Anda di halaman 1dari 50

AKUNTANSI

PENDAPATAN

Erlina,Omar dan Rasdianto


DEFENISI PENDAPATAN

Pendapatan LRA
Semua penerimaan Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau oleh entitas entitas
pemerintah lainnya yang menambah Saldo Anggaran Lebih dalam periode
tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah, dan tidak
perlu dibayar kembali oleh pemerintah daerah. (PSAP No. 3. Paragraf 7).

Hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih.
Komisi, rabat, potongan, atau pendapatan lain dengan nama dan dalam bentuk
apa pun yang dapat dinilai dengan uang, baik secara langsung sebagai akibat
dari penjualan, tukar menukar, hibah, asuransi dan/atau pengadaan barang
dan jasa termasuk pendapatan bunga, jasa giro atau pendapatan lain sebagai
akibat penyimpanan dana anggaran pada bank serta pendapatan dari hasil
pemanfaatan barang daerah atas kegiatan lainnya merupakan pendapatan
daerah (Permendagri 13/2006).

Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL


DEFENISI PENDAPATAN

Pendapatan LO

Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul
dari aktifitas normal perusahaan satu periode bila arus masuk
tersebut mengakibatkan kenaikan akuitas yang tidak berasal dari
kontribusi penanam modal (PSAK No. 23).

Pendapatan-LO adalah hak pemerintah pusat/daerah yang diakui sebagai


penambah nilai kekayaan bersih. (PSAP No.12, Paragraf 8).

Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL


KLASIFIKASI PENDAPATAN

Klasifikasi kelompok akun keuangan dirinci menurut :


1. Jenis;
2. Obyek; dan
3. Rincian obyek pendapatan.

Pendapatan daerah diklasifikasikan menurut kelompok pendapatan yang


terdiri dari :
1. Pendapatan Asli Daerah,
2. Dana Perimbangan, dan
3. Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah.

Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL


KLASIFIKASI PENDAPATAN

Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL


KLASIFIKASI PENDAPATAN

Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL


KLASIFIKASI PENDAPATAN

Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL


KLASIFIKASI PENDAPATAN

Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL


KLASIFIKASI PENDAPATAN

Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL


KLASIFIKASI PENDAPATAN

Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL


PENGAKUAN PENDAPATAN

Secara umum, pendapatan diakui ketika:


a. Diperoleh (earned), yaitu ketika entitas telah menyelesaikan secara
substansial apa yang menjadi kewajibannya. Penyelesaian
kewajibannya inilah yang akan menjadi pendapatan ketika seluruh
proses selesai.
b. Sudah direalisasikan/dapat direalisasikan (realized/realizable), yaitu
ketika kas/hak tagih (piutang) sudah terima atas penyerahan
barang/jasa (realized) atau ketika jumlah kas/hak tagih (piutang)
sudah dapat ditentukan atas penyerahann barang/jasa tersebut
(realizable).

Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL


PENGAKUAN PENDAPATAN LRA

Mengakui pendapatan ketika pendapatan tersebut diterima di rekening


umum negara/daerah yang menambah Saldo Anggaran Lebih dalam
periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak
pemerintah, dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah. (PSAP
No.3, Paragraf 21.

Pendapatan di PPKD diakui pada saat diterima di Rekening Kas Umum


Daerah.

Pendapatan diakui pada saat diterima oleh Bendahara Penerimaan


untuk seluruh transaksi SKPD.

Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL


PENGAKUAN PENDAPATAN LO

Pendapatan-LO diakui pada saat:


a) Timbulnya hak atas pendapatan;
b) Pendapatan direalisasi, yaitu adanya aliran masuk sumber daya
ekonomi.

Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL


Pengakuan Pendapatan-LO pada PPKD
(1) Pendapatan Asli Daerah
Merupakan pendapatan yang diperoleh daerah yang dipungut
berdasarkan Peraturan Daerah sesuai dengan Peraturan
Perundang-Undangan. Pendapatan tersebut dapat
dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yaitu PAD Melalui
Penetapan, PAD Tanpa Penetapan, dan PAD dari Hasil
Eksekusi Jaminan.
(a) PAD Melalui Penetapan
PAD yang masuk ke dalam kategori ini adalah Tuntutan Ganti Kerugian Daerah,
Pendapatan Denda atas Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan, Pendapatan
Denda Pajak, dan Pendapatan Denda Retribusi. Pendapatan-pendapatan
tersebut diakui ketika telah diterbitkan Surat Ketetapan atas pendapatan
terkait.

(b) PAD Tanpa Penetapan


PAD yang masuk ke dalam kategori ini antara lain Penerimaan Jasa Giro,
Pendapatan Bunga Deposito, Komisi, Potongan dan Selisih Nilai Tukar Rupiah,
Pendapatan dari Pengembalian, Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum,
Pendapatan dari Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan, Pendapatan dari
Angsuran/Cicilan Penjualan, dan Hasil dari Pemanfaatan Kekayaan Daerah.
Pendapatan-pendapatan tersebut diakui ketika pihak terkait telah melakukan
pembayaran langsung ke Rekening Kas Umum Daerah
(c) PAD dari Hasil Eksekusi Jaminan
Pendapatan hasil eksekusi jaminan diakui saat pihak ketiga tidak
menunaikan kewajibannya. Pada saat tersebut, PPKD akan mengeksekusi uang
jaminan yang sebelumnya telah disetorkan, dan mengakuinya sebagai
pendapatan. Pengakuan pendapatan ini dilakukan pada saat dokumen
eksekusi yang sah telah diterbitkan.
(2) Pendapatan Transfer
Pemerintah Pusat akan mengeluarkan ketetapan
mengenai jumlah dana transfer yang akan diterima oleh
Pemerintah Daerah.
Namun demikian ketetapan pemerintah belum dapat
dijadikan dasar pengakuan pendapatan LO
Pengakuan pendapatan transfer dilakukan bersamaan
dengan diterimanya kas pada Rekening Kas Umum
Daerah.
Walaupun demikian, pendapatan transfer dapat
diakui pada saat terbitnya peraturan mengenai
penetapan alokasi, jika itu terkait dengan kurang salur.

(3) Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah


Lain- Lain Pendapatan Daerah yang Sah pada PPKD, antara lain
meliputi Pendapatan Hibah
Naskah Perjanjian Hibah yang ditandatangani belum dapat
dijadikan dasar pengakuan pendapatan LO mengingat adanya
proses dan persyaratan untuk realisasi pendapatan hibah
tersebut.
(4) Pendapatan Non Operasional
antara lain Surplus Penjualan Aset Nonlancar, Surplus
Penyelesaian Kewajiban Jangka Panjang, Surplus dari Kegiatan
Non Operasional Lainnya.
Pendapatan Non Operasional diakui ketika dokumen sumber
berupa Berita Acara kegiatan (misal: Berita Acara Penjualan
untuk mengakui Surplus Penjualan Aset Nonlancar) telah
diterima.

Akuntansi Pendapatan PPKD


a) Pendapatan Asli Daerah (PAD)
(1) Pendapatan Pajak
Pendapatan Pajak-LO diakui pada saat kas diterima di kas daerah dan dicatat
berdasarkan dokumen sumber setoran pajak. Fungsi akuntansi PPKD
mencatat dengan jurnal:
Kas di Kas Daerah xxx
Pendapatan Pajak...LO xxx
Estimasi Perubahan SAL xxx
Pendapatan Pajak ....-LRA xxx
Dalam hal pada akhir tahun terdapat surat ketetapan pajak yang belum dibayar
oleh masyarakat, maka nilainya diakui sebagai penambah Pendapatan Pajak-LO.
Jurnal,
Piutang Pajak Daerah xxx
Pendapatan Pajak ....LO xxx

(2) Hasil Eksekusi Jaminan


Pihak ketiga melakukan pembayaran uang jaminan bersamaan dengan
pembayaran perizinan, misal perizinan pemasangan iklan, kemudian akan
menerima Tanda Bukti Pembayaran (TBP). TBP juga menjadi dasar bagi
Fungsi Akuntansi PPKD untuk mengakui utang jaminan , dengan jurnal:
Kas di Kas Daerah xxx
Utang Jaminan xxx
Kemudian saat pihak ketiga tidak menunaikan kewajibannya, PPKD akan
mengeksekusi uang jaminan yang sebelumnya telah disetorkan. Fungsi Akuntansi
PPKD akan membuat bukti memorial terkait eksekusi jaminan tersebut untuk
diotorisasi oleh PPKD.
Utang Jaminan xxx
Pendapatan Hasil Eksekusi atas JaminanLO xxx

Estimasi Perubahan SAL xxx


Pendapatan Hasil Eksekusi Atas Jaminan LRA xxx
b) Pendapatan Transfer
Untuk itu pengakuan pendapatan transfer dilakukan bersamaan dengan
diterimanya kas pada Rekening Kas Umum Daerah. Dalam kasus ini,
Fungsi Akuntansi PPKD akan mencatat dengan jurnal:
Kas di Kas Daerah xxx
Pendapatan Transfer.... LO xxx

Estimasi Perubahan SAL xxx


Pendapatan Transfer.... LRA xxx

Walaupun demikian, pendapatan transfer dapat diakui pada saat terbitnya


dokumen resmi mengenai penetapan alokasi, jika itu terkait dengan kurang
salur sebagai dasar pencatatan pengakuan pendapatan. jurnal:
Piutang Pendapatan xxx
Pendapatan Transfer.... LO xxx

Apabila pemerintah daerah telah menerima dana transfer dari pemerintah pusat
atas kurang salur tersebut, maka Rekening Kas Umum Daerah akan
mengeluarkan Nota Kredit untuk PPKD. Berdasarkan Nota Kredit ini Fungsi
Akuntansi PPKD akan mencatat dengan jurnal:
Kas di Kas Daerah xxx
Piutang Pendapatan Transfer ... Xxx
Estimasi Perubahan SAL xxx
Pendapatan Transfer.... LRA xxx
c) Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah
(1) Pendapatan Hibah
Naskah Perjanjian Hibah yang ditandatangani belum dapat dijadikan dasar
pengakuan pendapatan LO, mengingat adanya proses dan persyaratan untuk
realisasi pendapatan hibah tersebut. Untuk itu Fungsi Akuntansi PPKD
mengakui Pendapatan Hibah bersamaan dengan diterimanya kas pada RKUD
dengan mencatat jurnal:
Kas di Kas Daerah xxx
Pendapatan Hibah-LO xxx
Estimasi Perubahan SAL xxx
Pendapatan Hibah LRA xxx
Khusus untuk hibah barang berupa aset tetap, fungsi akuntansi PPKD
mencatat dengan jurnal:
Aset Tetap xxx
Pendapatan Hibah-LO xxx

(2) Pendapatan Non Operasional Surplus Penjualan Aset Nonlancar LO


Surplus Penjualan Aset Nonlancar pada PPKD berasal dari aktivitas pelepasan
investasi. Surplus terjadi ketika harga jual dalam pelepasan investasi lebih
tinggi daripada nilai buku investasi tersebut. Untuk transaksi pelepasan
investasi, berdasarkan dokumen transaksi yang dimiliki PPKD, Fungsi
Akuntansi PPKD mencatat dengan jurnal:
Kas di Kas Daerah xxx
Surplus Pelepasan Investasi Jangka Panjang - LO xxx
Investasi ... xxx
Estimasi Perubahan SAL xxx
Penerimaan Pembiayaan xxx
(3) Pendapatan Non Operasional Surplus Penyelesaian Kewajiban Jangka
Panjang
Surplus Penyelesaian Kewajiban Jangka Panjang timbul karena harga
perolehan kembali (nilai yang harus dibayar) lebih rendah dibandingkan
dengan nilai tercatat (carrying value) dari kewajiban tersebut. Berdasarkan
salinan SP2D LS PPKD, Fungsi Akuntansi PPKD akan menghapus kewajiban
yang telah dibayar dan mengakui adanya surplus dari penyelesaian kewajiban
tersebut dengan jurnal:
Kewajiban Jangka Panjang .... Xxx
Surplus Penyelesaian Kewajiban Jangka Panjang ...-LO xxx
Kas di Kas Daerah xxx
Pengeluaran Pembiayaan xxx
Estimasi Perubahan SAL xxx
Pengakuan Pendapatan-LO pada SKPD
Pendapatan Daerah pada SKPD hanya sebagian dari
Pendapatan Asli Daerah yaitu pendapatan pajak daerah dalam
hal instansi pungutan pajak terpisah dari BUD, pendapatan
retribusi dan sebagian dari lain-lain PAD yang sah.
Pendapatan Asli Daerah merupakan pendapatan yang
diperoleh daerah yang dipungut berdasarkan Peraturan
Daerah sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan.
Alternatif pengakuan pendapatan tersebut dapat dibagi
menjadi tiga, yaitu:
Alternatif satu yaitu kelompok pendapatan pajak yang didahului oleh
penerbitan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKP Daerah) untuk
kemudian dilakukan pembayaran oleh wajib pajak yang bersangkutan.
Pendapatan Pajak ini diakui ketika telah diterbitkan penetapan berupa
Surat Ketetapan (SK) atas pendapatan terkait.
Alternatif duayaitu kelompok pendapatan pajak yang didahului dengan
penghitungan sendiri oleh wajib pajak dan dilanjutkan dengan
pembayaran oleh wajib pajak berdasarkan perhitungan tersebut.
Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan terhadap nilai pajak yang dibayar
apakah sudah sesuai, kurang atau lebih bayar untuk kemudian
dilakukan penetapan. Pendapatan Pajak ini diakui
ketika telah diterbitkan penetapan berupa Surat Ketetapan (SK) atas
pendapatan terkait.
Alternatif Tiga yaitu kelompok pendapatan retribusi yang
pembayarannya diterima untuk memenuhi kewajiban dalam periode
tahun berjalan. Pendapatan retribusi ini diakui ketika pembayaran
telah diterima.
Transaksi pendapatan SKPD merupakan pendapatan yang dipungut berdasarkan
peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dalam hal
instansi pemungut pajak terpisah dari bendahara umum daerah (BUD), maka
pajak daerah dianggarkan dan dicatat pada instansi tersebut. Sebaliknya apabila
pemungutan pajak dilakukan oleh pejabat pengelolaan keuangan daerah (PPKD)
selaku BUD, pajak daerah dianggarkan dan dicatat oleh PPKD. Ilustrasi pencatatan
dalam hal instansi pemungut pajak terpisah dari PPKD disajikan sebagai berikut :
Pemungutan pajak dapat didahului dengan penerbitan Surat Ketetapan Pajak
Daerah maupun penyetoran langsung oleh masyarakat. Terhadap kedua cara
pemungutan tersebut pengakuan pendapatan pajak dilakukan pada
saat penyetoran oleh Wajib Pajak ke Rekening Kas Daerah.
Kas di Bendahara Penerimaan xxx
Pendapatan Pajak Daerah ...-LO xxx
Estimasi Perubahan SAL xxx
Pendapatan Pajak Daerah ...-LRA xxx
Atas pajak yang diterima tersebut akan dilakukan penyetoran ke Kas Daerah
dengan menggunakan Surat Tanda Setoran (STS). Berdasarkan STS tersebut,
PPK-SKPD mencatat dengan jurnal:
RK PPKD xxx
Kas di Bendahara Penerimaan xxx
Pada akhir tahun terhadap SKP yang belum dilunasi, PPK SKPD mencatat dengan
jurnal:
Piutang Pajak Daerah ... Xxx
Pendapatan Pajak Daerah.. - LO xxx
b) Kelompok pendapatan retribusi untuk memenuhi kewajiban dalam periode tahun
berjalan, diakui ketika pembayarannya telah diterima.TBP juga menjadi dasar bagi
PPK SKPD untuk mengakui pendapatan dengan mencatat jurnal:
Kas di Bendahara Penerimaan xxx
Pendapatan Retribusi Daerah -LO xxx
Estimasi Perubahan SAL xxx
Pendapatan Retribusi Daerah -LRA xxx
Atas retribusi yang diterima tersebut akan dilakukan penyetoran ke Kas Daerah
dengan menggunakan Surat Tanda Setoran (STS). Berdasarkan STS tersebut, PPK-
SKPD mencatat dengan jurnal:
RK PPKD xxx
Kas di Bendahara Penerimaan xxx
Pada akhir tahun terhadap SKR yang belum dilunasi, PPK SKPD mencatat jurnal:
Piutang Retribusi Daerah.. Xxx
Pendapatan Retribusi Daerah. - LO xxx

PENGUKURAN PENDAPATAN LRA/LO

Berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan


tidak mencatat jumlah netonya (setelah dikompensasikan dengan
pengeluaran).
Kecuali besaran pengurang terhadap pendapatan-LRA bruto bersifat variabel
terhadap pendapatan dimaksud dan tidak dapat dianggarkan terlebih dahulu
dikarenakan proses belum selesai.
Dalam hal badan layanan umum, pendapatan diakui dengan mengacu pada
peraturan perundangan yang mengatur mengenai badan layanan umum.
Jika terjadi pengembalian/koreksi pendapatan, baik untuk pendapatan tahun
berjalan maupun pendapatan tahun sebelumnya. Apabila menggunakan basis
akrual, maka pengembalian/koreksi pendapatan tahun anggaran sebelumnya
akan menjadi pengurang/penambah ekuitas, sedangkan pengembalian/
koreksi pendapatan tahun anggaran berjalan menjadi pengurang/penambah
pendapatan.

Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL


Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL
Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL
PENGUNGKAPAN PENDAPATAN

Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

1. Terdapat selisih lebih sebesar Rp 100.000.000,- untuk realisasi Pajak Daerah


dibandingkan anggarannya. Selisih lebih ini disebabkan karena terjadi
peningkatan jumlah jumlah pengunjung hotel dan perubahan tarif hotel di
beberapa hotel bintang 5 dibandingkan dengan asumsi pada saat
penyusunan anggaran. Hal ini disebabkan oleh terjadi kenaikan tingkat
kunjungan wisatawan luar negeri yang datang ke darah ini, kenaikan
disebabkan karena tingkat keamanan di daerah kunjungan wisata di daerah
ini telah ditingkatkan.
2. Terdapat selisih kurang sebesar Rp 50.000.000,- untuk realisasi Pendapatan
hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Selisih kurang ini
disebabkan karena terjadi penurunan laba dari pengelolaan kekayaan
ddaerah yang dipisahkan, penurunan laba ini disebabkan perusahaan
sedangkan melakukan investasi sehingga memerlukan biaya yang cukup
besar yang berbeda dengan asumsi pada saat penyusunan anggaran.

Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL


Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Dari realisasi pajak daerah sebesar Rp. 450.000,000,- ada sebesar


Rp. 20.000.000,- yang masih belum diterima sebagai kas dan dicatat
sebagai piutang pajak. Terdapat selisih antara realisasi pajak daerah
untuk laporan realisasi anggaran dengan laporan operasional, hal ini
disebabkan ada perbedaan pengakuan pendapata untuk laporan realisasi
anggaran dengan laporan operasional.

Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL


AKUNTANSI PENDAPATAN

Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL


AKUNTANSI PENDAPATAN

1. Saldo Normal Pendapatan


Saldo normal pendapatan baik basis kas maupun basis akrual, yaitu
pendapatan LRA dan pendapatan LO adalah pada sisi kredit. Artinya
perkiraan ini akan bertambah dengan adanya transaksi yang meng-
kreditnya, sebaliknya akan berkurang dengan adanya transaksi yang
mendebitnya.

2. Pencatatan Akuntansi
Pencatatan akuntansi untuk pendapatan, berawal pada saat hak atas
pendapatan muncul namun kas belum diterima. Pencatatan transaksi-
nya ini untuk keperluan penyusunan LO. Perlakuannya adalah piutang
bertambah dicatat di sisi debit, pendapatan bertambah dicatat di sisi
kredit.

Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL


Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL
Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL
Contoh:
1 Februari 2011, pemerintah daerah menerbitkan Surat Ketetapan Pajak
(SKP) senilai Rp 500.000.000,-. Pada tanggal 5 Mei 2011, SKPD menerima
setoran pajak dari wajib pajak sebesar Rp.5.000.000,-. Pada hari itu juga
bendahara penerimaan menyetorkan ke BUD. Atas dasar STS yang dibuat
oleh bendahara penerimaan (lihat STS di halaman berikutnya) maka
proses akuntansi yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL


Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL
Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL
Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL
Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL
ILUSTRASI AKUNTANSI PENDAPATAN

Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL


Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL
Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL
SELESAI

PENERBIT : CV BRAMA ARDIAN


DESIGNER : CHERRY MASTURI PRASAT

Erlina,Omar dan Rasdianto - 2015 AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH BERBASIS AKRUAL