Anda di halaman 1dari 38

BERBAGAI MACAM KEBIJAKAN-KEBIJAKAN PEMERINTAH

DALAM BIDANG KESEHATAN


Disusun oleh:
Annisa ayu Lestari P3.73.24.3.15.003
Isna Atiana P3.73.24.3.15.014
Ressy Farel Aulia P3.73.24.3.15.025
Yunita Sulistiyawati P3.73.24.3.15.040
Standar Pelayanan Minimal Kesehatan

ketentuan mengenai jenis dan mutu


pelayanan dasar yang merupakan
urusan pemerintahan wajib yang berhak
diperoleh setiap warga negara secara
minimal
tentang SPM Bidang
Peraturan Menteri Kesehatan Kesehatan yang memuat 12
Nomor 43 Tahun 2016 jenis pelayanan dasar yang
harus dilakukan Pemerintah
No. Jenis Layanan Mutu Kabupaten/Kota
Layanan Penerima Pernyataan Standar
Dasar Dasar Layanan Dasar

1. Setiap ibu hamil


Pelayanan Sesuai standar
mendapatkan
kesehatan ibu pelayanan Ibu hamil.
pelayanan antenatal
hamil antenatal.
sesuai standar.
2. Setiap ibu bersalin
Pelayanan Sesuai standar
mendapatkan
kesehatan ibu pelayanan Ibu bersalin.
pelayanan persalinan
bersalin persalinan.
sesuai standar.
3. Pelayanan Sesuai standar Setiap bayi baru lahir
kesehatan pelayanan mendapatkan
Bayi baru lahir.
bayi baru kesehatan bayi pelayanan kesehatan
lahir baru lahir. sesuai standar.
4. Setiap balita
Pelayanan Sesuai standar
mendapatkan
kesehatan pelayanan Balita.
pelayanan kesehatan
balita kesehatan balita.
No. Jenis Layanan Mutu Layanan Penerima Pernyataan Standar
Dasar Dasar Layanan Dasar

5. Pelayanan Sesuai standar Setiap anak pada usia


kesehatan skrining Anak pada usia pendidikan dasar
pada usia kesehatan usia pendidikan mendapatkan skrining
pendidikan pendidikan dasar. kesehatan sesuai
dasar dasar. standar.
6. Setiap warga negara
Pelayanan Sesuai standar Indonesia usia 15 s.d.
Warga Negara
kesehatan skrining 59 tahun
Indonesia usia
pada usia kesehatan usia mendapatkan skrining
15 s.d. 59 tahun.
produktif produktif. kesehatan sesuai
standar.
7. Setiap warga negara
Pelayanan Sesuai standar Indonesia usia 60
Warga Negara
kesehatan skrining tahun ke atas
Indonesia usia
pada usia kesehatan usia mendapatkan skrining
60 tahun ke atas.
lanjut lanjut. kesehatan sesuai
standar.
8. Sesuai standar Setiap penderita
Pelayanan
pelayanan hipertensi
kesehatan Penderita
kesehatan mendapatkan
No. Jenis Layanan Mutu Layanan Penerima Pernyataan Standar
Dasar Dasar Layanan Dasar
9. Sesuai standar
Pelayanan Setiap penderita Diabetes
pelayanan
kesehatan Penderita Diabetes Melitus mendapatkan
kesehatan
penderita Melitus. pelayanan kesehatan
penderita Diabetes
Diabetes Melitus sesuai standar.
Melitus.
10. Pelayanan Setiap orang dengan
Kesehatan Sesuai standar Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)
orang dengan pelayanan gangguan jiwa berat mendapatkan
gangguan jiwa kesehatan jiwa. (ODGJ) berat. pelayanan kesehatan
berat sesuai standar.
11.
Pelayanan Sesuai standar Setiap orang dengan TB
kesehatan orang pelayanan Orang dengan TB. mendapatkan pelayanan
dengan TB kesehatan TB. TB sesuai standar.

12. Setiap orang berisiko


Orang berisiko
terinfeksi HIV (ibu hamil,
terinfeksi HIV (ibu
pasien TB, pasien IMS,
hamil, pasien TB,
Pelayanan waria/transgender,
Sesuai standar pasien IMS,
kesehatan orang pengguna napza, dan
mendapatkan waria/transgend
dengan risiko warga binaan lembaga
pemeriksaan HIV. er, pengguna
terinfeksi HIV pemasyarakatan)
napza, dan warga
mendapatkan
binaan lembaga
Prinsip Dasar SPM Bidang Kesehatan

Kesehatan merupakan kebutuhan dasar


bagi setiap manusia

Pemenuhan kebutuhan dasar dapat


dipenuhi sendiri

Merupakan pelayanan dasar yang


menjadi kewenangan daerah

Merupakan kewajiban bagi pemerintah daerah


untuk menjamin setiap warga negara
memperoleh kebutuhan dasarnya

Berlaku secara nasional


Upaya Mencapai SPM Bidang Kesehatan

Meningkatkan Mendukung
promotif- peningkatan Membantu
preventif infrastruktur distribusi SDM

Membantu Mendorong
peningkatan peran lintas
kapasitas sektor
Program Indonesia Sehat
dengan Pendekatan Keluarga
Pendekatan Keluarga Dalam Pencapaian
Prioritas Pembangunan Kesehatan

Upaya pencapaian prioritas pembangunan


kesehatan tahun 2015-2019 dalam Program
Indonesia Sehat dilaksanakan dengan
mendayagunakan segenap potensi yang ada, baik
dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota,
maupun masyarakat. Pembangunan kesehatan
dimulai dari unit terkecil dari masyarakat, yaitu
keluarga.
Kosep Pendekatan Keluarga

Fungsi
Pendekatan keluarga adalah afektif
salah satu cara Puskesmas
untuk meningkatkan
jangkauan sasaran dan Fungsi
mendekatkan/meningkatka perawatan
atau
Fungsi
n akses pelayanan pemeliharaan
sosialisasi

kesehatan di wilayah kesehatan


Fungsi
kerjanya dengan keluarga
mendatangi keluarga.

Fungsi Fungsi
ekonomi reproduksi
Kegiatan Pendekatan Keluarga
oleh Puskesmas

Kunjungan keluarga untuk pendataan/pengumpulan


data Profil Kesehatan Keluarga dan peremajaan
(updating) pangkalan datanya.
Kunjungan keluarga dalam rangka promosi
kesehatan sebagai upaya promotif dan preventif.
Kunjungan keluarga untuk menindak lanjuti
pelayanan kesehatan dalam gedung.
Pemanfaatan data dan informasi dari Profil
Kesehatan Keluarga untuk pengorganisasian
/pemberdayaan masyarakat dan manajemen
Pelaksanaan Pendekatan Keluarga

Yang dimaksud satu keluarga adalah satu kesatuan


keluarga inti (ayah, ibu, dan anak) sebagaimana
dinyatakan dalam Kartu Keluarga.
Untuk menyatakan bahwa suatu keluarga sehat atau
tidak digunakan sejumlah penanda atau indikator.
Dalam rangka pelaksanaaan Program Indonesia Sehat
telah disepakati adanya 12 indikator utama untuk
penanda status kesehatan sebuah keluarga. Kedua belas
indikator utama tersebut adalah sebagai berikut:
Instrumen Profil Kesehatan
yang Keluarga
digunakan di
tingkat Paket Informasi
keluarga Keluarga

Kunjungan rumah ke
a)Forum keluarga-keluarga
komunikasi focus group discussion
yang (FGD)
dikembangkan
untuk kontak Kesempatan konseling di
dengan UKBM UKBM
keluarga. Forum-forum yang sudah
ada di masyarakat

a)Keterlibatan Kader-kader kesehatan


tenaga dari
masyarakat Pengurus organisasi
sebagai mitra kemasyarakatan
Puskesmas. setempat,
GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT

Merupakan suatu tindakan sistematis dan


terencana yang dilakukan secara bersama-
sama oleh seluruh komponen bangsa dengan
kesadaran, kemauan dan kemampuan
berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas
hidup. Pelaksanaan GERMAS harus dimulai
dari keluarga, karena keluarga adalah bagian
terkecil dari masyarakat yang membentuk
kepribadian.

1
GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT

Gerakan masyarakat hidup sehat adalah


gerakan bersama yang memiliki beberapa
tujuan mulai menurunkan beban penyakit
menular dan penyakit tidak menular, baik
kesakitan, kematian maupun kecacatan;
menghindarkan terjadinya penurunan
produktivitas; menurunkan beban pembiayaan
pelayanan kesehatan karena meningkatnya
penyakit dan pengeluaran kesehatan.
TUJUAN GERMAS

Meningkatkan kesadaran, kemauan


dan kemampuan masyarakat untuk
berperilaku sehat dalam upaya
meningkatkan kualitas hidup

Tujuan Umum
TUJUAN GERMAS

1. Meningkatkan partisipasi dan peran


serta masyarakat untuk hidup sehat
2. Meningkatkan produktivitas
masyarakat
3. Mengurangi beban biaya kesehatan

Tujuan Khusus
TUJUAN GERMAS
AGAR MASYARAKAT BERPERILAKU SEHAT
SEHINGGA BERDAMPAK PADA :

Biaya
Kesadara
untuk
nhidup Kemampua berobat
sehat n&
Produktif kemauan berkura
masyarakat ng
hidup sehat

2
Ruang Lingkup GERMAS
Konsep Kerangka GERMAS
GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT
Melakukan aktivitas fisik

Aktivitas fisik yang teratur dan menjadi suatu kebiasaan akan


meningkatkan ketahanan fisik. Aktivitas fisik ini dapat
meningkatkan ketahan fisik, kesehatan dan kebugaran.

Sarananya
digunakan untuk
seluruh
untuk meningkatkan masyarakat
ketahanan fisik kesehatan terutama anak
dan kebugaran masyarakat sekolah, ibu
hamil, pekerja
dan lansia.
MELAKUKAN AKTIVITAS FISIK
Dapat dilakukan dimana saja, kapan saja ...

Rumah Tempat Kerja


Sekolah

Minimal 30 menit sehari


Mengkonsumsi sayur dan buah

Sayuran dan buah merupakan sumber berbagai


vitamin, mineral dan serat pangan. Sebagaian
vitamin mineral yang terkandung dalam sayuran
dan buah-buahan berperan sebagai antioksidan
atau penangkal senyawa jahat dalam tubuh serta
mencegah kerusakan sel

meningkatkan kesadaran berperilaku hidup


sehat melalui mengkonsumsi buah dan sayur
bagi seluruh lapisan masyarakat
MENGONSUMSI SAYUR DAN BUAH

Sayuran dan buah merupakan sumber berbagai


Tersedia dalam mineral
vitamin, menu dan serat pangan. Sebagaian
sehari-hari
vitamin mineral yang terkandung dalam sayuran
dan buah-buahan berperan sebagai antioksidan
atau penangkal senyawa jahat dalam tubuh serta
mencegah kerusakan sel

meningkatkan kesadaran berperilaku hidup


sehat melalui mengkonsumsi buah dan sayur
bagi seluruh lapisan masyarakat
Bentuk Kegiatan

Kampanye makan buah dan sayur


1.

Makan buah bersama (misal : di Sekolah atau institusi lainnya).


2.

Membudayakan makan buah pada kudapan rapat


3.

Lomba menyusun menu sayuran


4.

Bazar buah dan sayuran


5.

Pemanfaatan pekarangan (untuk sayuran dan buah)


6.
Anjuran Mengonsumsi Buah & Sayur

Setiap orang dianjurkan


konsumsi sayuran dan buah-
buahan 300-400 gram
perorang perhari bagi anak
balita dan anak usia sekolah,
dan 400-600 gram perorang
perhari bagi remaja dan orang
dewasa. Sekitar dua-pertiga
dari jumlah anjuran konsumsi
sayuran dan buah-buahan
tersebut adalah porsi sayur.
Pemeriksaan Kesehatan Secara Rutin

Pemeriksaan/ skrining kesehatan secara rutin


merupakan upaya promotif preventif yang diamanatkan
untuk dilaksanakan oleh bupati/walikota sesuai
Permendagri no 18/ tahun 2016 dengan tujuan untuk:
mendorong masyarakat mengenali faktor risiko PTM
terkait perilaku dan melakukan upaya pengendalian
segera ditingkat individu, keluarga dan masyarakat;
mendorong penemuan faktor risiko fisiologis berpotensi
PTM yaitu kelebihan berat badan dan obesitas, tensi
darah tinggi, gula darah tinggi, gangguan indera dan
gangguan mental; mendorong percepatan rujukan kasus
berpotensi ke FKTP dan sistem rujukan lanjut.
Tujuan Kesehatan Secara Rutin

Meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan mendeteksi


faktor risiko bersama yang menjadi penyebab terjadinya Penyakit
Tidak Menular

Mendorong dan menggerakkan masyarakat untuk melakukan


modifikasi perilaku berisiko menjadi perilaku hidup sehat

Mendeteksi masyarakat yang mempunyai risiko serta


mendorong rujukan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
untuk ditatalaksana lebih lanjut sesuai standar.

Mengurangi terjadinya komplikasi, kecacatan dan kematian

Mendorong dan menggerakkan para ibu untuk memeriksakan


diri kanker leher rahim dan kanker payudara dengan deteksi
dini tes IVA/SADANIS.
Sasaran Pemeriksaan Kesehatan Secara Rutin

Seluruh
Setiap individu/
Desa/kelurahan di
penduduk usia > 15
setiap kabupaten/
tahun
kota
Session 1
1.

Anda mungkin juga menyukai