Anda di halaman 1dari 33

ACNE VULGARIS

Oleh :
Indah Pratiwi
Novilda Novia Sari
Ririn Zumelti
Yulia Yasmi

Pembimbing :
Dr. YOSSE RIZAL, Sp.KK

Kepaniteraan Klinik Senior SMF Kulit dan Kelamin


Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukit tinggi
1
Universitas Baiturrahmah Padang
2016
2

Acne Vulgaris
Definisi :
Peradangan kronis folikel polisebasea dengan
penyebab multifaktor dan manifestasi klinis berupa
papul non inflamasi (komedo), papul inflamasi,
pustul, nodus serta kista.
3

laki-laki>wanita penyakit remaja 85%

Epidemiologi

Dewasa: berkurang/tetap
meningkat pada usia 15-18 th
Sp dekade 3
4

Etiologi :

Faktor Instrinsik : Faktor Ekstrinsik


Genetik Stres

Hormonal Makanan

Suhu/kelembaban/iklim

Kosmetik

Diet

Obat-obatan

Faktor iatrogenik
5

Patofisiologi
Terdapat empat patogenesis paling berpengaruh
pada AV
Peningkatan produksi sebum
Keratinisasi abnormal
Kolonisasi mikroorganisme
Inflamasi
6
7
Manifestasi Klinis

Predileksi wajah, leher, punggung, dada,


bahu dan lengan atas.

- Gatal dan nyeri


- Pasien merasa terganggu secara estetis
- Kulit berminyak

Efloresensi : Komedo hitam dan putih,


papul, pustul, nodus, kista, jaringan parut,
perubahan pigmentasi
KLASIFIKASI

Akne sistika :Efloresensi terutama berbentuk


kusta
Akne papulosa :Efloresensi terutama berupa
papul
Akne pustulosa :Efloresensi terutama berupa
pustula
Akne konglobata : Efloresensi terutama berupa
nodus yang mengalami infeksi
10
Diagnosis
Anamnesa

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksan Penunjang
12

anamnesa Gatal, nyeri

Efloresensi:
mikrokomedo :pelebaran folikel rambut
Pem. fisik yang mengandung sebum dan P. acnes. Lesi
lain papul, pustul, dan nodul, makula
eritema

Pemeriksaan ekskoriasi sebum


Pemeriksaan histopatologi serbukan sel
Pem.penunjang
radang kronis disekitar folikel
polisebasea
pemeriksaan susunsn dan kadar lipid
asam lemak bebas ( free fatty acid )
meningkat
13

Gradasi yang menunjukan berat ringannya penyakit


diperlukan bagi pilihan pengobatan.

Derajat Lesi
Akne Ringan Komedo < 20, atau Lesi inflamasi
<15 atau total lesi < 30

Akne Sedang Komedo 20 100 atau lesi


inflamasi 15 50 atau total lesi
30 - 125

Akne Berat Kista >5 atau Komedo <100 atau


lesi inflamasi > 50 atau total lesi >
125
Diagnosis Banding
Erupsi Peradangan folikuler iritasi epitel duktus
polisebacea. Demam malaise , tidak terasa gatal dan
Akneiformis
dapat terjadi semua usia

Akne Lebih merah dan khas


Rosasea Daerah hidung dan pipi

Folikulitis Nyeri, tidak ada komedo, tetapi terlihat


pustula miliar

Wanita
Dermatitis Gejala poliformieritema, papul, pustul
Perioral disekitar mulut yang terasa gata
Folikulitis Papul merah terang dan pustul folikular gatal
dan terutama berlokasi di batang tubuh , leher,
Pityrosporum
dan lengan bagian atas

Dermatitis Kelainan kulit papul skuamosa dengan predileksi


Seboroik didaerah kaya kelenjar sebasea, scalp , wajad
dan badan

Inflamasi yang multiple , monomorfiks, diskret,


Akne simetris , papula coklat kemerahan didagu , dahi,
Acminata pipi, dan kelopak mata
PENGOBATAN

Umum Edukasi
.

Sistemik Antibiotik oral


Isotretionoin oral

Retinoid topical,Antibiotik Topikal,


Topikal Tretinoin, Isotretinoin, Adapalene

Kortikosteroid intralesi
Tindakan Ekstraksi Komedo
Laser
Electrosurgery
Krioterapi
Terapi ultraviolet
17
Algoritma penatalaksaan Akne
PROGNOSIS

BAIK
19

Pembahasan Kasus
Identitas Penderita
Nama : Nn. A
Umur : 20 thn
Jenis kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Bukittinggi
Status : Belum menikah
20

Anamnesa
Keluhan utama
Wajah berjerawat sejak 1 bulan yang lalu

Riwayat penyakit sekarang :


Wajah berjerawat sejak 1 bulan yang lalu
Awalnya jerawat muncul didahi menyebar ke pelipis
kiri dan kanan serta pipi
Kadang jerawat dirasakan pedih dan agak gatal
Pasien tidak pernah memakai kosmetik tapi sekali
kali memakai pembersih wajah
21

Riwayat Penyakit Dahulu :


Pasien sebelumnya belum pernah menderita sakit
seperti ini

Riwayat Penyakit Keluarga


Kakak perempuan pasien berjerawat sejak remaja
Ayah pasien juga ada riwaayat berjerawat saat
remaja

Riwayat pekerjaan dan Kebiasaan :


Pasien suka makan goreng gorengan, makanan pedas
dan suka bergadang
22

Pemeriksaan Fisik
Status Generalis
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Compos mentis
Kepala : Dalam batas normal
Leher : Dalam batas normal
Thorax : Dalam batas normal
Abdomen : Dalam batas normal
Ekstremitas : Lihat status dermatologis
Genitalia : Dalam batas normal
Glutea : Dalam batas normal
23

Status Dermatologis
Lokasi : Dahi, pelipis kanan dan kiri,
pipi
Distribusi : Terlokalisir
Bentuk : Tidak khas
Susunan : Tidak khas
Ukuran : melier dan lentikuler
Efloresensi : Papula eritem, komedo white
24

Gambar : Tampak Papula eritem, komedo


white
25

Status Venereologikus
Kelainan selaput : Tidak ditemukan
kelainan
Kelainan kuku : Kuku dan jaringan
sekitar kuku tidak ditemukan kelainan
Kelainan rambut : Tidak ditemukan
kelainan
Kelainan kelenjar limfe:Tidak terdapat
pembesaran KGB
26

Pemeriksaan anjuran :
-
Diagnosa Kerja:
Acne vulgaris tipe papulosa derajat sedang

Diagnosa Banding :
-
27

Penatalaksanaan
Umum
Perawatan kebersihan kulit
Hindari / kurangi makanan yang
mengandung lemak, minyak, makanan pedas,
kacang kacangan, coklat dan keju
Hindari stres
Istirahat yang cukup
Banyak konsumsi sayur dan buah
Jangan memegang dan memencet jerawat
28

Terapi Sistemik :
Antibiotik : doksisiklin 1x100mg

Terapi Topikal
Retinoid 0,025% 1x1
Benzoil peroksida gel 2,5% 2x1
29
30

Prognosis
Quo ad vitam : Bonam
Quo ad sanationam : Bonam
Quo ad Kosmetikum : Dubia ad Bonam
Quo ad fungtionam : Bonam
Acne vulgaris (AV) adalah penyakit
peradangan menahun unit pilosebasea,
ditandai dengan adanya komedo, papul,
pustul, nodul, dan jaringan parut. Tempat
predileksi dari AV antara lain di muka,
Kesimpulan bahu, leher, dada, punggung bagian atas
dan lengan bagian atas. Penegakan
diagnosis penderita AV berdasarkan klinis
dan pemeriksaan fisik. Keparahan derajat
AV di tentukan berdasarkan jumlah dan
bentuk lesinya, yang dibagi menjadi
derajat ringan, sedang dan berat.
32

Tujuan pengobatan dari Acne Vulgaris adalah menurunkan atau


mengeliminasi lesi primer secara klinik yaitu mikrokomedo yang
merupakan prekursor untuk semua lesi AV. Secara umum
pencegahan AV yaitu dengan menghindari pemencetan lesi
dengan non higienis, memilih kosmetik yang non komedogenik
dan lakukan perawatan kulit wajah. Tatalaksana untuk
AVdiberikan sesuai dengan derajat keparahannya. Edukasi
pasien dan pemahaman mengenai dasar terapi diperlukan untuk
mencegah kompikasi dan menjamin keberhasilan terapi acne
vulgaris.
www.themegallery.com