Anda di halaman 1dari 35

Sumber : HISTOLOGI DASAR

Dr. EDY RAMDHANI


KULIT
KULIT ADALAH organ tunggal yang paling
berat dari tubuh, 16 dari BB total,
memaparkan 1,2-2,3 m permukaan tubuh.
Terdiri :
1. Epidermis (Ektoderm)
2. Dermis (Endoderm)
.KULIT
Tonjolan dermis disebut PAPILA
Tonjolan epidermis disebut RABUNG
EPIDERMIS (EPDERMIS RIDGES).
Turunan epidermis meliputi rambut, kuku, dan
kelenjar sebasea dan kelenjar keringat.
.KULIT
Dibawah dermis terdapat HIPODERMIS atau
JARINGAN SUBKUTAN yaitu jaringan ikat
longgar yang dapat mengandung bantalan
lemak, disebut PANIKULUS ADIPOSUS.
Kulit berfungsi :
Organ reseftor, proteksi.
.KULIT
Pigmen melanin menyediakan perlindungan
terhadap sinar ultraviolet matahari.
Kelenjar kulit, pembuluh darah, dan jaringan
lemak, berfungsi mengatur suhu, metabolisme
tubuh, dan ekskresi berbagai substansi.
Vitamin D dibentuk oleh pengaruh sinar
ultraviolet matahari dari prekursor yang dibentuk
kulit.
Kulit dapat mengembang, karena bersifat elastis.
.KULIT
Bagian tertentu kulit memperlihatkan rabung-
rabung dan alur-alur yang tersusun dalam pola
yang berbeda.
Pertama kali muncul pada minggu 13, pada
ujung jari (sidik jari) dan kemudian pada
permukaan volar kaki dan tangan.
.KULIT
Pola rabung yang diselingi alur dikenal
DERMATOGLIFI (Sidik jari).
Tampak berupa lengkungan, lingkaran, uliran,
atau kombinasi bentuk lain.
Konfigurasi ini, dipakai untuk identifikasi
perorangan, agaknya ditentukan oleh banyak
gen.
DERMATOGLIFI penting di bidang kedokteran,
antropologi, dan bidang hukum.
EPIDERMIS
Terdiri epitel berlapis gepeng dengan lapisan
tanduk.
Mengandung tiga jenis sel : melanosit, sel
langerhans, dan sel merkel.
KULIT TEBAL (glabrosa atau licin dan tdk
berambut) 400-600m
KULIT TIPIS (berambut) 75-150m
EPIDERMIS
STRATUM BASALE : terdiri selapis sel kuboid
terletak di atas lamina basalis. Diperbaharui
setiap 15-30 hari.
STRATUM SPINOSUM : terdiri sel-sel kuboid,
poligonal atau agak gepeng dengan inti
ditengah dan cabang-cabang sitoplasma.
STRATUM GRANULOSUM : ditandai 3-5 lapis
sel poligonal gepeng dengan sitoplasma berisi
granula basofilik kasar ( granula keratohialin).
EPIDERMIS
STRATUM LUSIDUM : tampak lebih jelas pada
kulit tebal, bersifat translusen dan terdiri atas
selapis tipis sel eosinofilik sangat gepeng. Organel
dan inti tidak tampak lagi, sitoplasma terutama
terdiri filamen padat.
STRATUM KORNEUM : lapisan ini terdiri 15-20
lapis sel berkeratin tanpa inti gepeng yang
sitoplasmanya dipenuhi keratin.
Setelah keratinisasi, sel-sel hanya terdiri protein
amorf dan fibrilar dan membran plasma yg
menebal disebut SEL TANDUK.
EPIDERMIS
PSORIASIS : peningkatan jumlah sel proliferasi
dalam stratum basale dan stratum spinosum,
selain penurunan waktu siklus dari sel. Hal ini
menyebabkan menebalnya epidermis yang
lebih cepat yaitu 7 hari.
MELANOSIT
Warna kulit ditentukan oleh kandungan
melanin dan karotin, jumlah pembuluh darah.
EUMELANIN pigmen coklat tua yang
dihasilkan melanosit. Pigmen pada rambut
merah disebut FEOMELANIN dan SISTEIN.
MELANOSIT memiliki badan sel bulat dan
terdapat juluran cabang-cabang tdk teratur ke
dalam epidermis (diantara stratum basale dan
stratum spinosum).
MELANOSIT
Walaupun melanosit mengandung melanin
tetapi yang berfungsi sebagai depot dan
mengandung lebih banyak pigmen melanin. Di
dalam keratinosit, granula melanin menyatu
dengan lisosom-inilah sebabnya melanin
menghilang dalam sel-sel epitel bagian atas.
MELANOSIT
Kelainan melanosit :
Peningkatan pigmentasi kulit pada penyakit
addison.
Albinisme ketidakmampuan herediter dari
melanosit untuk membuat melanin.
Degenerasi yang diatur secara genetik dan
hilangnya seluruh melanosit menyebabkan
kelainan depigmentasi disebut vitiligo.
SEL LANGERHANS
Sel berbentuk bintang, terutama dalam
stratum spinosum. Sel langerhan merupakan
makrofag yang mempunyai peran dalam reaksi
imunologi kulit.
SEL MERKEL
Sel merkel biasanya terdapat dalam kulit
tebal.
Ujung saraf bebas yang membentuk perluasan
diskus terminal terdapat pada basis sel
merkel.
Berfungsi sebagai mekanoreseptor sensoris.
DERMIS
Terdiri jaringan ikat yang menunjang
epidermis dan mengikatnya pada laipsan
dibawahnya (hipodermis).
Ketebalan bervariasi, maksimum 4mm di
daerah punggung.
Permukaan dermis tidak teratur dan memiliki
banyak tonjolan (papila dermis) yang saling
mengunci dengan juluran-juluran epidermis.
DERMIS
DERMIS terdiri stratum papilare dan stratum
retikularis.
Stratum papilare terdiri jaringan ikat longgar,
dan sel-sel jaringan ikat.
Stratum retikularis terdiri jaringan ikat padat
tidak teratur.
RAMBUT
RAMBUT adalah struktur berkeratin panjang
berasal dari invaginasi epitel epidermis.
Warna, ukuran dan penyebarannya bervariasi
sesuai bangsa, umur, dan jenis kelamin.
Rambut ditemukan diseluruh tubuh, kecuali
telapak tangan, telapak kaki, bibir, glans penis,
klitoris dan labia minora.
RAMBUT
Lamanya masa pertumbuhan dan masa
istirahat juga bervariasi sesuai daerah tubuh.
Misalnya pada kulit kepala, masa
pertumbuhan (anagen) berlangsung beberapa
tahun, sementara masa istirahat (katagen dan
telogen) rata-rata 3 bulan.
RAMBUT
FOLIKEL RAMBUT selama masa pertumbuhan
mempunyai pelebaran pada bagian ujung
disebut bulbus rambut. Pada dasar rambut
dapat dilihat papila dermis.
Sel-sel bagian pusat akar rambut pada puncak
papila dermia menghasilkan sel yang besar,
bervakuola, cukup berkeratin akan
membentuk medula rambut.
RAMBUT
Sel-sel yang terletak sekitar bagian pusat dari
akar rambut membentuk korteks rambut.
Lebih ketepi terdapat sel yang menghasilkan
kutikula rambut.
Sel paling luar menghasilkan sarung akar
rambut dalam.
Sarung akar rambut luar berhubungan
langsung dengan sel epidermis.
RAMBUT
Yang memisahkan folikel rambut dari dermis
ialah lapisan hialin non selular yaitu membran
seperti kaca (glassy membrane).
Dermis yang mengelilingi folikel lebih padat
membentuk sarung jaringan ikat khusus.
Terikat pada sarung ini dan
menghubungkannya pada stratum papila
dermis terdapat sel otot polos (M. arektorpili).
RAMBUT
KUKU
Adalah lempeng sel epitel berkeratin pada
permukaan dorsal setiap falangs distal.
Bagian proksimal kuku, yang tersembunyi
dalam alur kuku adalah akar kuku.
Stratum korneum epitel membentuk
eponikium atau kutikula.
Lempeng kuku yang sesuai dengan stratum
korneum kulit, terletak di atas dasar epidermis
yang disebut lempeng kuku.
.KUKU
Pada dasar kuku hanya terdapat stratum
basale dan stratum spinosum.
Epitel lempeng kuku timbul dari matriks kuku.
Ujung proksimal matriks meluas kedalam akar
kuku. Ujung distalnya meluas ke tepian luar
lunula yaitu bagian opak berbentuk kresen
(sabit) pada ujung proksimal kuku.
KELENJAR KERINGAT
Kelenjar sebasea menghasilkan sebum yaitu
sekret kelenjar sebasea, yang secara
berangsur digeser kepermukaan kulit. Ini
merupakan kelenjar holokrin.
Kelenjar keringat ekrin (merokrin) adalah
kelenjar tubuler simplek bergulung, yang
saluran keluarnya bermuara di permukaan
kulit.
The end
SELAMAT BELAJAR..!!!!!!!!