Anda di halaman 1dari 22

Biaya Relevan Dalam Pengambilan

Keputusan

REZKY PUTRI ANDIYANI A21115507


ANDI MUH DHAIFULLAH DZAKY A21115504
ACHMAD PRIMAWAN A21115318
We have to know..

Biaya Relevan dan Jenis-jenis biaya


Karakteristik Biaya yang relevan dan hal
Relevan yang perlu
diperhatikan dalam
biaya relevan
keputusan yang
berkaitan dengan analisis masalah
informasi relevan pada biaya relevan
Biaya Relevan dan
Karakteristiknya
Pengertian biaya relevan menurut RA. Supriyono dalam bukunya
Akuntansi Biaya adalah sebagai berikut:
Biaya relevan adalah meliputi semua biaya yang akan terpengaruh
oleh suatu pengambilan keputusan, karena itu biaya tersebut harus
dipertimbangkan di dalam pengambilan keputusan tertentu
tersebut. (2002:389)

Biaya relevan memiliki karakteristik yakni sebagai berikut :


1. Biaya yang benar-benar akan terjadi dan mengingat biaya masa lalu yang tidak
relevan.
2. Biaya harus benar-benar akan memberikan hasil berbeda jika memilih
alternatif.
Jenis-jenis biaya yang relevan dan hal yang
perlu diperhatikan dalam biaya relevan
Hal yang perlu diperhatikan dalam Biaya Relevan Setiap pilihan strategi, secara finasial,
biasanya akan mengandung besaran biaya relevan yang berbeda-beda. Hal-hal
utama yang perlu diperhatikan dalam biaya relevan antara lain :

1. Biaya-biaya masa lalu ( historis ) dapat membantu sebagai dasar untuk membuat
prediksi, namun biaya-biaya masa lalu tersebut tidak relevan ketika membuat
keputusan ( yang bersifat masa depan )
2. Alternatif-alternatif berbeda dapat dibandingkan dengan memeriksa perbedaan-
perbedaan total pendapatan dan biaya masa depan yang diharapkan
3. Tidak semua pendapatan dan total biaya masa depan yang diharapkan adalah
relevan, sehingga pendapatan dan biaya yang diharapkan tidak berbeda diantara
alternatif-alternatif pilihan dianggap tidak relevan dan dapat dihilangkan dari analisa.
4. Mengingat tingkat kesulitan pengukurannya, titik berat yang tepat harus diberikan
untuk faktor-faktor kualitatif dan faktor-faktor kuantitatif non keuangan.
Keputusan yang berkaitan dengan
informasi relevan
Dalam pengambilan keputusan manajemen memerlukan langkah langkah
dalam analisis pengambilan keputusan. Langkah-langkah pembuatan
keputusan sebagai berikut

1. Mencari informasi yang relevan untuk pembuatan keputusan. Informasi yang


relevan adalah informasi yang bilamana diketahui akan menyebabkan
perbedaan keputusan yang diambil. Informasi ini biasanya mengenai dampak
pengambilan keputusan pada penghasilan dan biaya yang berbeda antara tiap-
tiap alternatif keputusan.
2. Mengaitkan informasi yang relevan itu dengan tiap-tiap alternatif.
3. Setelah tiap-tiap informasi yang relevan dapat dikaitkan dengan tiap-tiap
alternatif, sebuah alternatif atau beberapa alternatif dapat dipilih berdasarkan
kriteria sumbangan tertinggi atas laba atau biaya terendah.
4. Mempertimbangkan semua faktor yang bersifat kualitatif untuk menentukan
dampak keputusan itu yang dapat dilihat secara kuantitatif.
analisis masalah pada biaya
relevan
Make or Buy Decision
Keputusan membuat sendiri atau membeli memiliki dua tipe :
1. Kondisi awal membuat sendiri
2. Kondisi awal biasa membeli
Karakteristik make or buy decision

Kondisi awal Alternatif Pertimbangan


Membuat Membeli dari Kapasitas menganggur dari fasilitas produksi
sendiri luar yg tak terpakai
Fasilitas yang dimiliki akan dijual atau

disewakan
Membeli dari Membuat Penguasaan teknologi
luar sendiri Kecukupan dana untuk pengadaan fasilitas
produksi dan tenaga kerja
Make or Buy Decision
Contoh :
Perusahaan Al Kautsar biasanya membeli semacam komponen 20.000 unit
dengan harga Rp 17.000 per unit. Jika perusahaan membuat sendiri suku
cadang tsb, biaya produksinya sbb:

Per unit Jumlah

Bahan baku 6.000 120.000.000


Biaya variabel per unit 8.000 160.000.000
Biaya Tetap *) 80.000.000
Jumlah 360.000.000

*) Dari Jumlah tersebut 50% diantaranya merupakan biaya


penyusutan dan asuransi gedung
lanjutan
Jika dilihat sepintas, maka keputusan yang diambil adalah membeli dari luar,
karena biayanya lebih murah dibandingkan dengan membuat sendiri yaitu Rp
340.000.000 jika membeli dan Rp 360.000.000 jika membuat sendiri.
Jika 50% dari biaya tetap adalah penyusutan dan biaya asuransi gedung, maka
membuat sendiri akan lebih hemat daripada membeli dari luar, dengan
perhitungan sbb:
Membuat Membeli Perbedaan

Per Jumlah Per Jumlah


unit unit
Bahan baku 6 120.000 120.000
Biaya variabel per unit 8 160.000 160.000
Biaya tetap 40.000 40.000
Harga pembelian 17 340.000 (340.000)
14 320.000 17 340.000 (20.000)
lanjutan
Bagaimana jika volume pembelian turun dari 20.000 unit menjadi
12.000 unit. Perhitungan :
Membuat Membeli Perbedaan

Per Jumlah Per Jumlah


unit unit
Bahan baku 6 72.000 72.000
Biaya variabel per unit 8 96.000 96.000
Biaya tetap 40.000 40.000
Harga pembelian 17 204.000 204.000
14 208.000 17 204.000 4.000

Ternyata biaya untuk membeli lebih murah dibandingkan dengan membuat


sendiri.
Dengan demikian manajemen dapat mengetahui pada volume berapakah
kedua alternatif tersebut bernilai sama? Ini disebut dengan Indifferent cost
volume.
Perhitungan Indifferent cost volume :
TCbeli = TCmembuat
17x = 40.000 + 14x
3x = 40.000
x = 13.333 satuan

17x = fungsi biaya membeli


40.000 + 14 X = fungsi biaya membuat
Jumlah biaya membeli

Indifferent Cost
Volume =13.333

Jumlah biaya
membuat
Jumlah Biaya

150

100

50

0
2 4 6 8 10 12 14 16 20 22 24

Volume (Dalam ribuan)


Keptusan Pertahankan atau Hentikan
(Keep or Drop Decision)
1. Keputusan ini diambil pada perusahaan yang membuat lebih
dari satu macam produk.
2. Dari berbagai macam produk tersebut, ada salah satu produk
yang tidak laku.
3. Bagaimana keputusan manajemen terhadap produk yang tidak
laku tersebut, pertahankan atau hentikan?
Contoh :
Kepala Divisi Keuangan dan Akuntansi PT IKRIMAH (yang
memproduksi tiga macam produk) menyajikan laporan segmentasi
produk sbb:

Prod A Prod B Prod C Total

Hasil Penjualan 500.000 800.000 150.000 1.450.000


(-) Biaya variabel 250.000 480.000 140.000 870.000
Margin kontribusi 250.000 320.000 10.000 580.000
Biaya tetap langsung
Gaji 37.000 40.000 35.000 112.000
Advertensi 10.000 10.000 10.000 30.000
Penyusutan 53.000 40.000 10.000 103.000
Total biaya tetap langsung 100.000 90.000 55.000 245.000
Margin segmen 150.000 230.000 (45.000) 335.000
Biaya tetap umum 125.000
Laba bersih total 210.000
Dari ilustrasi tersebut, manajer memutuskan untuk menghentikan
produk C, karena walaupun memiliki margin kontribusi sebesar 10.000,
tetapi dengan penghentian tersebut dapat menghemat 45.000 yaitu
biaya gaji dan advertensi. Karena penyusutan bukan merupakan biaya
relevan, maka total biaya yang dihemat adalah Rp 35.000. perhitungan
kerugiannya :

Pertahankan Hentikan

Penjualan 150.000 -
Biaya variabel 140.000 -
Margin kontribusi 10.000 -
(-) advertensi 10.000 -
(-) gaji 35.000 -
Kerugian produk C 35.000 0
Pesanan Khusus dan Pendayagunaan
Kapasitas
(Special order decision)
Keputusan ini diambil ketika ada konsumen khusus yang memesan
barang tertentu dengan harga tertentu, dan untuk mendayagunakan
kelebihan kapasitas mesin yang menganggur
Contoh :

PT Nurulazmi memproduksi semacam makanan yang disukai anak-


anak pada 80% dari kapasitas normal. Kapasitas normal yang dimiliki
perusahaan 2.000.000 unit per tahun. Total biaya untuk 1.600.000 unit
produk adalah sbb :
Jumlah Satuan
Biaya-biaya variabel
Bahan baku A 112.000.000 70,00
Bahan baku B 16.000.000 10,00
Bahan baku C 24.000.000 15,00
Upah langsung 40.000.000 25,00
Pembungkusan 32.000.000 20,00
Komisi 3.200.000 2,00
Distribusi 4.800.000 3,00
Biaya lain-lain 8.000.000 5,00
Jumlah biaya variabel 240.000.000 150,00
Biaya tetap
Gaji 9.600.000 6,00
Penyusutan 3.200.000 2,00
Pemeliharaan 800.000 0,50
Pajak 320.000 0,20
Biaya tetap lain 1.600.000 1,00
Jumlah biaya tetap 15.520.000 9,70
Jumlah biaya 255.520.000 159,70
Harga jual 320.000.000 200,00
Seorang distributor mengajukan pesanan sebanyak 200.000 unit dengan harga
Rp 155,00 per unit. Dia bersedia membayar ongkos angkut. Karena distributor
langsung mendatangi produsen, maka biaya komisi tidak ada. Bagaimana
keputusan perusahaan?
Harga yang ditawarkan distributor jelas lebih rendah. Tetapi perusahaan hsrus
menerima pemesanan khusus ini dengan perhitungan sebagai berikut :
Semua biaya variabel, kecuali komisi dan biaya distribusi merupakan biaya
relevan.

Terima Tolak

Penghasilan 200.000 x Rp 155 31.000.000 -


Biaya
Bahan A 200.000 x Rp 70 14.000.000 -
Bahan B 200.000 x Rp 10 2.000.000 -
Bahan C 200.000 x Rp 15 3.000.000 -
Upah langsung 200.000 x Rp 25 5.000.000 -
Pembungkusan 200.000 x Rp 20 4.000.000 -
Lainnya 200.000 x Rp 5 1.000.000 -
Jumlah biaya 29.000.000 -
Margin kontribusi 2.000.000 -
Jika tawaran tersebut diterima, perusahaan mendapat
margin kontribusi Rp 2.000.000. Jumlah biaya tetap yang
diperhitungkan adalah 9,70. Sehingga dengan menerima
tawaran dari distributor, keuntungan yang masih dapat
diperoleh adalah Rp 60.000 dengan perhitungan sebagai
berikut :
Harga jual per unit yang diminta 155,00
Biaya-biaya variabel yg diperhitungkan 145,00
Margin kontribusi per satuan 10,00
Biaya tetap yang diperhitungkan per unit 9,70
Keuntungan dari penerimaan pesanan khusus 0,30
Jumlah pesanan 200.000
Jumlah keuntunga dari pesanan khusus 60.000
Keputusan Jual atau Proses Lebih
Lanjut (Sell or Process Further)
Pada beberapa industri terdapat beberapa produk yang dihasilkan dari
proses atau dengan menggunakan bahan yang sama. Misalnya
pengeboran minyak bumi akan menghasilkan gas, minyak tanah, bensin
dll.
Produk-produk yang diolah dengan menggunakan bahan baku yang
sama disebut produk bersama (joint products).
Dalam konteks ini manajemen harus mencari titik dimana produk tersebut
memiliki dua pilihan diolah lebih lanjut atau dijual ke pasaran.
Titik tersebut dinamakan Split-Off point.
Biaya yang dikorbankan sampai dengan Split-Off point disebut joint cost ,
sedangkan biaya yang dikorbankan setelah proses tersebut dinamakan
separable cost.
Biaya relevan dalam keputusan ini adalah biaya-biaya setelah Split-Off
point dan tambahan penghasilan penjualan.
Contoh :
PT Semar mengorbankan Rp 50.000.000 sebagai biaya bersama untuk
mengolah 2.000 unit produk X. Pada Split-Off point dihasilkan 900 unit produk
A dan 1100 unit produk B. Produk A diolah lebih Lanjut dengan biaya Rp
20.000 per unit dan dijual dengan harga Rp 80.000 per unit. Sedangkan
Produk B langsung dijual tanpa pengolahan lebih lanjut dengan harga Rp
40.000 per unit.
Separable
Joint Cost
Cost

Produk A 900
Harga jual
unit Rp
Rp
20.000/unit
80.000/unit
2.000 unit :
Split Off
Rp Point
50.000.000
Produk B Harga jual
1100 unit Rp Rp
0/unit 40.000/unit
Berdasarkan data tsb kita lihat perhitungannya

A B Total

Hasil Penjualan
900 x Rp 80.000 72.000.000 - 116.000.000
1100 x Rp 40.000 - 44.000.000
Separable cost 18.000.000 - 18.000.000
Kontribusi pada joint cost 54.000.000 44.000.000 98.000.000
Joint cost 50.000.000
Operating income 48.000.000
thanks