Anda di halaman 1dari 17

TEKNOLOGI SEDIAAN SEMI PADAT & CAIR

Kelompok I
Abdul Rafik Mohi Nurrahmawaty Yunus
Moch Eka Prasetia Siti Hardianti Lumabiang
Moh Andi Laboddu Tarifa Amalia Katili
Moh Renaldy R.
EMULSI
Emulsi adalah sediaan heterogen yang terdiri dari dua cairan
yang tidak menyatu (minyak dan air) dimana salah satunya
terdispersi sebagian di dalam lainnya.
Emulsi dapat distabilkan dengan penambahan pengemulsi
yang disebut emulgator (emulsifying agent)
Paraffincare Emulsion
Formula asli : Paraffin liquid 100 ml

Preformulasi : Tiap botol mengandung


- Paraffin liquid 30 g/ml
- PGA 10 g/ml
- Asam askorbat 0,1 g/ml
- Asam benzoat 0,5 g/ml
- Essence orange 0,1 g/ml
- Sirup Simpleks 10 ml
- Aquadest ad- 100 ml
Perhitungan Bahan
Paraffin cair 30% = 30/100 x 100 ml = 30 g/ml
PGA 10% = 10/100 x 100 ml = 10 g/ml
Asam askorbat 0,1% = 0,1/100 x 100 ml = 0,1 g/ml
Asam benzoat 0,5% = 0,5/100 X 100 ml = 0,5 g/ml
Essence orange 0,1% = 0,1/100 x 100 ml = 0,1 g/ml
Sirup simpleks = 10 ml
Aquadest sisa = 100 (30 + 10 + 0,1 + 0,5 + 0,1 + 10)
Vaselin album = 100 (50,7)
= 49,3 ml
URAIAN BAHAN
Nama resmi : Parafinum
Nama lain : Parafin Cair, Paraffin Liquid
Rumus Molekul : C14-C18
Titik Lebur : 360C
Pemerian : cairan kental, transparan, tidak berfluoresensi; tidak berwarna;
hampir tidak berbau; hampir tidak mempunyai rasa.
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%) P; larut dalam
kloroform P dan dalam eter P.
Stabilitas : Mengalami oksidasi bila terkena panas dan cahaya. Harus disimpan
dalam wadah kedap udara, terlindung dari cahaya, di tempat yang
sejuk dan kering
Inkompatibilitas : Tidak tahan dengan oksidator kuat.
pH : >7
Penyimpanan : simpan dalam wadah kedap udara dan terlindungi dari cahaya
Range : 1,0-32,0%
Khasiat : Konstipasi
Kegunaan : Zat aktif
PGA
Nama resmi : Gummi Acacia
Nama lain : PGA(Pulvis Gummi Acaciae )
Pemerian : serbuk, berwarna putih/putih kekuningan; tidak berasa; tidak berbau.
Kelarutan : Larut sempurna dalam air, tetapi sangat lambat, meninggalkan sisa
bagian tanaman dalam jumlah sedikit dan memberikan cairan seperti
mucilago; praktis tidak larut dalam etanol dan dalam eter.
Stabilitas : Lebih mudah terurai dengan adanya udara dari luar, mudah
teroksidasi, mudah terurai oleh bakteri dan reaksi enzimatik
Inkompatibilitas : amidopyrine, apomorphine, kresol, etanol (95%), garam besi, morfin,
fenol, physostigmine, tanin, timol, dan vanili.
pH : 4,5-5,0%
Penyimpanan : simpan dalam wadah kedap udara dan terlindungi dari cahaya
Range : 10-20%
Kegunaan : Emulgator
Asam Askorbat
Nama resmi : ASCORBIC ACID
Nama lain : Asam Askorbat
Rumus Molekul : C6H8O6
Berat Molekul : 176,14
Pemerian : Serbuk atau Hablur ; putih atau agak kuning; tidak berbau; rasa asam.
Kelarutan : Agak sukar larut dalam etarol ; tidak larut dalam kloroform eter dan benten.
Stabilitas : Laju oksidasinya tergantung pada pH dan konsentrasi oksigen serta
dikatalisis oleh ion logam, kususnya tembaga dan besi.
Inkompatibilitas : zat pengoksida mis Cu++ dan Fe+++
pH : <7
Penyimpanan : simpan dalam wadah kedap udara dan terlindungi dari cahaya
Range : 0,01-0,1%
Kegunaan : Antioksidan
Asam Benzoat
Nama resmi : BENZOIC ACID
Nama lain : Asam Benzoat
Rumus Molekul : C7H6O2
Berat Molekul : 122,12
Pemerian : Hablur halus dan ringan, tidak berwarna, tidak berbau
Kelarutan : Larut dalam lebih kurang 350 bagian air, dalam lebih kurang 3 bagian etanol
(95%) P, dalam 8 bagian kloroform P dan dalam 3 bagian eter..
Stabilitas : Jika ada pengoksidasi bertahan sedikit lebih lama 8 minggu
Inkompatibilitas : besi, perak dan merkuri.
pH : >2,8
Penyimpanan : simpan dalam wadah kedap udara dan terlindungi dari cahaya
Range : 0,02-0,5%
Kegunaan : Antioksidan dan Pengawet
Essence Orange
Pemerian : Terbuat dari kulit jeruk yang masih segar diproses secara mekanik.
Kelarutan : Mudah larut dalam alkohol 90 %, asam asetat glasial.
Kegunaan : Flavouring agent.
Stabilitas : Dapat disimpan dalam wadah gelas dan plastik.
Penyimpanan : Wadah tertutup dan tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari
cahaya matahari
Aquadest

Nama Resmi : Aqua Destillata,


Nama Lain : Air Suling, Aquadest
RM/BM : H2O / 18,02
Pemerian : Cairan jernih, Tidak berwarna, Tidak berasa, dan tidak
berbau.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Kegunaan : Sebagai pelarut (Dirjen POM, 1989)
ALASAN FORMULASI

Paraffin Liquid
Parafin cair merupakan senyawa hidrokarbon yang tidak dicerna dalam
saluran lambung atau usus dan hanya bekerja sebagai pelicin bagi usus dan
tinja. Parafin merupakan obat pencahar guna mengobati konstipasi. Zat aktif
parafin memiliki tingkat penyerapan yang lambat, sehingga dibuatlah emulsi
dengan formulasi zat tambahan agar mempercepat penyerapan
PGA
PGA merupakan emulgator yang digunakan pada konsentrasi tertentu agar
mencapai kestabilan emulsi M/A dalam pembuatannya. Pada dasarnya tidak
memberikan efek yang beracun dan umumnya stabil dengan beberapa zat
tambahan lain seperti asam benzoat sebagai antimikroba
Asam Askorbat
Asam askorbat merupakan zat antioksidan yang baik digunakan, hal ini sering
dijadikan zat stabilisasi antioksidan pada makanan
Asam Benzoat
Asam benzoat merupakan zat antimikroba, sehingga cocok digunakan sebagai
pengawet pada sediaan umunya emulsi. Karena minyak dalam air pada emulsi
mudah kontaminan disebabkan fase minyak dan fase air mudah terjadi.
Essence orange
Berfungsi sebagai esensi (perasa) jeruk pada sediaan emulsi agar sediaan
memiliki rasa yang lebih khas (jeruk) dan lebih menarik
Cara kerja
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Ditimbang semua bahan
3. Dilakukan kalibrasi botol emulsi 100 ml
4. Dikembangkan PGA menggunakan air hangat dalam beker glass
5. Dicampurkan paraffin cair dengan PGA dan diaduk hingga homogen
6. Dilarutkan asam benzoat dan asam askorbat dengan sebagian aquadest hingga larut
7. Dimasukkan paraffin dan PGA ke dalam lumpang dan dihomogenkan, ditambahkan fase air
sedikit demi sedikit hingga homogen
8. Dicampurkan zat eksipien seluruhnya dan dihomogenkan
9. Dimasukkan ke dalam botol
10. Dicukupkan dengan aquadest ad 100 ml
11. Diberi label brosur pada sediaan
12. Dilakukan pengemasan