Anda di halaman 1dari 22

Dr. Malawati, Sp.

Kj
Ganguan tidur merupakan salah satu keluhan yang
paling sering ditemukan pada penderita yang
berkunjung ke praktek.
Pada orang normal bisa mengakibatkan
Depresi
Daya tahan tubuh menurun
Mudah tersinggung
Kurang konsentrasi dan kelelahan
Tidur adalah kondisi organisme yang sedang
istirahat secara reguler, berulang dan reversibel
dalam keadaan dimana ambang rangsang
terhadap rangsangan dari luar lebih tinggi jika
dibandingkan dengan keadaan jaga
Tidur merupakan salah satu kebutuhan pokok
manusia yang memiliki fungsi perbaikan dan
homeostatik,serta penting pula dalam pengaturan
suhu dan cadangan energi normal.
Rasa kantuk berkaitan erat dengan hipotalamus
dalam otak.
Dalam keadaan badan segar dan normal,
hipotalamus bekerja dengan baik, mampu memberi
respon normal terhadap perubahan tubuh maupun
lingkungannya.
Kemampuan merespon tadi berkurang sehingga
menyebabkan seseorang mengantuk. yang
berperan adalah suatu zat yang disebut GABA
(Gamma Aminobutyric Acid), asam amino yang
berfungsi sebagai neurotransmiter.
Tidur merupakan kegiatan susunan saraf pusat,
Sistem yang mengatur siklus atau perubahan
dalam tidur adalah reticular activating system
(RAS) dan bulbar synchronizing regional (BSR)
yang terletak pada batang otak.
RAS merupakan sistem yang mengatur seluruh
tingkatan kegiatan susunan saraf pusat termasuk
kewaspadaan dan tidur.
Tidur dibagi menjadi dua fase :
1. Pergerakan mata yang cepat atau Rapid Eye
Movement (REM)
2. Pergerakan mata yang tidak cepat atau Non
Rapid Eye Movement (NREM).

Tidur diawali dengan fase NREM yang terdiri dari


empat stadium, 1.2.3.4 lalu diikuti oleh fase REM. Fase
NREM dan REM terjadi secara bergantian sekitar 4-6
siklus dalam semalam.
Stadium satu
Seseorang akan mengalami tidur yang dangkal dan
dapat terbangun dengan mudah oleh karena suara
atau gangguan lain. Selama tahap pertama tidur,
mata akan bergerak peralahan-lahan, dan aktivitas
otot melambat.
Stadium dua
Biasanya berlangsung selama 10 hingga 25 menit.
Denyut jantung melambat dan suhu tubuh menurun.
Pada tahap ini didapatkan gerakan bola mata
berhenti.
Stadium tiga
Tahap ini lebih dalam dari tahap sebelumnya.
Pada tahap ini individu sulit untuk dibangunkan,
dan jika terbangun, individu tersebut tidak dapat
segera menyesuaikan diri dan sering merasa
bingung selama beberapa menit.
Stadium empat
Tahap ini merupakan tahap tidur yang paling
dalam. Gelombang otak sangat lambat. Aliran darah
diarahkan jauh dari otak dan menuju otot, untuk
memulihkan energi fisik.
Fase tidur NREM ini biasanya berlangsung antara
70 menit sampai 100 menit, setelah itu akan
masuk ke fase REM.
Selama tidur malam yang berlangsung rata-rata
tujuh jam, REM dan NREM terjadi berselingan
sebanyak 4-6 kali
Suatu kondisi dimana seseorang mengalami resiko
perubahan jumlah dan kualitas pola istirahat yang
menyebabkan ketidak nyamanan.
International Classification of Sleep Disorders
(ICSD) merupakan klasifikasi paling lengkap untuk
gangguan tidur dan sering digunakan
Gangguan tidur primer
gangguan tidur yang bukan disebabkan oleh
gangguan mental lain, kondisi medik umum, atau
zat.

dibagi dua yaitu :


1. Disomnia
2. Parasomnia
Suatu keadaan dimana seseorang mengalami
kesukaran menjadi jatuh tidur ( failling as sleep),
mengalami gangguan selama tidur (difficulty in
staying as sleep),bangun terlalu dini atau
kombinasi diantaranya.

Terjadi perubahan dalam jumlah, kualitas atau


waktu tidur yang menurun.
Insomnia primer : ketidakmampuan seseorang
untuk dapat tidur atau mempertahankan tidur baik
pada saat ingin tidur ataupun bangun saat pagi
sebelum waktunya.

Ditandai dengan:
Sulit masuk tidur dan mempertahankan tidur
Merasa tidak segar walaupun sudah tidar
Berlangsung paling sedikit dalam 1 bulan
Menyebabkan penderitaan
Tidak disebabkan oleh zat
Hipersomnia :merupakan rasa kantuk yang
berlebihan sepanjang hari yang berlangsung
sampai sebulan atau lebih.
Narkolepsi : Ditandai oleh serangan mendadak
tidur yang tidak dapat dihindari pada siang hari,
biasanya hanya berlangsung 10-20 menit atau
selalu kurang dari 1 jam,
Gangguan tidur irama sirkadian.
Gangguan irama sirkadian dapat dikategorikan dua
bagian:
1. Sementara (acut work shift, Jet lag)
2. Menetap (shift worker)
Gangguan tidur berhubungan dengan pernafasan.
Gangguan pernafasan yang terjadi saat tidur,
berlangsung selama lebih dari 10 detik.
Dikatakan apnea tidur patologis jika penderita
mengalami episode apnea sekurang kurang lima
kali dalam satu jam atau 30 episode apnea selama
semalam
Gangguan Penyakit
Latihan dan kelelahan
Stres psikologis
Obat-Obatan
Nutrisi
Lingkungan
Motivasi
Farmakologi
Benzodiazepin paling sering digunakan dan tetap
merupakan pilihan utama untuk mengatasi
insomnia baik primer maupun sekunder.
Kloralhidrat
Antihistamin
Prekursor protein seperti l-triptofan dalam
bentuk suplemen.
Estazolam: 1-2 mg malam hari
Flurazepam: 15-30 mg malam hari
Quazepam: 7,5 15 mg
Temazepam: 15-30 mg
Triazolam: 0,25 0,25 mg malam hari

Non benzodiazepin alternatif:


zolpidem 5-10 mg malam hari
zaleplon 10-20 mg malam hari
Penggunaan jangka panjang obat hipnotik tidak
dianjurkan.
Dosis harus kecil dan pemberian harus singkat.
Penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan
masalah tidur atau dapat menutupi penyakit yang
mendasari.
Benzodiazepin kerja panjang dapat memperbaiki
ansietas di siang hari dan insomnia di malam hari.
Sebagian obat golongan benzodiazepin
dimetabolisme di hepar.
Antidepresan yang bersifat sedatif seperti
trazodone dapat diberikan bersamaan dengan
benzodiazepin pada malam hari
Tidak dianjurkan menggunakan imipramin,
desipramin, dan monoamin oksidase inhibitor pada
lansia karena dapat menstimulasi insomnia.
Non farmakologik
Lingkungan yang nyaman dan kondusif
Terapi pengontrolan stimulus
Terapi relaksasi.

Prognosis
Dubia ad bonam