Anda di halaman 1dari 64

Anggota :

1. Dani Fitrah Hayati


2. Farah Meishara
3. Maisura Antika R
4. Poppy Apriani
5. Relin Yesika
6. Yosi Oktavia
DEFINISI

Suatu infeksi yang disebabkan oleh


Parasit, ditularkan melalui hospes dan
Parasitic Disease akan berkembang biak di sel inangnya
dengan memanfaatkan sumber
makanan dari sel inang.
PATOFISIOLOGI

PARASIT Masuk ke jaringan hospes

Parasit adalah
organisme atau
INFEKSI
makhluk hidup yang
makanan, tempat
tinggal, dan
perkembangbiakannya
sebagian atau
seluruhnya bergantung
Pengetahuan
pada organisme lain,
Kesehatan
baik sementara
ataupun selamanya
Keadaan
lingkungan yang
Sumber Infeksi
menguntungkan
parasit

Sumber Endemi Parasit

Tersedia hospes yang cocok

Adanya hospes yang dapat


ditulari

Penularan parasit
JENIS PARASIT

PARASIT

SPOROZOA NEMATODA

1. Plasmodium 1. Ascaris
2. Toxoplasma 2. Filaria
JENIS-JENIS PENYAKIT INFEKSI PARASIT

FILARIASIS

INFEKSI CACING

MALARIA

TOKSOPLASMOSIS
FILARIASIS
Definisi
Suatu penyakit infeksi menular kronik yang disebabkan oleh sumbatan cacing
filaria (Nematoda darah) di kelenjar/saluran getah bening (limfe), menimbulkan
gejala klinis akut berupa demam berulang, radang kelenjar saluran getah bening,
edema dan gejala kronik berupa elefantiasis (kaki gajah)

Penyebab

Nematoda Wuchereria bancrofti yang ditularkan melalui gigitan


nyamuk dari genus Culex, Anopheles, Aedes, dan Mansonia.

Manifestasi Klinis

Awalnya tanpa gejala, kemudian terdapat limfodema di kaki dan alat genital
(pembengkakan penis dan skrotum)
GEJALA KLINIS
Adenolimfangitis (ADL) akut
Terjadi kerusakan Limfatik Subklinik
40% mengalami gangguan ginjal dengan proteinuria dan haematuria
ADL ditandai dengan demam, inflamasi limfa, dan edema lokal sementara
ADL kemudian berkembang menjadi obstruksi limfa dan elefantiasis,
penebalan jaringan subkutan, dan hiperkeratosis
Dalam mendeteksi filaria sulit, namun mikrofilia dapat dideteksi didaerah
perifer dan cairan hidrokel dengan pendeteksian antigen Wuchereria bancrofti
Pasien akan mengalami eosinofilia dan pengikatan IgE.
PATOGENESIS
TERAPI

Dietilkarbamazin DEC 6mg/kg BB


sitrat (DEC) Pemberian
selama 12 hari

Terapi Penyembuhan Tambahan


6mg/kg BB + atau albendazol Ivermectin
400 mg 200 mg sehari 2 dosis 150

Terapi Penyembuhan Utama


Terapi Pencegahan

Albendazol kali selama 21 mcg/kg BB 1x


1xsetahun hari sehari
selama paling
tidak5 thn pada
65% populasi
MEKANISME KERJA
1. DEC - menurunkan aktivitas otot sehingga parasit akan akan mengalami
paralisis dan mudah terusir dari tubuh hospes dan merubah permukaan
membran mikrofilia sehingga mudah dihancurkan oleh daya pertahanan hospes
2. Albandazole menghambat sintesis mikrotubulus dalam nematoda sehingga
akan mengurangi pengambilan glukosa dari hospes, akibatnya parasit
dilumpuhkan dan mati secara perlahan
3. Ivermectin paralisis (hilangnya fungsi otot) nematoda dengan meningkatkan
transmisis sinyal yang diperantarai GABA nematoda di perifer, sehingga cacing
mati.
INFEKSI CACING
Infeksi Cacing
Tambang
(Ankilostomiasis)

Infeksi Cacing Gelang


(Askariasis)

Infeksi Cacing Kremi


(Enterobiasis)

Infeksi Cacing Pita


(Taeniasis)
INFEKSI CACING TAMBANG (ANKILOSTOMIASIS)

Penyebab Gejala infeksi Diagnosis Terapi

Mebendazol,
Memeriksa telur
dosis dewasa
Nyeri ringan dan larva
Ancylostoma dan anak > 2
epigastrik, rhabditiform.
duodenale atau tahun 100 mg
sakit kepala, Pasien dapat
Necator sehari 2 kali
lemah, anemia, mengalami
americanus selama 3 hari.
hipoproteinemia. eosinofilia (30-
60%) pada awal
Obat lain adalah
infeksi.
albendazol.
SIKLUS HIDUP
Siklus hidup : Cacing dewasa hidup di usus halus dan melekat pada mukosa
menyebabkan kerusakan jaringan. Cacing betina bertelur di dalam feses
berkembang menjadi larva. Orang akan tertular bila memakan makanan atau
minuman yang terkontaminasi telur cacing atau menembus kulit yang
mengalami erupsi dengan pembengkakan dan kemerahan.
INFEKSI CACING GELANG (ASKARIASIS)

Penyebab Manifestasi klinik Diagnosis Terapi

gangguan di saluran
cerna,
rasa tidak enak di
perut,
Mebendazol.
nyeri ringan di
kuadran kanan atas, Dosis dewasa
kolik empedu, dan anak > 2
pankreatitis, tahun 100 mg
Ditetapkan
Cacing Ascaris obstruksi sehari 2 kali
abdominal, berdasarkan adanya
lumbricoides selama 3 hari.
muntah dan telur di feses.
apendisitis. Albendazol 400
Bila larva cacing
mg dosis
bermigrasi melalui
paru, pasien akan tunggal.
mengalami demam,
batuk dan
pneumonitis.
INFEKSI CACING KREMI (ENTEROBIASIS)
Penyebab Gejala Diagnosa Terapi

Perut terasa tidak


enak dan gatal
disekitar perianal Pirantel pamoat 11
karena berpindahnya mg/kgBB
Enterobius cacing betina dan (maksimum 1 g)
adanya telur cacing. Pemeriksaan dosis tunggal,
vermicularis.
Garukan yang kuat mikroskopik telur dapat diulang
Berukuran kecil, dalam waktu 2
dan sering dapat cacing yang dapat
panjang sekitar 1 diperoleh dari swab minggu.
menyebabkan
cm. dermatitis. Pada anak (apusan) perianal
Yang terinfeksi gatal tersebut dapat dengan tape adhesif Albendazol 400
terutama anak- menyebabkan gelisah yang ditempelkan ke mg (dewasa dan
anak. dan gangguan tidur. perianal. anak > 2 tahun)
Komplikasi yang yang harus
terjadi adalah diulang dalam
apendisitis dan waktu 2 minggu.
perforasi intestinal.
INFEKSI CACING PITA (TAENIASIS)
Penyebab Gejala Diagnosa Terapi

Infeksi T. saginata
akan
menyebabkan rasa
tidak enak pada
bagian perianal,
berat badan turun,
Taenia saginata rasa nyeri ringan
(Cacing pada di perut, lemah,
Sapi) kehilangan selera telur pada feses dan di
makan. daerah perianal, Prazikuantel 10
eosinofilia dan mg/kg, dosis tunggal
Taenia solium
Infeksi T. solium peningkatan igE
(Cacing pada
Babi) akan
menimbulkan rasa
tidak enak di ulu
hati, mual, sensasi
lapar, berat badan
turun, diare, sering
tanpa keluhan
SIKLUS HIDUP
Cacing pita hidup di jejunum bagian awal sapi (Taenia saginata) dan
babi ( Taenia solium) kemudian telur yang menetas menjadi larva
berpindah ke otot rangka sapi atau babi. Manusia terinfeksi karena
memakan daging sapi yang tidak/ kurang masak yang mengandung
larva atau memakan sayuran yan tercemar kotoran sapi yang
mengandung telur. Telur yang termakan akan menetas dan larvanya
berpindah ke lain tubuh.
MALARIA

Merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit protozoa


genus plasmodium yang menyerang sel darah merah

Ditularkan melaluigigitan nyamuk Anopheles betina

Spesies nyamuk Anopheles penyebab Malaria

Jenis Penyakit Periode prapaten Masa Inkubasi


Plasmodium (hari) (hari)
P. vivax Malaria 12 12-17
falcifarum
P.Falcifarum Malaria vivax 11 9-14
P.malariae Malaria Kuartana 33 18-40
P.ovale Malaria ovale 12 16-28
SIKLUS HIDUP MALARIA
Masuknya sporozoit kedalam aliran darah manusia akibat gigitan
nyamuk pembawa plasmodium
Sporozoit kurang dari 30 menit berpindah ke liver dan masuk ke sel liver
hepatosit
Sporozoit berkembang di liver dalam waktu 6-16 hari
Merozoit berpindah ke aliran darah dan menginvasi eritrosit,
berkembang hingga masak dalam waktu 24-72 jam
Sel darah merah terinfeksi lisis melepaskan merozoit
menginfeksi sel darah merah lain siklus dimulai
Di episode febril, akan menggigil akut terjafdi selama 48-72 jam
darah merah lisis darah merah infeksi melepas merozoit
Merozoit akan berkembang ke tahap seksual gametosit berkembang
scr seksual menjadi sporozoit baru ditularkan ke inang lain oleh
nyamuk
PATOFISIOLOGI
DIAGNOSA
Gejala penyakit malaria ditandai dengan daya tahan tubuh penderita,
jenis plasmodium, dan jumlah parasit yang menginfeksi
Gejala awal tdk spesifik, mirip dg gejala infeksi virus ringan (sakit
kepala, malaise, nausea, muntah, nyeri otot, nyeri sendi, demam,
menggigil, anoreksia, berkeringat) umumnya tdk dpt dideteksi malaria
Tahap awal tdk terdapat kerusakan organ
Tahap infeksi parah dapat menyebabkan koma, asidosis metabolik,
anemia kronik, hipoglikemik, gagal ginjal akut, edema pulmonal
(biasanya pada malaria falcivarum)
Gejala khas : demam periodik, anemia, pembesaran limpa
Demam khas malaria siang hari terdiri dari periode menggigil, puncak
demam, dan periode berkeringat
Periode demam :
- Periode menggigil + kejang (pd anak) = 15-60 menit
- Periode puncak demam (hingga 41C) = 2 jam
- Periode berkeringat seluruh tubuh suhu tubuh menurun dg cepat
tubuh lelah dan mengantuk = 2-4 jam
PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Pemeriksaan mikroskopik apusan darah tebal dan tipis apusan darah


tebal lebih spesifik karena darah lebih banyak tetapi lebih sulit untuk
diamati

Rapid Diagnostic Test dilakukan untuk deteksi antigen parasit malaria


dengan metode imunokromatografi dalam bentuk dipstik
TERAPI MALARIA

Tujuan terapi malaria tanpa komplikasi adalah mengeliminasi plasmodium


penyebab infeksi secepatnya agar tidak terjadi keparahan dan komplikasi
serta memutus rantai penularan. Sedangkan tujuan terapi malaria yang
parah adalah mencegah kematian.

TERAPI FARMAKOLOGI
Terapi malaria yang direkomendasikan adalah terapi kombinasi dua atau
lebih obat antimalaria yang bekerja membunuh parasit di darah dan
masing-masing obat bekerja pada reseptor yang berbeda
Tujuan kombinasi: meningkatkan efektifitas dan mencegah berkembangnya
resistensi
TERAPI

Obat kombinasi berbasis artemisin:

Terapi Artemeter + lumefantrin


Artesunat + amodiakuin
Artesunat + meflokuin

Lini 1 Artesunat + sulfadoksin-primetamin


Dihidroartemisin + piperakuin
Karena artemisin atau derivatnya cepat dieliminasi
maka diberikan selama 7 hari

Terapi Untuk kegagalan terapi dalam 14 hari dilakukan


dengan obat anti malaria lini kedua:
Artesunat + tetrasiklin/doksisiklin/klindamisin

Lini 2 Kinin + tetrasiklin/doksisiklin/klindamisin


Diberikan selama 7 hari
MEKANISME KERJA OBAT
1. Artesunat mengikat besi pd pigmen malaria utk mennghasilkan radikal bebas yg
akan beriteraksi dan merusak pr0tei parasit mulai dr bentuk cincin tr0p0z0id skiz0n
dan mampu menghambat gamet0sid
2. Artemeter derivat artemisinin yang larut dalam lemak dan cepat dieliminasi dari
plasma dengan
3. Klorokuin menghambat aktivitas polimerase heme plasmodia. Polimerase heme
plasmodia berperan mendetoksifikasi heme ferriprotoporphyri IX menjadi bentuk
homozoin yang tidak toksik. Heme ini bersifat membranlitik dan terbetuk dari
pemecahan Hb di parasit
4. Primakuin berubah menjadi elektrfil yg bekera sebgai mediat0r 0ksidasi- reduksi,
membantu aktivitas atimalaria melalui pembetuka 0ksigen reaktif atau
mempengaruhi transprtasi elektr0n parasit
5. Kina menghambat aktivitas heme plimerase shg teradi penumpukan substrat yg
bersifat t0ksik
TERAPI
Bila suhu tubuh > 38,5oC dapat diberikan antipiretik:
Parasetamol 15 mg/kgBB atau Ibuprofen 5 mg/kgBB
Pasien yang kejang dapat diberi benzodiazepin secara

Terapi parenteral/rektal/paraldehid IM
Wanita hamil trimester I dapat diberi kombinasi kinin dan
klidamisin selama 7 hari
Lain Wanita hamil trimester 2 dan 3 dapat diberi kombinasi dasar
artemisin/ artesunat + klidamisin/ kinin + klindamisin selama 7
hari
Ibu menyusui dapat diberi terapi secara umum kecuali primakuin
dan tetrasiklin

Artesunat IV/IM
diberika secara bolus IV dengan LD 2,4 mg/kgBB
Malaria + selama 2 menit, dan diulang setelah 12 jam dengan
dosis sama. Selanjutnya diberikan satu kali sehari

komplikasi sampai pasien sembuh


Artemeter IM
diberikan secara bolus IM dengan LD 3,2 mg/kgBB,
selanjutnya 1,6 mg/kgBB satu kali sehari
REGIMEN DOSIS TERAPI LINI 1
Hari Jenis Obat Jumlah tablet per hari menurut kelompok umur
0-1 2-11 1-4 5-9 10-14 > 15
bulan bulan tahun tahun tahun tahun
1 Artesunat 1 2 3 4
Amodiakuin 1 2 3 4
Primakuin - - 1 2 4
2 Artesunat 1 2 3 2-3
Amodiakuin 1 2 3 4
3 Artesunat 1 2 3 4
Amodiakuin 1 2 3 4

Dosis menurut berat badan:


Amodiakuin basa 10 mg/kgBB
Artesunat 4 mg/kgBB
Primakuin 0,75 mg/kgBB
Perhatian: anak umur < 1 tahun, ibu hamil, defisiensi G&PD tidak boleh menerima primakuin
REGIMEN DOSIS TERAPI LINI 2
Hari Jenis Obat Jumlah tablet per hari menurut kelompok umur
0-11 1-4 5-9 10-14 > 15
bulan tahun tahun tahun tahun
1 Kina Dosis 3x 3x1 3x1 3x (2-3)
per kg
BB
Doksisiklin - - - 2x50 2x100
atau mg mg /
Tetrasiklin 4x250
mg
Primakuin - 1 2 2-3
2-7 Kina Dosis 3x 3x1 3x1 3x (2-3)
per kg
BB
Doksisiklin
Dosis menurut berat badan: - - - 2x50 2x100
Amodiakuin basa 10 mg/kgBB mg mg
Artesunat 4 mg/kgBB
Primakuin 0,75 mg/kgBB
Perhatian: anak umur < 1 tahun, ibu hamil, defisiensi G&PD tidak boleh menerima primakuin
TERAPI EFEKTIF JIKA :

Hari ke 28 setelah pemberian obat klinis sembuh (sejak hari ke 4


pengobatan)
tidak ditemukan parasit stadium aseksual (sejak hari ke 7)
jika keadaan sebaliknya maka pengobatan tdk efektif dilakukan
terapi lini ke 2
TOKSOPLASMOSIS

suatu penyakit yang disebabkan oleh


Toksoplasma infeksi Toksoplasma gandii yaitu
parasite intraseluler

gigitan kucing atau gigitan hewan lain


oosit yang terdapat dalam debu yang
Penyebaran terkontaminasi (tertelan)
memakan daging yang kurang matang
dan mengandung kista jaringan

Infeksi umumnya menetap, sepanjang


hidup
Patogenesis Host yang rentan dan tidak
mengendalikan infeksinya akanmengalami
kerusakan jaringan yang progresif dan
kegagalan organ.
TOKSOPLASMA
Manifestasi Klinis Gejala Diagnosa Diagnosa

Toksoplasma
kongenital
Orang yang didiagnosis
dengan sistem dengan PCR
imun yang tidak Toksoplasma cairan amniotic
terganggu, maka Limfadenopati akut ditandai IgM dan IgG pada
penyakit ini tidak servikal (Demam, dengan adanya minggu pertama
menunjukkan Sakit kepala, takhizoid di kelahiran. IgG
manifestasi klinik Lemah dan jaringan dan IgM sebaiknya diukur
dengan kata lain Lelah) dan IgG terhadap setiap 2 bulan
dapat sembuh T. gondii
sendiri tidak Nodus tidak Toksoplasma
memerlukan lunak dan pada pasien AIDS mata, ditentukan
terapi. terpisah ditemukan IgG dengan adanya
terhdap T. gondii lesi tertentu pada
80-90% kasus pemeriksaan
tidak terdeteksi mata dan adanya
IgG terhadap
T.gondii.
TERAPI FARMAKOLOGI

Infeksi kongenital :

Nama obat Dosis Lama pemakaian


pirimetamin 0,5-1 mg/hari
Selama setahun
sulfadiazin 100 mg/kg

Infeksi Mata

Nama obat Dosis Lama pemakaian


Pirimetamin
Sulfadiazin atau Selama sebulan
klindamisin
Pasien dengan gangguan daya tahan tubuh:

Nama obat Dosis Lama pemakaian


pirimetamin 200 mg Loading dose
50-75 mg/hari Lanjutan
sulfadiazine 4-6g/hari terbagi
dalam 4 dosis
leukovorin 10-15 mg/hari

Alternatif :

Nama obat Dosis Lama pemakaian


pirimetamin 75 mg/hari Loading dose
Klindamisin 450 mg 3x1
PIRIMETAMIN
Indikasi Untuk profilaksis malaria dan terapi toksoplasmosis (kombinasi sinergis
dengan sulfonamide)

Kontraindikasi Hipersensitifitas terhadap pirimetamin dan komponen formulasi


Peringatan Jika dikonsumsi lebih dari 3-4 hari maka dikombinasi dengan leucovorin
untuk mencegah komplikasi hematologi
Cek komponen darah lengkap sekali 2 minggu
Hati hati pada pasien dengan ganguan ginjal dan gangguan hati.
Kategori kehamilan C
Menyusui Didistribusikan ke ASI, jadi tidak dianjurkan untuk ibu menyusui
Efek samping Aritmia, depresi, demam, insomnia, lemah, kejang, dermatitis, ruam, sindrom
steven jonson, nekrosis, mual muntah, diare, anemia, anafilaksis
Interaksi obat Dengan sulfonamide meningkatkan kadar dalam plasma darah dan juga
dengan obat metotreksat, trimetropim, zidovuddin meningkatkan resiko
supresi sumsum tulang belakang
Mekanisme kerja obat Menghambat enzim dihidrofolat reductase plasmodia pada kadar yang jauh
lebih rendah dari pada yang diperlukan oleh manusia. Bekerja pada sintesa
purin sehingga penghambatan menyebabkan gagalnya pembelahan inti pada
pertumbuhan skizon dalam hati dan eritrosit
SULFADIAZID
Indikasi Terapi infeksi saluran urin dan nokardiasis, terapi
toksoplasmosis dan terapi malaria

Kontraindikasi Hipersensitifitas terhadap sulfa dan komponen formulasi


Efek samping Pusing, demam, sakit kepala, gatal, ruam sindrom steven
jhonson, gangguan fungsi tiroid, mual muntah, anoreksia,
Interaksi obat Peningkatan efek sitotoksisitas dengan obat sulfadiazine,
meningkatkan anticoagulant oral dan antidiabetic oral,
Sulfadiazid dapat meningkatkan efek kadar substrak
CYP2C9, dapson, fluoksetin glimepiride dll

Mekanisme kerja Penghambat kompetitif PABA, kuman memerlukan PABA


obat untuk membentuk asam folat yang digunakan untuk sintesa
purin dan asam nuklet. PABA digantikan oleh sulfonilamid
maka asam folat yang terbentuk tidak lagi fungsional.
KLINDAMISIN
Indikasi Untuk profilaksis malaria dan terapi toksoplasmosis (kombinasi sinergis
dengan sulfonamide)

Kontraindikasi Hipersensitifitas terhadap pirimetamin dan komponen formulasi


Peringatan Jika dikonsumsi lebih dari 3-4 hari maka dikombinasi dengan leucovorin
untuk mencegah komplikasi hematologi
Cek komponen darah lengkap sekali 2 minggu
Hati hati pada pasien dengan ganguan ginjal dan gangguan hati.

Kategori kehamilan C
Menyusui Didistribusikan ke ASI, jadi tidak dianjurkan untuk ibu menyusui
Efek samping Aritmia, depresi, demam, insomnia, lemah, kejang, dermatitis, ruam,
sindrom steven jonson, nekrosis, mual muntah, diare, anemia, anafilaksis
Interaksi obat Dengan sulfonamide meningkatkan kadar dalam plasma darah dan juga
dengan obat metotreksat, trimetropim, zidovuddin meningkatkan resiko
supresi sumsum tulang belakang
Mekanisme kerja obat Bersifat bakteriostatik maupun bakterisida tergantung pada dosis yang
digunakan.
Klindamisin menghambat sintesa protein organisme dengan mengikat
subunit ribosom 50s yang mengakibatkan ikatan peptide.
TERAPI NON FARMAKOLOGI
Menjaga lingkungan sekitar
Jika punya hewan pliharaan seperti kucing, sebaiknya diberi vaksin
Hati-hati dalam mengkonsumsi daging
Olah daging dengan benar (daging matang, sehat dan bersih)
GANGGUAN FUNGSI GINJAL

Pasien dengan gangguan fungsi ginjal yang menurun akan memiliki peningkatan
resiko terhadap efek obat yang tidak diinginkan karena obat akan memiliki
maslaah dalam proses ekskresi
Sehingga dibutuhkan penyesuaian dosis dan pemilihan terapi obat yang tidak
memunculkan resiko nefrotoksik
Secara umum, obat pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal akan memiliki
perpanjangan waktu paruh eliminasi obat dan perubahan volume distribusi
sehingga perlu dilakukan pendekatan perhitungan bersihan klirens dan dikaitkan
dengan waktu eliminasi obat
PEMILIHAN OBAT-OBAT ANTIPARASIT PADA GANGGUAN
FUNGSI GINJAL

Obat malaria seperti klorokuin tidak perlu diberikan dg pengurangan dosis


untuk profilaksis kecuali gagal ginjal kronis
Penguunaan meflokuin menggantikan klorokuin dianggap lebih tepat
penggunaannya untuk pasien gagal ginjal dan tidak memerlukan pengurangan
dosis
Obat- obat antiparasit umumnya tidak menyebabkan nefrotoksik
Namun perlu dilakukan penyesuaian dosis atau penurunan dosis dengan
menghitung kreatinin clearens pasien terlebih dahulu kemudian penyesuaian
dosis dipilih berdasarkan perubahan farnakokinetik dan farmakodinamik dari obat
pada tiap individu
ASUHAN KEFARMASIAN
DAFTAR PUSTAKA
Dharma, S. 2015. Pengantar Patofisiologi Farmakologi Farmakoterapi. Yogyakarta
Dipiro, J.T. 2009. Pharmacoteraphy Handbook 7th Edition. Mc Graw Hill, New York.
Sukandar, E.Y. 2008. ISO Farmakoterapi 2. Jakarta : PT.ISFI Penerbitan
Shargel, L.. dan Yu. 2012. Biofarmasetika dan Farmakokinetika Terapan. Edisi
Kedua. Surabaya: Airlangga University Press
www.PIONASBPOM.com diakses pada tanggal 19 Oktober 2016.
Pengobatan lini pertama malaria falciparum dengan dihidroartemisin-
piperakuin-primakuin berdasarkan umur
Hari Jenis Obat Jumlah tablet per hari menurut kelompok umur
0-1 2-11 1-4 5-9 10-14 >15
bulan bulan tahun tahun tahun tahun
1 Dihydroartemisi 1/4 1 1.5 2 3-4
n
Piperakuin - - 3/4 1.5 2 2-3
2-3 Dihydroartemisi 1/4 1 1.5 2 3-4
n
Piperakuin

Pengobatan kedua pertama malaria falciparum kombinasi kina-doksisiklin


berdasarkan umur
Hari Jenis Obat Jumlah tablet per hari menurut kelompok umur
0-11 1-4 5-9 10-14 >15
bulan tahun tahun tahun tahun
1 Kina * 3x 3x1 3 x 1.5 3 x (2-3)
Doksisiklin - - - 2 x 1** 2 x 1***
Primakuin - 1.5 2 2-3
2-7 Kina * 3x 3x1 3 x 1.5 3 x (2-3)
Doksisiklin
* Dosis di berikan dalam kg/BB - - - 2 x 1** 2 x 1***
** 2 x 50 mg doksisiklin
*** 2 x 100 mg doksisiklin
Pengobatan lini kedua malaria falciparum kombinasi kina-tetrasiklin berdasarkan
umur
Hari Jenis Obat Jumlah tablet per hari menurut kelompok umur

0-11 1-4 tahun 5-9 tahun 10-14 >15 tahun


bulan tahun

1 Kina * 3x 3x1 3 x 1.5 3 x (2-3)

Tetrasiklin - - - - 4 x 1***

Primakuin - 1.5 2 2-3

2-7 Kina * 3x 3x1 3 x 1.5 3 x (2-3)

Tetrasiklin - - - 2 x 1** 4 x 1***

* Dosis diberikan dalam kg/BB


** 4 x 250 mg tetrasiklin
Pengobatan malaria vivax dan ovale
Hari Jenis Obat Jumlah tablet per hari menurut kelompok umur

0-11 1-4 5-9 10-14 >15


bulan tahun tahun tahun tahun

1 Klorokuin 1/4 1 2 3-4

Primakuin - - 3/4 1

2 Klorokuin 1 2 3-4

Primakuin - - 1

3 Klorokuin 1/8 1 2

Primakuin - 1

4-14 Primakuin - 1/4 1

Catatan : Pemakaian klorokuin tidak dianjurkan untuk daerah yang sudah resisten, sebaiknya
menggunakan artesunat + Amodiakuin.
Pengobatan lini kedua malaria vivax berdasarkan umur
Hari Jenis Obat Jumlah tablet per hari menurut kelompok umur

0-11 1-4 tahun 5-9 tahun 10-14 >15


bulan tahun tahun

1-7 Kina 1/4 1 2 3-4

1-14 Primakuin - 1/2 1

*dosis diberikan dalam kg/BB

Pengobatan malaria vivax penderita defisiensi G6PD berdasarkan umur


Hari Jenis Obat Jumlah tablet per hari menurut kelompok umur

0-11 2-11 1-4 5-9 10-14 >15


bulan bulan tahun tahun tahun tahun

8-12 Klorokuin 1/4 1 2 3 3-4

1-14 Primakuin - - 1/4 1/2 1


Pengobatan malaria malariae berdasarkan umur
Hari Jenis Obat Jumlah tablet per hari menurut kelompok umur

0-11 2-11 1-4 5-9 10-14 >15


bulan bulan tahun tahun tahun tahun

1-2 Klorokuin 1 2 3 3-4

3 Klorokuin 1/8 1/2 1 1 2

Pengobatan malaria campuran Malariae vivaks dan falsiparum berdasarkan umur dengan
Artesunat + Amodiakuin + Primakuin
Hari Jenis Obat Jumlah tablet per hari menurut kelompok umur
0-1 2-11 1-4 5-9 10-14 >15
bulan bulan tahun tahun tahun tahun

1 Artesunat 1 2 3 4
Amodiakuin 1 2 3 4
Primakuin - - 1/4 1 1/2 2 2-3
2-3 Artesunat 1 2 3 4
Amodiakuin 1 2 3 4
Primakuin - - 1/4 1/2 3/4 1
4-14 Primakuin - - 1/4 1/2 3/4 1
Pengobatan malaria campuran Malariae vivaks dan falsiparum dengan
Dihidroartemisin + Piperakuin (DHP) + Primakuin berdasarkan umur
Hari Jenis Obat Jumlah tablet per hari menurut kelompok umur
0-1 2-11 1-4 5-9 10-14 >15
bulan bulan tahun tahun tahun tahun
1 DHP 1 1 1/2 2 3-4
Primakuin - - 3/4 1 1/2 2 2-3
2-3 DHP 1 1 1/2 2 3-4
Primakuin - - 1/4 1/2 3/4 1
4-14 Primakuin - - 1/4 1/2 3/4 1

Pengobatan malaria falsiparum dengan Sulfadoksin-pirimetamin (SP) +


primakuin berdasarkan umur
Hari Jenis Obat Jumlah tablet per hari menurut kelompok umur
<1 1-4 5-9 10-14 >15
tahun tahun tahun tahun tahun
1 DHP - 3/4 1 2 3
Primakuin - 3/4 1 2 2-3
Pengobatan lini kedua Malariae vivaks dan falsiparum berdasarkan
umur
Hari Jenis Obat Jumlah tablet per hari menurut kelompok umur
0-11 1-4 5-9 10-14 >15
bulan tahun tahun tahun tahun
1 Kina * 3 x 1/2 3 x 1 3 x 1.5 3 x (2-
3)
Doksisiklin - - - 2 x 1** 2 x
1***
Primakuin - 1/4 1 1/2 2 2-3
2-7 Kina * 3 x 1/2 3 x 1 3 x 1.5 3 x (2-
3)
Doksisiklin - - - 2 x 1** 2 x
1***
*dosis diberikan dalam kg/BB
** 2 x 50 mg doksisiklin
*** 2 x 100 mg doksisiklin
Pengobatan Malaria falsiparum dengan kombinasi kina-tetrasiklin berdasarkan umur

Hari Jenis Obat Jumlah tablet per hari menurut kelompok umur
0-11 1-4 5-9 10-14 >15
bulan tahun tahun tahun tahun
1 Kina * 3 x 1/2 3 x 1 3 x 1.5 3 x (2-
3)
Tetrasiklin - - - * 4x
1***
Primakuin - 1/4 1 1/2 2 2-3
2-7 Kina * 3 x 1/2 3 x 1 3 x 1.5 3 x (2-
3)
Doksisiklin - - - * 4x
1***
*dosis diberikan dalam kg/BB
** 4 x 250 mg tetrasiklin

Pengobatan terhadap penderita yang diduga malaria


Hari Jenis Obat Jumlah tablet per hari menurut kelompok umur
0-1 2-11 1-4 5-9 10-14 >15
bulan bulan tahun tahun tahun tahun
1 Klorokuin 1 2 3 3-4
Primakuin - - 3/4 1 1/2 2 2-3
2 Klorokuin 1 2 3 3-4
3 Klorokuin 1/8 1/4 1/2 1 1 1/2 2
OBAT-OBAT YANG DIGUNAKAN UNTUK
TERAPI MALARIA
1. ARTEMETER
Indikasi : Pengobatan malaria berat termasuk malaria Plasmodium falciparum
yang resisten terhadap klorokuin
Peringatan : Jangan melebihi dosis yang direkomendasikan. Hindari pemberian
bersamaan dengan obat yang memperpanjang interval QT seperti
eritromisin, terfenadin, astemizol, probukol, antiaritmia, kelas 1A
(kuinidin, prokainamid, disopiramid), antiaritmia kelas III
(amiodaron,bretilium), bepridil, sotalol, antidepresan trisiklik,
neuroleptik tertentu dan fenitiazin. Pemberian intramuskular
dianjurkan pada pengobatan darurat pasien dengan malaria
parah.
Interaksi : Artemeter tidak memiliki interaksi yang dapat menurunkan efek
terapetik dengan obat lain maupun peningkatan toksisitas dan efek
samping.
KI : Trimester pertama kehamilan; riwayat aritmia, bradikardi yang secara
bermakna klinis, dan gagal jantung kongestif yang diikuti dengan penurunan
fraksi pemompaan ventrikular kiri; riwayat keluarga meninggal tiba tiba atau
perpanjangan interval QT kongenital; menyusui.
ES : Demam, retikulopati, peningkatan SGOT, aritmia, nyeri perut, anoreksia,
diare, mual, muntah, palpitasi, batuk, sakit kepala, pusing, gangguan tidur,
astenia, artralgia, myalgia, ruam, pruritis.
Dosis : Injeksi intramuskular selama 5 hari. Dosis awal 3.2 mg/kg BB diikuti dengan
1,6 mg/kg BB selama 4 hari. Dosis awal untuk dewasa 160 mg diikuti dengan
80 mg dari hari kedua sampai hari ke lima. Dosis untuk anak anak atau
pasien kelebihan berat badan harus diturunkan atau dinaikkan berdasarkan
berat ideal dibawah pengawasan dokter.
Obat beredar : Artem (Multi Mitra Biotech) injeksi intramuskular 80 mg/mL (K).
2. ARTESUNAT
Indikasi : Pengobatan malaria berat termasuk malaria P. Falciparum yang resisten
terhadap klorokuin.
Peringatan : Suntikkan setelah melarut, jangan digunakan jika terbentuk
kekeruhan, tidak boleh diberikan dengan cara penetasan intravena.
Lakukan pengobatan selama 5 hari pada malaria falciparum yang
resisten terhadap klorokuin. Tidak direkomendasikan untuk diberikan
pada wanita hamil.
Interaksi : Pemberian bersama dengan meflokuin dapat meningkatkan efek kuratif
KI : pasien dengan riwayat hipersensitifit
Dosis : injeksi intravena 2,4 mg/kg BB pada hari pertama diikuti dengan 1,2 mg/kg
BB selama 6 hari.
Obat beredar : Artesunat Injeksi (Bhineka Usada Raya) injeksi intravena 60
mg/mL.
ARTESUNAT + AMODIAQUIN
Indikasi:
pengobatan malaria falsiparum pada daerah dimana Plasmodium falcifarum telah
resisten dengan klorokuin
Perhatian:
Pasien ganguan fungsi hati, kecanduan alkohol.
Kontraindikasi:
Hipersensitif terhadap amodiaquin
Efek samping :
artesunat->penurunan eritrosit retikuler, mual, sakit kepala,jaundice, hipoglikemia, kejang
amodiaquin-> nyeri abdomen, mual,muntah,sakit kepala.
Dosis:
baik dewasa maupun anak anak
Artesunat: 4mg/kgBB sehari
Amodiakuin: 10 mg/kgBB sehari
KINA
Indikasi:
malaria falsiparum
Perhatian:
fibrilasi atrium, kehamilan.
Kontraindikasi:
mistenia gravis, hemoglubinaria
Efek samping :
sakit kepala, mual, skit perut, sinkonisme, ganguan penglihatan, gangguan
kardiovaskular, gagal ginjal akut.
Dosis:
10mg/KgBB
KLOROKUIN
Indikasi:
pengobatan dan profilaksis malaria
Perhatian:
Pasien ganguan fungsi ginjal, kehamilan gangguan neurologis, dapat memperberat
mistenia gravis, gangguan pencernaan berat
Efek samping :
ganguan saluran cerna, skit kepala, kejang, gangguan penglihatan, depigmentasi, reaksi
kulit (ruam, priritus).
Dosis:
Propilaksis malaria sebaiknya dimulai 1 minggu sebelum memasuki dan dilanjutkan 4
minggu setelah meninggalkan daerah endemik malaria, 300mg tiap minggu.
Bayi hingga 12 minggu BB < 6kg: 37.5 mg tiap minggu, bayi 12-11 bulan BB 6-10kg:
75mg tiap minggu,
Anak 1-3 tahun BB 10-16 kg: 112,5 mg tiap minggu, anak 4-7 tahun BB16-25kg: 150 mg
tiap minggu, anak 8-12 tahun BB 25-45kg: 225mg tiap minggu, anak >13 tahun dan
BB>45 dosis dewasa
MEFLOKUIN

Indikasi:
kemoprofilaksis malaria, pengobatan malaria vivax yang resisten klorokuin
Perhatian:
kehamilan, gangguan fungsi hati serius, gangguan konduksi jantung, tidak
untuk bayi dibawah 3 bulan (BB 5kg), epilepsi.
Kontraindikasi:
riwayat ganguan neuropsikiatri, termasuk depresi atau konvulsi,
hipersensitivitas.
Efek samping :
mual muntah, diare, sakit perut, pusing, reaksi neuropsikiatri (termasuk
neuropati sensorik dan motorik, tremor, ansietas, depresi, halusinasi, kejang) ,
ganguan penglihatan, ganguan fungsuihati..
Dosis:
Profilaksis malaria:
Dimulai 2 minggu sebelum memasuki dan dilanjutkan sampai 4
minggu setelah meninggalkan daerah endemis malaria.
Dewasa dan anak >45 kg: 250mg tiap minggu, BB 6-16kg: 62,5mg tiap
minggu, 16-25kg: 125mg tiap minggu, BB 25-45: 187,5 mg tiap
minggu.
Pengobatan malaria:
DEWASA: 5 tablet (1250mg) meflokuin dalam dosis tunggal
oral.
ANAK: >15 kg atau diatas 2 tahun: 20-25 mg/kg dalam
dosis tunggal atau dua dosis dibagi 6-8 jam terpisah.
PIRIMETAMIN

Indikasi:
malaria (tapi hanya digunakan dalam kombinasi dengan
sulfadoksin atau dapson).
Perhatian:
gangguna fungsi hati atau ginjal, kehamilan, menyusui.
Efek samping :
depresi hematopoesis pada dosis besar, ruam, isomnia.
SULFADOKSIN+PIRIMETAMIN

Indikasi:
terapi tambahan untuk kina untuk pengobatan
malaria Plasmodium falsiparum; tidak dianjurkan untuk
profilaksis.
Perhatian:
kehamilan, menyusui, tidak untuk profilaksis.
Efek samping :
infiltrat paru (misalnya alveolitis alergi atau eosinofilik).
Hentikan obat bila timbul batuk atau napas berat.
PRIMAKUIN

Indikasi:
tambahan untuk terapi Plasmodium vivax dan P. ovale, dan gametosidal pada
malaria falciparum,eradikasi stadium hepar.
Perhatian:
penyakit yang berhubungan dengan granulositopenia, kehamilan, menyusui.
Efek samping :
mual muntah, anoreksia, methemoglobinemia, anemia hemolitik terutama
pada defisiensi G6PD, leukopenia.
Dosis
pencegahan kambuh dan menularnya malaria vivax dan ovale : 0,25 mg/kgBB
untuk 14 hari. Sebagai efek gametosidal pada malaria falciparum : dosis
tunggal 0,75 mg/kgBB (dewasa 45 mg), dosis yang sama diulang 1 minggu
terakhir.