Anda di halaman 1dari 9

AUDIT SEKTOR

PUBLIK
Standar Audit Sektor Publik
Kelas A

Kelompok 3 :
Ina Idomoniasari 1413010092
Siti Rahmawati T 1413010105
STANDAR AUDIT SEKTOR
PUBLIK
Dalam melaksanakan suatu audit, diperlukan standar yang
akan digunakan untuk menilai mutu pekerjaan audit yang
dilakukan. Standar tersebut memuat persyaratan minimum yang
harus dipenuhi oleh seorang auditor dalam melaksanakan
tugasnya.
Standar Pemeriksaan Keuangan Negara adalah sebuah standar
pemeriksaan yang memuat persyaratan profesional pemeriksa,
mutu pelaksanaan pemeriksaan, dan persyaratan laporan
pemeriksaan yang profesional.
Di Indonesia standar audit pada sektor publik adalah Standar
Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang dikeluarkan oleh
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Standar-standar yang menjadi pedoman dalam
audit kinerja menurut SPKN adalah sebagai
berikut :

Standar Umum
Standar Pelaksanaan Audit Kinerja
Standar Pelaporan Audit Kinerja
PERKEMBANGAN STANDAR AUDIT
SEKTOR PUBLIK
Tahun 1972 Ikatan Akuntan Indonesia berhasil menerbitkan
Norma Pemeriksaan Akuntan, yang disahkan di dalam Kongres
ke III Ikatan Akuntan Indonesia. Pada tanggal 19 April 1986,
Norma Pemeriksaan Akuntan yang telah diteliti dan
disempurnakan oleh Tim Pengesahan, serta disahkan oleh
Pengurus Pusat Ikatan Akuntan Indonesia sebagai norma
pemeriksaan yang berlaku efektif selambat-lambatnya untuk
penugasan pemeriksaan atas laporan keuangan yang diterima
setelah tanggal 31 Desember 1986. Tahun 1992, Ikatan Akuntan
Indonesia menerbitkan Norma Pemeriksaan Akuntan, Edisi revisi
yang memasukkan suplemen No.1 sampai dengan No.12 dan
interpretasi No.1 sampai dengan Nomor.2. Indonesia merubah
nama Komite Norma Pemeriksaan Akuntan menjadi Dewan
Standar Profesional Akuntan Publik. Selama tahun 1999 Dewan
melakukan perubahan atas Standar Profesional Akuntan Publik
per 1 Agustus 1994 dan menerbitkannya dalam buku yang diberi
judul Standar ProfesionalAkuntan Publik per 1 Januari 2001.
FUNGSI STANDAR AUDIT
SEKTOR PUBLIK
Mengatur semua aktivitas pekerjaan auditnya akuntan publik.
Standar mengatur mulai dari syarat auditor misalnya
independensi dan kompetensi auditor sampai bagaimana
membuat laporan audit.
Mengikat seorang auditor dengan etika profesinya karena
pekerjaan auditor dalam standar harus dilandasi dengan
landasan moral dan etika.
Menjadi pedoman dan pegangan akuntan public, sehingga
kewajiban dan larangan akuntan public dapat dipenuhi
dengan baik.
Pengendali secara preventif terhadap kecurangan,
ketidakjujuran dan kelalaian.
Standar audit juga dapat mendorong akuntan publik
menggunakan kemahiran jabatannya (due professional care),
menjaga kerahasiaan informasi/data yang diperoleh,
melakukan pengendalian mutu, dan bersikap professional.
KERANGKA PIKIR AUDIT
SEKTOR PUBLIK
Secara kelembagan, kerangka pikir audit sektor publik terbagi
menjadi:
Kerangka kelembagaan
Pengaturan standar audit
Kode etik
Akuntanbilitas Badan Pemeriksa Keuangan
Kemandirian
Kualifikasi dan keterampilan auditor
Pelatihan Jaminan kualitas

Di Indonesia, Standar Pemeriksaan Keuangan Negara atau


SPKNmemilik peran penting dalam pelaksanaan tugas BPK
yaitu sebagai patokan atau arahan per tahapan
pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan
Negara bagi pemeriksa.
OBJEK AUDIT SEKTOR
PUBLIK
Objek audit pada dasarnya meliputi semua kegiatan
organisasi sejak perencanaan, pelaksanaan kegiatan
operasional sampai dengan pelaporan
pertanggungjawaban akhir periode dari suatu
organisasi/lembaga. Terdapat 3 jenis organisasi/lembaga
yaitu:
Organisasi/lembaga sector komersial, yaitu yang
bertujuan untuk mencari laba.
Organisasi/lembaga sector publik, yaitu yang bertujuan
murni nirlaba.
Kuasi sektor public, yaitu unit yang tidak semata-mata
mencari laba.
Objek audit lainnya adalah pengorganisasian
entitas. Pengorganisasian disini meliputi dua
aspek, yaitu bagaimana hubungan eksternal
dan hubungan internal yang ada di dalam
organisasi. Dalam aspek hubungan eksternal,
auditor harus familiar dengan klien-klien
organisasi. Pemahaman atas aspek hubungan
eksternal ini dapat mmberikan auditor data-
data yang dapat dipertanggungjawabkan yang
disajikan dalam laporan keuangan.
TERIMAKASIH