Anda di halaman 1dari 16

Analisis Kovarian

Satu dan Dua Jalur

Oleh:
Herlina Mulyastuti
N. Muhammad Fajar T.
Analisis Kovarian
Analisis kovarian (ANCOVA), merupakan perpanjangan dari analisis
ANOVA dan analisis regresi
ANCOVA menyediakan teknik analisis untuk meningkatkan presisi
sebuah penelitian karena terdapat pengendalian untuk pengaruh
variabel lain yang tidak terkontrol (kovariat)
Analisis kovarian termasuk dalam kategori statistik parametrik
Analisis Kovarian
Karakteristik variabel pengujian ANCOVA berupa kontinum dan
kategorikal.
Kontinum variabel yang memiliki nilai kuantitatif yang bergerak
dalam kontinum (interval atau rasio). variabel terikat (Y) dan variabel
bebas (X2)
Contoh: motivasi belajar, IQ, tes bakat, hasil tes fisika. variabel
terikat (Y) dan variabel bebas (X2)
Kategorikal variabel hasil pengkodean terhadap kategori (nominal)
variabel bebas (X1)
Contoh: jenis kelamin, kelas, lokasi tempat tinggal, bidang pekerjaan.
Analisis Kovarian
Satu Jalur 1 faktor (1 variabel bebas)
Dua Jalur 2 faktor (2 variabel bebas)
Analisis Kovarian
Satu Jalur (One way Ancova)
Analisis Kovarian
Satu Jalur (One way Ancova)
Contoh:
Rumusan Masalah:
Setelah dikendalikan oleh skor tes bakat (X), apakah terdapat perbedaan hasil
belajar fisika (Y) siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode kooperatif
(A1), metode ceramah (A2) dan metode pemberian tugas (A3)?
Hipotesis Penelitian:
H0 : Setelah dikendalikan oleh kovariabel skor tes bakat (X), tidak terdapat
perbedaan hasil belajar fisika (Y) siswa yang mengikuti pembelajaran dengan
metode kooperatif (A1), metode ceramah (A2) dan metode pemberian tugas
(A3).
H1 : Setelah dikendalikan oleh kovariabel skor tes bakat (X), terdapat perbedaan
hasil belajar fisika (Y) siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode
kooperatif (A1), metode ceramah (A2) dan metode pemberian tugas (A3).
Analisis Kovarian
Satu Jalur (One way Ancova)
Hipotesis Statistik
H0 : 1 2 3
H1 : 1= 2 =3
Kriteria pengujian: H0 ditolak jika Fhitung > Ftabel(; db A:db D)
H0 diterima jika Fhitung < Ftabel(; db A:db D)
Analisis Kovarian
A1 A2 A3
Satu Jalur (One way Ancova) X Y X Y X Y
Data 29 15 22 20 33 14
49 19 24 34 45 20
48 21 49 28 35 30
35 27 46 35 39 32
Keterangan:
53 35 52 42 36 34
A = Metode mengajar (A1 =
metode ceramah, A2 = 47 39 43 44 48 42
metode pemberian tugas, 46 23 64 46 63 40
dan A3 = metode kooperatif)
74 38 61 47 57 38
X = Skor Tes Bakat (Aptitude
Test Score) kovariabel 72 33 55 40 56 54
Y = Skor Hasil Belajar Fisika 67 50 54 54 78 56
Analisis Kovarian
Satu Jalur (One way Ancova)
Membuat tabel penolong Statistik A1 A2 A3 Total
n 10 10 10 30
X 520 470 490 1480
X2 29054 23888 25898 78840
Y 300 390 360 1050
Y2 10064 16106 14536 40706
XY 16603 19241 18978 54822
52 47 49 49,33
Y
X 30 39 36 35
Analisis Kovarian
Satu Jalur (One way Ancova)
Menghitung Sumber Variansi Total (JKresidu)
Analisis Kovarian
Satu Jalur (One way Ancova)
Menghitung Sumber Variansi Dalam (JKdal. Residu)
Analisis Kovarian
Satu Jalur (One way Ancova)
Menghitung Sumber Variansi Antar

Menghitung Derajat Kebebasan

Menghitung rata-rata residu


Analisis Kovarian
Satu Jalur (One way Ancova)
Menghitung Rata-rata Kuadrat (RK)

Menghitung Harga F

Tabel rangkuman hasil analisis


Analisis Kovarian
Satu Jalur (One way Ancova)
Hasil analisis
Berdasarkan perhitungan, diperoleh Fhitung = 5,476 sedangkan
Ftabel(; db A:db D) atau Ftabel(5%; 2;26) = 3,37.
Dengan demikian, H0 ditolak dan H1 diterima,
Kesimpulan: setelah dikendalikan oleh kovariabel skor tes bakat, terdapat
perbedaan hasil belajar fisika yang signifikan antara siswa yang mengikuti
pembelajaran dengan metode kooperatif dengan siswa yang mengikuti
pembelajaran dengan metode ceramah dan siswa yang mengikuti
pembelajaran dengan metode pemberian tugas.
Karena harga Fhitung signifikan, maka selanjutnya akan dilakukan uji lanjut
Analisis Kovarian
Satu Jalur (One way Ancova)
Koefesien Korelasi
Jika ingin mengetahui harga koefisien korelasi antara kriterium
dengan kovariabel X (harga rxy) dapat dicari dengan:
Analisis Kovarian
Satu Jalur (One way Ancova)
Uji Lanjut
1. Fisher Protected LSD (Least Significant Difference)
2. Tukey HSD (Honestly Significant Difference)
3. Dunn Bonferroni Procedure
4. t-Scheffe