Anda di halaman 1dari 9

KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS ( KLT )

Kelompok 10 :
LD.M.YAHYA AL
FATAH
OLVYANI TRIA
LAYUK
NOVIANTI SAPUTRI
T
PENDAHULUAN
Kromatografi banyak dipilih karena merupakan metode pemisahan
yang sederhana. Kromatografi mencakup berbagai proses yang
berdasarkan pada perbedaan distribusi dari penyusunan cuplikan
antara dua fasa.Satu fasa tetap tinggal pada sistem dan dinamakan
fasa diam. Fasa lainnya dinamakan fasa gerak menyebabkan
perbedaan migrasi dari penyusun cuplikan. Kromatografi juga dapat
digunakan, jika metode klasik tidak dapat dilakukan karena jumlah
cuplikan rendah, kompleksitas campuran yang hendak dipisahkan
atau sifat berkerabat zat yang sulit dipisah (Gandjar dan Rohman,
2007).
Kromatografi ada bermacam-macam diantaranya kromatografi
kertas, kromatografi lapis tipis, penukar ion, penyaringan gel dan
elektroforesis (Sastrohamidjojo, 1985). Namun dalam makalah ini
hanya akan dibahas mengenai teknik Kromatografi Lapis Tipis (KLT).
PEMBAHASAN
A. Definisi KLT
KLT merupakan salah satu metode isolasi yang terjadi berdasarkan perbedaan daya
serap (adsorpsi) dan daya partisi serta kelarutan dari komponen-komponen kimia
yang akan bergerak mengikuti kepolaran eluen. Oleh karena daya serap adsorben
terhadap komponen kimia tidak sama, maka komponen bergerak dengan kecepatan
yang berbeda sehingga hal inilah yang menyebabkan pemisahan (Hostettmann et al,
1995).
Pada proses adsorpsi senyawa kimia dapat terpisah-pisah disebabkan oleh daya
serap adsorban terhadap tiap-tiap komponen kimia tidak sama. Sedangkan partisi
adalah kelarutan tiap-tiap komponen kimia dalam cairan pengelusi (eluen) tidak
sama dimana arah gerakan eluen disebabkan oleh gaya sentrifugal sehingga
komponen kimia dapat bergerak dengan kecepatan yang berbeda-beda.
Kromatografi lapis tipis merupakan jenis kromatografi yang dapat digunakan untuk
menganalisis senyawa secara kualitatif maupun kuantitatif. Lapisan yang
memisahkan terdiri atas bahan berbutir (fase diam) ditempatkan pada penyangga
berupa pelat gelas, logam, atau lapisan yang cocok. Campuran yang akan dipisah
berupa larutan, ditotolkan berupa bercak atau pita, setelah pelat/lapisan ditaruh
dalam bejana tertutup rapat yang berisi larutan pengembang yang cocok (fase
gerak).
B. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN KLT

Beberapa kelebihan KLT yaitu:

1. KLT lebih banyak digunakan untuk tujuan analisis.


2. Identifikasi pemisahan komponen dapat dilakukan dengan pereaksi
warna, fluoresensi, atau dengan radiasi menggunakan sinar ultraviolet.
3. Dapat dilakukan elusi secara mekanik (ascending), menurun (descending),
atau dengan cara elusi 2 dimensi.
4. Ketepatan penentuan kadar akan lebih baik karena komponen yang akan
ditentukan merupakan bercak yang tidak bergerak.
5. Hanya membutuhkan sedikit pelarut.
6. Biaya yang dibutuhkan terjangkau.
7. Jumlah perlengkapan sedikit.
8. Preparasi sample yang mudah
9. Dapat untuk memisahkan senyawa hidrofobik (lipid dan hidrokarbon)
yang dengan metode kertas tidak bisa (Gandjar dan Rohman, 2007).
Adapun kekurangan KLT yaitu:

1. Butuh ketekunan dan kesabaran yang ekstra untuk


mendapatkan bercak/noda yang diharapkan.
2. Butuh sistem trial and eror untuk menentukan sistem eluen
yang cocok.
3. Memerlukan waktu yang cukup lama jika dilakukan secara
tidak tekun
C.PRINSIP KERJA KLT
Pada dasarnya KLT digunakan untuk memisahkan komponen-
komponen berdasarkan perbedaan adsorpsi atau partisi oleh
fase diam di bawah gerakan pelarut pengembang (Watson,
2010). KLT sangat mirip dengan kromatografi kertas, terutama
pada cara pelaksanaannya. Perbedaan nyata terlihat pada fase
diamnya atau media pemisahnya, yakni digunakan lapisan tipis
adsorben sebagai pengganti kertas.
Pada proses pemisahan dengan kromatografi lapis tipis, terjadi
hubungan kesetimbangan antara fase diam dan fasa gerak,
dimana ada interaksi antara permukaan fase diam dengan gugus
fungsi senyawa organik yang akan diidentifikasi yang telah
berinteraksi dengan fasa geraknya. Kesetimbangan ini
dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu : kepolaran fase diam, kepolaran
fase gerak, serta kepolaran dan ukuran molekul.
Pada KLT, fasa diam berupa
D. PROSEDUR KERJA plat yang biasanya disi dengan
silica gel. Sebuah garis pensil
DENGAN KLT digambar dekat bagian bawah
fasa diam dan setetes larutan
sampel ditempatkan di
atasnya. Sampel ditotol
dengan bantuan pipa kapiler.
Garis pada fasa diam berguna
untuk menunjukkan posisi asli
sampel. Pembuatan garis harus
menggunakan pensil karena
jika semua ini dilakukan
dengan tinta, pewarna dari
tinta juga akan bergerak
sebagai kromatogram
berkembang. Ketika titik
campuran kering, fasa diam
diletakkan berdiri dalam gelas
tertutup yang telah berisi fasa
gerak dengan posisi fasa gerak
di bawah garis. Digunakan
gelas tertutup untuk
memastikan bahwa suasana
dalam gelas jenuh dengan uap
pelarut.
CONTOH KLT
( KROMATROGRAFI LAPIS TIPIS )

Alat yang di gunakan


TRIMAH KASIH
BANYAK

Anda mungkin juga menyukai