Anda di halaman 1dari 19

Pengertian Financial Distress

Platt (dikutip oleh Almilia, 2003) menyatakan


bahwa financial distress adalah tahap
penurunan kondisi keuangan sebelum terjadi
kebangkrutan. Pada saat terjadi kesulitan
keuangan, ketidakmampuan perusahaan
untuk memenuhi kewajiban menunjukkan
bahwa perusahaan tersebut kekurangan
modal kerja atau working capital
Kebangkrutan adalah keadaan dimana
perusahaan gagal atau tidak mampu lagi
memenuhi segala kewajiban pemberi
pinjaman (debitur) karena perusahaan
kekurangan dana untuk menjalankan dan
melanjutkan usahanya sehingga pencapaian
tujuan ekonomi tidak terpenuhi
Prediksi financial distress perusahaan ini
menjadi perhatian banyak pihak. Pihakpihak
yang menggunakan model tersebut meliputi :

1. Pemberi pinjaman.
Penelitian berkaitan dengan prediksi
financial distress menpunyai relevansi
terhadap institusi pemberi pinjaman, baik
dalam memutuskan apakah akan
memberikan suatu pinjaman dan
menentukan kebijakan untuk mengawasi
pinjaman yang telah diberikan
2. Investor.
Model prediksi financial distress dapat
membantu investor ketika akan menilai
kemungkinan masalah suatu perusahaan
dalam melakukan pembayaran kembali pokok
dan bunga.
3. Pembuat peraturan.
Lembaga regulator mempunyai tanggung
jawab mengawasi kesanggupan membayar
hutang dan menstabilkan perusahaan
individu. Hal ini menyebabkan perlunya suatu
model yang aplikatif untuk mengetahui
kesanggupan perusahaan membayar hutang
dan menilai stabilitas perusahaan
4. Pemerintah.
Prediksi financial distress juga penting bagi
pemerintah dan antitrust regulation.

5. Auditor.
Model prediksi financial distress dapat menjadi alat
yang berguna bagi auditor dalam membuat
penilaian going concern suatu perusahaan.
6. Manajemen.
Apabila perusahaan mengalami kebangkrutan
maka perusahaan akan menanggung biaya
langsung (fee akuntan dan pengacara) dan
biaya tidak langsung (kerugan penjualan atau
kerugian paksa akibat ketetapan pengadilan).
Sehingga dengan adanya model prediksi
financial distress diharapkan perusahaan
dapat menghindari kebangkrutan dan
otomatis juga dapat menghindari biaya
langsung dan tidak langsung dari
kebangkrutan
Kategori perusahaan dalam financial distress
Tidak dalam Dalam kesulitan
kesulitan keuangan keuangan

Tidak bangkrut
I II

Bangkrut III IV
Perusahaan yang berada pada kategori II
barangkali mengalami kesulitan keuangan
tetapi berhasil mengatasi
Perusahaan yang berada pada kategori III
sebenarnya tdk mengalami kesilitan
keuangan namun karena tuntutan tekanan
dari pekerja misalnya perusahaan
memutuskan dan menyatakan bangkrut
Perusahaan yang berada pada kategori IV
jelas mengalami kesulitan keuangan dan
karenanya bangkrut
Mengapa laporan keuangan penting dalam
analisis financial distress
Laporan keuangan bisa dijadikan alat untuk
memprediksi kesulitan keuangan / finansial
distress.
Rasio keuangan menurut Altman Z score
Variabel-variabel tersebut adalah working
capital/total assets, retained earnings/total
assets, earnings before interest and
taxes/total assets, market value
equity/book value of total debt, dan
sales/total assets
Fungsi diskriminan yang terbentuk adalah:
Z = 1.2 X1 + 1.4 X2 + 3.3 X3 + 0.6 X4 + 1.0 X5
Dimana:
XI = Working capital/ total asset (WA/TA)
X2 = Retained earnings/total asset (RE/TA)
X3 = EBIT/total asset (EBIT/TA)
X4 = Market value of equity/book value of
liability (MVE/TL)
X5 = Sales/total asset (S/TA)
Z = indeks keseluruhan kebangkrutan
Z score < 1.81 perusahaan memiliki kesulitan keuangan yang
besar dan beresiko tinggi terkena kebangkrutan

Z score > 3 perusahaan memiliki kemungkinan yang rendah


terkena kebangkrutan ( sehat)

1,81< Z score < 3 grey area / daerah abu-abu yaitu daerah dimana
perusahaan berbagi karakteristik keuangan antara
distress atau tidak dan harus diteliti secara
cermat sebelum terlambat melakukan tindakan
pencegahan.
Contoh perhitungan untuk mencari nilai Z (Z-
skor) masing-masing indicator adalah sebagai
berikut:
= 1,2 1 + 1,4 2 + 3,3 3 + 0,6 4+ 1,0 5
Tahun 2011
Z = 1,2 1 + 1,4 2 + 3,3 3 + 0,6 4+ 1,0 5
Z = 1,2 (0.9360) + 1,4 (0.0280) + 3,3 (0.1049) + 0,6
(0.8401)+ 1,0 (0.2473)
Z = 1.1232 + 0.0392 + 0.34617+ 0.50406+ 0.2473
Z = 2.2599
Z = 2.26
Tahun 2012:
Z = 1,2 1 + 1,4 2 + 3,3 3 + 0,6 4+ 1,0
5
Z = 1,2 (0.8660) + 1,4 (0.0003) + 3,3
(0.0025) + 0,6 (0.6074)+ 1,0 (0.2157)
Z = 1.0392 + 0.00042+ 0.00825+ 0.36444+
0.2157
Z = 1.6280
Z = 1.63
Tahun 2013:
Z = 1,2 1+ 1,4 2 + 3,3 3 + 0,6 4+ 1,0
5
Z = 1,2 (0.7622) + 1,4 (0.0086) + 3,3
(0.0542) + 0,6 (0.2894)+ 1,0 (0.1181)
Z = 0.91464+ 0.01204+ 0.17886+ 0.17364+
0.1181
Z = 1.3973
Z = 1.40
Altman Z-
Tahun Z -Skor Keterangan
skore

2011 2.26 1,81 Z 3 Abu-abu/grey


zone
2012 1.63 Z < 1,81 bangkrut/
distress zone
2013 1.4 Z < 1,81 bangkrut/
distress zone
Tugas :
1. Cari laporan keuangan perusahaan untuk 5
tahun terakhir .
2. Buat analisis Financial distress