Anda di halaman 1dari 22

Kelompok 9 :

Muhammad taufiqur rahman ( 115101007111003 )


Nasrullah Jamaluddin ( 115101013111001 )
Aditya Pramana Putra ( 115101007111007 )
Budiar Rahayu Putri ( 115101007111005 )
Desy Himmatul Izze ( 115101013111002 )
Sri Utami Ihsan ( 115101007111006 )

1
KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA (K3)
KASUS -
KASUS K3

Kecelakaan lalu lintas


Perlunya Menjalankan Program K3

Kesehatan Keselamatan kerja (K3) adalah


sebuah kondisi di mana para karyawan
terlindungi dari cedera yang disebabkan
oleh berbagai kecelakaan yang berhubungan
dengan pekerjaan

Tidak seorang manusiapun yang


menginginkan terjadinya suatu kecelakaan
menimpa dirinya apalagi sampai
menyebabkan cedera.
Penyusunan Safety Plan
Safety plan adalah rencana
pelaksanaan K3 untuk proyek
yang bertujuan agar dalam
pelaksanaan nantinya proyek akan
aman dari kecelakaan dan bahaya
penyakit sehingga menghasilkan
produktivitas kerja yang tinggi
JENIS KESELAMATAN KERJA

1. (Industrial safety)
2. (Mining Safety)
3. (Building & construction Safety)
4. (Traffic Safety)
5. (Flight Safety)
6. (Railway Safety)
7. (Home Safety)
8. (Office Safety)
Pelaksanakan Kegiatan K3 di Lapangan

Pelaksanaan kegiatan K3 di
lapangan meliputi : Kegiatan
K3 di lapangan berupa
pelaksanaan safety plan,
melalui kerja sama dengan
instansi yang terkait K3,
yaitu depnaker, polisi dan
rumah sakit.
Pengawasan pelaksanaan K3, meliputi kegiatan:

Safety patrol yaitu suatu tim K3 yang terdiri


dari 2 atau 3 orang yang melaksanakan patroli
untuk mencatat hal-hal yang tidak sesuai
ketentuan K3 dan yang memiliki resiko
kecelakaan.
Safety supervisor adalah petugas yang ditunjuk
manajer proyek untuk mengadakan pengawasan
terhadap pelaksanaan pekerjaan dilihat dari segi
K3.
Safety meeting yaitu rapat dalam proyek yang
membahas hasil laporan safety patrol maupun
safety supervisor
LANJUTAN :

Pelaporan dan penanganan kecelakaan, terdiri


dari:
o Pelaporan dan penanganan kecelakaan ringan
o Pelaporan dan penanganan kecelakaan berat
o Pelaporan dan penanganan kecelakaan dengan
korban meninggal
o Pelaporan dan penanganan kecelakaan
peralatan berat
Pelatihan Program K3

Pelatihan program K3 yang terdiri atas 2 bagian, yaitu:

1. Pelatihan secara umum : dengan materi pelatihan


tentang panduan K3 di proyek, misalnya:
Pedoman praktis pelaksanaan keselamatan dan
kesehatan kerja pada proyek bangunan gedung
Penanganan, penyimpanan dan pemeliharaan material
Keselamatan dan kesehatan kerja dalam pekerjaan
sipil
Lanjutan :

2. Pelatihan khusus proyek, yang diberikan pada


saat awal proyek dan di tengah periode
pelaksanaan :
proyek sebagai penyegaran, dengan peserta
seluruh
petugas yang terkait dalam pengawasan
proyek, dengan materi tentang pengetahuan
umum.
Alat-alat pelindung Anggota badan

1. Pakaian Kerja
2. Pelindung tangan
3. Pelindung kaki
4. Pelindung kepala
5. Pelindung mata
6. Pelindung wajah
7. Pelindung bahaya jatuh
Gambar peralatan
perlindungan diri
PERALATAN LINGKUNGAN

Sarana peralatan lingkungan berupa:


tabung pemadam kebakaran
pagar pengamanan
penangkal petir darurat
pemeliharaan jalan kerja dan jembatan kerja
jaring pengamanan pada bangunan tinggi
pagar pengaman lokasi proyek
tangga
peralatan P3K
RAMBU PERINGATAN
Rambu-rambu peringatan, antara lain dengan fungsi:
peringatan bahaya dari atas
peringatan bahaya benturan kepala
peringatan bahaya longsoran
peringatan bahaya api
peringatan tersengat listrik
penunjuk ketinggian (untuk bangunan yang lebih dari 2 lantai)
penunjuk jalur instalasi listrik kerja sementara
penunjuk batas ketinggian penumpukan material
larangan memasuki area tertentu
larangan membawa bahan-bahan berbahaya
petunjuk untuk melapor (keluar masuk proyek)
GAMBAR RAMBU PERINGATAN :
Kasus Kasus Lingkungan
Ada 4 dasar hukum yang sering
menjadi acuan mengenai K3 yaitu:

Pertama, dalam Undang-Undang (UU) No. 1


Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja, disana
terdapat Ruang Lingkup Pelaksanaan, Syarat
Keselamatan Kerja, Pengawasan, Pembinaan,
Panitia Pembina K-3, Tentang Kecelakaan,
Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja, Kewajiban
Memasuki Tempat Kerja, Kewajiban Pengurus dan
Ketentuan Penutup (Ancaman Pidana)
Lanjutan :

Kedua, UU No. 21 tahun 2003 tentang


Pengesahan ILO Convention No. 81
Concerning Labour Inspection in Industry and
Commerce (yang mana disahkan 19 Juli
1947). Saat ini, telah 137 negara (lebih dari
70%) Anggota ILO meratifikasi (menyetujui
dan memberikan sanksi formal) ke dalam
Undang-Undang, termasuk Indonesia
Lanjutan :

Ketiga, UU No. 13 tahun 2003 tentang


Ketenagakerjaan, khususnya Paragraf 5
tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja,
pasal 86 dan 87. Pasal 86 ayat 1berbunyi:
Setiap Pekerja/ Buruh mempunyai Hak untuk
memperoleh perlindungan atas (a) Keselamatan
dan Kesehatan Kerja.
Lanjutan :

Keempat, Peraturan Menteri Tenaga


Kerja RI No. Per-05/MEN/1996
tentang Sistem Manajemen K3.
Thank you ^^