Anda di halaman 1dari 15

SCABIES

Oleh:
Novita Elmy Mufida
H1A 012 041

Pembimbing:
dr. Ika Primayanti, M. kes
dr. Mayuarsih Kartika
dr. IGN Agung Ariawan

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat


UPT BLUD Puskesmas Gunungsari
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
Outline

Genogram
Denah rumah pasien

Foto rumah pasien

Determinan kesehatan

Apgar score

Evaluasi

Kesimpulan
Genogram
Denah rumah pasien

U
Foto rumah pasien
Skor
Kategori Keterangan
0 1 2
Adaptation X Seluruh anggota keluarga dapat beradaptasi dengan
anggota keluarga lain, serta penerimaan, dukungan dan
saran dari anggota keluarga lain
Partnership X Seluruh anggota keluarga menjalin komunikasi yang
baik, saling mengisi antara anggota keluarga dalam
segala masalah yang dialami keluarga
Growth X Anggota keluarga jarang melakukan hal-hal baru
sehingga jarang memberi dukungan mengenai hal-hal
baru
Affection X Hubungan kasih sayang dan interaksi antar anggota
terjalin dengan baik
Resolve X Anggota keluarga kadang-kadang puas mengenai
kebersamaan dan waktu yang dihabiskan antar anggota
Tanggal Kegiatan dan Hasil
Kedatangan pertama Kegiatan:
(Sabtu, 2 Sept 2017) - Pada kedatangan pertama ini, dilakukan penelaahan masalah kesehatan dari setiap anggota keluarga.
- Menelaah lingkungan rumah dan perilaku dari pasien dan setiap anggota keluarga
- mengevaluasi apakah terdapat perbaikan gejala klinis dari pasien sepulang dari puskesmas
Hasil :
- Keluhan utama pasien gatal di seluruh tubuh terutama di malam hari. Keluhan tersebut masih dirasakan, seluruh anggota keluarga juga masih
mengeluhkan hal yang serupa, namun keluhan ini sudah berkurang.
- Pasien menggunakan salep permetrine 5% yang diperoleh dari puskesmas.
- Di anggota keluarga seluruhnya memiliki masalah gatal di seluruh tubuh
- Mengenai PHBS keluarga pasien:
- Keluarga dan pasien menggunakan handuk secara bergantian
- Kebiasaan ayah pasien merokok di dalam rumah
- Tidak ada tempat pembuangan sampah sendiri dan keluarga membuang sampah yang berjarak 15 meter dari rumahnya (yang merupakan tempat
pembuangan sampah masyarakat sekitar)
- Luas rumah pasien8x8 m, dengan dihuni 4 orang anggota keluarga
- Keluarga dan pasien belum mengetahui mengenai penyakit scabies sepenuhnya, penyebabnya, bagaimana penularan dan pencegahannya, serta
terapinya yang benar.

Intervensi :
- Memberikan penyuluhan langsung terkait penyakit yang dialami pasien, penyebabnya, menjelaskan penggunaan salep permetrine 5%, bagaimana
penularan dan pencegahannya, selain itu menjelaskan bahwa penyakit pasien ini bisa menular ke orang lain terutama yang sering kontak dengan
pasien
- Menjelaskan cara pengobatan yang tepat, penggunaan obat, cara mencuci pakaian, handuk, sarung bantal, sarung guling dan seprai. Menjemur kasur,
bantal dan guling.
- Menjelaskan tentang PHBS yang baik, seperti rajin mandi 2 kali sehari, mengganti pakaian, memotong kuku, mencuci tangan sebelum makan dan
sesudah BAB
- Tidak merokok dalam rumah
- Menjaga selalu kebersihan makanan
- Menjelaskan pentingnya cuci tangan pakai sabun dan mengajarkan bagaimana cuci tangan yang baik dan benar
Kedatangan Kedua Kegiatan :
(Jumat, 8 Sept 2017) Mengevaluasi kondisi klinis pasien
Evaluasi kondisi kesehatan anggota keluarga yang lain
Evaluasi dari intervensi sebelumnya
Hasil :
- salep permetrine 5% telah digunakan sesuai petunjuk yang sudah diajarkan.
- Saat kunjungan kedua, kondisi klinis pasien membaik, gatal di seluruh tubuh sudah tidak dialami
- Kondisi anggota keluarga lain juga sudah membaik, gatal-gatal sudah tidak dialami, namun luka bekas garukan masih.
- Pasien dan keluarga sudah mengerti mengenai penyakit scabies dan juga bisa memberi informasi mengenai penyakit tersebut
kepada tetangga sekitar
- Evaluasi PHBS :
Keluarga pasien sudah mulai menjaga kebersihan diri dengan rajin mandi, mengganti pakaian, dan memotong kuku
Ibu pasien sudah menjemur kasur setiap siang di bawah sinar matahari
Ibu pasien mencuci baju setiap 2 hari sekali namun belum menggunakan air hangat
Pasien dan keluarga sudah menggunakan handuk masing-masing
Kondisi kamar masih gelap dan kurang pencahayaan
Ibu pasien mengatakan mulai membiasakan mencuci tangan sebelum masak
Mencuci tangan pakai sabun belum sepenuhnya dilakukan, terkadang masih tidak menggunakan sabun setelah buang air
besar
Ayah pasien membiasakan merokok diluar rumah
Intervensi:
Melakukan edukasi mengenai :
- Edukasi kepada keluarga tentang PHBS untuk tetap dibiasakan dan lebih ditingkatkan, terutama kebersihan diri
- Memicu keluarga untuk membuat tempat pembuangan air limbah rumah tangga di belakang rumah pasien
Kedatangan Evaluasi Kondisi pasien dan keluarga:
ketiga Saat kunjungan ketiga, keluhan gatal-gatal di seluruh tubuh sudah tidak di alami.
(Rabu, 13 PHBS walapun belum maksimal dilakukan, namun pasien sudah muai mencoba
Sept 2017) perlahan-lahan

Evaluasi PHBS :
- Keluarga pasien sudah memiliki handuk masing-masing sehingga tidak bergantian
- Kebersihan rumah tetap dijaga oleh keluarga
- Ventilasi di kamar sudah dibuka dan pada siang hari pintu kamar selalu dibuka agar
cahaya dapat masuk
- Mulai membiasakan mencuci tangan pakai sabun.
Kesimpulan
Faktor pendukung terselesaikannya masalah kesehatan pasien
Faktor internal
Pasien terbuka terhadap edukasi dan motivasi yang diberikan Pembina dan mencoba untuk
mengikuti nasehat yang diberikan pembina
Kesadaran pasien akan pentingnya kesehatan dan ada niat untuk berubah ke arah hidup yang
lebih sehat dengan mulai meningkatkan PHBS
Faktor eksternal
Dukungan dan perhatian keluarga terhadap kesehatan pasien dan setiap anggota keluarga
Kepala keluarga dalam hal ini Tn.E merasa memiliki tanggung jawab untuk menjamin
kesehatan dalam keluarganya sekaligus sebagai pengambil keputusan untuk membawa
keluarganya yang sakit segera berobat
Faktor penghambat terselesaikannya masalah pasien
Kondisi sosio-ekonomi yang kurang mendukung sehingga pasien tidak bisa
menerapkan PHBS dengan baik, misalnya menyediakan pembuangan air limbah di
rumah.
Kebiasaan tidak mencuci tangan memakai sabun belum dilakukan dengan baik sebelum
makan maupun sesudah buang air besar.

Rencana penatalaksanaan pasien selanjutnya


Edukasi kepada pasien dan keluarga untuk mulai menerapkan PHBS khusunya di
rumah tangga, dan dilakukan secara perlahan-lahan namun berkelanjutan.
Mengajak keluarga pasien untuk terus bergaya hidup sehat dengan memperhatikan
kebersihan diri dan lingkungan.