Anda di halaman 1dari 13

H

Asam amino R C COOH


NH2
Asam amino merupakan bagian dari struktur
protein dan menentukan banyak sifatnya
yang penting. Protein adalah komponen
utama dalam semua sel hidup. Fungsinya
terutama sebagai unsur pembentuk struktur
sel, misalnya dalam rambut, wol, kolagen,
jaringan penghubung, membran sel, dll.
Reaksi kimia as.Amino
Reaksi ninhidrin
Reaksi sanger
Reaksi dansil klorida
Reaksi edman
Reaksi basa schiff
Reaksi dengan gugus R
Reaksi ninhidrin
Reaksi dapat dipakai untuk penentuan
kuantitatif asam amino. Dengan memanaskan
campuran as.amino dan ninhidrin, terjadi lah
larutan berwarna biru yang intensitasnya
dapat ditentukan dengan cara
spektrofotometri O O

C C
As.amino/peptida + ninhidrin c = c Zat warna biru
C
C
O
O Back
Reaksi sanger
Reaksi sanger merupakan reaksi antara gugus
-amino dengan 1-fluoro-2,4-dinitrobenzen
(FDNB). Dalam suasana basa lemah FDNB
bereaksi dengan -as.amino membentuk
derivat 2,4-dinitrofenil, disebut DNP-as.amino.

NO2 NH2 NO2

+ HC R HF +
NO2 NO2
F COOH NH
HC R
FDNB COOH Back
Reaksi dansil klorida
Reaksi ini merupakan reaksi antara gugus
amino dengan 1-dimetil-amino naftalen-5-
sulfonil klorida (dansil klorida). Gugus dansil
ini memiliki sifat fluorensi yang tinggi.
CH3 CH3
N
N(CH3)2
NH2

+ HC R HCl + derivat dansil as.amino

COOH
OSO
OSO
HN
Cl HC R
dansil klorida COOH Back
Reaksi edman
Reaksi edman merupakan reaksi antara -
asam amino dengan fenilisotiosianat yang
menghasilkan derivat asam amino
feniltiokarbamil. Reaksi mengalami siklisasi
membentuk senyawa lingkar feniltiohidantoin.
Derivat as.amino feniltiokarbamil
feniltiohidantion
fenilisiotiosinat

S
NH2
NH N C
H+
N + HC R C = S O= C NH
siklisasi
NH CH
C COOH
HC R R
S COOH Back
Reaksi basa schiff
Reaksi basa schiff ialah reaksi reversibel antara
gugus -amino dengan gugus aldehid. Basa
schiff biasanya terjadi sebagai senyawa antara
dalam reaksi enzim antara -as.amino dan
substrat.
R NH2 R

C H + HC R H 2O + CH

O COOH N

CH

COOH
Basa Schiff
Back
Reaski dengan gugus R

Gugus SH pada sistein, hidroksifenol pada


tirosin, dan guanidin pada arginin
menunjukkan reaksi khas yang biasa terjadi
pada gugus fungsi tersebut. Gugus sulhidril
pada sistein bereaksi dengan ion logam
berat, dan menghasilkan mekaptida
SH S Ag

CH2 CH2

CH NH2 + Ag+ H+ + CH NH2

COOH COOH
sistein Perak merkaptida dari sistein

SH SH S S

CH2 CH2 CH2 CH2


oksidasi
CH NH2 + CH NH2 CH NH2 CH NH2

COOH COOH COOH COOH

sistein sistein sistin


Analisis asam amino
Untuk menganalisis as.amino dapat
menggunakan prinsip kromatografi dan
elektroforesis, berdasarkan pada daya larut dan
sifat asam-basanya.
kromatografi partisi bila suatu zat terlarut
didistribusi antara dua pelarut dengan volum
sama yang tidak dapat bercampur (immiscible),
maka perbandingan zat terlarut didalam kedua
pelarut tersebut dalam keadaan seimbang.
kromatografi penukar-ion pemisahan
asam amino dari suatu campuran
didasarkan pada perbedaan sifat asam-
basanya.
Elektroforesis kertas dengan cara
setetes larutan campuran asam amino
diletakkan pada kertas elektroforesis
yang telah dibasahi dengan larutan
buffer dengan pH tertentu.
Kromatografi lapis tipis dalam cara ini
tetesan larutan campuran asam amino
dibiarkan bergerak melalui suatu lapisan
tipis zat penyerap yang dilekatkan pada
suatu kaca.
Pemisahannya dibedakan berdasarkan
beda kecepatan gerak masing-masing
asam amino pada pH tertentu.