Anda di halaman 1dari 19

KESETARAAN GENDER

DALAM PENDIDIKAN
KESETARAAN GENDER
DALAM PENDIDIKAN

Rudyani Swesti Hapsari E0014366

Tito Epri Saputro E0014402

Yohannes Partua Siahaan E0014430

Raditya Priyangga E0014433


LATAR
BELAKANG
LATAR
BELAKANG

Studi studi tentang gender saat ini melihat bahwa ketimpangan gender terjadi
akibat rendahnya kualitas sumberdaya kaum perempuan sendiri
Hal tersebut mengakibatkan ketidakmampuan bersaing dengan kaum lelaki.

Upaya-upaya yang dilakukan adalah mendidik kaum perempuan dan mengajak


mereka berperan serta dalam pembangunan.

Namun kenyataannya proyek peningkatan peran perempuan agak salah arah


dan justru mengakibatkan beban yang berganda-ganda bagi perempuan tanpa
hasil yang memang menguatkan kedudukan perempuan sendiri.
Kamanto Sunarto, Pengantar Sosiologi Edisi Revisi,
(Universitas Indonesia Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi, 2004), Hlm. 114

Dalam realitas terdapat adat kebiasaan yang tidak mendukung dan bahkan
melarang keikutsertaan perempuan dalam pendidikan formal.
perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena akhirnya ke dapur juga.
seorang gadis harus cepat-cepat menikah agar tidak menjadi perawan tua.
RUMUSAN
MASALAH
RUMUSAN
MASALAH

1 Bagaimanakah problematika gender dalam pendidikan ?

2 Bagaimanakah pendidikan memandang gender ?

3 Bagaimanakah membangun pendidikan berperspektif gender di sekolah ?

4 Bagaimanakah strategi menuju kesetaraan gender dalam pendidikan ?


TINJAUAN
PUSTAKA
TINJAUAN
PUSTAKA
Peran UNICEF
Gender Discrimination and Inequalities
Terhadap Pengembangan in Higher
Pendidikan Education
dan Kesehatan [2014]
12
AAnak
Casemelalui
Study PAUD-HI
of Rural di Sulawesi
Areas Selatan
of Pakistan Madiha Salik Nurul Anisa
& Zhu Zhiyong
Jurnal ini mengkaji status gender dalam pendidikan tinggi dan juga dasar
pemikiran dibalik ketidaksetaraan gender dan diskriminasi dalam pendidikan di
Pakistan.
Diskriminasi terhadap kaum perempuan masih terjadi di masyarakat.
Perempuan jarang mendapatkan posisi yang sama dengan laki-laki dari segi
karir, pendapatan, jabatan maupun ideologi kesetaraan gender yang diterapkan.
Perempuan masih termajinalkan .
Diskriminasi terhadap siswa perempuan merupakan fokus utama dalam konteks
pendidikan

Permasalahan Siswa perempuan : streotipe, prasarana, akses, cara pandang dan


komitmen keluarga, serta pengetahuan dalam pendidikan.
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN

12 PENGERTIAN GENDERGENDER DALAM PENDIDIKAN


PROBLEMATIKA 1.3.2.PARTISIPASI
AKSES
MANFAAT & PENGUASAAN

Gender adalah perbedaan yang tampak pada laki-laki dan perempuan apabila
dilihat dari nilai dan tingkah laku. Gender merupakan suatu istilah yang
digunakan untuk menggambarkan perbedaan antara laki-laki dan perempuan
secara sosial. Gender adalah kelompok atribut dan perilaku secara kultural yang
ada pada laki-laki dan perempuan.

Dwi Narwoko dan Bagong Yuryanto, Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan,
(Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2004) Hlm. 334

Gender merupakan konsep hubungan sosial yang membedakan fungsi dan peran
antara perempuan dan lak-laki.
Gender sebagai suatu konsep merupakan hasil pemikiran atau rekayasa manusia,
PENDIDIKAN MEMANDANG
GENDER
PENDIDIKAN MEMANDANG
GENDER

Deklarasai HAM Pasal 26 : Setiap orang berhak mendapatkan pengajaran


Pengajaran harus mempertinggi rasa saling mengerti, saling menerima serta
rasa persahabatan antar semua bangsa, golongan-golongan kebangsaan, serta
harus memajukkan kegiatan PBB dalam memelihara perdamaian dunia .

Pendidikan bukan hanya dianggap dan dinyatakan sebagai sebuah unsur utama
dalam upaya pencerdasan bangsa melainkan juga sebagai produk atau konstruksi
sosial, maka dengan demikian pendidikan juga memiliki andil bagi terbentuknya
relasi gender di masyarakat
Moh, Roqib, Pendidikan Perempuan, (Yogyakarta: Gama Media, 2003), Hlm. 49

Pendidikan harus menyentuh kebutuhan dan relevan dengan tuntutan zaman,


yaitu kualitas yang memiliki kimanan dan hidup dalam ketakwaan yang kokoh,
mengenali, menghayati, dan menerapkan akar budaya bangsa, berwawasan luas
dan komprehensif, menguasai ilmu pengetahuan, dan keterampilan mutakhir,
mampu mengantisipasi arah perkembangan, berpikir secara analitik, terbuka
.
.

MEMBANGUN PENDIDIKAN
BERBASIS GENDER
MEMBANGUN PENDIDIKAN
BERBASIS GENDER

1423 ANALISIS
METODE
GURU
BAHASA / GENDER DI LINGKUNGAN
& MATERI
PENDIDIK PILAR
SEKOLAH
PEMBELAJARAN
SEBAGAI

Salah satu tugas sekolah untuk tidak membiarkan berlangsungnya ketidak adilan
gender yang selama ini terbungkus rapi dalam kesadaran palsu yang berkembang
dalam masyarakat.

Sebaliknya ia harus bersikap kritis dan mengajak masyarakat sekolah dan


masyarakat di sekitarnya untuk mengubah/membongkar kepalsuan tersebut
sekaligus mentransformasikannya menjadi praktik yang lebih berpihak kepada
keadilan sesama, terutama keadilan bagi kaum perempuan

Siswanto, Bias Gender dalam Pendidikan,


http://paksisgendut.files.wordpress.com/2009/02/gender-dan-pendidikan.pdf

Untuk melakukan perubahan dalam suatu institusi pendidikan, haruslah


berdasarkan data yang konkrit yang didapat dari pengamatan, penelitian
MENUJU KESETARAAN
GENDER
MENUJU KESETARAAN
GENDER

Usaha untuk menghentikan bias gender antara lain dengan cara pemenuhan
kebutuhan praktis gender.

Usaha untuk melakukan pembongkaran bias gender harus dilakukan mulai dari
rumah tangga dan pribadi masing-masing hingga sampai pada kebijakan
pemerintah dan negara, tafsir agama bahkan epistimologi ilmu pengetahuan.
KESIMPULAN
KESIMPULAN

Budaya bias laki-laki membentuk perempuan cenderug nrimo,

Karenanya upaya sistematis dan berkelanjutan tentang kesetaraan dan


keadilan gender dalam pendidikan menjadi semakin mendesak, akses
pendidikan perempuan dan laki-laki harus mendapatkan kesempatan
yang sama.

Anak perempuan, sebaimana anak laki-laki harus mempunyai hak atau


kesempatan untuk sekolah lebih tinggi.
TERIMAKASIH