Anda di halaman 1dari 13

Pengertian Animisme

Animisme merupakan Kepercayaan (dari bahasa Latin anima atau roh) yakni kepercayaan
kepada makhluk halus dan roh adalah asas kepercayaan agama yang awalnya muncul di
sekitar manusia primitif. Kepercayaan animisme mempercayai bahwa setiap benda di Bumi ini,
(seperti kawasan tertentu, gua, pohon atau batu besar), memiliki jiwa yang mesti dihormati
agar semangat tersebut tidak mengganggu manusia, malah membantu mereka dari semangat
dan roh jahat dan juga dalam kehidupan seharian mereka.

Pengertian Dinamisme

Dinamisme merupakan kepercayaan bahwa semua sesuatu memiliki tenaga atau kekuatan
yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam
mempertahankan kehidupan. Mereka percaya terhadap kekuatan gaib dan kekuatan itu bisa
menolong mereka. Kekuatan gaib itu terdapat di dalam benda-benda seperti keris, patung,
gunung, pohon besar, dan lain-lain. Untuk memperoleh pertolongan kekuatan gaib tersebut,
mereka melakukan upacara pemberian sesaji, atau ritual lainnya.
Kesenian teater mengalami beberapa masa pasang surut dalam perkembangan sejarahnya yang dimulai dari abad ke
20 hingga berkembang di tahun 1980an di indonesia, berikut keterangan lengkap mengenai sejarah yang terjadi pada
sejarah seni teater di indonesia :

Sejarah seni teater sebelum abad ke-20


Pada masa ini seni teater, belum ada naskah dan pentas. Hanya yang ada naskah-naskah cerita rakyat dan kisah-kisah
yang sudah menahun turun temurun disampaikan oleh orang yang terlebih dulu lahir baik secara lisan maupun secara
tulisan. Seperti contoh drama istana, rakyat dan lain sebagainya yang dilakukan di sebuah aula atau ti tempat terbuka
seperti lapangan atau halaman sebuah rumah.

Sejarah seni teater permulaan abad ke-20 (dramaturgi-rma.harymawan1988)

Dengan timbulnya banyak pengaruh dari dunia luar khususnya dari eropa, berdampak mulai adanya pemanggungan
atau (staging) serta bentuk bentuk drama baru mulai bermunculan seperti contoh tonil, opera, komedi, ketoprak,
ludruk, dan lain sebagainya. Serta dengan mulai tidak menggunakan teks atau naskah (improvisatoris), akan tetapi
menggunakan pentas dengan panggung berbingkai.
Sejarah seni teater zaman pujangga baru
Pada masa perkembangan seni teater ini mulai muncul naskah drama asli yang dipakai oleh
pementasan amatir. Akan tetapi para profesional yang sudah ahli dibidang ini sama sekali tidak
menggunakan naskah karena mereka berpendapat bahwa tanpa teks mereka lebi terlihat
natural dalam memaikan seni ini.

Sejarah seni teater zaman jepang


Masa ini ditandai dengan "Sensor Sendebu" sangat keras, yang mengahuskan merekan
menggunakan naskah. Para golongan profesional saat itu terpaksa diharuskan belajar
membaca. Sedangkan kaum amatir tidak kaget karena mereka terdiri dari kaum terpelajar. Bagi
para golongan profesional adalah sebuah kemajuan, tetapi sayang itu semua mereka lakukan
bukan atas keinginan nurani mereka sendiri tetapi karena sebuah keterpaksaan.

Sejarah seni teater zaman kini (sekitar tahun 1980an)


Para golongan profesional mengabaikan naskah kembali. Organisasi golongan amatir masih
setia pada naskah mereka, sayangnya mereka sering mengabaikan pengarangnya, penyadur,
atau penyalinnya. sehingga mereka tidak bisa berkembang dengan baik
Perkembangan Teater di Indonesia
Istilah teater berasal dari bahasa Yunani kuno theatron
artinya gedung atau panggung tempat pertunjukkan
aksian, perbuatan, gerakan, lakuan atau tindakan.
Pengertian ini berlaku pada zaman Tyucidides (1471-295
SM) dan Plato (428-348 SM). Pada perkembangan lebih
lanjut, teater merujuk kepada audotorium tempat publik
berkumpul. Pengertian ini berlaku pada zaman Herodotus
(290-424 SM). Hingga ini bekas reruntuhan gudang teater
yang megah pada zaman dahulu kala masih dapat dilihat
sebagai objek wisata di Yunani dan Romawi.
Tradisi teater sudah ada sejak dulu dalam masyarakat Indonesia. Hal
ini terbukti dengan sudah adanya teater tradisional di seluruh
wilayah tanah air. Fungsi teater pada saat itu adalah sebagai:
1. Pemanggil kekuatan gaib,
2. Menjemput roh pelindung untuk hadir di tempat pertunjukan,
3. Memanggil roh baik untuk mengusir roh jahat,
4. Peringatan nenek moyang dengan mempertontonkan
kegagahan/kepahlawanan,
5. Pelengkap upacara sehubungan dengan peringatan tingkat
hidup seseorang, dan
6. Pelengkap upacara untukk saat tertentu dalam siklus waktu.
FUNGSI SENI TEATER
1. Teater sebagai Sarana Upacara
2. Teater sebagai Media Ekspresi
3. Teater sebagai Media Hiburan
4. Teater sebagai Media Pendidikan
UNSUR UNSUR SENI TEATER
Unsur-unsur yang terdapat dalam seni teater dibedakan menjadi
dua, antara lain:
1. Unsur Internal
a. Naskah atau Skenario
b. Pemain
c. Sutradara
d. Pentas
e. Properti
f. Penataan
2. Unsur Eksternal
a. Staf Produksi
b. Sutradara/ derektor
c. Stage manager
d. Desainer
e. Crew
Penggolongan Teater
di Indonesia
1. Teater Tradisional
(teater daerah)
Ciri-ciri :
dilakukan secara improvisatoris,
secara spontan,
tidak dipersiapkan terlebih dahulu, dan
menyatu dengan kehidupan rakyat
Jenis Teater Tradisional
1. Teater Rakyat
Contoh: Makyong dan Mendu (Riau dan
Kalimantan Barat), Randai (Sumatra Barat),
Mamanda (Kalimantan Selatan), Arja (Bali),
Ubrug, Banjet, Longser (Jawa Barat), Ketoprak,
Srandul, Jemblung (Jawa Tengah), Kentrung
(Jawa Timur), Cekepung (Lombok), Dulmuluk
(Sumatra Selatan) Topeng Blantek, Lenong
(Jakarta).
Jenis Teater Tradisional
2. Teater Klasik
Ciri: mapan, sebagian besar lahir di pusat-
pusat kerajaan (keraton) dan sudah
mencapai hasil puncak.
Contoh: wayang kulit, wayang orang,
wayang golek
Jenis Teater Tradisional
3. Teater Transisi
Ciri:bersumber pada teater tradisional
umumnya, tetapi gaya penyuguhannya
telah dpengaruhi oleh teater Barat.
Contoh: teater bangsawan atau komedi
stambul (dulu), sandiwara Dardanella, Sri
Mulat, Sandiwara Sunda, Sandiwara
Bangsawan (Sumatra Selatan dan
Sumatra Utara)
2. Teater Modern

Disebut juga teater masa kini atau teater


baru yang pada awalnya bertolak dari
teater modern Barat, tetapi dalam
perkembangannya semakin dipengaruhi
dan memanfaatkan teater tradisional
sebagai sumber