Anda di halaman 1dari 13

IMA (INFARK MIOKARD AKUT)

Brian.,M.Kep
DEFINISI

Infark miokard adalah perkembangan


cepat dari nekrosis otot jantung yang
disebabkan oleh ketidakseimbangan
antara suplai nutrisi dan kebutuhan
oksigen.
ETIOLOGI

1. Hipertensi
2. Aterosklerosis
3. Hiperlipidemia (Tinggi Kolesterol)
4. Diabetes Melitus
5. Usia
6. Stress
7. Aktivitas fisik
KLASIFIKASI

1. NSTEMI (Non ST-segmen Elevasi Miokard Infark)


Oklusi total dari arteri koroner yang menyebabkan area infark
yang lebih luas meliputi seluruh ketebalan miokardium, yang
ditandai dengan adanya elevasi segmen ST pada EKG.
2. STEMI (ST-segmen Elevasi Miokard Infark)
Oklusi parsial dari arteri koroner akibat trombus dari plak
atherosklerosis, tidak disertai adanya elevasi segmen ST pada
EKG.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

1. EKG
2. Darah lengkap
ST ELEVASI
MEKANISME IMA
TANDA DAN GEJALA

1. Angina/nyeri dada > 20 menit saat istirahat (prolonged angina).


2. Perubahan elektrokardiografi (EKG), menunjukkan ST Elevasi.
3. Munculnya dalam darah protein-protein aspartate
aminotransferase (AST), lactate dehydrogenase, creatine kinase
isoenzyme MB (CK-MB), mioglobin, carbonic anhydrase III
(CAIII), myosin light chain (MLC) dan cardiac troponin I dan T
(cTnI dan cTnT).
4. Mual, pusing.
5. Sesak napas, Palpitasi, kringat dingin, pucat.
PENATALAKSANAAN

1. Suplemen oksigen harus diberikan


pada pasien dengan saturasi oksigen
arteri <90%.
2. Pemberian ISDN 5 Mg (Isosorbide
dinitrate). Untuk melebarkan
dinding pembuluh darah.
3. Aspirin (Analgesik).
4. Clopidogrel 75 mg/hari(Menghambat
pembentukan trombus).
DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Nyeri akut berhubungan dengan iskemia miokard akibat oklusi


arteri koroner.
2. Penurunan curah jantung b.d perubahan pada jantung karena
iskemia, cedera, atau infark pada miokardium.
3. Gangguan pertukaran gas yang b.d penurunan curah jantung
yang ditunjukkan oleh sianosis, pengisian kapiler yang terganggu,
penurunan tekanan oksigen arteri (PaO2), dan dyspnea.
INTERVENSI KEPERAWATAN

1. Nyeri akut berhubungan dengan iskemia miokard akibat oklusi


arteri koroner.
1) Lakukan pengkajian nyeri yang komprehensif meliputi lokasi,
karakteristik, awitan dan durasi, frekuensi, kualitas, intensitas
atau keparahan nyeri, dan faktor presipitasinya (PQRST).
2) Minta pasien untuk menilai nyeri atau ketidaknyamanan pada
skala 0 sampai 10 (0 = tidak ada nyeri atau ketidaknyamanan, 10
= nyeri hebat)
3) Berikan peredaan nyeri oleh analgesic dan kemungkinan efek
sampingnya.
4) Kaji dampak agama, budaya, kepercayaan, dan lingkungan
terhadap nyeri dan respons pasien.
INTERVENSI KEPERAWATAN

2. Penurunan curah jantung b.d perubahan pada jantung karena iskemia,


cedera, atau infark pada miokardium.
1) Reduksi perdrahan : membatasi kehilangan volume darah selama
episode perdarahan
2) Perawatan jantung : membatasi komplikasi akibat ketidak
seeimbangan antara suplai dan kbutuhan oksigen miokard pada pasien
yang mengalami gejala kerusakan fungsi jantung.
3) Perawatan jantung, akut : membatasi komplikasi untuk pasien yang
sedang mengalami episode ketidakseimbangan antara suplai dan
kebutuhan oksigen miokard yang mengakibaatkan kerusakan fungsi
jantung .
4) Promosi perfusi serebral : menngkatkan perfusi yang adekuat dan
membatasi komplikassi untuk pasien yang mengalami atau beresiko
mengalami ketidak adekuatan perfusi serebral.
INTERVENSI KEPERAWATAN

3. Gangguan pertukaran gas yang b.d penurunan curah jantung


yang ditunjukkan oleh sianosis, pengisian kapiler yang terganggu,
penurunan tekanan oksigen arteri (PaO2), dan dyspnea.
1) Kaji suara paru, frekuensi napas, kedalaman dan usaha napas
dan produksi sputum sebagai indicator keefektifan penggunaan
alat penunjang.
2) Pantau saturasi O2 dengan oksimeter nadi.
3) Pantau hasil gas darah (misalnya kadar PaO2 yang rendah, dan
PaCO2 yang tinggi menunjukkan perburukan pernapasan).
4) Berikan obat yang diresepkan (misalnya natrium bikarbonat)
untuk mempertahankan keseimbangan asam basa.