Anda di halaman 1dari 10

KMB II

OLEH:
KELOMPOK II

PROGRAM PROFESI NERS


STIKES SYEDZA SAINTIKA
PADANG
2017
(WHO) tahun 2012 : trauma luka bakar peringkat ke
15 penyebab utama kematian pada anak-anak
dan dewasa muda yang berusia 5-29 tahun
American Burn Association (ABA) tahun 2010 :
insiden luka bakar di Amerika Serikat sejak Januari
2001- juni 2010 (163.000 kasus),
70% pasien adalah laki-laki (usia 32 tahun),
18% anak-anak usia (bawah 5 tahun)
12% kasus usia 60 tahun
RSUP M. Djamil : kasus luka bakar tahun 2014 (89
orang) dan tahun 2015 (105 orang)
Medical record ruangan bedah RST : sepanjang th
2017 kasus luka bakar (18 orang) dan sebagian
besar adalah laki-laki yang berusia diatas 25 tahun.
luka yang disebabkan oleh pengalihan
energi dari suatu sumber panas pada tubuh,
DEFINISI
panas sapat di pindahkan oleh hantaran /
radiasi elektromagnet

Api
Luka bakar cair (kontak dengan air
mendidih, uap panas,minyak panas)
ETIOLOGI Luka bakar kimia (ex : asam)
Luka bakar listrik/petir
Luka bakar kontak langsung dengan obyek
panas(ex : wajan panas, knalpot motor.Luka
bakar karena radiasi.
Gagal ginjal, Infeksi, Syok hipovolemik,
KOMPLIKASI Sepsis, Neurovaskuler, Tromboplebitis, Ileus
paralitik, Ulkus curling

Resusitasi, Terapi cairan, Pencucian luka


PENATALAKSANAAN
setelah sirkulasi stabil, Berikan analgesik dan
antibiotik topikal, Balut luka dengan kassa
gulung
Rule of nine lund and
browder

BAG TUBUH 1 TH 2 TH DEWASA

Kepala leher
18% 14% 9%

Ekstrimitas atas (kanan dan kiri)

18% 18% 18 %

Badan depan
18% 18% 18%

Badan belakang
18% 18% 18%

Ektrimitas bawah (kanan dan kiri)

27% 31% 30%

Genetalia
1% 1% 1%
NAMA : Tn. R
Umur : 33 Tahun KU : Baik
No. MR : 19.58.05 TTV :
Tanggal Masuk : 11/9/17 TD : 110/70 N : 84 x/i

Alasan Masuk RS : Luka bakar P : 20 x/i S : 36,5 c


akibat sengatan listrik pada Integumen
perut dan kaki kanan
Memerah di sekitar luka dan lesi
Dx Medis : Combutio grade
Luas ( 4% perut kiri & 6% kaki
III 10% kanan), Kedalam 3 mm
RKS : Nyeri luka bakar di Abdomen
perut dan kaki kanan
Jaringan parut
RKD : Belum pernah dirawat
dan berobat di RS Bising usus +
sebelumnya Luka post op debridement & skin
graft pada perut
RKK : Tdk ada keluarga yang
mempunyai penyakit Muskuloskeletal
keturunan Keterbatasan gerak (luka bakar
pada kaki kanan
Kerusakan integritas Hambatan mobilitas
Nyeri akut b/d agen fisik b/d ggn.
cedera fisik (luka bakar, jar. b/d agen cedera
kimiawi Muskuloskeletal
prosedur bedah
Manajemen nyeri Penyembuhan Toleransi terhadap
1. Kaji Nyeri Luka Bakar aktivitas
2. Obstruksi reaksi 1. Evaluasi Luka 1. Bantu klien u/
non verbal 2. Cegah dari memilih aktivitas
3. Ajari tekni non infeksi 2. Bantu klien fokus
farmakologi 3. Siapkan lingk. Yg trhdp kekuatan
4. Beri analgetik steril 3. Dorong aktivitas
4. Lakukan kreatif
5. Monitor Vital
Sign debridemen 4. Intruksikan klien
5. Dinginkan luka & keluarga u/
dengan cairan pertahankan fungsi
normal saline kesehatan terkait
aktivitas fisi,
spiritual, sosial
Proses pengkajian pd 15/9/17 dengan
teknik wawancara dan observasi
PENGKAJIAN Nyeri setiap hari dan tidak mampu
berpartisipasi dalam aktivitas rutin
Tidak terdapat kesenjangan antara teori
dengan di lapangan dlm pengkajian

Pada luka bakar (teori) muncul 7 dx


DIAGNOSA Pada Tn. R muncul 3 dx (tidak semua dx
KEP. muncul)
Prioritas DX : Nyeri akut b/d agen cidera
fisik
Skala nyeri (6-7)
Intervensi Intervensi sesuai antara konsep dengan
teori

16/9/17
pkl 09.00 : injeksi Cefoperazone,
Deksteketopren, Ranitidine (1 ampul)
Implementasi
pkl 11.00 : mengkaji nyeri secara
komprehensif
pkl 11.15 : mengajarkan teknik relaksasi
pkl 14.15 : memonitor vital sign

Evaluasi Intervensi di hentikan, pasien boleh


pulang
ATAS PERHATIANNYA