Anda di halaman 1dari 16

WHAT IS BAMBOO ?

Bambu merupakan tanaman berumpun


dan termasuk dalam famili gramineae dan terdapat
hampir di seluruh dunia kecuali di Eropa. Jumlah yang
ada di daerah Asia Selatan dan Asia Tenggara kira-kira
80% dari keseluruhan yang ada di dunia (Uchimura,
1980). Pada saat ini telah tercatat lebih dari 75 genera
dan 1250 spesies bambu di dunia. Dari sekian banyak
jenis bambu unggul di dunia, sekitar 59% terdapat di
Indonesia.
Menurut haygreen dan Bawyer(1980), sifat
fisika dan mekanika kayu dipengaruhi oleh tiga hal yaitu
:
a. Volume rongga
b. Struktur sel
c. Kadar air
Selanjutnya leisse (1980) menyatakan
bahwasecara anatomi dan kimiawi bambu dan kayu
hampir sama, oleh karena itu faktor-faktor kadar air
dan berat jenis yang sangat berpengarauh pada kayu
juga berpengaruh pada sifat-sifat bambu.
Penggunaan bambu

Berdasarkan umur tumbuh : batang sedapat mungkin dihindarkan atau


<30 hari dapat dikonsumsi ditempatkan pada ruas batang. Bambu yang
6-9 bulan dapat digunakan untuk keranjang dipergunakan dalam konstruksi bangunan harus
kering dan diawetkan dengan bahan pengawet.
2-3 tahun dapat digunakan untuk laminasi Oleh karena bambu mudah sekali diserang
3-6 tahun dapat digunakan untuk konstruksi serangga, bubuk dan rayap. Morisco (1996),
>6 tahun kekuatan bambu sudah berkurang mengadakan pengujian kekuatan bermacam-
Bambu mempunyai kaateristik yaitumacam bambu seperti yang ada pada tabel
mempunyai kuat atrik dan kuat tekan yan baik. berikut ini, dimana terlihat bahwa kekuatan
bambu dengan nodia lebih rendah daripada
bambu tanpa nodia.

Bambu sangat lemah diarah radial,


sehingga pembebanan tegak lurus atas sumbu
Bentuk Kuda-kuda Bambu berdasarkan
Ukuran Bangunan
Jenis Kuda-kuda
Jenis Kuda-kuda
Rangka Atap
Kubah geodesik dapat dengan mudah
dibuat dengan bambu, dapat digunakan sebagai
tempat penampungan sementara bagi korban
bencana alam gempa bumi, banjir dan lain-lain.
Atap ini merupakan frame bambu sederhana
dengan menggunakan batang bambu yang
terpisah dari struktur yang utama. Bentuk atap
seperti yang telah uraikan di atas dapat bertahan
sampai 15 tahun dengan melakukan
pemeliharaan berkala.
Rangka batang penopang sistem telah
dikembangkan dengan menggunakan potongan
bambu yang dihubungkan dengan baut.
Sepantasnya memang jangan menggunakan
penutup atap genteng, lantaran berat yang
dibebankan kepada struktur rangka bambunya
cukup besar. Jika pakai bahan lain dapat pula
digunakan seng atau asbes gelombang yang
sistem pemasangannya sama dengan pengerjaan
susunan pada atap konstruksi kayu.
Detail

Kuda-kuda dan struktur rangka atap dari


bambu biasanya dibuat secara tradisional yang terdiri
dari bubungan, gording dan balok kasau, menggunakan
alat sambung tali ijuk dan pasak dengan kekuatan
rendah. Untuk memperlebar atap maka diperlukan
tambahan tiang di tengah. Apabila terjadi lendutan
yang besar berarti sambungan yang digunakan kurang
baik.
Macam-macam sambungan
pada sambungan ini belum ada pencoakan pada
Sambungan tradisional material bambunya.
Sambungan sistem pasak dan
pengikatnya

Sambungan tradisional masih


mengunakan tali bambu, yang dibuat dari
bambu juga dalam menyambungkan antar
bagian rangka atap. Ada juga yang menggunakan
tali yang sifatnya lentur, seperti tali ban. Dan
Sambungan modern
Sampungan plat
Sambungan bolt Sambungan
Sambungan kayu pengisi dan beton
Kelebihan dan kekurangan
Kelebihan
a). Relatif murah
Seperti dimaklumi, selain harganya relatif murah, bambu juga mudah diperoleh,
jauh lebih murah dibandingkan dengan bahan bangunan lain untuk kegunaan yang sama.
b). Lebih praktis
Kendati pada prinsipnya sistem rangka yang digunakan serupa dengan sistem
rangka kayu, pengerjaan bangunan konstruksi bambu sebenarnya lebih mudah dan praktis
dibandingkan dengan konstruksi kayu. Ini dikarenakan, sambungan-sambungan yang
diperlukan tak perlu sambungan khusus. Cukup hanya berupa ikatan dan pen yang terbuat
dari bambu.
Kekurangan
a). Tidak tahan dengan rayap
Harus diberi boraks dan asam cuka sebelum digunakan dalamm konstruksi
bangunan, agar tidak hancur karena rayap.
b). Mudah dibelah
c). Daya dukung kecil