Anda di halaman 1dari 43

Fraud Auditing & Forensic

Accounting
Sesi 1
Pengantar
Meningkatnya ruang lingkup dan biaya kecurangan terhadap
perekonomian Indonesia seperti kasus; Bank Century, Hambalang,
Bansos, Gayus, Djoko Susilo dan lebih banyak lagi
Kecurangan pelaporan keuangan di dunia seperti kasus: Enron.
WorldCom, skema Ponzi, Investasi Bodong, Bank BNI dll
FBI menaksir kerugian akibat kecurangan non-health insurance
mencapai $40 milyar per tahun, kecurangan klaim asuransi badai
Katrina $6 milyar
Survey oleh ACFE (Association of Certified Examiners) kerugian
kecurangan $400 milar lebih
Siklus Fraud
1. Dugaan, keluhan, desas desus kecurangan dari pihak ketiga
2. Intuisi penyelidik atau kecurigaan
3. perkecuaian dari perkiraan
4. Penemuaan tanpa sengaja
5. Temuan ada sesuatu yang hilang, kas, property, laporan, dokumen
6. hasil dari suatu pengendalian, khususnya pengendalian anti
kecurangan
Fraud investigation:
Penyelidikan kecurangan diperlukan karena factor hukuk, karena setiap fraud
akan berkahir di meja hijau. Diperlukan fakta segera untuk menentukan apakah
terjadi kecurangan atau tidak dan apakah ada (1) tindakan criminal, (2)
pelanggaran hukum, (3) pelaku, dan (4) korban. Langkah dasar dalam investigasi
adalah sbb:
1. Mendapatkan rincian yang ada dan dokumentasi yang terkait dengan
kecurigaan
2. menilai kecurigaan terhadap dokumentasi yang ada
3. menilai lingkungan perusahaan atas orang yang dicurigai
4. mengembangkan teori kecurangan. Apa motivasi dan peluang?
5. menentukan apakan bukti yang ada relevan. Apakah memenuhi uji reabilitas
bisnis
6. mengkomunikasikan dgn pihak yang tepat atas rincian dan status kecurangan
Fraud Auditing
Fraud:
Karakteristik (FBI):
Deceit penipuan
Concealment penggelapan
Violation pelanggaran
Atas kepercayaan (trust) yang dilakukan oleh individu atau organisasi untuk
memeroleh uang, property, atau jasa; untuk menghindari pembayaran atau
kerugian uang atau jasa; atau untuk menjamin keuntungan personal atau bisnis
SEC 1934 Section 10b-5:
Fraud adalah tindakan pelanggaran secara langsung atau tidak langsung,
dengan menggunakan berbagai alat atau instrument perdagangan antar
wilayah, atau surat, atau fasilitas dari setiap perdagangan sekuritas nasional,
a) menggunakan setiap alat, skema, atau keahlian untuk menipu,
b) membuat pernyataan tidak benar tentang fakta material atau
menghilangkan fakta yang diperlukan untuk membuat pernyataan yang tidak
akan menyesatkan,
c) melakukan setiap tindakan, praktek, atau kegiatan bisnis yang beroperasi
dengan curang dan menipu setiap orang, sehubungan dengan pembelian
atau penjualan sekuritas.
Pengertian Kecurangan menurut:
KBBI?
KUHP?
OJK (BAPEPAM-LK)?
Kitab suci?
Beberapa istilah:
Forensic accountant dan audits
Forensic Accounting
Financial Auditor
Fraud Auditor
Fraud Auditing
Fraud Auditing = Forensic Accounting = Investigative Auditing ?
Mencegah dan mendeteksi fraud peradilan hukum
Forensic Accounting bersifat reaktif
Fraud Auditing biasanya lebih aktif
Forensic accounting investigative auditing pembebasan atau
hukuman tertentu bagi pelaku
Mengapa Terjadi Fraud?
Kecurangan (fraud) atau penipuan (deception) dengan sengaja adalah
strategi untuk mencapai tujuan pribadi atau organisasi atau untuk
memuaskan kebutuhan seseorang.
Yang dilakukan dengan cara tidak jujur
Akibat persaingan hidup karena masalah ekonomi, sosial, atau
politik
Gwynn Nettler: Cheating and Stealing (1982)

Orang cenderung melakukan penipuan adalah orang yang:


Pernah mengalami kegagalan
Tidak disukai atau tidak menyukai diri sendiri
Impulsif, kacau, tidak sabar
Tidak memenuhi suara hati nurani
Acuh atau tidak cerdas
lower class

Merasa semakin mudah untuk berbohong dan mencuri
Memiliki kebutuhan yang berbeda
Tekanan untuk mencapai tujuan yang penting
Perjuangan untuk hidup
Variabel Fraud
Variable Individu: Aptitudes/abilities, attitude/preference, personal
needs/wants, values/beliefs
Variable Organisasi: nature/scope of the job, tools/training provided,
rewars/recognition system, quality of management and supervision,
clarity of role responsibilities, clarity of job related goals,
interpersonal trust, motivation and ethical climate
Variable Eksternal: degree of completion in the industry, general
economic condition, societal values
Lingkup Penugasan Akuntan Forensik
Corporate Investigation (pemegang saham atau dewan komisaris
menyewa akutan Forensik untuk menyediki atau menginvestigasi
dugaan kecurangan yang dilakukan manajemen)
Litigation Support (dukungan bagi pihak tertentu dalam perkara
peradilan)
Criminal Matters (kejahatan kerah putih/white collar untuk menilai
kecurangan yang telah terjadi)
Insurance Claims (manipulasi klaim asuransi)
Government (misal: fasilitas kredit ekspor, subsidi non budgeter)
Keahlian yang harus dimiliki akuntan forensik
Identifikasi masalah keuangan
Pengetahuan tehnik investigasi
Pengetahuan tentang bukti
Interpretasi laporan keuangan
Penyajian temuan
Sifat Fraud
Pelaku
Sengaja
Keuntungan bagi pelaku
Pihak terkait
Pihak terkait belum tentu menyadari tindakannya
Penekanan audit investigasi
Who siapa pelaku
What (how much) nilai kecurangan/kerugian
Why motif
When kapan
How bagaimana tindakan dilakukan
Where di mana fraud dilakukan
Metoda Investigasi Audit:
Menduga pelaku fraud
Mengidentifikasi bukti yang relevan
Menentukan sumber bukti
Menentukan bagaimana cara memeroleh bukti
Tiga kategori Fraud
Tampak nyata dalam pembukukan Sulit ditemukan lagi kalau
tercatat tidak akan ketahuan
Ada dalam pembukuan tetapi tersembunyi mark up terhadap aset
Berada di luar pembukuan sulit untuk ditemukan buktinya oleh
auditor yang terlatihpun
Fraud ada yang sifat berulang (repetitive) ada yang tidak berulang
(non repetitive)
Fraud: uang suap, harga yang tidak wajar, kontrak yang tidak wajar,
sistem tender, pembayaran ganda, pembayaran duplikasi,
pembayaran fiktif, penyerahan barang tidak sesuai dengan kontrak dll
Tehnik Audit dalam investigasi:
1. Kejahatan: kejahatan apa yang terjadi dan bukti apa yang akan
tersedia dan harus dikumpulkan untuk membawa pelaku ke
pengadilan
2. Sesuatu yang bernilai: material dapat menentukan skenario
yang mungkin, tersedianya bukti pisik, bukti dokukemn dlsbg
3. Saksi: apakah ada saksi yan bersedia memberi kesaksian?
Hubungan saksi dengan kejahatan dan dengan pelaku.
Pencegahan terhadap Fraud:
Pengendalian akuntansi dan audit yang ketat
Penyaringan pegawai yang ketat menyangkut integritas
Supervisi dan pemantauan yang ketat
Aturan tertulis tentang pelarangan segala tindakan kecurangan
Kondisi yang memungkinkan terjadinya fraud
yang tinggi:
Gaya manajemen otokratik bukan partisipasi
Orientasi manajemen: low trust dan didasari kekuasaan
Otoritas yang tersentralisasi
Perencanaan yang tersentralisasi dan berjangka pendek
Fokus pada profit bukan pada customer
Sistem pelaporan berjangka dan rutin bukan menurut kepentingan
Aturan kaku dan penerapan yang tidak fair dan reasonable
Kritik kenerja yang negative bukan positif

Adanya intrik dengan penyelesaian yang tidak tepat dan tidak terbuka
Segala sesuatu dihargai dengan uang
Etika usaha yang tidak jelas
Hubungan internal dengan persaingan yang ketat dan kasar
Nilai egoistic yang tinggi
Turnover pegawai yang tinggi
Loyalitas pegawai yang rendah
Arus kas yang tersendat
Pertumbuhan perusahaan yang sporadis
Hubungan kasar dan agresif dengan pesaing
Hubungan antar kolega: rival, kasar, agresif
Karakter pimpinan negatif
Personil
Apakah karyawan memiliki cukup alasan untuk bertindaj curang?
Apakah remunirasi kompetitif dibanding dengan perusahaan sejenis?
Adakah target berlebihan yang membuat tidak nyaman?
Apakah evaluasi kinerja dilakukan secara adil?
Apakah promosi berdasarkan prestasi, catatan kontribusi dan
terbuka?
Adakah karyawan mendapat kepuasan kerja?
Manajemen
Apakah manajemen mengalami sindrom kita-mereka antar level, antar
klik dsbg
Adakah konflik pada top manajemen ttg kebijakan, tujuan organisasi, filofi
dsb?
Adakah bukti atau kejadian yang mengarah pada saling iri, saling
menjatuhkan dsb
Bagaimana sejarah perusahaan yang menyangkut:
Perpindahan top level manajemen
Kolusi dengan pamasok/pelanggan
Top mgt hidup sangat mewah
Top mgt memiliki usaha serupa di luar perusaan
Jenis Kecurangan:
Consumer and investor frauds
Criminal, civil, and contractual frauds
Fraud For and Against the company
Internal and External Fraud
Management and Non Management Fraud
Fraud Auditor dan Forensic Accounting
Fraud auditing (investigative audit) adalah pendekatan dan
metodologi untuk melihat kecurangan, yaitu seseorang mengaudit
bukti kecurangan. Tujuannya untuk menemukan ada tidaknya
kecurangan. Fraud auditor adalah auditor yang memiliki attitude,
atribut, skill, knowledge dan pengalaman yang ahli dalam
menemukan dan mendokumentasikan kecurangan yang ada dalam
laporan keuangan.
Forensic accountant akan diminta datang sesudah ada kecurigaan,
keluhan atau tuduhan adanya kecurangan
Transaction & Statement Fraud
Statement Fraud: intentional misstatement atas laporan keuangan
untuk meningkatkan profitabilitas dan menipu pemegang saham atau
kreditur
Transaction Fraud: dimaksudkan untuk memudahkan pencurian atau
konversi asset organisasi untuk kepentingan pribadi. Senior
management promosi, kenaikan gaji, atau bonus berdasar fraud
(overstatement revenues). Low management untuk
menyembunyikan atau memudahkan pencurian atau penggelapan
(hutang fiktif)
Payment & Receipt System Fraud
Payment System:
Siklus Pembelian dan Pembayaran
Siklus Personalia dan Penggajian
Siklus persediaan dan Penyimpanan Barang
Siklus Perolehan Capital
Receipt System:
Siklus penjualan dan penerimaan
Siklus Pelunasan Capital
Siklus Persediaan dan Penyimpan Barang
Siklus Penjualan dan Penerimaan Kas
Pencurian Penerimaan Kas: tidak mecatat penjualan, lapping,
menagih terlalu tinggi
Pencurian Aset Lain: pesan dan kirim barang ke alamat lain
Kickback dari pelanggan: menagih lebih rendah kpd pelanggan dan
sisa dicatat sbg penghapusan piutang
Front End Fraud: menggelapkan rabat
Siklus Pembelian dan Pembayaran
Kolusi dengan pemasok
Suap
Kick back
Black mail
Pembayaran fiktif
Siklus Personalia dan Penggajian
Karyawan fiktif
Melebihkan jam lembur
Memalsukan tagihan medik karyawan
Melebihsajikan biaya personalia
Siklus Persediaan dan Penggudangan
Pesan barang yang tidak diperlukan kemudian barangnya dicuri
Menggelapkan barang dan melaporkannya sebagai akibat pencurian
Siklus Perolehan dan Pembayaran Kapital
Kecurangan dalam siklus ini hanya dapat dilakukan oleh manajemen:
Peminjaman uang untuk kepentingan pribadi
Penyalahgunaan pendapatan bunga
Penyalahgunaan hasil pembiayaan
Penyalahgunaan transaksi investasi
Tipe Kecurangan Keuangan Lain
Kecurangan pelanggan: memberikan informasi yang salah pada
perusahaan asuransi atau pengajuan kredit ke bank
Kecurangan managemen: manipulasi pelaporan laba (Enron,
WorldCom, Global Crossing, PT Kimia Farma, PT Indo Farma
Berapa angka kerugian akibat kecurangan?
ACFE (Association of Certified Examiner): dalam laporan tahun 2004
$660 milyar naik $400 juta dibandingkan tahun 1996
Small Business Fraud: median dari kerugian $98.000 (oleh pemilik
atau ekskutif) enam kali lebih tinggi dibandingkan dengan kerugian
yang dilakukan managemen dan 14 kali lebih tinggi dibandingkan
dengan kerugian yang dilakukan oleh karyawan perusahaan tidak
mengambil tindakan hukum
Kategori Kecurangan Karyawan (ACFE)
Asset misappropriation:
Fraudulent disbursement (billing, check tampering (mengubah), expense
reimbursement, payroll, register disbursement)
Skimming (mencuri kas sebelum dicatat)
Cash larceny (mencuri kas sesudah dicatat)
Corruption
Fraudulent statements
Persepsi masyarakat ttg kecurangan
Menganggap kecurangan sebagai tindakan kriminal tanpa korban
Pemerintah dan perusahaan begitu kaya sehingga kerugian yang
diderita tidak begitu terasa
Kecurangan dianggap cara yang mudah untuk memeroleh uang tanpa
resiko hukuman yang berat
Korban kecurangan (perusahaan) enggan untuk mempubilkasikan
kecurangan yang terjadi karena akan berpengaruh negatif bagi para
pelanggan, pemasok, bank dan perusahaan asuransi.
Pelaku kecurangan gangster
Siapa pelaku kecurangan?
Karyawan (67,5%)
Manager (34%)
Pemilik/Executive (12,4%)

Wanita atau Pria?


Tua atau Muda?
Lulusan Universitas atau SMA?
Pemain lama (12%) Pemain Baru (88%)
Pendeteksian Kecurangan
Tip (40%)
employees (60%);
customers (20%);
vendors (165);
anonymous (13%)
Internal Audit (24%)
Accident (21%)
Internal control (18%)
External Audit (11%)
Police (1%)
Motivasi Kecurangan
Financial
Persaingan etika kapitalisme
Situasi
Rasionalisasi
Penyakit mental
Egoisme
Konsekuensi social dari Kriminal ekonomi
US (2004) $660 milyar (6% dari GDP) jumlah yang diketahui
Indonesia:
Bank Century Rp6,7 trilyun
Proyek Hambalang
Pajak : kasus BCA, Gayus
Bank Mega dan PT Elnusa Tbk
Laporan Fiktif Kas Bank BRI Unit Tapung Raya
Citibank Melinda Dee (Rp17 milyar)
Bank BNI Cabang Margonda
PT Pos Indonesia Kendari 2012
Selesai Sesi 1