Anda di halaman 1dari 18

BAHAN PERKERASAN

DISUSUN OLEH:
Kelompok 1

Irvan Junico M. (5150811053) Dendy Voni (51508110xx)


Aditya Usnainnurrohim (5150811059) Muhammad Nurudin (5150811112)
Deni Subagya (5150811077) Naufal Arif Ahmad (5150811129)
Awalukitiswara (5150811079) Isnaning Qoirunisa (5150811133)
Didiek Hermansyah (5150811095) Ibrahim Bajuri (5150811139)

UNIVERSITAS TEKNOLOGI YOGYAKARTA


Dosen Pengampu: Danny Setiawan, S.T., M.Eng
GAMBARAN ISI MATERI
1. Sejarah Perkerasan Jalan
2. Pengertian Umum
3. Syarat-syarat Perkerasan
4. Jenis Konstruksi
5. Lapisan Permukaan (surface course)

Presentasi Perkerasan Jalan | Kelompok 1


SEJARAH SINGKAT PERKERASAN JALAN
Setelah mengenal kendaraan beroda sebagai alat angkut.:
Bangsa Romawi mulai abad ke 4 SM - abad ke 4 , telah
membuat jalan dengan perkerasan ukuran tebal 3 feet - 5
feet (1,0 m - 1,7 m) dan lebarnya 35 (12 m). Perkerasan
tersebut dibuat berlapis-lapis.
Gambar Konstruksi Perkerasan Romawi
Akhir abad 18, Seorang bangsa Inggris Thomas Telford ahli
jembatan Iengkung dari batu, menciptakan konstruksi
perkerasan jalan yang prinsipnya sama seperti jembatan
Iengkung:
"Prinsip desak-desakan dengan menggunakan batu-batu
belah yang dipasang berdiri dengan tangan. Konstruksi ini
sangat berhasil kemudian disebut "Sistem Telford".

Presentasi Perkerasan Jalan | Kelompok 1


SEJARAH SINGKAT PERKERASAN JALAN
John Mac Adam memperkenalkan kontruksi perkerasan
dengan prinsip "tumpang-tindih" dengan menggunakan
batu-batu pecah dengan ukuran terbesar ( 3"). Perkerasan
sistem ini sangat berhasil pula dan merupakan prinsip
pembuatan jalan secara masinal (dengan mesin).
Selanjutnya sistem ini disebut "Sistem Makadam".
Gambar Konstruksi Perkerasan Mac
Sesudah perang dunia ke I (1920) banyak negara- negara adam
mulai memperhatikan pembangunan jalan raya, karena
makin banyaknya angkutan kendaraan bermotor.

Presentasi Perkerasan Jalan | Kelompok 1


PENDAHULUAN
Perkerasan jalan / lapis keras/ pavement merupakan lapisan-lapisan yang diletakkan di atas
tanah dasar yang telah dipadatkan. Lapisan-lapisan tersebut berfungsi untuk menerima beban
lalu lintas yang melewati jalan tersebut dan menyebarkan ke lapisan di bawahnya.

Presentasi Perkerasan Jalan | Kelompok 1


GAYA GAYA YANG BEKERJA
Karena sifat penyebaran gaya, maka muatan yang diterima oleh masing-masing lapisan berbeda dan
semakin ke bawah semakin kecil.
Lapisan permukaan harus mampu menerima seluruh jenis gaya yang bekerja .
Lapis pondasi atas menerima gaya vertikal dan getaran.
Tanah dasar dianggap hanya menerima gaya vertikal saja.

Beban lalu lintas meliputi:


1. Muatan kendaraan (gaya vertikal)
2. Gaya rem kendaraan (gaya horizontal)
3. Pukulan roda kendaraan (getaran)

Presentasi Perkerasan Jalan | Kelompok 1


Syarat-syarat struktur perkerasan ditinjau dari
keamanan dan kenyamanan

1. Permukaan rata, tidak bergelombang, tidak melendut dan tidak berlubang.


2. Permukaan cukup kaku sehingga tidak mudah berubah bentuk akibat beban yang bekerja di
atasnya.
3. Permukaan cukup keset, memberikan gesekan yang baik antara ban dan permukaan sehingga
tidak mudah slip.
4. Permukaan tidak mengkilap sehingga tidak silau terkena sinar matahari.

Presentasi Perkerasan Jalan | Kelompok 1


Syarat-syarat struktur perkerasan ditinjau dari
kemampuan memikul dan menyebarkan beban

1. Kekakuan cukup untuk memikul beban tanpa menimbulkan deformasi yang berarti.
2. Ketebalan cukup sehingga mampu menyebarkan beban lalu lintas/muatan ke tanah dasar,
3. Kedap air sehingga air tidak mudah menyerap ke lapisan di bawahnya,
4. Permukaan mudah mengalirkan air, sehingga air yang jatuh di atasnya dapat cepat hilang.

Presentasi Perkerasan Jalan | Kelompok 1


JENIS KONSTRUKSI PERKERASAN
Perkerasan lentur (flexible pavement), yaitu perkerasan
yang menggunakan aspal sebagai pengikat.
Perkerasan kaku (rigid pavement), yaitu perkerasan yang
menggunakan semen sebagai pengikat.
Perkerasan komposit (composite pavement), yaitu
gabungan antara perkerasan lentur dan kaku.

Presentasi Perkerasan Jalan | Kelompok 1


PERBANDINGAN PERKERASAN LENTUR
DAN KAKU.
item Perkerasan lentur Perkerasan kaku
Bahan pengikat aspal Semen
Tingkat kenyamanan (riding comfort) Lebih nyaman Kurang nyaman
perawatan Kurang awet dan butuh perawatan Lebih awet dan tidak memerlukan
lebih perawatan.
Pengaruh air Sangat rawan terhadap serangan air Lebih tahan terhadap serangan air
Repetisi beban Timbul rutting (lendutan pada jalur Timbul retak-retak pada permukaan
roda)
Penurunan tanah dasar Jalan bergelombang (mengikuti tanah Bersifat sebagi balok di atas peletakan
dasar)
Perubahan temperatur Modulus kekakuan berubah. Modulus kekakuan tidak berubah.
Bentuk memanjang Tidak terputus Putus-putus dengan adanya expaint
joint.

Presentasi Perkerasan Jalan | Kelompok 1


LAPIS PERMUKAAN (SURFACE COURSE)
Lapisan yang paling atas disebut lapis permukaan.
Bahan: campuran agregat dan aspal
Fungsi:
1. Penahan beban roda
2. Lapisan kedap air
3. Lapisan aus (wearing course)
4. Menyebarkan beban ke lapisan di bawahnya
5. Memberikan permukaan yang rata
6. Membentuk permukaan yang tidak licin

Presentasi Perkerasan Jalan | Kelompok 1


LAPIS PERMUKAAN (SURFACE COURSE)
Jenis lapis permukaan yang umum dipakai di Indonesia:
1. Lapisan non struktural (berfungsi sebagai lapisan aus dan
kedap air): Laburtu, laburda, latasir, laburas, latasbum,
lataston, aspal macadam.
2. Lapisan struktural (berfungsi sebagai lapisan yang menahan
dan menyebarkan beban roda): lapen, lasbutag, laston
atas, laston bawah, Hot Rolled asphalt (HRA).

Presentasi Perkerasan Jalan | Kelompok 1


LAPIS PERMUKAAN (SURFACE COURSE)
Latasir (Lapis tipis aspal pasir):
Lapis penutup yang terdiri dari lapisan aspal dan pasir alam
bergradasi menerus , dicampur, dihampar dan dipadatkan
pada suhu minimum 120 C dan dipadatkan pada suhu
minimum 98110 C dengan tebal padat 1-2 cm. Cocok
untuk lalu lintas ringan sampai sedang.
Burtu (Laburan aspal satu lapis):
Lapis penutup yang terdiri dari lapisan aspal yang ditaburi
dengan satu lapis agregat bergradasi seragam, dengan tebal
max 2 cm.
Burda (Laburan aspal dua lapis):
Lapis penutup yang terdiri dari lapisan aspal yang ditaburi
dengan agregat, dan dikerjakan dua kali secara berurutan
dengan tebal padat max 3,5 cm

Presentasi Perkerasan Jalan | Kelompok 1


LAPIS PERMUKAAN (SURFACE COURSE)
Buras (Laburan aspal):
Lapis penutup yang terdiri dari lapisan aspal taburan pasir dengan
ukuran butir max 3/8 inch. Fungsinya sebagai penutup yang menjaga
permukaan agar tidak berdebu, kedap air, tidak licin dan mencegah
lepasnya butiran halus.
Latasbum (Lapis tipis asbuton murni):
Lapis penutup yang terdiri dari campuran asbuton dan bahan pelunak
dengan perbandingan tertentu yang dicampur secara dingin dengan
tebal padat max 1 cm. berfungsi sebagai garis penutup yang kedap air,
kenyalm cukup awet dan tidak bernilai struktural.
Lataston (Lapis tipis aspal beton):
Dikenal dengan nama Hot Roll Sheet (HRS), yaitu lapis penutup yang
terdiri dari campuran antara agregat bergradasi timpang , mineral
pengisi (filler) dan aspal keras dengan perbandingan tertentu, yang
dicampur dan dipadatkan dalam keadaan panas. Tebal padat antara 2,5
3cm.

Presentasi Perkerasan Jalan | Kelompok 1


LAPIS PERMUKAAN (SURFACE COURSE)
Lapen (Penetrasi Makadam)
Lapis perkerasan yang terdiri dari agregat pokok dan agregat pengunci
bergradasi terbuka dan seragam yang diikat oleh aspal dengan cara
disemprotkan di atasnya dan dipadatkan lapis demi lapis. Di atas Lapen ini
biasanya ditaburi laburan aspal dengan agregat penutup . Tebal satu lapis
bervariasi 4 10 cm.

Lasbutag (Lapis Asbuton Campuran Dingin)


Lapis perkerasan yang terdiri dari agregat, asbuton dan bahan pelunak yang
diaduk, dihampar dan dipadatkan secara dingin. Tebal padat tiap lapisan antara
3 5 cm. Fungsinya sebagai lapis permukaan, lapis aus, melindungi lapisan
bawahnya dari cuaca dan air, mendukung lalu lintas dan permukaan rata tidak
licin.

Laston (Lapis aspal beton)


Lapis perkerasan yang terdiri dari campuran aspal keras dan agregat bergradasi
menerus, dicampur, dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu (campuran
panas hot mix). Campuran ini memiliki stabilitas tinggi dan dapat digunakan
sampai lalu lintas berat. Dalam perencanaan terdapat 11 variasi gradasi yang
dapat digunakan.

Presentasi Perkerasan Jalan | Kelompok 1


LAPIS PERMUKAAN (SURFACE COURSE)
Lapen (Penetrasi Makadam)
Lapis perkerasan yang terdiri dari agregat pokok dan agregat pengunci
bergradasi terbuka dan seragam yang diikat oleh aspal dengan cara
disemprotkan di atasnya dan dipadatkan lapis demi lapis. Di atas Lapen ini
biasanya ditaburi laburan aspal dengan agregat penutup . Tebal satu lapis
bervariasi 4 10 cm.

Lasbutag (Lapis Asbuton Campuran Dingin)


Lapis perkerasan yang terdiri dari agregat, asbuton dan bahan pelunak yang
diaduk, dihampar dan dipadatkan secara dingin. Tebal padat tiap lapisan antara
3 5 cm. Fungsinya sebagai lapis permukaan, lapis aus, melindungi lapisan
bawahnya dari cuaca dan air, mendukung lalu lintas dan permukaan rata tidak
licin.

Laston (Lapis aspal beton)


Lapis perkerasan yang terdiri dari campuran aspal keras dan agregat bergradasi
menerus, dicampur, dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu (campuran
panas hot mix). Campuran ini memiliki stabilitas tinggi dan dapat digunakan
sampai lalu lintas berat. Dalam perencanaan terdapat 11 variasi gradasi yang
dapat digunakan.

Presentasi Perkerasan Jalan | Kelompok 1


LAPIS PERMUKAAN (SURFACE COURSE)
Hot Rolled Asphalt (HRA) Merupakan campuran bergradasi
senjang dengan sedikit agregat sedang (2,36 10 mm) dan pasir,
mineral halus, aspal serta sedikit agregat kasar. Kekuatannya
terletak pada jenis gradasinya sehingga mempunyai durabilitas
tinggi serta fleksibel.
Laston Bawah (Lapis Aspal Beton Pondasi Bawah) Campuan ini
sama dengan sebelumnya dan dicampur pada suhu minimum 80
120 C serta dipadatkan pada suhu minimum 80 C. Sifatnya tidak
kedap air dan bergradasi terbuka, serta dipasang pada tanah yang
telah stabil.
Laston Atas (Lapis Aspal Beton Pondasi Atas) Campuran ini adalah
laston untuk pondasi dan dicampur pada suhu 90 120 C dan
dipadatkan dalam keadaan panas, Fungsinya sebagai penerus
beban ke konstruksi di bawahnya tetapi kurang kedap air.

Presentasi Perkerasan Jalan | Kelompok 1


Contoh Teknologi Pada Perkerasan Jalan

VIDEO