Anda di halaman 1dari 20

Agama dan Penyakit

1. Pemahaman tentang konsep sakit dan


penyakit menurut agama
2. Manajemen menghadapi respon sakit dan
penyakit (simpati, empati, penguatan)
3. Konsistensi dalam beribadah dalam berbagai
kondisi sakit
Konsep Sakit dan Penyakit
Menurut Agama
Sakit merupakan bagian dari cobaan yang mengandung banyak faedah.
Di antara faedah-faedah sakit adalah:
Sebagai penebus dosa
Sakit merupakan penebus dosa dan menghapuskan kesalahan, sehingga sakit
menjadi balasan keburukan seorang hamba.
Hal itu berdasarkan beberapa dalil, di antaranya hadits Jabir bin Abdullah r.a.
sesungguhnya ia mendengar Rasulullah Saw bersabda:




Tidaklah seorang muslim pun ditimpa kesakitan, mulai dari tusukan duri hingga yang
lebih berat dari itu, kecuali dihapuskan Allah dengan itu kesalahan-kesalahannya.
Tak ubah bagai kayu yang menggugurkan daun-daunnya. (HR. Ahmad, 3/346).

Seorang hamba akan mendapat pahala dari musibah yang menimpanya, sekalipun
hanya sakit ringan, selama ia tetap sabar dan ikhlas.
Bila musibahnya lebih besar dan sakitnya sangat berat, maka pahalanya pun akan
lebih besar.
2. Mengangkat derajat dan menambah
kebaikan
Hadits Aisyah ra, ia berkata: sesungguhnya aku
mendengar Rasulullah Saw bersabda:






Tidak satu musibah pun yang menimpa diri
seorang muslim, baik berupa kesusahan dan
penderitaan, kesedihan dan kedukaan, maupun
penyakit, sampai sepotong duri yang
menyucuknya, kecuali Allah akan mengampuni
sebagian kesalahannya (HR. Muslim).
3. Mencapai Kedudukan yang Tinggi
Sesungguhnya seseorang akan memperoleh kedudukan di sisi Allah Swt,
ia tidaklah memperolehnya dengan amalan, Allah Swt senantiasa terus
mengujinya dengan sesuatu yang tidak disukainya, hingga ia
memperolehnya (HR. al-Hakim).
4. Bukti Allah Swt menghendaki Kebaikan Terhadap hamba-Nya
Hadits Shuhaib bin Sinan r.a, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda:







Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua
perkaranya menjadi kebaikan, dan hal itu tidak pernah terjadi kecuali bagi
seorang mukmin: jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, maka hal itu
menjadi kebaikan baginya, dan jika ia mendapatkan musibah, ia bersabar,
maka itu menjadi kebaikan baginya (HR. Muslim).
Hadits Abu Hurairah r.a. ia berkata, Rasulullah Saw bersabda:


Barangsiapa yang Allah Swt menghendaki kebaikan dengannya, niscaya Dia
menimpakan musibah kepadanya (HR. al-Bukhari).
5. Membawa kepada Muhasabah (introspeksi diri)
Sakit membawa hamba melakukan introspeksi diri.
Ibnu Taimiyah: Musibah yang engkau terima dengannya terhadap
Allah Swt, lebih baik bagimu daripada nikmat yang membuatmu
lupa untuk berdzikir kepada-Nya. (Tasliyatu ahli al-Masha`ib).
6. Sakit membawa hamba kembali kepada Rabb-Nya
Setelah introspeksi diri, cobaan menyebabkan hamba kembali
kepada Rabbnya. Allah Swt berfirman:




Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-
umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan
(menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka
bermohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri(QS. Al-
Anaam: 42)





Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana)
yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran)(QS.
Al-Araaf: 168)
7. Tetapnya amal ibadah orang yang sakit
Amal ibadah orang yang sakit akan tetap dicatat yang kalau bukan karena
sakit ia tetap mengamalkannya.




Apabila seorang hamba sakit atau melakukan perjalanan (safar), niscaya
ditulis untuknya seperti amalan orang yang muqim (tidak bepergian) lagi
sehat. (HR. al-Bukhari).
8. Sakit penyebab masuk surga dan selamat dari neraka
Berbagai macam penyakit menjadi penebus berbagai macam kesalahan
dan menambah kebaikan, dan keduanya menjadi penyebab masuk surga,
karena sakit itu meringankan kesalahan hamba dalam timbangan dan
menambah daun timbangan kebaikan.
Ditambah lagi, bahwa sakit termasuk musibah yang tidak disukai hamba:




Surga diliputi dengan segala yang dibenci dan neraka diliputi dengan nafsu
syahwat (HR. al-Bukhari dan Muslim).
9. Sakit itu memperbaiki hati
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: Hati dan ruh mengambil manfaat
dengan penyakit dan penderitaan, yang tidak bisa dirasakan kecuali oleh
orang yang memiliki kehidupan, sehingga kesehatan hati dan ruh
digantungkan atas penderitaan badan dan tekanannya (Syifa`ul ghalil
524).
Beliau juga mengatakan, Sebagaimana yang telah diketahui,
sesungguhnya jika bukan karena berbagai cobaan dunia dan musibahnya,
niscaya hamba mendapatkan berbagai penyakit sombong, bangga diri, dan
keras hati, yang menjadi penyebab kebinasaannya, baik yang cepat (di
dunia) maupun yang tertunda (di akhirat).
Maka kalau bukan karena Allah Swt mengobati hamba-hamba-Nya
dengan berbagai obat cobaan dan ujian, niscaya mereka akan berbuat
zalim dan melampuai batas. Dan apabila Allah Swt menghendaki kebaikan
kepada hamba-Nya, Dia menuangi obat dari cobaan dan ujian menurut
kadar kondisinya, dan mengosongkan dengannya dari penyakit-penyakit
yang membinasakan, sehingga apabila Dia telah membersihkannya, Dia
menempatkannya untuk martabat paling mulia di dunia, yaitu
penghambaan, dan pahala tertinggi di akhirat, yaitu melihat-Nya dan
dekat dengan-Nya. (Syaifaul Ghalil hal. 524).
10. Sakit mengingatkan Nikmat Sehat
Terkadang seseorang terlena dengan
kesehatan, sehingga ia lupa bertafakkur dan
bersyukur atas nikmat dari Allah Swt.


:
Dua nikmat yang membuat manusia banyak
terperdaya olehnya: nikmat sehat dan waktu luang
(HR. al-Bukhari)
Manajemen Respon Sakit dan Penyakit
(simpati, empati, penguatan)
Sakit adalah ujian, cobaan dan takdir Allah





sesungguhnya pahala yang besar didapatkan melalui cobaan yang besar
pula. Apabila Allah mencintai seseorang, maka Allah akan memberikan
cobaan kepadanya, barangsiapa yang ridho (menerimanya) maka Allah
akan meridhoinya dan barangsiapa yang murka (menerimanya) maka
Allah murka kepadanya.(HR. At-Tirmidziy)





Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang hamba, maka
Allah menyegerakan siksaan baginya di dunia (Al-Baqarah:155-157)
Perlu disadari bahwa cobaan yang Allah turunkan
merupakan akibat dosa.










Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit
ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.
Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka
mengucapkan:Innaa lillahi wa innaa ilaihi raajiuun.Mereka itulah
yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari
Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Cobaan yang merupakan takdir Allah wajib diterima dengan
kesabaran, ridha bahkan rasa syukur.
Maka orang yang sakit selayaknya bergembira karena
penyakit yang ia rasakan akan menghapus dosa-
dosanya.






Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang
lainnya, pasti akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana
pohon menggugurkan daun-daunnya (HR. Muslim)





Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau sesuatu hal yang
lebih berat dari itu melainkan diangkat derajatnya dan
dihapuskan dosanya karenanya.
(HR. Ahmad, At-Tirmidzi)



Cobaan akan selalu menimpa seorang mukmin dan mukminah,
baik pada dirinya, pada anaknya maupun pada hartanya,
sehingga ia bertemu dengan Allah tanpa dosa sedikitpun.
(HR. Baihaqi)
Karena besarnya keutamaan tersebut, pada hari
kiamat banyak orang berandai-andai jika mereka
ditimpakan musibah di dunia sehingga menghapus
dosa mereka dan diberikan pahala.



Manusia pada hari kiamat menginginkan kulitnya
dipotong-potong dengan gunting ketika di dunia, karena
mereka melihat betapa besarnya pahala orang-orang
yang tertimpa cobaan di dunia. (HR. Bukhari)
Selama sakit, pahala tetap mengalir
Mungkin ada beberapa dari kita yang tatkala tertimpa penyakit bersedih
karena tidak bisa malakukan aktivitas, tidak bisa belajar, tidak bisa mencari
nafkah dan tidak bisa melakukan ibadah sehari-hari yang biasa kita
lakukan. Bergembiralah karena ternyata Allah tetap menuliskan pahala
ibadah bagi yang sakit amalan yang biasa ia lakukan sehari-hari.

Apabila seorang hamba sakit atau sedang melakukan safar, Allah akan
menuliskan baginya pahala seperti saat ia lakukan ibadah di masa sehat
dan bermukim. (HR. Bukhari)

Sesudah kesulitan pasti datang kemudahan





Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (Alam Nasyrah: 5-6)
Maka Bersabar dalam musibah/sakit..., ada apa
dengan bersabar
Sabar berarti :
1. Mendapatkan petunjuk.
Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang
kecuali dengan izin Allah; Dan barangsiapa yang beriman
kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada
hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (At
Thaghabun: 11)
2. Mendapatkan pahala yang sangat besar dan keridhaan
Allah.
sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar diberikan
pahala bagi mereka tanpa batas. (Az-Zumar:10)
3. Mendapatkan alamat kebaikan dari Allah.
Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba-
Nya maka Dia menyegerakan hukuman baginya di dunia,
sedang apabila Allah menghendaki keburukan pada seorang
hamba-Nya maka Dia menangguhkan dosanya sampai Dia
penuhi balasannya nanti di hari kiamat. (HR. Tirmidzi)
4. Merupakan anugrah yang terbaik
Tidaklah Allah menganugrahkan kepada seseorang sesuatu
pemberian yang labih baik dan lebih lapang daripada
kesabaran. (HR al-Bukhari)
Konsistensi dalam beribadah dalam
Berbagai kondisi sakit
Pahala dalam Sakit
Allah tetap menuliskan pahala ibadah bagi yang
sakit


Apabila seorang hamba sakit atau sedang
melakukan safar, Allah akan menuliskan baginya
pahala seperti saat ia lakukan ibadah di masa
sehat dan bermukim. (HR. Bukhari)
Beberapa Ibadah Saat Sakit
1.membaca Al-Quran
AL-Quran bisa mengobati kesedihan, kegelisahan hati serta bisa
mengobati penyakit fisik.

Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi
penawar/kesembuhan dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Al-
Isra`: 82)
2.Berdzikir kepada Allah
Berdzikir akan menenangkan hati dan melawan kegelisahan bagi si sakit.
Allah Taala berfirman,




(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram
dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah
hati menjadi tenteram. (Ar-Rad: 28)
3. Berdoa untuk Kesembuhan
Misalnya doa berikut


Letakkan tanganmu dibagian tubuh yang sakit, lalu ucapkanlah,
bismillah tiga kali, lalu ucapkan sebanyak tujuh kali Audzu
billahi wa qudrootihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir, Aku
memohon perlindungan kepada Allah dengan kemuliaan dan
kekuasaannya dari segala keburukan yang kudapatkan dan
kukhawatirkan. (HR. Muslim)

4. Tetap shalat dan melakukan ibadah yang lain


Agama memberi kemudahan yang banyak, orang yang sakit tetap
shalat seusai dengan kondisinya baik dengan cara duduk atau
berbaring. Jika tidak bisa menggunakan air, ia bisa melakukan
tayammum.
Semoga Bermanfaat