Anda di halaman 1dari 30

Metodologi Penelitian dan Biostatistik

POPULASI & SAMPEL

dr. ARIMASWATI, M.Sc


Setiap hasil padasampel
merupakan refleksi dari
keadaan populasi

Teknik pemilihan subjek


yang benar
Populasi

Populasi Populasi
target terjangkau

Subjek
terpilih
yang diteliti
Sekelompok subyek dengan karakteristik
tertentu.
Populasi target/domain
Pada penelitian klinis ditandai dengan
karakteristik demografis dan
karakteristik klinis
Populasi terjangkau/sumber
Bagian populasi target yang dibatasi
oleh tempat dan waktu
Sampel
Subset dari populasi yang diteliti
Usulan penelitian harus memuat perkiraan
besar sampel bukan jumlah sampel
Tujuan :
1. Simpulan punya tingkat kepercayaan
2. Kemaknaan statistik = kemaknaan klinis jika
ada uji hipotesis
KRITERIA INKLUSI & EKSKLUSI lanjutan

Karakteristik inklusi adl karakteristik umum


subyek penelitian pd populasi target &
terjangkau.
Kriteria eksklusi pada studi klinis :
1. Ada keadaan/ penyakit lain yg dpt
menggagu interpretasi/pengukuran.
2. Keadaan yg mepartisipasinggu
pelaksananaan
3. Hambatan etis
4. Subyek menolak berpartisipasi
lanjutan
SUBYEK TERPILIH/ SAMPEL YG DIKEHENDAKI
- Bagian dari populasi terjangkau yg direncanakan
untuk diteliti langsung
- Memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi
SUBYEK YG BENAR DITELITI
Subyek yang benar mengikuti penelitian sampai
selesai
Bagian dari subyek terpilih, dikurangi drop out, loss
to follow-up
Hasil pengukuran klp ini merupakan hasil
penelitian
KEUNTUNGAN PENGGUNAAN SAMPEL
- Murah
- Mudah
- Cepat
- Akurat
- Spesifik
- Mewakili populasi
CARA PEMILIHAN SAMPEL
1.Berdasarkan peluang (probability sampling)
2. Tidak berdasarkan peluang (non-psobability sampling)
probability sampling
a. Simple random Sampling
tentukan dulu jml subyek dlm populasi terjangkau, setiap
subyek diberi nomor dan dipilih dengan bantuan tabel
random
b. Systematic sampling
ditentukan bahwa dari seluruh subyek yg dapat dipilih, setiap
subyek nomorke sekian diambil sbg sampel
c. Stratified random sampling
Melakukan stratifikasi dan pemilihan subyek
berdasarkan strata
sampel dipilih secara acak untuk setiap strata
hasil dapat digabung menjadi sampel yg bebas
dari variasi
d. Cluster sampling
sampel dipilih secara acak pada kelompok
individu dalam populasi yang terjadi secara
alamiah
Non-probability sampling
Ecutive sampling

a. Consecutive sampling
semua subyek yg datang dan memenuhi kriteria diambil
sbg sampel sampai subyek yg diinginkan terpenuhi
b. Convenient sampling
sampel diambil tanpa sistematika.
c. Judgmental/ purposive sampling
peneliti memilih sampel berdasarkan pertimbangan
subyektif dan praktis untuk menjawab pertanyaan
penelitian.
FAKTOR YG DIPERLUKAN UNTUK ESTIMASI
SAMPEL
1. Effect size (d)
2. Besarnya kesalahan tipe I/ hasil + palsu
()
3. Power yang diperlukan (1-), =
kesalahan tipe II/ hasil palsu
4. Karakteristik data(simpangan baku/
proporsi)
5. Besar sampel
1. Perbedaan Hasil Klinis/ Effect Size
Makin kecil perbedaan hasil yg diinginkan
makin banyak sampel yg dibutuhkan
Besar sampel berbanding terbalik dengan
kuadrat perbedaan hasil klinis
Perbedaan hasil klinis ditetapkan oleh
peneliti yakni perbedaan terkecil yg secara
klinis dianggap penting
2. Kesalahan dalam uji hipotesis
Perlu diingat H0 yg menyatakan tdk ada
perbedaan
Kesalah tipe I () adl besarnya peluang utk
menolak H0 pd sampel padahal dlm populasi
H0 benar (positif semu)
Kesalahan tipe II () adl bsarnya peluang utk tdk
menemukan perbedaan bermakna dlm sampel
padahal dlm populasi perbedaan itu ada (negatif
semu)
3. Power Penelitian
Analog dengan sensitivitas pada uji diagnostik
Kemampuan psuatu penelitian utk
mendapatkan perbedaan yg bermakna secara
statistik dalam populasi
Kemampuan utk menolak H0 apabila dalam
populasi ada perbedaan hasil klinis
Nilai power ditentukan oleh peneliti
Makin besar power maka makin besar pula
sampel
4. Simpang Baku
Simpangan baku data variabel numerik
tdk dapat dimanipulasi sesuai keinginan
Nilainya diperoleh dari penelitian
terdahulu (data studi pendahuluan atau
dari pustaka.
Makin besar simpangan baku makasampel
juga makin besar
5. Frekuensi/ Proporsi
Sama dengan simpang baku
Dalam studi deskriptif besarnya proporsi
diperkirakan dari pustaka
Dalam studi perbandigan (uji klinis utk klp
kontrol dan perlakuan) perbedaan
proporsinya ditentukan berdsarkan judgment
klinis
Makin kecil beda proporsi antara 2 klp
makin besar sampel yg diperlukan
6. Interval Kepercayaan
Lebar interval kepercayaan tergantung
pada : besar sampel, karakteristik data,
derajat interval kepercayaan yg
diinginkan.
Interval ini akan melebar dengan
berkurangnya besar sampel yg
sekaligus menunjukkan power yg kecil.
lanjutan

Karakteristik data statistik berupa simpangan


baku dan proporsi. Simpangan baku lebih bsar
menunjukkan dispersi data besar maka interval
kepercayaan lebar.Proporsi yg menjauhi nilai
0,05 menghasilkan interval kpercayaan
asimetristdkhanya melihat rentanginterval
kepercayaan tapi juga de
Interpretasi hasil klinis rajat interval
kepercayaan
PERKIRAAN BESAR SAMPEL
Estimasi besar sampel dapat dilakukan
berdasarkan:
1. [ditetapkan] dilakukan sendiri oleh
peneliti
2. [dari pustaka] berdasarkan pengalaman
dan studi sebelumnya
3. [clinical judgment] nilai penting secara klinis
1. Besar Sampel untuk Data Numerik
Uji hipotesis terhadap rerata 2 populasi independen
Uji hipotesis terhadap rerata 2 populasi berpasangan

2. Besar Sampel untuk Data Nominal


Sampel tunggal untuk estimasi proporsi suatu populasi
Besar sampel utk uji hipotesis terhadap 2 proporsi
- Dua kelompok independen
- Dua kelompok berpasangan
3. Besar Sampel untuk Studi Kohort
1. Estimasi Interval Kepercayaan Risiko Relatif
2. Uji Hipotesis terhadap risiko relatif

4. Besar Sampel untuk Studi Kasus-Kontrol


3. Estimasi interval kepercayaan rasio odds
4. Uji hipotesis terhadap rasio odds
- Studi kasus-kontrol tdk berpasangan
- Studi kasus-kontrol berpasangan
- Studi kasus-kontrol >1 kontrol per kasus
5. Besar Sampel untuk Koefisien Korelasi
1. Sampel tunggal
2. Dua Sampel

6. Besar Sampel untuk Uji Klinis Negatif


Uji klinis yg hendak menguji validitas hipotesis antara 2 klp tdk
terdapat perbedaan bermakna
7. Besar Sampel untuk Berbagai Desain
dalam Satu Penelitian
Tidak jarang dalam satu penelitian terdapat
beberapa desain
Paling sedikit 3 desain dalam 1 penelitian
Kesalahan yang sering dilakukan adlah
menghitung besar sampel 1 kali dan sampel
yg tersedia dipakai unuk menguji berbagai
hipotesis termasuk uji hipotesis terhadap
subgrup
8. Besar Sampel untuk Analisis Multivariat
Analisi multivariat dlm penelitian klinis
digunakan utk beberapa faktor resiko sekaligus.
Bila variabel independen dan dependennya
berskala numerik maka digunakan regresi
multipel
Bila variabel independennya berskala nominal,
ordinal dan numerik, sedangkan variabel
dependennya berskala nominal, makadigunakan
regresi logistik
Kiat Memperkecil Besar Sampel
1. Memperlebar ketepatan
2. Memeperbesar nilai dan atau ka
3. Memperbesar effect size
Ketiga langkah di atas tdk
dianjurkan karena memiliki
konsekuensi statistik.
lanjutan
Langkah-langkah mengurangi besar sampel dan tidak
menentang prinsip penelitian :
1. Memilih variabel yg berskala numerik bukan nominal
atau ordinal, baik untuk penelitian deskriptif maupun
analitik.
2. Melakukan matching individual . Pemilihan kontrol
dengan cara ini akan memperkecil sampel tetapi akan
menimbulkan masalah sendiri karena: pemilihan
subyek menjadi lebih sulit dilakukan dan tidak dapat
dipakai untuk uji klinis acak tersamar.
3. Melakukan pengukuran yg variabilitasnya kurang
sehingga simpangan bakunya kecil.
lanjutan
4. Memilih efekyg lebih sering terjadi (surrogate outcome)
Penentuannya perlu dipirkan apakah ini benar-benar
mewakili populasi, karena adanya komplikasi atau
variabel lain yg tidak selalu sejalan dengan prognosis
penyakit.
5. Penggunaan kelompok studi dan kelompok kontrol yg
tidak sama besar.
Dapat membantu jika jumlah kasusnya namun mudah
mencari kontrolnya
Perhatian
Be parsimonius, harus berhemat
Be creative, harus kreatif
Be logic, harus logis
Be realistic, harus realistis
Be stupid