Anda di halaman 1dari 18

DANA PENSIUN

DASAR PENGATURAN:
Undang-undang No.11 tahun 1992 tertanggal 20 April
1992 tentang Dana Pensiun (UU Dapen).
PENGERTIAN
Dana Pensiun atau Pension Fund sebenarnya merupakan suatu
institusi atau pranata yang berasal dari sistem hukum Anglo-
Amerika.
Pension Fund merupakan dana yang sengaja dihimpun secara
khusus untuk tujuan memberikan manfaat kepada karyawan
pada saat mereka mencapai usia pensiun, meninggal dunia atau
cacat.Dana yang terhimpun ini dikelola dalam suatu lembaga
yang disebut trust sedangkan pengelolanya disebut sebagai
trustee.

11/10/2017
3

Trust di negara asalnya tunduk dan diatur


berdasarkan asas common law dan equity. Dalam
sistem ini dikenal 2 (dua) macam sistem pemilikan atas
kebendaan (dual ownership) yaitu legal owner dan
equitable owner.
Seorang trustee merupakan legal owner dari kekayaan
yang diurusnya, sedangkan beneficiary merupakan
equitable owner atas kekayaan yang diurus trustee.
Trustee atau dalam bahasa Indonesia disebut Wali
Amanat, memiliki legal title atau interest dan trustee
dapat melakukan semua perbuatan kepemilikan atas
kekayaan tersebut sepanjang menguntungkan
beneficiary.
4

Beberapa ciri dari trust :


Harta yang ada dalam trust (trust fund) terpisah dari kekayaan pribadi
trustee.
Harta trust dapat berubah-ubah, namun dengan ketentuan bahwa
beneficiary tetap memiliki hak;
Trust biasanya dibentuk berdasarkan perjanjian. Apabila trustee
melanggar perjanjian trust (breach of trust), misalnya dengan mengalihkan
aset trust kepada pihak ketiga, maka beneficiary sebagai equitable owner
dapat melaksanakan hak-haknya kepada pihak ketiga tersebut.
Di Indonesia dengan UU Dapen bentuk trust ini diadaptasi menjadi Dana
Pensiun, Dana Pensiun mana dapat dijalankan oleh pemberi kerja,
perusahaan asuransi atau bank.
Menurut Pasal 1 ayat 1 UU Dapen, Dana Pensiun adalah badan hukum
yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat
persiun.

Free Template from www.brainybetty.com 11/10/2017


5

STATUS BADAN HUKUM


Dana Pensiun memiliki status sebagai badan hukum dengan syarat dan tata
cara yang diatur dalam UU Dapen (Pasal 3 UU Dapen).

JENIS DANA PENSIUN


Dana Pensiun terdiri dari 2 jenis:
Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dan
Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

DPPK
DPPK adalah Dana Pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan yang
mempekerjakan karyawan selaku pendiri, untuk menyelenggarakan
Program Pensiun Manfaat Pasti atau Program Pensiun Iuran Pasti, bagi
kepentingan sebagian atau seluruh karyawannya sebagai peserta, dan
yang menimbulkan kewajiban terhadap pemberi kerja. (Pasal 1 ayat 2 UU
Dapen).
Free Template from www.brainybetty.com 11/10/2017
6
PEMBENTUKAN DAN TATA CARA PENGESAHAN
Pembentukan didasarkan pada :

(i) pernyataan tertulis pendiri yang menyatakan keputusannya untuk


mendirikan Dana Pensiun dan memberlakukan peraturan Dana Pensiun;
Hal tersebut disebabkan karena pendirian Dana Pensiun dikaitkan dengan
kemampuan pendiri / pemberi kerja untk secara jangka panjang
memenuhi kewajibannya terhadap Dana Pensiun. Dengan mendirikan Dana
Pensiun berarti akan timbul suatu kewajiban pada pemberi kerja untuk
wajib membayar iuran sejumlah yang telah disepakatinya kepada Dana
Pensiun selama Dana Pensiun tersebut berada. Selain itu, sekalipun
karyawan turut juga membayar iuran ke dalam Dana Pensiun, akan tetapi
iuran karyawan sepenuhnya tergantung dari kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kewajibannya yang berupa pembayaran gaji sekaligus juga di
dalamnya termasuk pula iuran.
(ii) peraturan Dana Pensiun yang ditetapkan oleh Pendiri;
(iii) penunjukan pengurus, dewan pengawas dan penerima titipan.
Free Template from www.brainybetty.com 11/10/2017
7

Ketentuan mengenai hal-hal yang wajib dimuat dalam peraturan Dana Pensiun
tersebut serta tata cara perubahannya diatur lebih lanjut dengan Peraturan
Pemerintah.
Pendiri mengajukan permohonan pengesahan DPPK kepada Menteri Keuangan
dengan melampirkan dokumen terkait sebagaimana diatur dalam Pasal 6 ayat 1
UU Dapen.
Dana Pensiun memiliki status sebagai badan hukum dan dapat memulai kegiatannya
sebagai suatu Dana Pensiun sejak tanggal pengesahan Menteri Keuangan (Pasal 7
ayat 1 UU Dapen).
Pengurus wajib mengumumkan pembentukan Dana Pensiun dengan menempatkan
keputusan Menteri Keuangan tentang pengesahan atas peraturan Dana Pensiun
pada Berita Negara Republik Indonesia (Pasal 7 ayat 2 UU Dapen).
Setiap perubahan Peraturan Dana Pensiun harus mendapat pengesahan dari
Menteri Keuangan. Proses pengesahan perubahan Peraturan Dana Pensiun tersebut
adalah sama dengan proses pengesahan peraturan Dana Pensiun. Menteri
Keuangan juga dapat menolak pengesahan perubahan peraturan Dana Pensiun,
misalnya apabila ternyata perubahan tersebut mengakibatkan pertentangan
dengan ketentuan yang berlaku, maka pengesahan perubahan tersebut juga harus
dicatat dalam daftar yang diperuntukkan untuk itu dan ditempatkan dalam Berita
Negara RI (Pasal 9 UU Dapen).
8

STRUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi DPPK terdiri dari:

Pengurus dan

Dewan Pengawas.

11/10/2017
9

PENGURUS
Pengurus dalam Dana Pensiun memegang peranan yang sangat sentral, yaitu
bahwa pengurus bertanggungjawab atas pelaksanaan peraturan Dana Pensiun,
pengelolaan Dana Pensiun, melakukan tindakan hukum untuk dan atas nama Dana
Pensiun serta mewakili Dana Pensiun di dalam dan di luar Pengadilan (Pasal 3 ayat
3 UU Dapen).
Untuk melakukan tindakan yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan ketentuan
dalam Dana Pensiun, pengelolaan Dana Pensiun, pengelolaan investasi dan
menjamin keamanan kekayaan Dana Pensiun, pengurus dapat mengadakan
perjanjian dengan pihak ketiga (Pasal 11 UU Dapen).
Secara lebih detail, kewajiban pengurus Dana Pensiun diatur lebih lanjut dalam
Peraturan Pemerintah No.76 tahun 1992 tentang DPPK (PP No.76/1992).
Pengurus, masing-masing atau bersama-sama, bertanggungjawab secara pribadi
atas segala kerugian yang timbul pada kekayaan Dana Pensiun akibat tindakan
pengurus yang melanggar atau melalaikan tugas dan/atau kewajibannya
sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun dan peraturan perundang-
undangan tentang Dana Pensiun, serta wajib mengembalikan kepada Dana Pensiun
segala kenikmatan yang diperoleh atas atau dari kekayaan Dana Pensiun secara
melawan hukum (Pasal 21 PP No.76/1992).

11/10/2017
10

DEWAN PENGAWAS
Keanggotaan Dewan Pengawas terdiri dari wakil pemberi kerja
dan peserta dengan jumlah yang sama (Pasal 12 ayat 1 UU
Dapen)
Anggota Dewan Pengawas diangkat oleh pendiri (Pasal 12 ayat
2 UU Dapen)
Tugas dan wewenang Dewan Pengawas:

(i) melakukan pengawasan atas pengelolaan Dana Pensiun oleh


pengurus;
(ii) menyampaikan laporan tahunan secara tertulis atas hasil
pengawsannya kepada pendiri dan salinannya diumumkan agar
peserta mengetahuinya.
(Pasal 12 UU Dapen)
Secara lebih detil, kewajiban Dewan Pengawas Dana Pensiun
diatur lebih lanjut dalam PP No.76/1992.
11

DPLK
DPLK adalah Dana Pensiun yang dibentuk oleh
Bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk
menyelenggarakan Program Iuran Pasti bagi
perorangan, baik karyawan maupun pekerja
mandiri yang terpisah dari Dana Pensiun Pemberi
Kerja baik bank maupun perusahaan asuransi
jiwa yang bersangkutan (Pasal 1 ayat (4) UU
Dapen).

Free Template from www.brainybetty.com 11/10/2017


12

PEMBENTUKAN DAN TATA CARA PENGESAHAN


DPLK hanya dapat menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti
(Pasal 40 UU Dapen).
Bank dan perusahaan asuransi jiwa dapat bertindak sebagai pendiri Dana
Pensiun Lembaga Keuangan dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan
dalam Peraturan Pemerintah (Pasal 40 ayat (2) UU Dapen).
Untuk dapat mendirikan Dana Pensiun Lembaga Keuangan, bank atau
perusahaan asuransi jiwa dimaksud wajib mengajukan permohonan
pengesahan kepada Menteri Keuangan dengan melampirkan peraturan
Dana Pensiun (Pasal 40 ayat (3) UU Dapen).
Ketentuan mengenai hal-hal yang diwajib dimuat dalam peraturan Dana
Pensiun diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah (Pasal 41 ayat (1)
UU Dapen).
Setiap pengesahan atas peraturan Dana Pensiun wajib mendapatkan
pengesahan dari Menteri Keuangan (Pasal 41 ayat (2)UU Dapen).

11/10/2017
13

STUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi DPLK terdiri dari:
Pengurus dan

Dewan Pengawas.

Free Template from www.brainybetty.com 11/10/2017


14

PENGURUS
Menurut Pasal 9 Peraturan Pemerintah No.77 tahun 1992
tentang DPLK (PP No.77/1992), Pendiri Dana Pensiun
bertindak sebagai pengurus Dana Pensiun dan
bertanggungjawab atas pengelolaan dan investasi Dana Pensiun
Secara lebih detail, kewajiban pengurus Dana Pensiun diatur
lebih lanjut dalam PP No.77/1992.
Pengurus bertanggungjawab atas segala kerugian yang timbul
pada kekayaan Dana Pensiun akibat tindakan pengurus yang
melanggar atau melalaikan tugas dan/atau kewajibannya
sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun dan
peraturan perundang-undangan tentang Dana Pensiun, serta
wajib mengembalikan kepada Dana Pensiun segala kenikmatan
yang diperoleh atas atau dari kekayaan Dana Pensiun secara
melawan hukum (Pasal 14 PP No.77/1992).
15

DEWAN PENGAWAS
Dewan Pengawas atau yang setara dengan itu dari
Pendiri Dana Pensiun bertindak sebagai Dewan
Pengawas dan bertanggungjawab mengawasi
pengelolaan dan investasi Dana Pensiun (Pasal 15 PP
No.77/1992).
Secara lebih detail, tugas dan wewenang Dewan
Pengawas Dana Pensiun diatur lebih lanjut dalam PP
No.77/1992.

11/10/2017
16

KEWENANGAN BERTINDAK
Baik dalam DPPK maupun DPLK, pengurus
bertanggungjawab atas pelaksanaan peraturan Dana
Pensiun, pengelolaan Dana Pensiun, melakukan tindakan
hukum untuk dan atas nama Dana Pensiun serta mewakili
Dana Pensiun di dalam dan di luar Pengadilan serta
berwenang untuk melakukan tindakan yang diperlukan
dalam rangka pelaksanaan ketentuan dalam Dana Pensiun,
pengelolaan Dana Pensiun, pengelolaan investasi dan
menjamin keamanan kekayaan Dana Pensiun, pengurus
dapat mengadakan perjanjian dengan pihak ketiga (Pasal
11 UU Dapen).
11/10/2017
17

TINDAKAN DANA PENSIUN BERHUBUNGAN DENGAN BANK


Dana Pensiun Sebagai Nasabah

Tidak ada suatu ketentuan dalam UU Dapen yang melarang Dana Pensiun
untuk menjadi nasabah (penyimpan) dari Bank, namun demikian ada
beberapa ketentuan yang penting untuk menjadi perhatian dalam
menerima Dana Pensiun sebagai nasabah, yaitu sebagai berikut :
pengelolaan kekayaan Dana Pensiun harus dilakukan oleh pengurus sesuai
dengan:
(a) arahan investasi yang yang digariskan pendiri; dan

(b) ketentuan tentang investasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan

(Pasal 30 ayat 1 UU Dapen)


Dana Pensiun tidak diperkenankan melakukan pembayaran apapun kecuali
pembayaran yang ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun (Pasal 31
ayat 1 UU Dapen)
11/10/2017
18

Dana Pensiun Sebagai Debitor dan/atau


Penjamin
Dana Pensiun tidak diperkenankan meminjam
atau mengagunkan kekayaannya sebagai
jaminan atas suatu pinjaman (Pasal 31 ayat (2)
UU Dapen).
Dari ketentuan Pasal 31 ayat (2) UU Dapen,
dapat disimpulkan bahwa Dana Pensiun tidak
dapat bertindak sebagai debitor dan/atau
penjamin.
Free Template from www.brainybetty.com 11/10/2017