Anda di halaman 1dari 25

BRONKIEKTASIS

Pembimbing :
dr. Abu Bakar, Sp.P, M.Kes

disusun oleh :
Anggy Resti Eka Putri
Meiki Hariani
Ridwan Taufik
Bronkiektasis
Definisi
Suatu penyakit yang ditandai dengan adanya dilatasi
(ektasis) dan distorsi bronkus lokal yang bersifat
patologis dan berjalan kronik, persisten atau irreversibel.
Kelainan bronkus tersebut disebabkan oleh perubahan
perubahan dalam dinding bronkus berupa destruksi
elemen elemen elastis, otot otot polos bronkus,
tulang rawan dan pembuluh pembuluh darah
Epidemiologi/prevalensi
Di negara barat 1,3% dari populasi
Di Indonesia belum ada laporan tentang angka
penyakit ini
Etiologi
Kelainan Kongenital
Ciri-ciri : mengenai hampir seluruh cabang bronkus pada 1 atau 2
pulmo
Sering menyertai penyakit-penyakit kongenital lainnya (Fibrosis kistik
pulmo), sindrom Kartagener (bronkiektasis kongenital, sinusitis
paranasal & situs inversus), anak kembar.
Kelainan didapat
Infeksi sering terjadi setelah anak mengalami pneumonia yang sering
kambuh dan berlangsung lama. Pneumonia ini akibat komplikasi
pertusis atau infeksi influenza sewaktu kecil dan TB.
Obstruksi bronkus:benda asing, neoplasma, korpus alienum, TB KGB
Hilus, atresia, stenosis.
Kelainan imunologis : defisiensi imunoglobulin, infeksi HIV
Klasifikasi
Klasifikasi berdasarkan gambaran Radiologi :
Cylindrical Bronchiectasis
Bronkus tubular, diameter berdilatasi, dinding yang lurus
Varicose Bronchiectasis
Dilatasi iregular jalan nafas,berbentuk tabung dan kantong
Saccular Bronchiectasis
Bentuk cystic jalan nafas bagian distal, lebih sering ditemukan
pd pasien fibrosis kistik, bronkus dilatasi membentuk
kelompokan bulat berisi udara atau cairan kista, mirip balon.
Gejala Klinis
Batuk persisten/berulang
Produksi sputum purulen
Hemoptisis (50 70 % kasus)
Gejala sistemik : lemah, penurunan BB, dan myalgia
Dyspnea atau wheezing
Pada tahap yang berat dapat ditemukan clubbing
finger
Patofosiologi
Infeksi bakteri

Patofisiologi
Inflamasi
bronkus

Dilatasi bronkus Kerusakan silia

Sekret
menumpuk

Obstruksi jalan
napas

Pertumbuhan
bakteri

Bakteri merusak
dinding bronkus
PATOLOGI
Tempat Predisposisi
Dapat mengenai bronkus pada satu segmen paru (lokal),
bahkan dapat secara difus
Yang sering terkena : lobus tengah paru kanan, bagian
lingula paru kiri lobus atas, segmen basal pada lobus
bawah kedua paru.
Bronkus yang terkena
Bronkus ukuran sedang (medium size), bronkus besar
jarang terkena.
PATOLOGI
Perubahan Morfologis Bronkus
Dinding Bronkus
Perubahan berupa proses inflamasi. Jaringan lain yang mengalami
kerusakan berupa elemen elemen elastis, pembuluh darah dan
tulang rawan bronkus.
Mukosa Bronkus
Permukaannya menjadi abnormal, silia menghilang, metaplasia
skuamosa, dan sebukan sel sel inflamasi. Apabila eksaserbasi,
pada mukosa terjadi pengelupasan, ulserasi, dan pernanahan.
JaringanParu peribronkial
Kelainan berupa pneumonia, fibrosis paru atau pleuritis
Arteri bronkialis disekitar bronkiektasis dapat mengalami pelebaran
(aneurysma Rasmussen) atau membentuk anastomosis dengan
pembuluh sirkulasi pulmonal
DIAGNOSA
Anamnesa (gejala klinis)
Batuk kronis, sputum mukopurulen jika tidak mendapat terapi
antibiotik sputumnya akan menjadi bau, bau napas tak sedap
(fetor)
Hemoptisis
Px. fisik
Sesak, ronki kasar basal, mengi
Demam
Penurunan berat badan
Komplikasi
gagal napas
Abses otak (penyebaran hematogen)
Px. Penunjang
foto toraks : Gambaran abnormal, peningkatan penanda pulmoner,
struktur seperti cincin, honey comb appearance, atelektasis, dilatasi dan
penebalan jalan nafas (tram lines), penampakan sumbatan mukus (finger-
in-glove)
Perbedaan PPOK dengan
Bronkiektasis
PPOK BRONKIEKTASIS
Penyebab Merokok/ terpapar asap Infeksi/genetik/imun
iritan defek
Infeksi Sekunder Primer
Predominan organisme Streptococcus Haemophilus influenza,
dalam sputum pneumoniae Pseudomonas
Haemophilus influenzae Aeroginosa
Obstruksi saluran nafas + +
dan hiperesponsif
Rontgen Thoraks Hiperlusen, hiperinflasi, Dilatasi dan penebalan
dilatasi saluran nafas saluran nafas, mukous
plug
Sputum Mukoid, jernih Purulen 3 lapis
Ring shadow
Terdapat bayangan seperti cincin dengan berbagai ukuran (dapat mencapai diameter 1 cm). dengan jumlah satu
atau lebih bayangan cincin sehingga membentuk gambaran honeycomb appearance atau bounches of
grapes. Bayangan cincin tersebut menunjukkan kelainan yang terjadi pada bronkus.
Tubular shadow
Ini merupakan bayangan yang putih dan tebal. Lebarnya
dapat mencapai 8 mm.
gambaran ini sebenarnya menunjukkan bronkus yang
penuh dengan sekret. Gambaran ini jarang ditemukan,
namun gambaran ini khas untuk bronkiektasis.
Glove finger shadow
Gambaran ini menunjukkan bayangan sekelompok
tubulus yang terlihat seperti jari-jari pada sarung tangan.
BRONKOGRAFI
Bronkografi merupakan pemeriksaan foto dengan
pengisian media kontras ke dalam sistem saluran
bronkus pada berbagai posisi (AP, Lateral, Oblik).
Pemeriksaan ini selain dapat menentukan adanya
bronkiektasis, juga dapat menentukan bentuk-bentuk
bronkiektasis yang dibedakan dalam bentuk silindris
(tubulus, fusiformis), sakuler (kistik) dan varikosis.
CT-Scan thorax

CT-Scan dengan resolusi tinggi menjadi pemeriksaan


penunjang terbaik untuk mendiagnosis bronkiektasis,
mengklarifikasi temuan dari foto thorax dan melihat letak
kelainan jalan nafas yang tidak dapat terlihat pada foto
polos thorax. CT-Scan resolusi tinggi mempunyai
sensitivitas sebesar 97% dan spesifisitas sebesar 93%.

CT-Scan resolusi tinggi akan memperlihatkan dilatasi


bronkus dan penebalan dinding bronkus. Ini juga mampu
mengetahui lobus mana yang terkena, terutama penting
untuk menentukan apakah diperlukan pembedahan.
High-Resolution Computed Tomography
Penilaian yang paling reliabel dan non invasif metode
Dapat secara akurat mendiagnosis bronkiestasis (Sensitivitas
97%)
Dilatasi jalan tram lines atau end-on-ring.
Diameter luminal > 1,5 kali adjacent vessel
Penebalan dinding bronkial
Sumbatan jalan nafas oleh debris (tree-in-bud)
Penatalaksanaan
Fisioterapi
Drainase postural 2x sehari
Bronkodilator
-agonis
Antikolinergik
Antibiotik
Oksigen
Pembedahan : Tujuan pembedahan adalah untuk mengangkat (reseksi) segmen atau
lobus yang terkena. Indikasinya pada pasien bronkiektasis yang terbatas dan
resektabel, yang tidak berespon terhadap tindakan-tindakan konservatif yang
adekuat, selain itu juga pada pasien bronkiektasis terbatas, tetapi sering mengalami
infeksi berulang atau hemoptisis yang berasal dari daerah tersebut. Pasien dengan
hemoptisis masif seperti ini mutlak perlu tindakan operasi