Anda di halaman 1dari 65

TUMOR KULIT

Klasifikasi Tumor Kulit


I. Tumor Jinak (Benigna)
II. Tumor Prakanker (Premaligna)
III. Tumor Ganas (Maligna)

I. TUMOR JINAK
adalah tumor yang berdiferensiasi normal
(matang), pertumbuhannya lambat,
ekspansif dan kadang-kadang berkapsul.

Mis. Nevus Pigmentosus


Keratosis Seboroik
Milium
Hemangioma dll.
II. TUMOR PRAKANKER
Secara histopatologis sudah ditemukan sel-sel
yang atipik tapi masih terbatas intra
epidermal (ca insitu)

Mis. Bowens Disease


Leukoplakia
Erythroplakia of Queyrat
Giant Condyloma Accuminata
III. TUMOR GANAS
Secara histopatologis dijumpai struktur dan
diferensiasi sel yang tidak teratur serta
adanya kelainan pada kromatin, nukleus dan
sitoplasmanya.
Biasanya pertumbuhannya cepat, ekspansif
& infiltratif dan dapat bermetastasis jauh.
Dibagi atas 3 golongan :
1. Melanoma Maligna (M.M.)
2. Non Melanoma Maligna
a. Karsinoma Sel Basal (KSB)
b. Karsinoma Sel Skuamosa (KSS)
3. Tumor Ganas Kulit lainnya
Mis. - Sarkoma Kaposi
- Mikosis Fungoides
(Cutaneus T-Cell Lymphoma)

Di Indonesia, KSB merupakan kanker kulit yang terbanyak


ditemukan (65,5%), disusul KSS (23,0%), MM (7,9%) dan
kanker kulit lainnya (3,6%).
TUMOR JINAK KULIT

1. NEVUS PIGMENTOSUS (NP)

= tahi lalat = tanda lahir

Merupakan tumor jinak dari sistem melanosit


Dapat terjadi di semua bagian kulit
Semua usia
Mengenai laki-laki = perempuan
Kulit putih > kulit hitam

Etiologi : genetik
Gambaran klinis ada 3 tipe :
1. Tipe Junctional
- Dijumpai sarang-sarang sel nevus di
dermoepidermal junction
- Ruamnya berbentuk flat atau nodul
- Merupakan tipe yang relatif lebih sering menjadi
maligna

2. Tipe Intradermal
- Sarang-sarang sel nevus ada di dermis.
- Berbentuk nodular atau polipoid.
3. Tipe Compound
- Sarang-sarang sel nevus ada di epidermis dan
dermis.
- Bentuknya sedikit meninggi.
Lesi Nevus Pigmentosus mula-mula berupa makula
atau papula hiperpigmentasi berbentuk bulat atau
oval, lama-lama menonjol berbentuk kubah dan bisa
bertangkai. Batasnya tegas, permukaannya rata dan
kadang-kadang berambut.
Ukuran dan pigmentasi Nevus Pigmentosus bisa
bertambah pada :
- pubertas
- kehamilan
- pengobatan dengan estrogen
- pengobatan dengan kortikosteroid

Diagnosis banding :
1. Keratosis Seboroik
2. Melanoma Maligna
3. Karsinoma Sel Basal
Penatalaksanaan
Indikasi Operasi :
1. Kosmetik
2. Terletak pada daerah yang sering mengalami
trauma/iritasi.
3. Ada tanda-tanda kecurigaan menjadi
malignansi.

Prognosa : Bisa menjadi melanoma


maligna.
Junctional Nevus
Intradermal Nevus
Compound Nevus
2. KERATOSIS SEBOROIK

Tumor jinak kulit yang berasal dari kombinasi hiperplasia


epidermis dan jaringan ikat papiler.
Etiologi : genetik + sinar matahari.
Sering terjadi pada usia diatas 40 tahun.
Gejala klinis : papul atau plak, batas tegas, sering multipel,
oval, berwarna cokelat kehitaman, biasanya < 3 cm, tapi
kadang-kadang bisa besar dan bertangkai.
Gambaran khas stuck-on appearance.
Kadang-kadang terasa gatal
Lokasi : pada wajah, leher, dada, punggung, ekstremitas
dan genitalia.
Bila multipel dan terjadi pada daerah trunkus, dapat
memberikan gambaran christmas tree pattern yang
terbentang sepanjang aksis lipatan kulit.
Diagnosa banding :
Melanoma Maligna
Basalioma
Aktinik Keratosis.

Pengobatan :
1. ED + Kuret
2. Shaving + ED
3. Eksisi
4. Bedah Beku

Prognosa : pada orang tua bisa berkembang


menjadi KSS atau KSB.
Keratosis Seboroik

stuck-on
3.
3. MILIUM
MILIUM

Merupakan kista kecil karena penyumbatan di folikel


rambut atau saluran ekrin.
Sering dijumpai pada orang dewasa, tetapi dapat juga
terjadi pada bayi (infant).
Perempuan > laki-laki
Predisposisi genetik, bisa juga terjadi pada tempat pasca
inflamasi, pada penyembuhan luka bakar, dermabrasi dan
peeling.

Gejala Klinis :
Berupa kista kecil putih kekuningan, sub epidermal dengan
1-4 mm.
Berisi massa glaboid putih mutiara seperti beras ditutupi
selaput translusen.
Tempat predileksi : pada kelopak mata, pipi, dahi dan
skrotum.
Diagnosa banding :
Komedo
Syringoma
Trichoepithelioma

Pengobatan :
1. ED
2. Insisi
Milium
4. HEMANGIOMA

Adalah tumor jinak yang terjadi akibat gangguan


pada perkembangan dan pembentukan pembuluh
darah.
Epidemiologi :
- 0,54 per 1000 kelahiran.
- 70 % muncul sejak lahir.
30 % muncul mulai usia 1 tahun
- Perempuan > laki-laki
- Kulit putih > kulit hitam
- Predileksi : kepala, leher.
- Berwarna merah atau merah kebiru-biruan.
Dibagi atas 3 jenis :
1. HEMANGIOMA KAPILER
a. Strawberry Hemangioma
- Lesi merah karena mengalami
proliferasi pembuluh darah.
- Merupakan bentuk yang paling
banyak.
- Predileksi : kepala, leher dan
badan.
- Dimulai dari usia 2 bulan
kelahiran, pertumbuhannya
cepat.
- Sering involusi spontan pada
umur 1 tahun dan komplit
setelah umur 5-7 tahun.
b. Granuloma Piogenik
(Granuloma Telangiectaticum)
- Terjadi karena proliferasi kapiler
sesudah trauma
- Mengenai semua umur, paling
sering pada anak-anak.
- Lesi biasanya soliter.
- Mula-mula berupa papul
eritematosa, cepat membesar,
kadang-kadang mencapai
1 cm dan bertangkai.
- Lesi mudah berdarah.
- Terapi : ED, eksisi
c. Cherry Hemangioma
(Angioma Senilis)
- Pada orang tua.
- Lesi biasanya
multipel.
- Predileksi : badan
dan proksimal
ekstremitas.
- Berupa papul
berbentuk kubah,
lembut, warna
merah terang, 1-3
mm.
2. HEMANGIOMA
KAVERNOSUM
Berasal dari pembuluh darah
besar + sedikit kapiler.
Lesi tidak berbatas tegas.
Dapat berupa makula
eritematosa atau nodus yang
berwarna merah s/d ungu.
Bila ditekan mengempis dan
akan cepat kembali bila
dilepas.
Biasanya tidak terjadi involusi
spontan.
3.TELANGIEKTASI
Nevus Flameus
Angiokeratoma
Spider Angioma
Pengobatan :
1. Konservatif
2. Cara aktif (bila ada indikasi)
Seperti :
- pembedahan
- radiasi
- kortikosteroid
- obat sklerotik
- ED
- bedah beku
- laser (flash-lamp pulsed-dye laser).
5. SKAR HIPERTROPIK & KELOID

Adalah tumor jinak kulit yang terjadi karena


proliferasi fibroblast & membentuk kolagen
yang berlebih-lebihan pada waktu
penyembuhan luka
Predileksi : bahu, punggung atas dan dada.
SKAR HIPERTROPIK KELOID
Bisa terjadi pada semua Biasanya pada orang
umur dewasa
Tumor terbatas pada Tumor meluas melebihi
daerah luka batas luka dengan
pinggir irreguler
Warna tumor lebih Berwarna lebih gelap
terang
Faktor genetik kurang Lebih sering terjadi pada
berperan kulit berwarna gelap dan
golongan darah A
Gatal bisa (+) Biasanya gatal, nyeri dan
hiperestetik
Penatalaksanaan

Steroid (topikal, injeksi intralesi)


Eksisi
Radioterapi
Laser 585-Flash Lamp, Pulsed Dye Laser
dll.
Skar Hipertropik

sebelum di-laser setelah di-laser


Keloid
TUMOR-TUMOR
PRAKANKER
Bowens Disease
Leukoplakia
Erythroplakia of Queyrat
Giant Condyloma Accuminata
TUMOR GANAS KULIT

Etiologi :

Peny. Kulit tertentu UV Virus

Inflamasi kronik Perubahan genetik

Epidermis
Karsinogenik Perubahan DNA

Radiasi Sikatriks

Ionisasi Imunitas
Gejala permulaan kanker kulit :
1. Pertumbuhan lesi lebih cepat
2. Perubahan warna
3. Permukaan lesi kasar
4. Rasa gatal dan nyeri
5. Mudah berdarah
6. Luka pada permukaan lesi
7. Lesi tidak simetris
8. Garis batas tidak teratur
1.KARSINOMA SEL BASAL (KSB)
= Basalioma, Ulkus Rodent, Epitelioma Sel Basal

Merupakan tumor ganas yang berasal dari sel basal dan


adneksa.
Tidak atau jarang sekali bermetastasis.
Pertumbuhannya lambat, mengadakan invasi secara
infiltratif dan destruksi ke daerah sekitarnya seperti jaringan
subkutis, fasia, otot dan tulang.
Kulit putih > kulit berwarna
Laki-laki > perempuan
Usia > 40 tahun
Predileksi : daerah yang sering terpajan sinar matahari
seperti wajah antara dahi dan sudut bibir.
Gambaran Klinis
Ada 8 macam tipe klinis, antara lain :
1. KSB Nodulo Ulceratif
Merupakan tipe yang terbanyak.
Mula-mula terjadi nodul dengan
permukaan translusen, pucat seperti lilin,
telangiektasi (+).
Ruam membesar dengan pinggir indurasi
& ada bintil-bintil seperti mutiara (Pearl
Border)
Bagian tengah akan mencekung, mudah
berdarah, erosi ulkus dengan krusta yang
disebut ulkus rodent
Tidak sakit dan tidak gatal.

2. KSB Berpigmen
Sama seperti tipe 1, tapi berwarna hitam merah.
DD/ : Melanoma Maligna.

3. KSB Morfea
Disebut KSB Fibrosis
Ruamnya berupa plakat putih atau kuning
menyarupai morfea.
4. KSB Superfisial
Ruamnya berupa makula atau plakat
eritem dengan skuama halus, pinggir
meninggi & keras
Berwarna hitam berbintik-bintik atau
homogen.
Ditemukan di badan, umumnya multipel.
Diagnosa ditegakkan berdasarkan :
Anamnesa, gambaran klinis & pemeriksaan
patologi anatomi.

Diagnosa Banding :
1. Keratosis Seboroik
2. Nevus Pigmentosus
3. Keratosis Senilis
4. Melanoma Maligna
Penatalaksanaan :
1. Operatif
2. Radioterapi
3. Bedah Beku
4. Laser CO2
5. Kemoterapi

Prognosa: Baik
2. KARSINOMA SEL SKUAMOSA

= Epitelioma Sel Skuamosa (Prickle)


= Karsinoma Epidermoid

Merupakan tumor ganas dari sel epidermis kulit


dan mukosa
Berkembang secara invasif & destruktif ke
jaringan di sekitarnya dan dapat bermetastasis
jauh.
Kulit putih > kulit berwarna
Laki-laki > perempuan
Lebih sering pada usia > 40 tahun
Predileksi : bibir, tungkai, genitalia, telinga, pipi.
Gambaran klinis :
KSS dapat timbul dari kulit normal (de novo)
atau dari lesi prakanker. Pada penderita
Xeroderma Pigmentosum, KSS terjadi pada
usia muda (anak).

Terdiri dari 2 tipe :


1. Tipe Papilare
Mula-mula tumor berupa nodus yang keras
dengan batas yang tidak tegas, mula-mula
permukaannya licin kemudian berkembang
menjadi verukosa atau papiloma seperti
bunga kol, berwarna merah atau pucat &
mengeluarkan serum atau darah bau.
Bila kering akan membentuk krusta dan
mudah berdarah.
2.Tipe Ulceratif
Tumbuh membentuk ulkus dengan pinggir yang
keras dan dasarnya berupa jaringan granulasi,
serta mudah berdarah.

Diagnosa : Anamnesa, PF dan PA

DD/ :
1. Ulkus kronik
2. Ulkus tuberkulosis
3. Ulkus diabetik
4. Keratoakantoma
Penatalaksanaan :
1. Bedah listrik jika kecil
2. Eksisi luas
3. Radioterapi
4. Kemoterapi

Prognosa dini : baik


Prognosa lanjut : buruk
Selain kedua bentuk tersebut, terdapat varian
dari KSS yang disebut Karsinoma Verukosa.
Varian ini mempunyai tingkat keganasan yang
rendah.
(Ackerman, 1948).

Gambaran klinisnya berupa tumor yang


tumbuh lambat, eksofilik, verukosa. Pada
stadium lanjut dapat mengadakan penetrasi
jauh ke dalam jaringan dan bermetastasis.
Dijumpai 3 bentuk :
1. Karsinoma Verukosa di rongga mulut
= Oral florid papilomatosis
2. Karsinoma Verukosa di daerah genito-anal
(glans penis + vulva)
= Kondiloma Akuminata Raksasa dari Buschke
+ Loewenstain.
3. Karsinoma verukosa plantaris
= Epitelioma Kunikulatum.
3. MELANOMA MALIGNA

Melanoma Maligna (MM) adalah tumor ganas


kulit yang berasal dari sel melanosit yang
mengalami proliferasi ganas dan cepat
bermetastasis.
Disebut most unpredictable dimana 1 % kasus
dapat mengalami regresi dan pada 10 % kasus
terjadi metastasis tanpa ditemukan tumor
induk.
Meningkat pada usia lanjut (35-60 tahun)
Laki-laki = perempuan
Kulit putih > kulit hitam.
Predileksi : tungkai bawah, tengkuk, lengan atas.
64 % kasus berasal dari nevus pegmentosus.
The American Cancer Society memberi istilah
ABCDE untuk Melanoma Maligna :
A Asymmetry : bentuk yang tidak simetris.
B Border Irregularity : pinggir yang tidak
teratur
C Color Variation : warna tidak homogen
D Diameter : diameter tumor biasanya > 6
mm
E Evolution / change : permukaan tumor
yang semula datar menjadi tidak datar.
Clark & Mihm membagi MM atas dasar
perjalanan penyakit, gambaran klinis &
histogenesis atas 11 tipe, tapi yang terbanyak 4
tipe.
1. Bentuk Nodular
- Paling sering di Indonesia
- Sering menjadi ulkus yang berwarna
hitam pekat
- Tumbuh bersamaan vertikal maupun radial.
- Sering di telapak kaki.
2. Superficial Spreading Melanoma
- Terbanyak ke-2 di Indonesia, tapi di negara
Barat 70 % dari MM.
- Lesi berupa plak ireguler berwarna cokelat,
biru, hitam.
- Pertumbuhan radial >> vertikal
- Perempuan > laki-laki
- Ekstremitas bawah.

3. Lentigo Maligna Melanoma


- Jarang di Indonesia
- Ruamnya berupa makula kecil cokelat s/d
hitam, pigmen tidak merata, meluas
perlahan & irregular.
4. Acral Lentigenous Melanoma
- Lebih banyak ditemukan pada kulit
berwarna
- Dijumpai pada tangan, kaki & bawah kuku.
- Bentuk yang paling cepat bermetastasis.
Nodular Melanoma
Superficial Spreading Melanoma
Lentigo Melanoma Maligna
Acral Lentigenous Melanoma
Stadium Melanoma Maligna :
Stadium I : Melanoma terlokalisir pada
lesi primer
Stadium II a : Metastasis ke kulit regional
dengan tumor satelit.
Stadium II b : Metastasis ke KGB regional
Stadium III : Metastasis jauh secara limfogen
dan hematogen.

Diagnosa Banding :
1. Nevus Pigmentosus
2. Basalioma
Penatalaksanaan :
1. Eksisi
2. Radioterapi
3. Kemoterapi
4. Imunoterapi.

Prognosa : tergantung pada stadium dan


ketebalan MM (Breslow, 1970)
< 0,76 mm, tidak ada metastasis
prognosa baik.
> 1,5 mm, metastasis (+), perlu reseksi
kelenjar prognosa buruk.