Anda di halaman 1dari 19

Sistem Syaraf

Jalur Motoris
Gyrus precentralis ( cortex )
Menggerakkan otot-otot agar dapat tepat menuju sasaran secara sadar ( di
bawah kehendak )
Basal ganglia
Untuk gerakan-gerakan yang kurang disadari
Cerebellum ( otak kecil )
Membantu cortex otak dan basal ganglion dalam pembentukan gerakan-gerakan
otot terkordinasi secara halus
Tractus Pyramidalis
Menggerakkan otot-oto skelet tubuh ( dari kepala sampai ujung kaki )
di bawah kehendak tetapi kontralateral, artiny cortex motoris kiri
menginervasi otot tubuh sebelah kanan atau sebaliknya.
Tractus Pyramidalis
Tractus Ekstrapyramidalis kleus subcortcal
Merupakan tractus-tractus turun lainnya tetapi bukan tractus
pyramidalis
Berasal dari farmasio, reticularis, basal ganglia dan nucleus subcortical
Berfungsi untuk mengatur tonus otot, keseimbvangan dan postur
tubuh
Kelainan-kelainan linik
Parkinson
Disebabkan oleh berkurangnya neurotransmitter dopamine pada
basal ganglia
Gejala yang timbul yaitu gemetaran tangan sewaktu istirahat,
kekakuan otot, dan sulit bergerak
Penyakit ini biasanya menyerang yang berusia diatas 40 tahun.
Penyakit ini tidak mempengaruhi pendengaran, penglihatan, dan
inteligensi karena cortex otak tidak terganggu
Stroke ( Cerebrovascular accident )
Merupakan kematian sel-sel otak disertai gangguan fusngsinya yang
disebabkan oleh terganggunya aliran darah otak
Penyebab yang paling sering yaitu tekanan darah tinggi daan
atherosclerosis
Gejala-gela yang timbul umumnya pusing-pusing biasa, sulit bicara,
tidak melihat, pingsan, ataupun lumpuh sebelah badan
Epilepsi
Penyakit yang terjadi karena dilepaskannya letusan-letusan listrik ( impuls )
pada neuron-neuron di otak
Grand mal : Bila daerah motoris dan kesadaran terkena serangan sehingga
terjadi kejang-kejang dan hilang kesadaran
Psychomotor : Bila yang terkena adalah lobus temporalis, sering
menimbulkan gangguan mental
Petitmal : Bila mengenai thalamus dan hypothalamus, Petitmal sering
terjadi pada anak-anak
Penyebab dari epilepsi yaitu :
Terdapatnya jaringan parut di otak dari bekas luka sewaktu kelahiran atau
karena infeksi, tumor dan Gangguan metabolism
Poliomyelitis
Penyakit infeksi disebabkan oleh virus yang menyerang neuron-
neuron motoris sistem syaraf pusat ( otak dan medulla spinalis )
Ditularkan melalui makanan dan ditandai dengan gejala-gejala panas,
sakit kepala, kuku kuduk, sakit otot, kemudian kelumpuhan
Pencegahan dengan cara vaksin anti- polio, biasanya sewaktu masih
bayi
Sakit kepala ( headache )
Serbab-sebab terjadinya sakit kepala yaitu kelainan-kelainan di dalam
tempurung misalnya abses otak, meningitis , tumor otak, pendarahan
otak
Rabies ( Penyakit anjing gila )
Disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh air liur binatang yang sakit
melalui gigitan terhadap manusia
Virus masuk dari tempat gigitan bergerak mencapai otak dan medulla
spinalis melalui syaraf perifer, disusunan syaraf pusat virus
berkembang biak kemudian turun ke kelenjar ludah
Gejala yang ditimlkan yaitu panas, cemas, keluar air ludah, dan
kejang-kejang yang sakit di daerah tenggorokan terutama bila minum
air ( hydrophobia )
Pencegahan dengan cara vaksinasi
Sistem syaraf autonom
Merupakan sitem syaraf yang mensyarafi alat-alat dalam ( visceral )
Terdiri dari komponen sensoris ( afferent ), pusat ( medulla spinalis,
otak ) dan komponen motoris ( efferent )
1. Komponen sensoris ( afferent ) : Alat-alat dalam seperti resepto-
reseptor tekanan ( osmoreceptor ), reseptor zat kimia ( chemoreceptor
), reseptor sakit dan lainnya, impuls menjalar melalui serabut sensoris (
komponen afferent ) syaraf autonon menuju medulla spinalis atau otak
Badan sel terdapat pada ganglion-ganglion spinalis di akar dorsalis,
impuls kemudian naik ke atas melalui tractor-tractus naik ( tractus
spinothalamicus ) menuju cortex otak
Sistem syaraf autonom
2. Pusat : Impuls di interpretasikan, misalnya rasa lapar, rasa ingin.
buang air besar, mules dan sering disertai rasa enek
Pusat pengontrolan sistem syaraf autonom berada di hypothalmus,
sehingga pengontrolan terhadap alat-alat dalam berada di luar
kesadaran.
Sistem syaraf autonom
3. Komponen efferent : Terdiri dari syaraf simphatis dan
parasimphatis.
Terdiri dari dua neuron , yang pertama disebut neuron preganglionik,
mempunyai badan sel yang terletak di otak atau medulla spinalis,
sksonnya bermyelin, keluar dari Sistem Syaraf Pusat sebagi bagian
dari syaraf otak atau syaraf spinalis, kemudian akan bersynaps dengan
neuron kedua yang disebut neuron post ganglionik yang badan selnya
terletak di ganglion autonom di luar sistem syaraf pusat, tidak
bermyelin dan berakhir pada effektor( otot jantung, otot polos,
kelenjr )
Sistem syaraf autonom
Sistem syaraf simpthatis
-Mempunyai tiga ganglion colateral yang terletak di depan arteri
abdonalis ( ganglion coeliaca, mesenterica superior, mesenterica
inferior
-Setiap 1 akson preganglion akan bersynaps dengan > 20 neuron post-
ganglionik, dengan demikian rangsang simpthatis selalu bersifat meluas
ke bagian-bagian tubuh lainnya.
Sistem syaraf autonom
Sistem syaraf parasimpathis
- Disebut juga cranio-sacral karena badan sel neuron preganglionil
terletak pada batang otak dan tanduk lateral medulla spinalis sacral
dua sampai sacral empat.
Neurontransmitter
1. Serabut adrenergic : menghasilkan noradrenalin, mencakup
sebagian besar serabut-serabut ( akson ) postganglionik simpthatis
2. Serabut cho;inergic : menghasilkan setilkolin
a. Mencangkup semua akson preganglionik baik simpthatis maupun
parasimpathis
b. Semua akson post gangionik parasimpthatis
c. Beberapa akson post ganglionik simpthatis yaitu yang menuju ke
kelenjar keringat, pembuluh darah otot skelet dan kulit
Respon organ-organ terhadap stimulasi syaraf
autonom
Stimulasi syaraf-syaraf simpathis berhubungan dengan pengeluaran
energi
Stimulasi syaraf-syaraf parasimpathis berhubungan dengan konservasi
atau menghimpun energi yang tertama menonjol sewaktu keadaan
istirahat/tidur
Fungsi-fungsi luhur otak
Belajar
Condition reflex
Ingatan ( Ingatan baru dan ingatan lama )