Anda di halaman 1dari 24

REFERAT EDEMA

PEMBIMBING :
dr. Untung Surapati Sp.PD

1
DEFINISI
Edema berarti volume cairan ekstraseluler
dan ekstravaskuler disertai dengan penimbuan
cairan ini dalam sela-sela jaringan dan rongga
serosa.
Dapat bersifat setempat atau umum.
Edema bersifat umum (edema anasarka) yang
menimbulkan pembengkakan berat jaringan
bawah kulit.
Edema yang terjadi pada rongga serosa tubuh
diberi nama sesuai tempat yang bersangkutan.

Setiati S., & Alwi I., dkk,. BUKU AJAR ILMU PENYAKIT DALAM. Jilid II edisi VI . Jakarta: Interna Publishing
.2014 .hal 125 2
ETIOLOGI
EDEMA

Peningkata Penurunan Obstruksi Peningkatan Retensi air


tan Tekanan Saluran Premeabilita dan
Tekanan Onkotik Limfe s natrium
Mikrovaskul
Hidrostatik Plasma
ar

-CHF -SN -CKD


-Respon
-Sirosis -Filariasis Inflamasi
Hepatis

Setiati, S. dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi 6. Jakarta :


Interna Publishing. 2015. 3
KLASIFIKASI
a. Pitting oedema
Perpindahan cairan interstitium yaitu oleh
tekanan jari pada kulit yang meninggalkan
cekungan. Setelah tekanan dilepas
memerlukan waktu 5-30 untuk kembali pada
keadaan semula.
b. Non pitting oedema
Tidak meninggalkan cekungan saat ditekan.
Dapat terjadi pada penyakit sistem limfatik
seperti lymphedema pasca operasi
mastektomi/lymph node.

Robbins. Edema. Buku Ajar Patologi. Jilid I. Edisi ke-7. Jakarta: EGC; 4
PATOFISIOLOGI
a. Penurunan tekanan osmotic koloid
Protein plasma tekanan osmotic koloid
intravasculer , sedangkan tekanan osmotic
koloid pada jaringan interstitium volume
cairan interstitium oedema.
b. Peningkatan tekanan hidrostatik kapiler
Tekanan hidrostatik ini merupakan daya untuk
menginfiltasi cairan melalui dinding kapiler.
Tekanan hidrostatik > tekanan osmotic dalam
pembuluh darah oedema.

Robbins. Edema. Buku Ajar Patologi. Jilid I. Edisi ke-7. Jakarta: EGC; 5
................lanjutan
c. Peningkatan permeabilitas kapiler
Pelepasan mediator lokal vasodilatasi &
permeabilitas mikrovaskuler . Reaksi ini
berakhir dengan terjadinya edema lokal dan
akan kembali normal apabila rangsangan
yang terjadi mulai berkurang.
d. Obstruksi limfatik
Terjadi karena tekanan pada pembuluh limfe
oleh tumor/inflamasi, penyempitan pembuluh
limfe akibat fibrosis/obstruksi internal
pembuluh limfe oleh trombus edema

Robbins. Edema. Buku Ajar Patologi. Jilid I. Edisi ke-7. Jakarta: EGC; 6
................lanjutan
e. Retensi natrium dan air
Ekskresi natrium dalam urine lebih kecil
dari pada yang masuk (intake <<).
Konsentrasi natrium hipertoni
cairan ekstraseluler & ekstravaskuler
(cairan interstitium) >> edema

Robbins. Edema. Buku Ajar Patologi. Jilid I. Edisi ke-7. Jakarta: EGC; 7
MANIFESTASI KLINIS
Edema perifer dan periorbita
Distensi vena jugularis
Peningkatan tekanan darah
Asites, efusi pleura, edema paru akut
(dispnea, takipnea, ronkhi basah di seluruh
lapangan paru)
Penambahan berat badan secara cepat
Hasil laboratorium : Ht , protein serum ,
natrium serum normal, natrium urine (<10
mEq/24 jam)

Robbins. Edema. Buku Ajar Patologi. Jilid I. Edisi ke-7. Jakarta: EGC; 8
ANAMNESIS
Keluhan utama : Edema
Riwayat Penyakit Sekarang (The
Sacred Seven)
1. Lokasi edema : palpebra, ekstremitas, atau
pada vulva (wanita) atau skrotum (pria)
2. Onset & kronologi : edema ditanyakan sejak
kapan? pertama kali muncul dimana?
memburuk waktu sore? membaik waktu pagi?
Atau tidak dipengaruhi waktu
3. Kuantitas edema : apakah tidak dapat
beraktivitas karena bengkak ada rasa kurang
nyaman atau tidak?
Setiati S., & Alwi I., dkk,. BUKU AJAR ILMU PENYAKIT DALAM. Jilid II edisi VI . Jakarta: Interna Publishing .2014
9
.hal 125
....Anamnesis

4. Kualitas : pada edema (bengkak) disertai


rasa sakit seperti nyeri ,sesuatu bergerak atau
tidak?
5. Faktor pemberat : bertambah edema
(bengkak) bila dibawa bergerak atau
bagaimana ?
6. Faktor peringan : bengkak akan dirasa
berkurang bila?
7. Gejala yang menyertai : adakah gejala lain
yang menyertai? benjolan atau tumor, atau
nyeri tekan ? Adakah demam, batuk, sesak
nafas, nyeri dada, berdebar-debar?

Setiati S., & Alwi I., dkk,. BUKU AJAR ILMU PENYAKIT DALAM. Jilid II edisi VI . Jakarta: Interna Publishing
10
.2014 .hal 125
....Anamnesis
Riwayat penyakit dahulu :
Ditanyakan adakah penderita pernah sakit serupa
sebelumnya, bila dan kapan terjadinya?
dan sudah berapa kali dan telah diberi obat apa saja?
Menanyakan adakah riwayat penyakit
Gagal jantung kongestif
Sindroma nefrotik
Alergi
Hipotiroidisme
Vaskulitis

, & Alwi I., dkk,. BUKU AJAR ILMU PENYAKIT DALAM. Jilid II edisi VI . Jakarta: Interna Publishing .2014 .hal 11
....Anamnesis
Riwayat penyakit keluarga :
Adakah riwayat (diabetes mellitus,
hipertensi, tumor, alergi makanan dll) atau
riwayat penyakit yang menular pada keluarga?

Setiati S., & Alwi I., dkk,. BUKU AJAR ILMU PENYAKIT DALAM. Jilid II edisi VI . Jakarta:
12
Interna Publishing .2014 .hal 125
....Anamnesis
Riwayat sosial dan ekonomi
Hal ini untuk mengetahui status sosial
pasien, yang meliputi pendidikan, pekerjaan
(bekerja dimalam hari atau pabrik).
Menanyakan pola tidur, apakah minum
alkohol atau merokok? obat-obatan?

Setiati S., & Alwi I., dkk,. BUKU AJAR ILMU PENYAKIT DALAM. Jilid II edisi VI . Jakarta:
13
Interna Publishing .2014 .hal 125
PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan fisik edema :
Sebelum melakukan pemeriksaan fisik lakukan
informed concent dan tujuan pemeriksaan.
Tetap melakukan pemeriksaan secara head to toe.
Keadaan umum
Inspeksi : lokasi (palpebra, ekstremitas, atau
pada vulva (wanita) atau skrotum (pria), warna
Palpasi daerah edema : pergerakkan,
konsistensi dan kemerahan
Pitting edema : tekan daerah edema selama
5 detik, kedalaman pitting menunjukkan kedalaman
edema, 1+, 2+
Setiati S., & Alwi I., dkk,. BUKU AJAR ILMU PENYAKIT DALAM. Jilid II edisi VI .
14
Jakarta: Interna Publishing .2014 .hal 125
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Yang dilakukan tergantung dari gambaran yang
didapat pada anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Namun, biasanya dilakukan:
Pengukuran kadar albumin serum
Tes fungsi hati
Kreatinin
Elektrokardiogram
Foto thorax

Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M Setiati. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 5th
15
edition. Jakarta.
KOMPLIKASI
Edema Paru
Edema Serebri

Mpu Kanoko. Gangguan cairan tubuh dan sirkulasi. Dalam: Pringgoutomo S, Himawan S,
16
Tjarta A, editor. Edisi 1. Jakarta. 2006
DIAGNOSIS BANDING
Ginjal Non Ginjal

Sindroma Nefrotik Penyakit jantung kongestif

Sirosis hepatis

Malnutrisi

filariasis

Selulitis

Udem paru

Dapus : siti idrus dkk. Ilmu Penyakit dalam.


Edisi 4 jilid 1. Internal publising. 17
PENCEGAHAN
Pada penyakit ginjal
Berpenyakit umum: mengenali penyakit
Diabetes Mellitus, Hipertensi, Dislipidemia
(Cholesterol tinggi), Obesitas, Gout.

Lisa M. Sindroma nefrotik. (jurnal) Universitas Sam


Ratulangi fakultas kedokteran. Tahun 2013. 18
.............Pencegahan
Batasi asupan kolesterol
Berhenti meroko
Menjaga tekanan darah tetap dalam
keadaan normal
Mengendalikan asupan garam harian
Menjaga berat badan yang sehat
Mengelola sterss dengan baik.

Dian KW. Edema Paru. (Jurnal) Universitas Sumtra Utara Fakultas


Kesehatan Masyarakat tahun 2015.
19
.............Pencegahan
Pada penyakit hati
Sirosis ini paling sering disebabkan oleh
minuman keras, hepatitis B dan C.
Cara untuk mencegah terjadinya sirosis
dengan tidak konsumsi alkohol.
menghindari risiko infeksi hepatitis C dan
hepatitis B.
Menghindari obat-obatan yang diketahui
berefek samping merusak hati.
Vaksinasi merupakan pencegahan efektif
untuk mencegah hepatitis B.
Arif W. Sirosis hepatis. (jurnal)
Universitas Tanjung Pura Fakultas
Kedokteran tahun 2015. 20
..........Pencegahan
Pada jaringan lunak(selulitis)
Praktik kebersihan pribadi yang baik dan menjaga kulit Anda bersih.
Memakai sepatu yang pas atau sandal yang pas dengan kaus kaki katun longgar. Hindari
berjalan tanpa alas kaki di luar ruangan.
Cuci kulit yang terluka.
Gigitan manusia atau gigitan hewan
Luka tusukan lebih dari setengah inci, seperti menginjak paku
Luka yang dalam dengan kotoran di dalamnya
Diabetes atau kondisi medis lainnya yang signifikan, seperti penyakit hati atau ginjal
Pembengkakan di lengan dan kaki yang tidak kunjung sembuh

Burhan S. Selulitis . Jurnal Universitas Sumatra Utara


Fakultas Kedokteran tahun 2012 21
PENATALAKSANAAN
1. Tangani penyakit yang mendasari
2. Mengurangi asupan natrium dan air
baik dari diet maupun IV
3. Meningkakan pengeluaran natrium dan
air
4. Hindari faktor yang memperburuk
penyakit dasar

Setiati, S. dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi 6.


Jakarta : Interna Publishing. 2015. 22
FARMAKOLOGI
DIURETIK
1. Diuretik Tiazid
- klorotiazid 500-1000mg
- hidroklorotiazid 50-100mg
- Metolazon 2,5-10mg
2. Diuretik Loop
- furosemid 40-600mg
- Etacrynic acid 50-400mg
3. Diuretik Hemat kalium
4. Penghambat karbonik anhidrase
- Acetocolamide 250-500mg
Setiati, S. dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi 6.
Jakarta : Interna Publishing. 2015. 23
24