk mengetahui apakah program berjalan
sesuai dengan rencana.
Masalah Menurut Keluaran
UMPAN BALIK
No Variabel Tolok Ukur Cakupan Masalah
Adanya pencatatan dan pelaporan secara lengkap
setiap
I bulan mengenai program pembagian tablet
Keluaran
Fe /bulan, dan diadakannya
1. Cakupan K1 rapat secara 100%
berkala 81,5% (+) 18,5%
/bulan, 2.
/3bulan, danK4/6bulan untuk mengevaluasi
Cakupan 100% 77,0% (+)23,0%
program 3. yang telahDeteksi
Cakupan dijalankan. 100% 45,2% (+)54,8%
Dini Risiko Tinggi
4. Cakupan 100% 35,2% (+)64,8%
Penanganan
Komplikasi
Obstetrik
Masalah Menurut Masukan

No. Variabel Tolok Ukur Pencapaian Masalah

1 Leaflet Ada Tidak ada (+)

2 Poster Ada Tidak ada (+)

3 Register kohort ibu Pencatatan daftar Pencatatan (+)


absen ibu hamil dan ada, tetapi
perkembangan belum lengkap
kehamilannya.
Masalah Menurut Proses
UMPAN BALIK
Variabel Tolok Ukur Pencapaian Masalah
Kelas Ibu Hamil Dilakukan. Seorang ibu hamil Kelas ibu hamil tidak
harus mendapatkan 3 kali mendapat partisipasi penuh
Adanya pencatatan dan pelaporan secara lengkap
mengikuti kelas ibu hamil dari ibu hamil kerana (+)
setiap bulan mengenai program pembagian tablet kebanyakan ibu hamil
Fe /bulan, dan diadakannya rapat secara berkala kerja.Tidak ada data absen
ibu hamil yang lengkap
/bulan, /3bulan, dan /6bulan untuk mengevaluasi
program yang telah dijalankan.
Kunjungan Rumah Ibu Lengkap. Tidak ada data (+)
Hamil

Pencatatan dan Menggunakan kartu ibu, buku Tidak lengkap


Pelaporan KIA, register kohort ibu (+)
hamil. Menggunakan Laporan
Bulanan, Pemantauan
Wilayah Setempat KIA
tahunan
Prioritas Masalah

1. Cakupan kunjungan ibu hamil


K4 yang mempunyai besar
masalah 6,4%

2. Cakupan deteksi dini ibu hamil


risiko tinggi oleh tenaga
kesehatan dan masyarakat yang
mempunyai besar masalah 41,8%
Masalah 1:
Cakupan kunjungan ibu hamil K4 yang
mempunyai besar masalah 23,0%
Penyebab Penyelesaian

i. Kurangnya pengetahuan ibu hamil akan Meningkatkan pengetahuan dengan upaya


kepentingan meriksa kehamilan secara pengadaan media promosi kesehatan
terus-menerus menyebabkan kunjungan seperti video tentang kunjungan antenatal
K1 memiliki presentase lebih tinggi dan persalinan di posyandu dan pada saat
berbanding K4. kelas ibu hamil.

ii. Kebanyakan ibu hamil yang tinggal di ii. Memberikan edukasi kepada ibu
klari adalah imigran dan bukan penduduk asal hamil saat K1 tentang pentingnya
Klari menyebabkan kebanyakannya pulang ke pemeriksaan hamil secara berterusan dan
kampung saat mau melahirkan menyebabkan perlunya pemberitahuan bahwa
K4 tidak terpenuhi. pemeriksaan Antenatal dapat dilakukan
disemua puskesmas termasuk puskesmas
kelurahan.
Penyebab Penyelesaian

iv. Pencatatan di kohort antenatal tidak Menekankan kepada bidan desa untuk
dilakukan dengan lengkap dan tiada catatan pengisian kohort antenatal care secara
tentang rekam medis ibu hamil sehingga tidak lengkap.
terlapornya kunjungan yang dilakukan oleh
ibu hamil. Menghadirkan supervisi untuk memonitor
para bidan saat pencatatan secara
berkala.

v. Ibu hamil juga selalu lupa untuk Kerjasama dari kepala puskesmas, bidan
membawa buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) koordinator serta bidan desa dalam
saat memeriksa kehamilan ke puskesmas menggerakkan penggunaan Kartu Ibu
menyebabkan pencatatan dan pelaporan data sesuai dengan Pedoman Pelayanan
tidak lengkap. Antenatal care terpadu.
Masalah 2:
Cakupan deteksi dini ibu hamil risiko tinggi
oleh tenaga kesehatan dan masyarakat yang
mempunyai besar masalah 54,8%
Penyebab Penyelesaian
i. Kunjungan ke rumah ibu hamil Mempergiatkan bidan desa untuk
dengan risiko tinggi tidak rutin melakukan kunjungan rumah dan
dilakukan oleh bidan desa. Selain melakukan pendataan lengkap terutama ibu
itu, tidak ada data tentang hamil yang berisiko tinggi yang tidak dapat
kunjungan rumah sekiranya memeriksakan kehamilannya di fasilitas
dilakukan oleh bidan tersebut kesehatan.

ii. Masih kurangnya ibu hamil yang Mengadakan penyuluhan kelompok dalam
memeriksakan kehamilannya di program Gerakan Sayang Ibu (GSI), agar
fasilitas kesehatan secara rutin, dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil
sehingga tidak dapat terdeteksi tentang pentingnya memeriksakan
risiko sedari dini. kehamilan secara rutin.
Penyebab Penyelesaian

iii. Ibu hamil lebih memilih melakukan Kerjasama dari kepala puskesmas, bidan
pemeriksaan kehamilan ke Bidan Praktek koordinator serta bidan desa dengan Bidan
Swasta (BPS) yang lebih dekat dengan Praktek Swasta (BPS) supaya ibu hamil yang
tempat tinggal mereka. berisiko tinggi dirujuk ke puskesmas untuk
tindak lanjut yang seterusnya.

v. Pencatatan di kohort antenatal tidak Menekankan bidan desa untuk menggunakan


dilakukan dengan lengkap dan tiada sepenuhnya kartu ibu supaya informasi
catatan tentang rekam medis ibu hamil mengenai risiko tinggi ibu hamil dapat dilakukan
sehingga tidak tidak terlapornya tatalaksana dan dirujuk sekiranya ada indikasi.
kunjungan yang dilakukan oleh ibu
hamil. Menghadirkan supervisi untuk memonitor para
bidan saat pencatatan secara berkala.
Kesimpulan
Dari hasil evaluasi program Pelayanan kunjungan
Antenatal Care yang dilakukan dengan cara pendekatan
sistem di Puskesmas Klari Kabupaten Karawang periode
Oktober sampai dengan September 2017 didapatkan
kesimpulan sebagai berikut :
Cakupan kunjungan ibu hamil K1 sebesar 81,5 % dari target 100% dengan
besar masalah 18,5%
Cakupan kunjungan ibu hamil K4 sebesar 77,0% dari target 100% dengan
besar masalah 23,0%
Cakupan deteksi dini ibu hamil risiko tinggi oleh tenaga kesehatan dan
masyarakat sebesar 45,2% dari target 100% dengan besar masalah 54,8%
Cakupan penanganan komplikasi obstetrik pada ibu hamil sebesar 35,2%
dari target 100% dengan besar masalah 64,8%
pencatatan dan pelaporan kurang lengkap.
Kesimpulan

Ditemukan adanya dua prioritas masalah yaitu cakupan


kunjungan ibu hamil k4,cakupan penanganan komplikasi
obstetric . Ditemukan penyebab masalah berada pada
keluaran:
Cakupan kunjungan ibu hamil K4 sebesar 77,0% dari
target 100% dengan besar masalah 23,0%
Cakupan deteksi dini risiko tinggi oleh tenaga
kesehatan dan masyarakat sebesar 45,2% dari target
100% dengan besar masalah 54,8%