Anda di halaman 1dari 12

AKUNTANSI UNTUK BIAYA MATERIAL

(BAHAN BAKU)
Bagian Bagian Bagian
produksi gudang pembelian

Bagian
Bagian
penerimaan
akuntansi
barang

Bagian yang terkait


Sistem Pembelian
Akuntansi biaya bahan baku
Semua biaya yang terjadi untuk
memperoleh bahan baku dan untuk
menempatkannya dalam keadaan siap
diolah. (prinsip akuntansi biaya)

Biaya bahan baku: harga beli, biaya


angkut, asuransi, biaya administrasi, biaya
petugas dan biaya ekspedisi.
Perlakuan biaya angkut

Perbandingan kuantitas tiap Perbandingan harga biaya


jenis bb yang dibeli> biaya angkut sebagai penambah
angkut akan semakin besar biaya bahan baku yang dibeli
apabila jumlah barang
semakin besar

Perbandingan berdasarkan
tarif yang ditentukan dimuka
Metode Pencatatan Bahan Baku
Sistem Periodik
Pada akhir tahun, persediaan yang ada di gudang penyimpanan dihitung jumlah
kuantitasnya dan ditentukan nilai/harga belinya. Untuk menentukan persediaan yang
dipakai/dijual, persediaan yang pernah ada (persediaan awal ditambah pembelian selama
satu periode) dikurangi dengan persediaan akhir periode. Kemudian dibuat dua ayat jurnal
penyesuaian. Jurnal yang pertama mendebet akun Ikhtisar Laba Rugi dan mengkredit
akun Persediaan sejumlah persediaan awal. Jurnal yang kedua didasarkan atas hasil
inventarisasi fisik barang pada akhir tahun. Jurnalnya mendebet akun Persediaan Barang
Dagangan dan mengkredit akun Ikhtisar Laba Rugi. Ayat jurnal ini dibuat sekaligus dalam
satu periode.

Sistem Perpetual
Jurnal dibuat setelah membeli barang dengan mendebet akun Persediaan Barang Dagangan
dan mengkredit akun Hutang atau Kas. Pada waktu menjual barang dibuat jurnal yang
mendebet akun Harga Pokok Penjualan dan mengkredit akun Persediaan sehingga akun
Persediaan akan menunjukkan harga pokok dari persediaan yang ada di gudang.
Perbedaan periodik dan perpetual
Transaksi Sistem Periodek Sistem Perpetual
1. Membeli brg dag. kredit Pembelian 10.000 Persed.Brg Dag 10.000 -
Rp10.000 Hutang 10.000 Hutang 10.000

2. Retur pemb. Rp500 Hutang 500 Hutang 500


Retur Pbl 500 Persed Brg Dag 500

3. Terdapat brg yang dijual. Piutang/Kas 4.000 Piutang/Kas 4.000


Rp4.000 dan hpp brg Penjualan 4.000 Penjualan 4.000
Rp1.500 HPP 1.500
Persed.Brg Dag 1.500

4. Pada akhir tahun Mutlak harus dilakukan inventarisasi fisik karena tanpa Tanpa inventarisasi sudah dapat diketahui
inventarisasi fisik barang, tidak dpt diketahui persediaan persediaan, namun inventarisasi perlu dilakukan
yang ada

Mis menurut perhitungan Ikhtisar L/R 150 Jika hasil inventarisasi fisik tidak sama dengan
fisik pada akhir tahun saldo Persed.B.D. 150 saldo rekening persediaan, perusahaan perlu
persed. Rp200 dan awal Persed. B.D 200 membuat jurnal, jika sama tidak perlu membuat
tahun Rp150. Ikhtisar L/R 200 jurnal.
Metode penentuan harga pokok dapat dibedakan menjadi :
a. FIFO (First In First Out), Metode ini menerapkan bahwa persediaan dengan nilai perolehan
awal/pertama masuk akan digunakan/dijual terlebih dahulu, jadi yang tersisa di persediaan akhir dinilai
dengan nilai perolehan persediaan yang terakhir dibeli (masuk). Metode FIFO dianggap berdampak
pada nilai aktiva yang dibeli perusahaan dan cenderung menghasilkan persediaan yang nilainya tinggi.
b. LIFO (Last In First Out), Metode ini menerapkan bahwa persediaan dengan nilai perolehan terakhir
(masuk) akan dijual/digunakan lebih dulu, sehingga perolehan persediaan akhir dinilai berdasarkan nilai
perolehan yang pertama (awal) masuk (dibeli). Metode LIFO dianggap berdampak pada nilai aktiva
yang rendah pada perusahaan dan cenderung menghasilkan nilai persediaan akhir yang rendah.
Berdasarkan PSAK 14 (revisi 2008) tidak lagi memperbolehkan perusahaan menggunakan metode
LIFO.
c. Average, pengeluaran barang secara acak dan harga pokok barang yang sudah digunakan maupun
yang masih ada ditentukan dengan cara dicari rata-ratanya. Penerapan asumsi ini berlaku baik dalam
sistem periodik maupun dalam sistem perpetual. Dengan menggunakan metode ini maka akan
berdampak pada laba kotor dan harga pokok penjualan.

Menentukan nilai dari persediaan akhir


Penentuan harga pokok bahan baku
Metode Keterangan Kelebihan Kekurangan

Metode FIFO Periodik -Nilai persediaan disajikan -Pajak menjadi lebih


Perpetual relevan besar
-Menghasilkan laba yang lebih -Laba kurang akurat
besar
Metode LIFO Periodik Menghemat pajak pada saat -Rumit
Perpetual inflasi - Pembukuan lebih
mahal
-Laba rugi lebih rendah
Metode Average Periodik Kelebihan diantara kedua Kekurangan diantara
Perpetual metode lainnya kedua metode lainnya

Metode identifikasi -Produk memiliki identifikasi Sulit diterapkan dengan


khusus khusus produk yang variatif dan
-Harga pokok sesuai dengan volume transaksi tinggi
nilai perolehan
Metode identifikasi khusus
Metode umumnya digunakan di perusahaan dagang
Produk yang dijual memiliki identifikasi khusus
Contoh perusahaan perhiasan, penjualan mobil bekas, dll produk yang jumlahnya tidak
banyak dan masing-masing unit memiliki nilai signifikan.
Harga pokok penjualan pada metode identifikasi khusus sebesar nilai peroleh mobil
yang dijual tersebut.
Kelemahan metode ini jika perusahaan memiliki jenis persediaan yang dapat disubtitusi
dan memiliki volume transaksi yang tinggi.
Contoh soal metode identifikasi khusus
Data transaksi pada perusahaan mobil antik yang sangat langka pada bulan Juni 2017:

Tanggal Keterangan
02 Membeli sebuah mobil A dengan nilai Rp 1.000.000.000,00

10 Membeli sebuah mobil B dengan nilai Rp 2.000.000.000,00

15 Membeli sebuah mobil C dengan nilai Rp 3.000.000.000,00

20 Membeli sebuah mobil D dengan nilai Rp 5.000.000.000,00

25 Menjual mobil A (Rp 1.500.000.000,00) dan mobil C (Rp 4.000.000.000,00)

Dari data diatas, yang terjual adalah mobil yang dibeli tanggal 2 dan 15 Juni. Jadi dengan metode identifikasi khusus tidak terikat
kapan persediaan diperoleh seperti metode FIFO dan LIFO. Oleh karena itu, harga pokok penjualan perusahaan sebesar nilai
perolehan mobil yang terjual sebesar Rp 4.000.000.000,00 (Rp 1.000.000.000,00 + Rp 3.000.000.000,00).
Metode identifikasi juga berbeda dengan metode rata-rata tertimbang yang memiliki satu harga untuk semua jenis produknya.
Berdasarkan metode identifikasi khusus, persediaan dinilai sesuai harga perolehan masing-masing. Jadi persediaan akhir
perusahaan dapat dijelaskan sebagai berikut:
Keterangan Nominal

Mobil B Rp 2.000.000.000,00

Mobil D Rp 5.000.000.000,00

Jumlah Rp 7.000.000.000,00
Tugas latihan soal 1
Tanggal Keterangan
Maret 1 Persediaan awal 300 kg @ Rp 800=Rp 240.000
Maret 3 Pembelian 500 kg @ Rp 775=Rp 387.500
Maret 5 Penjualan 350 kg
Maret 10 Pembelian 700 kg @ Rp 825=Rp 577.500
Maret 15 Penjualan 300 kg
Maret 20 Penjualan 500 kg
Maret 25 Pembelian 200 kg @ Rp 850=Rp 170.000

Hitunglah nilai persediaan Periodik pada tanggal 31 maret jika digunakan:


A. Metode FIFO
B. Metode LIFO
C. Metode rata-rata sederhana dan tertimbang
D. Metode identifikasi khusus persediaan masih ada berasarl dari pembelian 3 Maret 350 kg, dan tgl 25 Maret 200 kg
Tugas latihan soal 2
Sebagai contoh data persediaan barang dagangan untuk bulan Januari 2017
sebagai berikut:
Januari 1 Persediaan 200 unit @ Rp10 = Rp 2.000
12 Pembelian 400 unit @ Rp12 = Rp 4.800
26 Pembelian 300 unit @ Rp11 = Rp 3.300
30 Pembelian 100 unit @ Rp13 = Rp 1.300
Setelah dilakukan inventarisasi fisik, jumlah pesediaan per 31 Januari 2017
adalah 300 unit. Tentukan dengan menggunakan metode perpetual:
a. Persediaan per 31 Januari 2017.
b. Harga pokok persediaan yang dijual dalam bulan Januari 2017
menggunakan FIFO, LIFO dan AVERAGE.