Anda di halaman 1dari 21

REFERAT

MALFORMASI ANOREKTAL

KEPANITERAAN KLINIK BEDAH


RS MOHAMMAD RIDWAN MEURAKSA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI JAKARTA
PERIODE 21 DESEMBER 2015 28 FEBRUARI 2016
DEFINISI
Atresia ani atau anus imperforata termasuk dalam
malformasi anorektal adalah suatu kelainan
kongenital tanpa anus atau dengan anus tidak
sempurna
Anus tampak rata atau sedikit cekung ke dalam
atau kadang berbentuk anus namun tidak
berhubungan langsung dengan rectum
EPIDEMIOLOGI
Angka kejadian rata-rata malformasi anorektal di
seluruh dunia adalah 1 dalam 5000 kelahiran
Secara umum, atresia ani lebih banyak ditemukan
pada laki-laki daripada perempuan
ANATOMI
Secara embriologi, saluran pencernaan berasal
dari foregut, midgut dan hindgut
Foregut akan membentuk faring, sistem
pernafasan bagian bawah, esofagus, lambung
sebagian duodenum, hati dan sistem bilier serta
pankreas
Midgut membentuk usus halus, sebagian
duodenum, sekum, appendik, kolon asenden
sampai pertengahan kolon transversum
Hindgut meluas dari midgut hingga ke membrana
kloaka
ANATOMI
Bagian usus besar yang terakhir dinamakan
rektum dan terbentang dari kolon sigmoid sampai
anus (muara ke bagian luar tubuh)
Satu inci terakhir dari rektum dinamakan kanalis
ani dan dilindungi oleh sfingter ani eksternus dan
internus.
Kanalis analis berukuran panjang kurang lebih 3
cm
ANATOMI
ETIOLOGI
Atresia ani dapat disebabkan karena:
Putusnya saluran pencernaan di atas dengan
daerah dubur, sehingga bayi lahir tanpa lubang
dubur
Gangguan organogenesis dalam kandungan
Berkaitan dengan sindrom down : adanya mutasi
dari bermacam-macam gen yang berbeda
PATOFISIOLOGI
Anus dan rektum diketahui berasal dari bagian
dorsal hindgut atau rongga cloacal ketika
pertumbuhan lateral bagian mesenchyme, kloaka
akan membentuk sekat di tengah yang disebut
septum urorectal
Septum urogenital membagi kloaka (bagian
caudal hindgut) menjadi rektum dan sinus
urogenital, urogenital sinus terutama akan
membentuk kandung kemih dan uretra
PATOFISIOLOGI
Perineum memisahkan kloaka membran menjadi
membran urogenital anterior dan membran anal
posterior rektum dan bagian superior kanalis anus
terpisah dari eksterior oleh membran anal selaput
pemisah ini akan menghilang saat usia kehamilan
8 minggu
Kelainan bawaan rektum terjadi karena adanya
gangguan pemisahan kloaka menjadi rektum dan
sinus urogenital sehingga biasanya disertai
dengan gangguan perkembangan septum
urorektal
Kelainan anorektum.
A. Membra anal, (1) udara di rektum, (2) tulangbelakang sakrum
B. Anus imperforatus rendah (dapat disertai fistel ke perineum
anterior)
C. Anus imperforatus tinggi (sering terdapat fistel ke uretra atau buli-
buli)
D. Atresia rektum (1) udara dalam rektum, (2) tulang belakang
sakrum, (3) atresia rektum, (4) anus
KLASIFIKASI
Melbourne membagi berdasarkan garis pubocoxigeus
dan garis yang melewati ischii kelainan disebut :
a. Letak tinggi (supralevator) yaitu rektum berakhir di
atas m. levator ani (m.puborektalis) dengan jarak
antara ujung buntu rectum dengan kulit perineum >
1 cm.
b. Letak intermediate akhiran rectum terletak pada
m.levator ani tapi tidak menembusnya.
c. Letak rendah yaitu rectum berakhir di bawah
m.levator ani sehingga jarak antara kulit dan ujung
rectum paling jauh 1 cm.
MANIFESTASI
Gejala yang menunjukan terjadinya atresia ani
terjadi dalam waktu 24-48 jam. Gejala itu dapat
berupa :
Perut kembung
Muntah
Tidak bisa buang air besar
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan dari anamnesis dan
pemeriksaan fisik yang teliti. Pada anamnesis dapat
ditemukan :
Bayi cepat kembung antara 4-8 jam setelah lahir.
Tidak ditemukan anus, kemungkinan juga
ditemukan adanya fistula.
Bila ada fistula pada perineum maka mekoneum
(+) dan kemungkinan kelainan adalah letak
rendah.
DIAGNOSA
Inspeksi perianal sangat penting. Flat "bottom"
atau flat perineum, ditandai dengan tidak adanya
garis anus dan anal dimple mengindikasikan
bahwa pasien memiliki otot-otot perineum yang
sangat sedikit (berhubungan dengan atresia ani
letak tinggi dan harus dilakukan colostomy)
Untuk menentukan golongan malformasi, dipakai
invertogram yang dapat di buat setelah udara
mencapai rektum
PENATALAKSANAAN
Dalam 24 jam pertama, sambil menunggu untuk
dapat dilakukannya pemeriksaan radiologis,
dilakukan pemeriksaan untuk mendiagnosis ada
atau tidaknya kelainan penyerta lain terutama
yang dapat mengancam jiwa
Yang penting untuk dipertimbangkan pada
malformasi anorektal ini adalah untuk
menentukan perlunya tindakan kolostomi atau
tidak
PENATALAKSANAAN
PENA menggunakan cara sebagai berikut:
1. Bayi LAKI-LAKI dilakukan pemeriksaan perineum
dan urine bila :
a. Fistel perianal (+), bucket handle, anal
stenosis atau anal membran berarti atresia letak
rendah maka dapat dilakukan Minimal PSARP
tanpa kolostomi
b. Mekoneum (+), ini merupakan tanda
daripada atresia letak tinggi, oleh karena itu
dilakukan kolostomi terlebih dahulu dan 8 minggu
kemudian dilakukan tindakan definitive
PENATALAKSANAAN
2. Pada bayi perempuan 90 % atresia ani
disertai dengan fistel. Bila ditemukan :
a. Fistel perineal (+) minimal, dilakukan
PSARP tanpa kolostomi
b. Jika terdapat Fistel rektovaginal atau
rektovestibuler maka dilakukan
kolostomi terlebih dahulu